November 2015

Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan Anda.
Atau, tak ada yang mau merayakan keberhasilan Anda.
Atau tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang, memperhatikan apa pun pada diri Anda.
Jangan masukkan ke dalam hati.
Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.
Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.
Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam hati.
Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah Anda.
Ringankan hidup Anda dengan memberi pada orang lain.
Semakin banyak Anda memberi semakin mudah anda memikul hidup ini.
Berdirilah di depan jendela.
Pandanglah keluar.
Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa Anda berikan pada dunia ini.
Pasti ada alasan kuat mengapa Anda hadir di sini.
Bukan untuk merengek atau meminta dunia menyanjung Anda.
Keberadaan Anda bukan untuk kesia-siaan.
Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah.
Dan, sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung.
Alangkah hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak dimiliki siapapun untuk mengubah dunia.
Itu hanya terwujud bila Anda mau memberikannya.

 
BANDUNG, (PRLM).- Saat ini banyak pasien yang masuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena terserang penyakit diare. Penyebab mereka terserang penyakit tersebut karena faktor makanan.
Dokter Staf Medik Fungsional Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin, Primal Sudjana mengatakan hal tersebut di kantornya, Jalan Pasteur Bandung, Senin (23/11/2015). Primal diminta informasinya seputar penyakit yang harus diwaspadai saat ini.
"Saat ini banyak yang terkena penyakit diare. Sudah ada beberapa kasus yang masuk karena muntah-muntah, sakit perut dan mencret-mencret. Kasus yang banyak saat ini, seperti itu. Untuk itu harus hati-hati," ungkapnya.
Dikatakan Primal, pasien terkena penyakit diare karena faktor makanan. Mungkin makanan yang dikomsumsinya kurang bersih.
"Makan sembarangan dan jajan kadang-kadang suka lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu," katanya.
Primal menuturkan tadi malam (Minggu malam), ada beberapa mahasiswa yang masuk ke RSHS karena sakit perut. Mereka terkena penyakit diare setelah makan. "Jadi penyebabnya karena faktor makanan yang mungkin kurang bersih," paparnya.
Menurut Primal, diare merupakan kondisi ketika seseorang buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dengan konsistensi feses lembek atau cair. Gejala awalnya, mulas, mual dan mencret, kadang disertai demam.
"Penanganan pertama bila terkena diare adalah mengganti cairan karena cairan banyak keluar dengan minum oralit. Makan makanan yang lunak agar mudah dicerna dan menghindari makanan yang beraroma tajam," ungkapnya. (Yeni

Oleh: Felix Siauw
1. kunci keluarga adalah kemampuan berbicara satu samalain | bukan pada harta kepunyaan apalagi jabatan
2. karena pengertian itu bukan dengan kerasnya suara | dan memahami itu bukan dengan tingginya nada
3. lelaki dan wanita memang beda dunia dan beda cara | lelaki cenderung pada akal sedang wanita unggulkan rasa
4. maka harusnya lelaki harusnya mengalah karena dia berakal | bagaimanapun juga Allah telah melebihkannya sebagai pemimpin
5. wanita itu mendengar dengan telinga, melihat pun dengan telinga, memahami juga dengan telinga | maka gunakan lisan berselera
6. karena perkataan yang bernas adalah raja bagi hati wanita | ia berkuasa dan dapat memerintah apapun yang dia suka
7. bukankah Rasul ingatkan bahwa wanita dibuat dari rusuk bengkok | kekasaran akan patahkannya, maka paling elok baginya berbuat baik
8. kekerasan takkan pernah dapatkan tempat bagi perbaikan tingkah | ajarkan kebenaran bukan dengan contohkan yang salah
9. sampaikah kepada kita cerita Aisyah, Shafiyyah dan Rasulullah | bagaimana Muhammad saw tunjukkan sikapi rumah tangga dengan indah?
10. saat makanan ditangan Nabi kiriman Shafiyyah, dipecahkan Aisyah? | dan saat itu Rasulullah sedang bertamu sahabat2nya dirumah?
11. cemburu telah membuat Aisyah merajuk, makanan tercecer di lantainya | dihadapan sahabat, Rasulullah memungut sisanya
12. para sahabat tegang, napas mereka memburu | Rasul dengan ringan berkata "Makanlah, sesungguhnya ibu kalian sedang cemburu"
13. subhanallah, tiada caci-maki, tiada cela-hina | begitulah Rasul contohkan bagaimana suami yang akhlaknya terbina
14. suami yang baik tiada pernah menghina bila dia tak suka | namun akan memuji bila ia ridha
15. suami yang baik tiada pernah mencela bila ia tak senang | namun bila memulikan ia akan berterus terang
16. bia ia tak sukai pada anita satu kelemahan | ia akan mencari kelebihan lain yang bisa ia banggakan
17. sebagaimana Rasulullah pintar menyenangkan wanita | begitulah seharusnya setiap lelaki berusaha
18. Rasul selalu punya nama sayang bagi istrinya | dan hal-hal yang dapat memunculkan rasa bangga pada pasangannya
19. Rasulullah berkeluh kesah pada Khadijah saat dapat hambatan | bukan tanda kelemahan namun tanda percaya pada pasangan
20. maka terbukalah dengan pasangan, apa yang engkau punya adalah kepunyaannya | apa yang engkau lemah adalah kelemahannya
21. bahkan Allah bolehkan dirinya melihat apa yang bahkan ibumu tak boleh tahu | engkau pakaiannya, dia pakaianmu
22. jangan ada rahasia dalam keluarga, tidak ada malu dalam keluarga | karena adanya rahasia adalah pintunya curiga
23. perlu pula waktu khusus untuk saling bicara | karena banyak keluarga bertahan tanpa uang dan hancur karena curiga
24. suami sejati adalah pemimpin, dan pemimpin itu bertanggung jawab | bila sang istri masih belum baik, mungkin suami yang harus jawab

Kelahiran anak tentu saja merupakan momen yang membahagiakan. Apalagi bila anak yang terlahir dari janin istri kita lahir dalam keadaan sehat tanpa cacat sedikitpun. Maklum, menengok kenyataan, banyak pasutri yang sudah lama menikah tak kunjung punya anak. Tak sedikitpula yang punya anak, ternyata anaknya dalam keadaan cacat.
Namun, diluar rasa syukur tersebut, setidaknya sebagai suami, ada beberapa hal yang harus direnungkan ketika anak kita baru saja lahir. Terutama, bila anak tersebut adalah anak pertama. Apa saja yang harus direnungkan?
Pertama, kita mesti merenungkan jasa orangtua kita, terutama ibu. Proses melahirkan yang dijalani istri kita sejak hamil hingga puncaknya proses persalinan, mestinya itu merangsang ingatan kita akan pengorbanan ibu kita tatkala melahirkan kita ke dunia. Karena, dari zaman dulu hingga sekarang, proses melahirkan itu tetap sama. Meskipun berbeda kadarnya, tapi semuanya tetap sakit. Ada pengorbanan setiap ibu disana. Bahkan, yang dikorbankan adalah urusan nyawa.
Kedua, kita mesti merenungkan, betapa istri kita harus disayangi. Bukan hanya ibu, sosok istri juga haarus kita renungkan jasanya. Kesakitan-kesakitannya sama dengan yang ibu kita rasakan. Karenanya, seorang suami yang baru saja punya bayi mestinya makin sayang dengan istrinya. Bukan malah menjauh dan berkurang sayangnya hanya karena setelah melahirkan tubuh istri kita tak seindah sebelumnya. Rasa sayang pada istri ketika melahirkan, akan membuktikan setulus apa motif kita menikahi istri kita.
Ketiga, kita mesti merenungkan, kita punya anak yang dari hari ke hari akan semakin membesar. Bukan sekedar soal finansial, anak-anak kita kelak akan menjadi makhluk peniru yang paling ulung. Karenanya, kita mesti mulai memikirkan setiap tindak-tanduk kita. Bila memang kita ingin anak-anak kita jadi soleh dan solehah, maka praktikanlah itu terlebih dahulu pada pribadi kita sebagai sosok bapak. Dengan menjadi bapak, artinya kita harus menjadi teladan. Ini poin yang tak kalah penting untuk direnungkan.
Keempat, kita mesti merenungkan, bahwa kita semakin tua. Kehadiran anak, membuat orang-orang disekitar kita tak segan memanggil kita dengan sebutan bapak. Panggilan itu mestinya menyadarkan kita, bahwa jatah usia kita didunia semakin berkurang. Karenanya, sudah seharusnya kita lebih maksimal mempersiapkan bekal sebelum kematian. Apalagi, ajal tak kenal umur. Perbanyaklah amal soleh dan tinggalkan kemaksiatan yang lazim kita lakukan.
Wallahualam.(ah)




YANG namanya remaja kayak kita-kita ini, ngaku aja, selalu aja pengen kecium wangi. Bener kan? Yah, kalo pun nggak wangi, paling nggak jangan sampe deh si bau badan (BB) yang lebih banyak tercium sama orang lain. Tengsin banget kan? Masa akhwat badannya bau?
Sebenernya musti kita pahami kalo semua orang, jadi termasuk akhwat juga, tubuhnya akan mengeluarkan keringat yang ala kuli haal, inilah yang membuat tubuh jadi bau. Solusi instan yang sekarang ini terjadi adalah: pake parfum. Dan ala kuli haal juga, kalo parfum ama wanita udah diklaim menjadi bagian yang nggak terpisahkan. He he he, kemakan iklan neh…
Nggak percaya? Selangkah aja kita keluar rumah, di jalan, di pasar, di sekolah, dan di dalam kelas, bakalan dengan mudah hidung kita mencium wewangian parfum. Dari yang dijual dengan harga di bawah sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu bahkan ada yang mencapai jutaan, Sis. Sebagian besar dari kita sih kayaknya udah tau kayak apa hukum make parfum itu. Tapi mungkin nggak ada salahnya kita kulik lebih dalem lagi. Bungkus!
Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri salat isya (dimasjid) bersama kami,” (Hr Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i).
Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima salatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut),” (Shahih riwayat Ibnu Majah).
Dua hadits diatas menjelaskan haramnya seorang wanita keluar ke masjid untuk menghadiri salat isya dengan memakai wewangian. Tapi, disebutnya salat isya disini nggak berarti menghadiri salat-salat lainnya diperbolehkan. Pada hadits keduanya menunjukkan keumuman seluruh macam salat baik salat fardhu maupun sunnah (seperti salat tarawih dan salat hari raya).
Disebut salat isya pada hadits no. 1 karena fitnahnya lebih besar.Kita liat penjelasan Ibnul Malik mengenai hal ini : “salat isya itu dikerjakan pada waktu malam hari, dimana kondisi jalanan pada waktu itu sepi dan gelap, sedangkan bau harum itu dapat membangkitkan birahi laki-laki, sehingga kaum wanita tidak bisa aman dari fitnah pada saat-saat seperti itu. Berbeda dengan waktu lainnya seperti Shubuh dan Magrib yang agak terang. Sudah jelas bahwa memakai wewangian itu menghalangi seorang wanita untuk mendatangi masjid secara mutlak”. (Jilbab Wanita Muslimah:143-144)’. Nah, ajaib kan ternyata konsekuensinya?
Nah, apa bener hanya ke masjid aja yang dilarang? Gimana dengan ke tempat yang lainnya—misalnya aja ke sekolah? Hmm, simak lagi deh ini. Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu anhu dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam telah bersabda: “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium) baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila,” (Hr Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nsa’i). Hah, dahsyat yak?
Jadi bagi siapa aja wanita muslimah yang memakai parfum ketika keluar rumah bakalan terkena ancaman ini. Alasan pelarangannya sudah jelas yaitu bahwa hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum laki-laki. Logikanya sih kalo ke masjid aja pake minyak wangi diharamkan bagi wanita nggak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya.
Oke, itu dasarnya. Tapi kenyataan di lapangan nggak bakalan bisa boong, kalo … ah, si BB itu lagi. Jadi gimana dong? Sebenernya jangan kuatir atawa panik. Sekarang ini banyak produk yang dijual d ipasaran untuk mengatasi masalah tersebut. Dari yang berbentuk bubuk sampai cairpun dijual bebas. Pilihlah yang nggak memakai wewangian (fragarance free),apalagi kalau kita rajin minum jamu kayaknya sih nggaklah sulit untuk mengatasi si BB. Jangan lupa juga rajin mandi.
Tapi inget juga, kalo lagi di rumah, dan dijamin nggak bakalan ada laki-laki bukan mahram yang menciumnya, ya boleh-boleh aja lah kita make tuh parfum. [islampos.com]

Ridwan Kamil, Walikota Bandung, datang ke acara reuni SD Banjarsari 3 Bandung,dan menceritakan "kenakalan" masa kecilnya saat duduk di bangku SD di wall Facebooknya.
" Tadi siang reuni SD. Bersama guru-guru SD Banjarsari 3 Bandung yang menjadi pelita ilmu di 31 tahun lalu. Ibu Dewi yang duduk adalah mantan Kepala Sekolah yang dahulu pernah menghukum saya ngepel WC selama seminggu, gara2 saya bersama anak2 geng riweuh main sepak bola di kelas dan berakhir dengan pecahnya kaca ruang guru kena bola nyasar.
Masa kecil saya agak bandel khas anak2, termasuk dimaki-maki sopir oplet angkot Dago karena gak bayar soalnya pas turun langsung lari kabur. Juga iseng sepulang sekolah berenang di kolam Badak Putih dan dikejar-kejar satpam balai kota Bandung. Sekarang mah malu sendiri mengingat-ngingat kebandelan jaman SD."
ridwan kamil 3
ridwan kamil 2
ridwan kamil


Jangankan Anda yang udah dewasa, anak-anak zaman sekarang pun juga suka pusing mencari uang. Padahal uang jajan anak-anak SD zaman sekarang itu udah ntah berapa kali lipatnya uang jajan kita dulu coba?
Yah, ntah sudah berapa kali pula saya mendengar keluhan orang-orang di sekitar saya, bahwa mereka pingin dapat uang, tapi nggak bisa. Nggak tahu gimana caranya. Padahal, setiap orang itu -terlepas dia kaya atau miskin atau sedang-sedang saja- memiliki pola pencarian uang yang sama. Yang tentunya pola tersebut bersifat praktis, bisa dilakoni siapa saja dengan mudah.
Apa itu polanya? Latar belakangnya begini. Intinya, kan kita sebagai manusia itu memiliki kebutuhan dan keinginan. Nah, sekiranya Anda bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan seseorang, maka dari situ Anda bisa meraup uangnya.
Coba saja, apalah yang akan Anda lakukan, jika Anda mengalami masalah berikut ini:
  • Aduuh, laper euuyy...
  • Lagi ngidam coklat.. ><
  • Lihat nih Bro! Keren banget tasnya!
  • Aku bingung buat laporan keuangan nih..
  • Oke. Naskah udah selesai kutulis. Sekarang tinggal mikirin gimana caranya agar naskah ini lebih berwarna dan banyak gambarnya..
  • Wuish, pegel banget punggung gue, sumpah..
  • Hoalaaah, Jakartaaa... Jakartaaa.. Panasmu na'udzubillaaahh..
  • Saya nggak tahu pulak jalan dari Dipatiukur ke Cihampelas..
Apa yang akan terjadi kedepannya saat mereka mendapatkan masalah tersebut, pasti sama. Yakni, mengeluarkan duit mereka! Yah, mereka bakal ngeluarin duit mereka buat beli makanan, beli tas, beli jasa penyusunan laporan keuangan, beli jasa desain grafis, beli cemilan, beli minuman, beli jasa pijat, beli jasa angkot, dan lain-lain..
Segala keinginan dan kebutuhan manusia tersebutlah yang disebut dengan: permintaan pasar. Terhadap permintaan pasar inilah, Anda bisa memanfaatkannya untuk menawarkan bantuan kepada mereka, agar keinginan dan kebutuhan mereka terpenuhi. Dan ketika Anda berhasil menunaikan bantuan tersebut, di saat itulah Anda bisa meraup uang mereka.
Asalkan, Anda bisa jeli saja melihat peluang. Salah satu dari maksud dari frasa monoton "melihat peluang" itu yah melihat apa permintaan pasar? Biasanya, permintaan pasar itu, apabila permintaannya telah terpenuhi, maupun akan terpenuhi, dia berkata:
  • Makasih yaa..
  • WAW!!
  • Alhamdulillah..
  • Untung aja...
  • Gilee keren bangeeett!!
  • Sumpah, enak!!
  • Seandainya..
  • Coba kalau..
  • Gimana kalau..
  • Aamiin..
  • Mauuuuuuuu..
  • Aku suka..
  • Dan lain-lain
See? Cukup jelas. Satu hal yang saya tahu, pasti Anda ini punya kemampuan untuk memenuhi permintaan pasar tersebut. Allah udah memberikan Anda banyak potensi. Kalau Anda masih mengeluh juga, berhati-hatilah, jangan-jangan Anda mengingkari nikmatNya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
[QS. Ar-Rahmaan (55): 13]
Emangnya kenapa kok saya bisa bilang bahwa Anda memilki kemapuan untuk memenuhi permintaan pasar tersebut adalah? Yah karena Anda masih hidup! Coba saja, satu-satunya alasan kenapa sampe hari ini Anda masih bisa hidup, karena Anda telah berhasil memenuhi permintaan diri Anda sendiri, maupun diri orang-orang di sekitar Anda. Sekiranya tidak, pastilah Anda sudah "dibunuh" oleh diri Anda sendiri, maupun oleh orang-orang di sekitar Anda.
Apalagi kalau Anda pernah membuat orang-orang di sekitar Anda mengatakan kata-kata yang ada dijelaskan di atas. Ntah itu ketika Anda membagikan makanan, membantu pengangkatan barang, dan sebagainya.

Kadang, masalahnya cuman satu saja. Yakni, mental block. Nggak mau mulai dari yang kecil.

Pokoknya, yah gitu. Gimana pun nanti kalau ada orang yang secerdas apapun, kemudian dia mudah mendapatkan uang yang tokcer, tetap saja polanya itu yah ini. Dia memenuhi permintaan pasar. Soalnya, inilah dasarnya bagaimana agar diri kita dicari-cari oleh Perusahaan. Juga, dasar bagaimana agar kita membangun sebuah bisnis. Penuhi permintaan pasar!
Itu sebabnya, Abdurrahman bin Auf, salah seorang sahabat Rasulullah, bisa menjadi kaya banget, karena beliau itu main di makelar awalnya. Beliau jago melihat permintaan pasar, dan jago pula mensegmentasikannya. Lalu ia datangkanlah produk-produk bagi siapa yang membutuhkannya.
Misalnya, sekarang kan mau masuk tahun baru 2016. Kadang, orang baru sibuk nyari kalender itu pas bulan Januarinya. Nah, Anda coba cari sekarang aja. Anda belinya Rp5.000, Anda jual Rp10.000. Kalau dia nawar-nawar, kasih deh harga pasnya Rp8.000. Bisa kan? Itu baru kalender. Di luar sana, masih banyak lagi permintaan pasar yang belum terpenuhi. Ayo, mari kita berlomba-lomba siapa yang mau memenuhinya!
Baiklah. Kalau gitu, saya tunggu cerita pendapatan uang Anda. Kira-kira, permintaan apa yang akan Anda penuhi?

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget