October 2015

Penulis: Rahayu Pawitri edited
 
Pusing melihat istri uring-uringan terus? Bisa jadi, saat ini kelelahan istri sudah sampai puncaknya. Coba cek 9 tanda berikut, apakah ada juga pada istri.
Kelelahan istri bisa membawa perubahan perilaku
Kelelahan istri bisa menjadikan suasana di rumah tidak kondusif, lho. Hubungan suami istri juga bisa terganggu karenanya. Bahkan, pada beberapa kasus yang serius, hal ini bisa memicu kekerasan ibu pada anak. Nah, sebelum terlambat, mari kita kenali tanda-tandanya.
Mudah lupa
Wanita dikaruniai kekuatan pikiran yang hebat. Tidak hanya mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu, namun mereka juga mampu mengingat hal-hal yang kecil.
Jadi, bila istri di rumah mulai lupa di mana menaruh dompet, kunci motor, bahkan kaca mata yang biasa ia pakai, bisa jadi, saat ini istri butuh piknik.
Lebih pendiam
Istri sangat lekat dengan stempel cerewet. Meski kecerewetannya sebetulnya merupakan upaya mendidik anak atau cara ia menjaga rumah tetap rapi, namun seringkali sikap ini disalahartikan sebagai kebawelan.
Jadi, bila istri mulai tidak peduli dengan cucian kotor yang diletakkan tidak pada tempatnya, remahan kue yang tidak disapu, bisa jadi kelelahan istri sudah sampai di puncaknya.
Tidur gelisah
Tidur tidak tenang merupakan salah satu tanda stres; yang salah satu pemicunya adalah kelelahan fisik tak berkesudahan.
Mudah marah dan sering uring-uringan
Bila biasanya istri bercanda asyik dengan si Kecil, tapi kali ini ia malah menghardiknya saat berusaha mendekat, cobalah untuk tawarkan bantuan membereskan pekerjaan rumah. Atau paling tidak ajak si Kecil keluar, agar istri bisa memiliki waktu sendiri sejenak.
Hilang keseimbangan
Jumlah cangkir di rumah berkurang
karena beberapa hari terakhir istri sering memecahkannya saat menghidangkan kopi? Ada kemungkinan otot-otot istri sedang merasa sangat lelah, sehingga keseimbangan dirinya banyak berkurang.
Mengeluh wajahnya terlihat kusam
Kesibukan mengurusi rumah tangga kadang membuat istri lupa untuk mengurus diri. Cobalah tengok jadwal hariannya, siapa tahu ada satu dua pekerjaan yang bisa Anda bantu kerjakan.
Rasa lelah berlebih bisa membuat istri tidak berkonsentrasi saat diajak ngobrol atau berdiskusi. Secangkir teh dan pijatan di punggung pasti akan membuatnya lebih nyaman.
Sering ketiduran
ila biasanya istri paling tahan menemani Anda menonton TV di malam hari, tapi kali ini ia mudah sekali tertidur bahkan saat di dapur; itu artinya istri Anda sedang butuh istirahat lebih dari biasanya.
Istri Anda punya tanda kelelahan lainnya? Mari tuliskan di kolom komentar di bawah ini.
Mudah sakit
Merasa tubuh istri sering hangat akhir-akhir ini? Atau malah sudah 3 bulan berturut-turut Anda harus cuti karena istri sakit? Ini adalah salah satu tanda rasa kelelahan istri yang berlebih. Kelelahan bisa membuat daya tahan tubuhnya menurun dan mudah sakit.
Bila kesembilan tanda itu ada pada istri saat ini, cobalah diskusikan kembali pembagian pekerjaan di rumah. Jangan lupa tetapkan pula waktu untuk istri agar bisa beristirahat atau malah bersantai sejenak bersama teman-temannya.
Apakah Istri Anda Kelelahan dan mengalami 9 hal tersebut??? ketahuilah Istri anda Butuh Piknik, so luangkan waktu bersama istri dan keluarga anda untuk mendatangi tempat-tempan Indah yang bisa merefreskan kembali pikirannya ;)
Bukankah bila istri sehat dan bugar, seluruh keluarga juga akan merasa senang? 
 (Sumber: http://id.theasianparent.com/)
 
Bdg.News SY

"Tiga Pertanyaan" yang Membawa Felix Siauw Menjadi Muallaf

“Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya, tanpa reserve”.
Begitulah kira-kira suatu pernyataan yang akan selalu saya ingat didalam hidup saya. Waktu itu saya masih seorang penganut Kristen Katolik berusia 12 tahun yang banyak sekali pertanyaan didalam hidup saya. Diantara pertanyaan-pertanyaan itu,tiga pertanyaan yang paling besaradalah: Darimana asal kehidupan ini, Untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini. Dari tiga pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?”. Jawaban-jawaban itu selalu akan mendapatkan jawaban yang mengambang dan tak memuaskan.
Ketidakpuasan lalu mendorong saya untuk mencari jawaban di dalam alkitab, kitab yang datang dari tuhan, yang saya pikir waktu itu bisa memberikan jawaban. Sejak saat itu, mulailah saya mempelajari isi alkitab yang belasan tahun tidak pernah saya buka secara sadar dan sengaja. Betapa terkejutnya saya, setelah sedikit berusaha memahami dan mendalami alkitab, saya baru saja mengetahui pada saat itu jika 14 dari 27 surat dari injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, saya hampir tidak percaya bahwa lebih dari setengah isi kitab yang katanya kitab tuhan ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia setelah wafatnya Yesus. Sederhananya, Yesus pun tidak mengetahui apa isi injilnya. Lebih dari itu semua, konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang merupakan inti dari ajaran kristen pun ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M. Ketika proses mencari jawaban di dalam alkitab pun, saya menemukan sangat sedikit sekali keterangan yang diberikan di dalam alkitab tentang kehidupan setelah mati hari kiamat dan asal usul manusia.
Setelah proses pencarian jawaban di dalam alkitab itu, saya memutuskan bahwa agama yang saya anut tidaklah pantas untuk dipertahankan atau diseriusi, karena tidak memberikan saya jawaban atas pertanyaan mendasar saya, juga tidak memberikan kepada saya pedoman dan solusi dalam menjalani hidup ini. Sejak saat itu, saya memutuskan untuk menjadi seseorang yang tidak beragama, tetapi tetap percaya kepada Tuhan. Saya mengambil kesimpulan bahwa semua agama tidak ada yang benar, karena sudah diselewengkan oleh penganutnya seiring dengan waktu. Saya menganggap semua agama sama, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Saya juga berpandangan bahwa Tuhan laksana matahari, dimana para nabi dengan agamanya masing-masing adalah bulan yang memantulkan cahaya matahari, dan pemantulan itu tidak ada yang sempurna, sehingga agama pun tidak ada yang sempurna Tanpa sadar waktu itu saya masuk kedalam ideologi sekular. Menjadilah saya manusia yang sinkretis dan pluralis pada waktu itu.
Tetapi semua pandangan itu berubah 5 tahun kemudian ketika saya memasuki semester ketiga saya ketika berkuliah di salah satu PTN. Saya menemukan bahwa teori saya bahwa semua agama itu sama hancur samasekali dengan adanya realitas baru yang saya dapatkan. Lewat pertemuan saya dengan seorang ustadz muda aktivis gerakan da’wah islam internasional, perkenalan saya dengan al-Qur’an dimulai. Diskusi itu bermula dari perdebatan saya dengan seorang teman saya tentang kebenaran. Dia berpendapat bahwa kebenaran ada di dalam al-Qur’an, sedangkan saya belum mendapatkan kebenaran. Sehingga dipertemukanlah saya dengan ustadz muda ini untuk berdiskusi lebih lanjut.
Setelah bertemu dan berkenalan dengan ustadz muda ini, saya lalu bercerota tentang pengalaman hidup saya termasuk ketiga pertanyaan hidup saya yang paling besar. Kami lalu berdiskusi dan mencapai suatu kesepakatan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta. Adanya Tuhan, atau Sang Pencipta memanglah sesuatu yang tidak bisa disangkal dan dinafikkan bila kita benar-benar memperhatikan sekeliling kita. Tapi saya lalu bertanya pada ustadz muda itu “Saya yakin Tuhan itu ada, dan saya berasal dari-Nya, tapi masalahnya ada 5 agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah lalu yang bisa kita percaya?!”. Ustadz muda itu berkata “Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja” lalu dia menambahkan “Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan bisa membuktikan diri kalau ia datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa” lalu diapun membacakan suatu ayat dalam al-Qur’an:
Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS al-Baqarah [2]:2)
Ketika saya membaca ayat ini saya terpesona dengan ketegasan dan kejelasan serta ketinggian makna daripada kitab itu. Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?. Seolah membaca pikiran saya, ustadz itu melanjutkan “kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan Pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan al-Qur’an menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!”
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (QS al-Baqarah [2]: 23)
Waktu itu saya membeku, pikiran saya bergejolak, seolah seperti jerami kering yang terbakar api. Dalam hati saya berkata “Mungkin inilah kebenaran yang selama ini saya cari!”. Tetapi waktu itu ada beberapa keraguan yang menyelimuti diri saya, belum mau mengakui bahwa memang al-Qur’an adalah suatu kitab yang sangat istimewa, yang tiada seorangpun yang bisa mendatangkan yang semacamnya. Lalu saya bertanya lagi “Lalu mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?”. Dengan tersenyum dan penuh ketenangan ustadz muda itu menjawab “Islam tidak sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satupun yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Muslim akan mulia, tinggi juga hebat. Dengan satu syarat, mereka mengambil Islam secara kaffah (sempurna) dalam kehidupan mereka”
“Jadi maksud ustadz, muslim yang sekarang tidak atau belum menerapkan Islam secara sempurna?!” sata menyimpulkan.
“Ya, itulah kenyataan yang bisa Anda lihat” tegas ustadz muda itu.
Lalu saya dijelaskan panjang lebar tentang maksud bahwa Islam berbeda dengan Muslim. Penjelasan itu sangat luar biasa, sehingga memperlihatkan bagaimana sistem Islam kaffah bekerja. Sesuatu yang belum pernah saya dengar tentang Islam sampai saat itu, sesuatu yang tersembunyi (atau sengaja disembunyikan) dari Islam selama ini. Saat itu saya sadar betul kelebihan dan kebenaran Islam. Hanya saja selama ini saya membenci Islam karena saya hanya melihat muslimnya bukan Islam. Hanya melihat sebagian dari Islam bukan keseluruhan.
Akhirnya ketiga pertanyaan besar saya selama ini terjawab dengan sempurna. Bahwa saya berasal dari Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Saya hidup untuk beribadah (secara luas) kepada-Nya karena itulah perintah-Nya yang tertulis didalam al-Qur’an. Dan al-Qur’an dijamin datang dari-Nya karena tak ada seorangpun manusia yang mampu mendatangkan yang semacamnya. Setelah hidup ini berakhir, kepada Allah saya akan kembali dan membawa perbuatan ibadah saya selama hidup dan dipertanggungjawabkan kepada-Nya sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil pemikiran saya. Saya memutuskan:
“Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!”
Saya tahu, saya akan menemui banyak sekali tantangan ketika saya memutuskan hal ini. Saya memiliki lingkungan yang tendensius kepada Islam dan saya yakin keputusan ini tidak akan membuat mereka senang. Tapi bagaimana lagi, apakah saya harus mempertahankan perasaan dan kebohongan dengan mengorbankan kebenaran yang saya cari selama ini?!. “Tidak, sama sekali tidak” saya memastikan pada diri saya sendiri lagi. Artinya walaupun tantangan di depan mata, saya yakin bahwa Allah, yang memberikan saya semuanya inilah yang pantas dan harus didahulukan.
Setelah menemukan Islam, saya menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Ketenangan pada hati dan pikiran karena kebenaran Islam. Dan perjuangan karena banyak muslim yang masih terpisah dengan Islam dan tidak mengetahui hakikat Islam seperti yang saya ketahui, kenikmatan Islam yang saya nikmati dan bangga kepada Islam seperti saya bangga kepada Islam. Dan mudah-mudahan, sampai akhir hidup saya dan keluarga saya, kami akan terus di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahuakbar!
felix siauw ustd yusuf mansyur imgDan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik (QS an-Nuur [24]: 55)
Terimakasih Allah SWT, telah memberiku al-Qur’an dan taufik. Terimakasih wahai rasulullah Muhammad saw. atas kasih sayang dan perjuangannya. Terimakasih untuk Mami yang telah melahirkan dan mengasuh serta membesarkanku. Papi atas pelajaran nalar dan kritisnya sehingga aku bisa menemukan Islam. al-Ustadz Fatih Karim atas kesabaran dan persaudaraanya. al-Ustadz Ahmad Muhdi atas kritik dan perhatiannya. Ummi Iin atas percaya dan penurutnya. Teman-teman HDHT, terimakasih atas bimbingannya ! (sumber: felixsiauw.com)


Amerika berencana mengadakan HUT kemerdekaannya tiga hari berturut turut secara besar besaran di Anjungan Pantai Losari Makassar juga berencana latihan gabungan militer dengan Indonesia untuk perangi ISIS. Bukankah ini sebuah intervensi? Mengapa itu semua bisa terjadi? Jawabannya dapat Anda temukan dalam wawancara wartawan Media Umat Joko Prasetyo dengan anggota kabinet Era Megawati Soekarnoputri Kwik Kian Gie. Berikut petikannya.
Bagaimana pendapat Anda dengan rencana Amerika merayakan HUT Kemerdekaan Amerika ke-239 di Anjungan Pantai Losari Makassar pada 25-27 Mei mendatang?
Itu propaganda sudah! Kalau di tempat tertutup di kedubes, konsulat atau di rumah dubes itu wajar tapi kalau sudah di tempat terbuka seperti itu, jelas propaganda.
Alasannya sih karena di Makassar banyak perusahaan Amerika dan Amerika merasa nyaman...
Kalau Amerika beralasan seperti itu wajar. Yang tidak wajar dan tidak logis mengapa Indonesia memberikan kenyamanan yang seperti itu.
Bagaimana dengan permintaan Amerika agar MPR merevisi UU Minerba?
Itu gila! Itu bukan urusannya Amerika sama sekali. Akan tetapi ada sejarahnya. Siapa yang mengamandemen UUD 1945 sampai empat kali?
MPR..
Itu waktu amandemen didampingi oleh LSM Amerika National Democratic Institute (NDI). NDI ini bukan hanya mendampingi di Gedung MPR tetapi terang-terangan mempengaruhi pimpinan MPR segala.
Nah, kalau soal Minerba, itu kan sebetulnya sudah lama kita dihabisi oleh mereka. Sekitar 80-90 persen kaneksploitasi minyak kita dikuasai oleh asing terutama Amerika. Cuma kita tidak bisa menyalahkan Amerika, mengapa Indonesia bisa seperti itu? Dari presiden ke presiden seperti itu, nah Jokowi ini apalagi! Trisakti yang dikatakan Jokowi itu tidak ada wujudnya hingga sekarang.
Apa ini semua dikatakan sebagai intervensi Amerika?
Kalau sampai meminta mengubah UU jelas intervensi karena itu bukan hak mereka.
Pada 2010 juga anggota DPR Eva Kusuma Sundari mengatakan ada 76 UU yang diajukan pemerintah dan disetujui DPR padahal drafnya yang buat asing...
Iya betul, betul! Saya juga mendengar bahwa di DPR itu ada ruangan, ada kamar, yang memang kamar itu merupakan ruang kerjanya LSM-LSM Amerika yang terus menerus mempengaruhi pembuatan UU. Saya memang belum pernah melihat, tetapi saya pernah mendengar dari teman-teman di PDIP, malah salah satunya bilang kepada saya, ‘Ayo saya antar kalau mau lihat.’
Memang kita diintervensi habis-habisan. Seperti sekarang mengenai BBM, sebulan sekali harganya disesuaikan dengan harga minyak mentah yang ditentukan di New York, Amerika. Kalau New York menentukan naik ya naik, kalau turun ya turun. Padahal sebagian dari minyak mentah itu milik kita sendiri.
Minyak itu dari perut bumi Indonesia lalu diambil, sebetulnya biaya yang diperlukan untuk penyedotan, pengilangan dan transportasi itu kecil hanya USD 10 per barrel. Nah, akan tetapi Amerika, IMF, Bank Dunia itu terus mengatakan Indonesia tidak benar kalau tetap menjual BBM lebih murah dari harga pasar.
Tapi minyak kita sekarang sudah dikuasai asing...
Ya, 90 persen minyak bumi kita dikuasai oleh asing. Itu lucu, jadi perusahaan asing di sini menggarap minyak milik bangsa Indonesia, dijual pada bangsa Indonesia sendiri dengan laba besar buat mereka. Itu kelihatannya para pejabat kita, para petinggi kita tidak ada yang teriak.
Apakah Pertamina tidak mampu mengeksploitasi sendiri ladang ladang minyak yang ada di Indonesia?
Menurut saya sangat mampu. Saya kan pernah menjadi ex offico (merangkap jabatan, red) komisaris Pertamina selama tiga tahun ketika saya menjadi Menteri Bappenas. Jadi saya cukup mengerti dalamnya Pertamina, dan menurut saya Pertamina itu mampu.
Kalau secara modal?
Oh sangat mampu! Karena ketika rapat gabungan itu dibahas juga, kita itu membutuhkan modal besar. Lalu saya tanya pada direktur keuangan Pertamina saat itu dalam rapat, dia bilang sudah ada enam bank yang antre ingin memberikan kredit.
Apa Pertamina tidak punya teknologi?
Oh sangat punya! Sekarang kalau kita lihat ya, semua perusahaan Amerika yang beroperasi di Indonesia itu kepalanya bule tetapi bawahannya adalah ahli ahli geologi Indonesia semua! Kita juga punya lulusan ITB, ITS dan lainnya apalagi yang kuliah di luar negeri juga sudah kembali, tetapi yang aneh mereka menjadi pegawainya perusahaan asing di tanah air sendiri! Terus ketika Dirut Pertaminanya diganti, lalu Pertamina mengatakan tidak mampu, kan aneh sekali memang. Jadi banyak pemimpin kita ini otaknya dicuci habis (brainwash).
Caranya bagaimana?
Diyakinkan dengan berbagai macam teori, lalu para pejabat tingginya dienakkan. Saya melihat para elite kita itu senang dipuji-puji. Misalnya, Jokowi. Sebelum menjadi presiden kan dipuji puji. Pas jadi presiden dipuji lagi sebagai presiden hasil demokrasi betulan dan dari rakyat jelata. Bung Karno dulu mengatakan “kalau asing mulai memuji, waspadalah!”
Sejak kapan negara imperialis liberalis Amerika melakukan intervensi di Indonesia?
Bradley Simpson menyebut sejak Nopember 1967. Dia adalah orang Amerika sendiri lho, bahkan dia adalah direktur arsip negara Amerika. Dia menggambarkan suasana konferensi di Jenewa pada Nopember 1967 ketika Bung Karno jatuh diganti Pak Harto. Pak Harto mengirim hampir semua menteri-menterinya terutama menteri-menteri ekonomi ke konferensi Jenewa.
Anehnya, dari Indonesia menteri-menteri tetapi dari seberang sana pengusaha-pengusaha besar di bawah pimpinan David Rockefeller. Mereka mendiktekan keinginannya kepada para menteri itu.
Maka Freeport mendapatkan bukit dengan tembaga—sebelum Indonesia tahu ternyata ada emas juga—di Papua Barat. Sebuah konsorsium Eropa mendapat nikel Papua Barat. Sang raksasa Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang dan Prancis mendapat hutan-hutan tropis di Sumatera, Papua Barat dan Kalimantan.
Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan buru-buru disodorkan kepada Soeharto. Nyata dan secara rahasia, kendali ekonomi Indonesia disetir oleh Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang anggota-anggota intinya adalah Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Australia. Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
John Perkins, dia juga orang Amerika. Dia itu agen CIA. Disuruh macam-macam dia tidak kuat, akhirnya menulis buku Pengakuan Seorang Ekonom Perusak (Confessions of an Economic Hit Man). Dalam bukunya itu, John Perkins menjelaskan CIA memerintahkan untuk menyogok para pemimpin Indonesia dan memberikan utang sebesar besarnya supaya Amerika bisa menguasai.
Bukankah Indonesia negara berdaulat, kok bisa diintervensi Amerika?
Karena para pemimpinnya konyol, berjiwa budak!
Bahayanya apa bila intervensi ini terus berlanjut?
Sumber daya kita habis, dihabisi oleh mereka, yang paling menonjol kan Freeport yang mengeruk emas di Papua. Indonesia hanya mendapat royalti 3 persen. Freeport adalah perusahaan Amerika yang memiliki perusahaan di berbagai negara dan Freeport Amerika ekspor emasnya ternyata 90 persen dari Papua! Kan itu aneh.
Apakah menteri menteri tidak ada yang memahami ini?
Ya, tampaknya tidak ada. Ketika saya jadi menteri juga kesepian sekali. Saya sendiri saja yang berbicara seperti ini, setiap kali vote kalah terus. Mungkin ini pengaruh kader Universitas Indonesia sangat besar yang terus menguasai ekonomi Indonesia melalui jabatan-jabatan menteri ekonominya.
Sampai hari ini juga?
Iya.[sumber: media umat]

Oleh: Farhan Akbar Muttaqi [Jurnalis, Aktivis Kajian Islam Mahasiswa UPI Bandung]
“Talk Less, Do More.” Pernah melihat slogan tersebut? Bila dimaknai, slogan tersebut memberi kesan bagi pembacanya untuk tak banyak berbicara, dan sebaliknya memperbanyak bertindak. Seolah ada pertentangan antara 'berbicara' dan 'bertindak'. Berbicara dipojokkan sebagai sesuatu yang buruk, dan bertindak digaungkan sebagai sesuatu yang baik. Itulah maksud yang didapat dari slogan tersebut.
Padahal sebenarnya, bila dikaji dalam sudut pandang linguistik, berbicara dan bertindak bukanlah hal yang berlawanan. Bahkan justru keduanya merupakan hal yang saling terkait dan berkelindan. Dalam salah satu cabang kajian linguistik yang bernama Pragmatik, terdapat sebuah bahasan mengenai spech act (tindak tutur). Dalam kajian tersebut dikatakan bahwa sebenarnya tuturan—termasuk dalam pembicaraan--, hakikatnya adalah tindakan. Intinya, ketika seseorang berbicara, maka hakikatnya ia sedang bertindak.
Secara lebih sederhana, bila diltengok dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bicara yang telah diberi imbuhan ‘ber-‘, yakni berbicara, merupakan kata yang terkategori verba. Verba sendiri lazim dikenal dengan kata kerja. Sementara kata kerja identik dengan berbagai kata yang menunjukan bahwa maknanya adalah hal-hal yang berupa tindakan.
Sayangnya, karena tak banyak orang yang memahami ini, akhirnya mereka mengalami kesalahan berpikir. Mereka akhirnya merespon kampanye talk less, do more dengan memperbanyak diam, kendati memiliki banyak hal baik untuk dibicarakan. Bahkan lebih fatal lagi, mereka bahkan menghujat orang yang banyak bicara. Tak peduli baik atau buruk yang dibicarakannya. Karena dalam pikirannya, berbicara dianggap tak berguna.
Pembodohan dan Penjajahan
Sebagaimana diketahui, saat ini kaum Muslimin tengah mengalami keterpurukan dan membutuhkan perubahan. Dan bila ditinjau secara konseptual maupun historis, sebuah gerakan yang mendorong terciptanya perubahan selalu berawal dari pembicaraan. Dengan kata lain, di dalamnya terdapat peran besar orang orang yang banyak berbicara.
Dalam Islam sendiri, dikenal istilah dakwah. Dakwah adalah aktivitas menyeru yang ditujukan untuk mengarahkan manusia kepada jalan Islam. Dakwah adalah perkara penting yang diulang-ulang perintahnya berkali kali dalam Alquran.
Dahulu, dalam dakwahnya Rasul SAW pada faktanya kerap, bahkan sering berbicara. Para sahabat yang semula jahiliyah dan kemudian berubah akidahnya menjadi Islam adalah karena mereka mendapati orang yang berbicara tentang Islam kepadanya.  Demikian halnya yang menyebabkan mereka bersemangat dan istiqamah. Itu karena Rasul SAW sering memberikan mereka nasihat yang lagi-lagi merupakan buah dari aktivitas berbicara.
Tentunya, ini belum lagi bila kita berbicara sejarah. Dalam sejarahnya, ‘kebangkitan’ golongan atau bangsa tertentu juga tak lepas dari peran mereka yang berbicara. Cendekiawan Eropa di dalam dark age, kebangkitan Jerman di masa Hittler, atau perlawanan rakyat Indonesia terhadap Belanda, dan sebagainya. Semuanya dilecutkan oleh kehadiran mereka yang berbicara. Maka tak heran bila sejarah hampir selalu mencatat bahwa “tokoh perubahan adalah tokoh yang pandai bicara."
Dalam ranah yang paling dekat dengan kita, dapat disaksikan bahwa manusia itu bisa berubah menjadi pintar dan cerdas karena diberi ilmu oleh orang yang berbicara kepadanya. Guru guru dan para ustadz yang berniat memperbaiki umat, menjadikan berbicara sebagai sarana untuk mewujudkan niat baiknya.
Demikian seseorang yang pada mulanya tak memiliki keinginan berjuang, kemudian tiba-tiba ingin. Itupun hampir dipastikan karena peran mereka yang berbicara. Ya, kini pertanyakanlah, bisakah Anda temukan manusia atau segolongan manusia yang dapat berubah tanpa ada wasilah orang yang berbicara?
Tapi tentu, dalam Islam, bicara tak boleh sembarang bicara. Kalau memang tak punya pembicaraan yang baik, diam lebih diutamakan. Tapi selama kita masih memiliki hal-hal yang baik, maka bicara adalah keharusan. Terlebih, dengan kenyataan bahwa umat Islam saat ini terpuruk dan memerlukan kebangkitan dengan tegaknya Khilafah Islamiyah.
Tentunya, musykil Khilafah Islamiyah dapat tegak tanpa sebelumnya dilatari kesadaran umum [wa’yul amm’] mengenai rusaknya sistem demokrasi-kapitalis, dan pentingnya keberadaan Khilafah Islamiyah di tengah-tengah kaum Muslimin.
Dan alangkah musykil pula kesadaran umum itu dapat terwujud tanpa kehadiran orang orang yang berbicara tentang hal tersebut ke tengah umat. Ya, musykil! Maka kesimpulannya, apa maksud dari kampanye talkless, do more itu? Jelas, jawabannya hanyalah pembodohan berbalut penjajahan![]

Pope Francis leads his general audience in St. Peter's Square at the Vatican Jan. 15. (CNS photo/Paul Haring) (Jan. 15, 2014) See POPE-AUDIENCE Jan. 15, 2014.
Paus Fransiskus meminta maaf atas skandal di Vatikan dan Roma pada Rabu (14/10), merujuk pada dua kasus pendeta sesama jenis yang terungkap pada pertemuan besar keuskupan bulan ini.
"Hari ini, dalam nama Gereja, saya meminta pengampunan atas skandal yang terjadi baru-baru ini, baik di Roma maupun Vatikan," ujar Fransiskus pada di alun-alun St. Peter, dilansir dari Reuters, pada Kamis (15/10).
"Saya memohon pengampunan kalian," ujar sang Paus, disambut tepuk tangan ribuan orang. Paus kemudian membacakan pidatonya dan tidak menguraikan perihal itu lagi.
Ditanya tentang komentar tersebut, juru bicara Vatikan, Bapa Federico Lombardi, tidak dapat menyebut skandal apa yang dimaksud Paus. Ia hanya mengatakan bahwa Paus ingin menjangkau mereka yang "terganggu atau tersakiti" saat membaca skandal yang dilakukan oleh "Gereja atau orang-orang Gereja".
Ada dua skandal yang melibatkan Vatikan dan gereja di Roma dalam dua pekan terakhir.
Pada 3 Oktober, seorang pejabat gereja asal Polandia yang bekerja di kantor doktrinal Vatikan sejak 2003 membuat keterangan pers bahwa dirinya adalah seorang homoseksual dan telah tinggal seatap bersama pasangan prianya selama bertahun-tahun.
Krzystof Charamsa, sang teolog, kemudian diberhentikan oleh Vatikan, sekaligus beberapa universitas kepausan di Roma dari jabatannya sebagai dosen.
Seorang juru bicara Vatikan menyebut pernyataan Charamsa di malam pertemuan keuskupan seluruh dunia itu "sesat dan tak bertanggung jawab". Ia menuding Charamsa berusaha menggunakan "tekanan media yang kurang pantas" terhadap perdebatan uskup seputar isu-isu keluarga, termasuk posisinya terhadap kaum penyuka sesama jenis.
Usai dipecat, Charamsa mengungkapkan kritiknya terhadap aturan Gereja pada pendeta-pendeta bujang kepada media Spanyol dan Italia.
Paus Fransiskus nampaknya juga menyinggung skandal yang diekspos media Italia pekan lalu, mengenai urutan imam yang membawahi paroki di lingkungan kaya di Roma.
Para jemaat di paroki Santa Teresa d'Avila sempat menulis ke pejabat gereja lokal. Mereka menuduh seorang pastor di sana telah melakukan pertemuan dengan "orang-orang dewasa yang rentan". Sebuah harian pun menulis pertemuan itu terjadi di taman yang sering dikunjungi pelacur pria.
Menurut surat yang diterbitkan di media tersebut, para jemaat mengatakan bahwa mereka memiliki bukti perbuatan haram sang pastor dan geram karena pastor itu justru dipindahkan ke daerah lain ketimbang dihukum.
Sejak pemilihan dirinya tahun 2013 lalu, Paus telah memohon pengampunan terhadap kejahatan seksual anak yang dilakukan oleh pendeta, serta sikap Gereja terhadap kaum Protestan dan masyarakat adat selama sejarah kepausan.
CNN

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget