Mercusuarumat.com | Cahaya Peradaban Islam

Terbaru



Mercusuarumat.com. Aksi Bela Islam 212, dua tahun silam tertanda umat inginkan bersatu. Betapa tidak, organisasi berbeda, jenis pekerjaan berbeda, usia berbeda, suku berbeda tumpah ruah bersatu capai tujuh juta orang. Luar biasakan?

Kerinduan ini makin memuncak tatkala politik adu domba terus ada. Umat makin cerdas dan terbuka, Ia tahu musuh-musuh inginkan umat pecah belah. Seperti halnya Aksi Bela Tauhid 212 yang insyaAllah akan terselenggara dua pekan lagi.

Sebagai penyelenggara, Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) telah melakukan serangkaian rencana persiapkan itu semua. Sebagaimana yang disampaikan oleh Novel Bakukmim selaku Juru Bicara PA 212. Ia perkirakan jutaan Bendera Tauhid akan berkibar selama acara.

Tentu, seperti yang penulis utarakan di awal. Penulis menilai, hanya musuh-musuh umat yang tak rela umat muslim bersatu.
Sebagaimana syetan, memecahbelah keluarga muslim. Mereka hasut kedua pasangan suami istri agar bercerai. Tujuannya agar hancur rumah tangganya.

Lebih jauh, lihat Indonesia. Lebih jauh lagi lihat negeri-negeri Islam. Terpecah belah ulah penjajah. Belanda, Italia, Amerika, Inggris, Portugal dsb kala itu membagi-bagi negeri-negeri Islam menjadi banyak seperti ini.

Akhirnya, kekuatan umat muslim lemah. Tidak terhimpun rapi dalam satu komando. Bak sapu lidi akan terasa manfaat jika sapu lidi terikat kuat menjadi sebuah sapu lidi yang satu.

Inilah Indonesia, momen Bela Tauhid 212 adalah momem kita bersama. Momen umat muslim seluruh dunia. Mulai dari Indonesia lah potensi persatuan umat akan segera terwujud nyata.
Persatuan umat dalam kalimat tauhid akan segera terrealisasi. Tidak lama lagi. InsyaAllah. [IW]



Mercusuarumat.com. setiap yang langka adalah berharga. Setiap yang susah ditemui pastilah unik. Inilah Bela Tauhid 212. Hanya sekali dalam setahun.

Sebagaimana pernyataan Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 (Jubir PA 212), Novel Bamukmin, Bela Tauhid 212 tahun ini akan dilaksanakan dengan perkiraan dihadiri oleh jutaan jamaah. Ia pun optimis jutaan Bendera Tauhid akan berkibar sepanjang acara.

Tak ingin menyesal, umat muslim patut hadir di acara ini. Bak sebuah drama, umat muslim Indonesia adalah tokoh utama dalam drama ini. Siapa lagi yang akan sukseskan agenda akbar umat tahun ini jika bukan oleh kita?

Bawa bendera tauhid sebanyak-banyaknya. Bagikan cuma-cuma. Buktikan pada penguasa, bahwa bendera tauhid adalah milik umat. Bukan milik golongan tertentu saja.
Pastikanlah Bela Tauhid 212 adalah ajang kita untuk kuatkan persatuan, sarana kita sampaikan aspirasi umat. Sampaikan solusi islam untuk Indonesia jaya.

Percaya atau tidak, sedikit atau banyak perjuangan kita akan tercatat abadi dalam lembar sejarah kebangkitan umat negeri ini.

Perlu bukti? Coba amati, dulu bendera tauhid asing terdengar, bahkan stigma negatif acap kali menghantuinya. Kini siapapun gembira kibarkan bendera tauhid.
Dulu, keinginan penerapkan syariat islam dalam bernegara hanya diusung oleh sebagian kecil umat muslim, kini tak malu ulama-ulama nusantara lontarkan solusi syariat islam bagi negeri Indonesia.
Lihat bagaimana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, sangat ketakutakan saat Peraturan Daerah (Perda) syariah makin mencuat ke permukaan. Hingga akhirnya ia tersudutkan hingga menolak dengan lantang Perda syariah. Bahkan sekarang ia akan dilaporkan ke polisi.

Maka, ayo jangan sampai tak hadir dalam Bela Tauhid 212. Jadilah pelaku sejarah kebangkitan umat muslim Indonesia! [IW]




Mercusuarumat.com. Jakarta.Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan menggelar reuni Aksi 212. Jubir PA 212 Novel Bamukmin mengatakan pihaknya akan mengibarkan 1 juta bendera tauhid dalam acara reuni tersebut.

"Tahun ini akan kita kibarkan 1 juta bendera tauhid warna-warni. Ini bentuk keberagaman kita," kata Novel di Hotel Whiz, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018).

Hal itu disampaikan dalam diskusi bertema 'Reuni Akbar Alumni 212. Melacak Motif, Menimbang Implikasi Sosial Politik'. Dia menegaskan agenda reuni tersebut akan rutin digelar setiap tahun siapa pun presiden yang memimpin.

"Acara ini akan berlangsung setiap tahun siapa pun pemerintahnya kita akan gelar. Ini silahturahmi akbar antara ulama, tokoh aktivis yang peduli agama dan berjuang untuk agama," ujar dia.

"Tahun ini umat Islam sempat tersudut. Itu tujuan kami," sambungnya.

Novel pun kemudian menjelaskan asal mula Aksi 212 itu dilaksanakan pada 2016. Dia menyebut aksi itu digelar semata hanya untuk menuntut keadilan dari kasus penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan melawan kelompok pendukung penista agama.

"Gerakan ini menjadi wadah untuk mengontrol negara dan di era Jokowi ini sangat parah dan penista agama didukung sampai jungkir balik. Kita wajib kritisi itu, kita lawan," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma'arif mengatakan reuni Aksi 212 sedang dipersiapkan. Slamet menjabarkan Aksi 212 bulan depan tidak jauh berbeda dengan aksi pada 2016.

Dia mengatakan sudah ada beberapa peserta aksi yang menyewa gerbong kereta sampai memesan tiket pesawat.

"Tidak beda jauh dengan 212 tahun 2016 dari berbagai provinsi sudah siap. Sudah ada yang sewa beberapa gerbong kereta. Sudah beli tiket pesawat, insyaallah kita silaturahim lagi, kita akan tausiah, zikir, sekaligus memperingati Maulid Nabi di hari Ahad, bulan Desember tanggal 2," kata Slamet di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Sumber: Detik.com



Oleh : Nasrudin Joha

Tidak usah berkeluh kesah, mengumbar fitnah, membuat sederet pertanyaan dan meminta alasan, menghimbau hingga 'memaksa' agar kami urung mengadakan reuni 212. Semakin dilarang, semakin menantang. Semakin dicibir, semakin menjadi buah bibir. Semakin ditekan, insyaAllah reuni 212 justru akan menunjukan peran sentralnya sebagai bandul politik ekstra parlemen yang menjadi gerbong penyambung aspirasi umat.

Anda, yang mengaku alumni atau yang benar-benar alumni. Yang masih murni, atau bergeser 'nyebong' ke kubu mukidi. Tidak perlu turut campur, tidak perlu sok memiliki andil, apalagi repot-repot berusaha 'menggagalkan' persatuan umat. Ingatlah ! Petuahmu tak diindahkan, fatwamu tak memiliki daya ikat. Setelah segala keculasan dan pengkhianatan, lantas Anda masih memiliki muka untuk mengatur agenda ?

Silahkan Anda, menbuat agenda sendiri. Dari tudingan budeg, buta, al makiyun, capresuna capresikum, mukidi nyantri, serta sederet daftar kebohongan lain yang akan segera diedarkan. Tidak perlu ikut campur urusan kami, biarlah kita berpisah dengan agenda masing-masing.

Silahkan berhimpun dengan agenda kekuasaan, sementara kami akan fokus dengan agenda umat, agenda pembelaan pada akidah Islam, agenda pembelaan umum terhadap kemuliaan kalimat tauhid -setelah sebelumnya dilecehkan oleh Banser dan para penguasa zalim- saat kasus pembakaran bendera tauhid di Garut.

Banser, telah melecehkan lafadz tauhid berdalih bendera ormas. Penguasa, melecehkan kalimat tauhid berdalih mengganggu rapat umum yang tidak dilarang. Lantas, setelah semua pelecehan itu kalian anggap semua urusan selesai ? Kalian kumpulkan ormas dan tokoh, setelah itu kalian membuat komitmen sepihak dan kami dipaksa untuk tunduk pada kesepakatan terlarang itu ?

Kami akan bergerak, berkumpul, meninggikan kalimat tauhid, dan memberikan pembelaan umum terhadapnya. Kami akan tunjukkan, persatuan kami tak dapat dipecah dengan culasnya kekuasaan zalim. Kami telah terbiasa dengan penindasan, dan kami akan semakin kokoh dengan berbagai ujian dan kesulitan.

Kami ingin reuni, kami ingin melepas rindu sesama pejuang Islam, kami ingin meninggikan kalimat tauhid, kami ingin kabarkan kezaliman para penguasa, kami ingin satukan tekad untuk membela kelimat tauhid, lantas kalian mau apa ? Kalian bisa memangkas bunga, tapi kalian tak akan mampu menghalangi musim semi.

Kalian mengira, tekanan dan kezaliman akan menghentikan perjuangan. Kalian mengira, kesulitan akan berujung keputus-asaan. Keliru Bung ! Kami, telah mengambil pelajaran penting dari aksi bela Islam 212. Pelajaran penting itu adalah 'tidak ada yang mampu menghambat kemenangan yang ditolong oleh Allah SWT'.

Jadi terus saja berbuat makar, silahkan buat skenario yang lebih keras untuk menghalangi persatuan umat Islam. Kami, hanyalah aktor biasa yang sedang menjalankan skenario Allah SWT. Kami pastikan, kami iman kepada Allah swt, yakin atas pertolongan-Nya, dan kami kabarkan : KAMI PASTI MENANG, KALIAN PASTI KALAH !

Lihatlah, perhatikanlah ! Skenario itu sedang berjalan dan terus menuju puncak kemenangan. Berat sekali ikhtiar kalian, jika harus mengontrol ratusan juta orang yang memiliki visi membela kalimat tauhid. Kalian, akan berhadapan dengan jutaan orang yang siap disebut 'syahid' karena membela Lafadz tauhid.

Kami umat Islam telah melihat dunia sebagai senda gurau belaka. Kami telah meyakini, bahwa surga adalah tempat terbaik untuk kembali dan kekal didalamnya. Kehidupan itu, kekalnya surga, yang telah membimbing mata dan hati kami terpaut pada akherat, dan terbiasa mengesampingkan pedihnya dunia.

Sekali lagi, kami mau reuni 212. Kalian mau apa ?



Mercusuarumat.com. Karanganyar. Secara umum tak beda dengan desa lainnya jika kita memasuki wilayahnya. Namun ada hal manarik jika dicermati, hampir di setiap rumah penduduknya terpasang bedera tauhid.

Desa Sugihwaras begitulah orang menyebutnya. Wilayah tersebut masuk dalam Kelurahan Wonorejo Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Jika kita menyusuri desa tersebut tampak bendera tauhid di kanan-kiri jalan berkibar-kibar. Baik yang berwarna hitam ataupun putih.



Adalah Wiranto yang menjadi inisiator dalam pemasangan bendera tauhid tersebut. Alasan dari pemasangan tersebut tak lain adalah adanya rasa kecewa saat melihat bendera tauhid dibakar beberapa waktu yang silam.

“Bendera tauhid harusnya dimuliakan mengapa harus dibakar? jujur saya sedih dan kecewa mendengar kabar terebut.” tuturnya.

Bersama warga setempat kemudian ia mulai membuat bendera-bendera kecil yang dan mencari bambu sebagai tiangnya. Dari satu bendera ke satu rumah hingga saat ini mencapai 100 bendera.
Dari pemasangan tersebut sampai saat ini tidak ada penolakan dari warga. Malah banyak diantaranya yang memberikan dukungan.

Terkait dana pembuatan bendera dan bambu Wiranto menyebut bahwa hasil sumbangan dari beberapa warga.

“Kami gotong royong dalam pemasangan bendera tersebut begitupula masalah pembiayaan.” Ujarnya, Rabu, (15/11).

Ia beharap dengan pemasangan ini semoga masyarakat semakin mencintai kalimat tauhid dan paham bahwa Islam adalah agama rahmat bagi alam semesta. [RN]

Sumber: Panjimas.com



Mercusuarumat.com. Dua pekan lagi Irfan bertemu dengan Desember. Perasaannya memuncak mendapati tanggal dua. Dua tahun silam, peristiwa mahakarya yang pernah diikutinya, buat Ia makin gembira beranjak di tanggal dua.

Ya, Dua Desember 2018 bagi Irfan adalah hari yang ditunggu. Masih ingat dalam benaknya saat Dua Desember 2016, diperkirakan Tujuh Juta Umat Indonesia memadati Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Bagaimana Ia lupa, kala itu hujan membasahi bajunya. "Sami Allahuliman Hamidah", ucap Imam Jum'at.

Air mata bercampur air hujan buat suasana makin haru. Irfan dan Tujuh Juta Umat Indonesia lainnya berkumpul atas ikatan laa ilaha illAllah. Tidak ada dorongan selain dorongan spiritual.
Pengusaha tak ragu bagikan makanan gratis. Kala itu Irfan bercerita. Pekerja, guru, dosen dsb rela izin tak masuk kantor.

Irfan dan Tujuh Juta Umat Indonesia bersatu padu meninggikan kalimat tauhid, mengetuk pintu langit dengan kumandang takbir. Allahu Akbar! Demi satu misi tegakkan keadilan. Tegakkan Islam. Tuntaskan kezaliman. Singkirkan keegoan. Rapatkan barisan ukhuwah. Hukum penista islam.

Kini beredar luas di media sosial. Bela Tauhid 212. Siapa tak gembira menyambut momen persatuan umat muslim Indonesia?
Dorongan spiritual sudah pasti jadi penggerak utama umat muslim Indonesia. Apalagi kini, umat muslim Indonesia makin rindu syariat Islam diterapkan. Ustadz Abdul Shomad, ulama karismatik yang dicintai umat sangat getol suarakan Perda Syariah. Acara Islami menjamur di bumi pertiwi. Terakhir "Hijrah Fest" yang di komandoi Mas Ari Untung. Menyendot perhatian artis nusantara. Diksi hijrah makin digemari oleh pemuda muslim. Lewat Ust Hanan Ataki, Komunitas Pemuda Hijrah makin banyak di seantero Indonesia. Bukan hanya itu, simbol Islam Bendera Rasulullah, Arroya dan Alliwa bukan lagi hal tabu bagi umat mayoritas negeri ini. Semua ini hanyalah sedikit tanda diantara banyaknya tanda umat muslim Indonesia rindu syariat Islam.

Tak hanya kerinduan akan penarapan syariat Islam. Momen Bela Tauhid 212 jadi ajang pererat ukhuwah islamiah umat muslim Indonesia. Muslim yang hanif pasti rindu persatuan umat. Muslim yang ikhlas pasti tak rela pecah belah. Pastinya penghianat bangsa inginkan umat kacau balau. Mereka adu domba antar umat beragama juga sesama umat beragama.
Lihat bagaimana aksi pembakaran bendera tauhid. Sangat kentara upaya adu domba antar umat islam. Tak ingin adu domba makin parah? Sambut gembira Bela Tauhid 212!

Setidaknya dua alasan inilah jadikan irfan dan tentunya jutaan umat muslim Indonesia gembira menyambut Bela Tauhid 212! [IW]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget