December 2015

Menjelang Natal, lazim kita lihat di pusat perbelanjaan karyawan muslim (dipaksa) mengenakan atribut natal seperti topi sinterklas dan lain-lain. Menjawab fenomena tersebut, KH Muhammad Shiddiq Al-Jawi menjelaskan, sebagai berikut:
Haram hukumnya karyawan muslim mengenakan atribut Natal, seperti baju dan topi Sinterklas. Dalil keharamannya ada dua; pertama, karena mengenakan atribut Natal tersebut termasuk perbuatan menyerupai kaum kafir (tasyabbuh bil kuffar). Kedua, karena perbuatan tersebut merupakan bentuk partisipasi (musyarakahmuslim dalam hari raya kaum kafir yang sudah diharamkan dalam syariah Islam.
Haramnya menyerupai kaum kafir (tasyabbuh bil kuffar) didasarkan pada banyak dalil syar’i. Di antaranya sabda Rasulullah SAW :
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan mereka.” (man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum). (HR Abu Dawud, no 4033; Ahmad, Al Musnad, Juz 3 no. 5114; Tirmidzi, no 2836). Hadits ini menurut Nashiruddin Al Albani adalah hadits hasan shahih.
Yang dimaksud menyerupai kaum kafir (tasyabbuh bil kuffar), adalah menyerupai kaum kafir dalam hal aqidah, ibadah, adat istiadat, atau gaya hidup (pakaian, kendaraan, perilaku dll) yang memang merupakan bagian dari ciri-ciri khas kekafiran mereka. (Imam Shan’ani, Subulus Salam, 4/175; Ali Ibrahim Mas’ud ‘Ajiin, Mukhalafah Al Kuffar fi As sunnah An Nabawiyyah, hlm. 14).
Berdasarkan dalil hadits tersebut, haram hukumnya bagi seorang karyawan muslim mengenakan atribut atau asesoris Natal, seperti baju atau topi sinterklas. Karena atribut atau asesoris Natal tersebut merupakan baju atau atribut yang sifatnya khas yang melambangkan syiar atau simbol kekafiran. (‘Isham Mudir, Haqiqah Baba Nuwail wa Al Karismas, hlm.19).
Adapun haramnya muslim berpartisipasi (musyarakah) dalam hari raya kaum kafir (seperti Natal, Waisak, Nyepi, dll), dalilnya adalah firman Allah SWT :
وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ
Dan [ciri-ciri hamba Allah adalah] tidak menghadiri /mempersaksikan kedustaan/kepalsuan.” (walladziina laa yasyhaduuna az zuur). (QS Al Furqaan [25] : 72). Imam Ibnul Qayyim meriwayatkan penafsiran Ibnu Abbas, Adh Dhahhak, dan lain-lain, bahwa kata az zuur (kebohongan/kepalsuan) dalam ayat tersebut artinya adalah hari raya orang-orang musyrik (‘iedul musyrikiin). Berdalil ayat ini, Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa haram hukumnya muslim turut merayakan (mumaala`ah), menghadiri (hudhuur), atau memberi bantuan (musa`adah) pada hari-hari raya kaum kafir. (Ibnul Qayyim, Ahkam Ahlidz Dzimmah, 2/156).
Berdasarkan dalil ayat tersebut, haram hukumnya bagi seorang karyawan muslim mengenakan atribut atau asesoris Natal. Karena perbuatan tersebut merupakan bentuk partisipasi atau turut serta merayakan hari raya kaum kafir.
Maka dari itu, karyawan muslim tidak boleh diam saja dan bahkan wajib menolak ketentuan dari atasannya untuk mengenakan atribut Natal, baik atasannya muslim maupun non muslim. Karena Islam tidak membolehkan menaati aturan yang melanggar syariah Islam. Sabda Rasulullah SAW :
لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق
”Tidak ada ketaatan kepada makhluk (manusia) dalam bermaksiat kepada Al Khaliq (Allah SWT).” (HR Ahmad, Al Musnad, Juz 5 no. 20672 & Al Hakim, Al Mustadrak, no 5870).
Demikian pula para ulama apalagi pemerintah, haram berdiam diri. ulama wajib memberi nasihat atau fatwa kepada para karyawan muslim, dan juga melakukan kritik (muhasabah) kepada pemerintahpemerintah khususnya wajib melarang para pemilik mal atau pusat perbelanjaan untuk memaksa karyawannya yang muslim mengenakan atribut Natal.
Jika pemerintah mendiamkan pemaksaan atribut Natal, dan para pemilik mal tetap mengharuskan karyawannya yang muslim memakai atribut Natal, padahal karyawan tersebut sudah menyampaikan penolakan, maka dalam kondisi seperti ini terdapat udzur syar’i bagi karyawan muslim tersebut, yaitu adanya paksaan (ikraah) yang dapat menghilangkan dosa. Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
تجاوز الله عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
”Sesungguhnya Allah telah mengangkat (dosa) dari umatku; yaitu (dosa karena) tersalah (tidak sengaja), lupa, dan apa-apa yang dipaksakan atas mereka.” (HR Ibnu Majah no 2045 dan Al Hakim, Al Mustadrak, no 2801). (Imam Shan’ani, Subulus Salam, 3/176, hadits hasan). Wallahu a’lam.[]

Pimpinan Kampus STEI Hamfara, Ir. HM. Ismail Yusanto, MM membeberkan delapan bukti yang menunjukkan Indonesia semakin liberal dan semakin terjajah, Rabu (16/12) di Gedong Juang 45, Jakarta Pusat.
PertamaBPJS, bukti negara lepas tanggung jawab. Karena BPJS-SJSN hakekatnya adalahasuransi yang dipaksakan kepada seluruh rakyat. “sistem jaminan sosial semacam ini lahir dari sistem kapitalisme. Dengan mewajibkan seluruh rakyat dalam asuransi itu, negara hendak berlepas tangan dari urusan layanan kesehatan rakyatnya!” tegas Ismail dalam acara Halqah Islam dan Peradaban Edisi Refleksi Akhir Tahun 2015: Indonesia Makin Liberal dan Makin Terjajah.
Keduasemakin tingginya ancaman kekerasan terhadap anak. Menurut Ismail kenyataan tersebut buah dari sistem kehidupan sekularistik itu serta merupakan wabah yang ditularkan oleh peradaban Barat ke negeri-negeri muslim. “Itu mirip potret kehidupan di Barat. Sejak tahun 2000, di AS misalnya, setiap tahun lebih dari 5 juta anak mengalami kekerasan fisik, seksual, verbal, diabaikan, dan ditinggalkan,” kata Ismail.
Ketiganilai tukar rupiah merosot pada titik terendah sejak krisis 1998. “Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, merupakan konsekuensi logis dari sistem ekonomi kapitalis yang menjadikan uangsebagai komoditas sehingga mengikuti hukum permintaan dan penawaran,” kata Ismail yang menegaskan uang dalam Islam haruslah berbasis emas dan hanya sebagai alat tukar saja.
Keempatmasuk jeratan rentenir Cina. Pada 16 September 2015, tiga bank milik negara yaitu Bank Mandiri, BRI dan BNI, mendapatkan pinjaman senilai total 3 miliar dolar AS dari China Development Bank (CDB). Masing-masing bank BUMN tersebut, menerima pinjaman sebesar satu miliar dolar AS yang 30 persennya dalam mata uang Renminbi dengan jangka waktu 10 tahun. Tingkat bunga pinjaman tersebut sebesar 3,4 persen untuk mata uang dolar AS dan 6,7 persen untuk mata uangRenminbi.
Tak cukup menjerumuskan ke dalam dosa besar riba, Cina pun mengikat pinjamannya dengan syarat lain yakni adanya jaminan dalam bentuk aset, adanya imbal hasil seperti ekspor komoditas tertentu ke Cina hingga kewajiban negara pengutang agar pengadaan peralatan dan jasa teknis harus diimpor dari Cina. “Inilah cengkeraman baru ala Cina, penjajah dari Timur,” beber Ismail.
Kelimadengan meningkatkan pajak dan mengurangi subsidi APBN 2016, pemerintah semakin kapitalis dan memeras rakyat.
Keenamkabut asap adalah bencana yang dibiarkan untuk membela para kapitalis sawit.
Ketujuhpemerintah melanggar UU dan merubah peraturan demi langgengnya penjajahan kapitalisme melalui Freeport di Indonesia.
Kedelapanpepesan kosong Pilkada Serentak.
Dalam acara yang yang dihadiri ratusan peserta tersebut mengundang pula pembicara lainnya yakni mantan Panglima TNI Djoko Santoso; Koordinator Gerakan Indonesia Bangkit (GIB) Adhie M Massardi; Ulama Yahya Abdurrahman, dan peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng. [] Joko Prasetyo


Tahukah Anda? Bhawa topi tahun baru yang berbentuk kerucut ternyata adalah topi dengan bentuk yang di sebut Sanbenito, yakni topi yg digunakan Muslim Andalusia untuk menandai bahwa mereka sudah murtad dibawah penindasan Gereja Katholik Roma yang menerapkan inkuisisi Spanyol.
Sekarang, 6 abad setelah peristiwa yang sangat sadis tersebut berlalu, para remaja muslim, anak-anak muslim justru memakai pakaian SANBENITO untuk merayakan tahun baru masehi dan merayakan ulang tahun.

Meniup trompet-terompet ala topi Sanbenito di saat pergantian tahun.

Perayaan-perayaan yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah yang justru nyata-nyata berasal dari kaum Kafir.
Kaum yang telah merampas kejayaan Muslim Andalusia, dan menghancurkan sebuah peradaban maju Islam, Andalusia.
Setelah kita tahu sejarah ini, apakah kita masih tega memakai SANBENITO? atau membiarkan anak-anak, adik-adik, sahabat-sahabat kita memakainya? padahal 6 abad yang lalu, SANBENITO adalah pakaian tanda seorang muslim telah MURTAD.
Tak hanya tahun baru, ternyata perayaan ulang tahun dan ospek atau lebih di kenal dengan orientasi siswa baru pin kerap menggunakan topi berbentuk kerucut, merupakan simbol seseorang telah menjadi murtad.
Tak disadari Sanbenito sudah di pakai sejak orientasi siswa tingka SD sampai perguruan tinggi.
Mau tahu bagaimana sejarah topi kerucut yang identik dengan moment perayaan ulang tahun tersebut?  Dalam kajian Kristologi yang disampaikan Irena Handono, dahulu, pada masa Raja Ferdinand dan Ratu Isabela (keduanya penganut Kristiani) berkuasa di Andalusia -- ketika kaum muslimin dibantai – keduanya memberi jaminan hidup kepada orang Islam dengan satu syarat, yakni keluar dari Islam.

Maka untuk membedakan mana yang sudah murtad dan mana yang belum adalah ketika seorang muslim menggunakan baju seragam dan topi berbentuk kerucut dengan nama Sanbenito. Jadi, Sanbenito adalah sebuah tanda berupa pakaian khusus untuk membedakan mana yang sudah di-converso (murtad).
“Saat itu umat Islam di Andalusia dibantai, kecuali yang memakai Sanbenito. Itu sama artinya bersedia mengikuti agama Ratu Isabela.  Topi ala Sanbenito itulah sebagai simbol orang Islam yang sudah murtad. Topi itu digunakan saat keluar rumah, termasuk ketika ke pasar. Dengan menggunakan sanbenito, mereka aman dan tidak dibunuh,” ungkap Irena.
Setelah pembantaian selesai, agenda Ratu Isabela selanjutnya adalah mengejar muslim yang lari dan bersembunyi ke Amerika Selatan. Orang Islam yang tertangkap lalu diseret ke lembaga inkuisi (penyiksaan) yang dilaksanakan oleh orang gereja. Adapun pastur pertama  yang ditunjuk Ferdinand dan Isabela untuk melaksanakan inkuisi adalah pastur bernama  Torquemada. Ia adalah Jenderal Yahudi yang dikenal sebagai pembantai umat Islam Andalusia.
Bukan hanya orang Islam saja yang diseret ke lembaga inkuisisi, tapi juga orang yahudi yang menolak masuk Kristen. Di tanah lapang,  mereka kemudian ada yang dibakar hidup-hidup, ada pula yang disiksa dengan kayu yang diruncingkan sehingga bokongnya akan tertusuk. Penyiksaan lainnya ada yang dipatahkan kakinya. Kekejaman inkuisisi itu memang hendak membuat mati seseorang dengan secara perlahan, bahkan sambil tersenyum. Sadis!
“Ini menunjukan, Kaum Kristiani yang katanya memiliki slogan kasih, ternyata ahli di bidang penyiksaan, dan pembantai Muslim dan Yahudi.  Jadi, jangan dikira lembaga inkuisisi itu sudah tidak ada lagi. Juga jangan mengira Knight Templar itu sudah tidak ada. Lembaga Inkuisisi dan Knight Templar itu masih ada hingga saat ini. Buktinya, George W Bush pernah mengatakan, ia diperintah Tuhan untuk melakukan pembantaian dengan menyebut Muslim sebagai teroris,” papar Irena.

Perang Media & Pemikiran

Irena Handono mengimbau, agar seluruh aktivis Islam menguasai media. Ia mengingatkan, bahwa saat ini, kita sedang perang media, pemikiran, budaya, dan peradaban (Ghazwul Fikr).  Menurutnya, perang itu ada dua macam, yakni: Perang Berdarah (War With Blood) dan Perang Tidak Berdarah (War Without Blood).
Perang berdarah, kata Irena, adalah perang konvensional (dibunuh lalu mati - selesai). Tapi kalau perang tidak berdarah, sesungguhnya jauh lebih jahat dari perang berdarah. Nah, untuk menghadapi perang tanpa darah, kita harus menggunakan strategi dengan media yang sama.
Irena Center misalnya, telah membuka kajian online, melalui jejaring social Facebook (FB) dan Twiter. Saat ini Irena Handono I pengikutnya sudah mencapai 5.000. Begitu juga akun Irena II dan Irena III. Sedangkan untuk akun tokoh jumlah pengikutnya sudah mencapai 79.784. 000.  Menariknya lagi, di kalangan pesantren kini juga telah membuka kajian Kristologi.
“Untuk kajian Kristologi via online, diantara pesertanya ada yang dari beberapa negara, seperti Brunei Darussalam, Swedia,  Amerika Serikat, Autsralia, bahkan seorang tenaga kerja asal Indonesa yang bekerja di Iran. Mereka datang dari berbagai profesi, mulai dari dokter spesialis, teknisi, maupun birokrat. Intinya, kita harus all out (habis-habisan) menghadapi perang tidak berdarah,” ungkap Irena

Setiap kali datang bulan Rabiul Awal alias bulan kelahiran Nabi saw, maka sebanyak itu pula umat Islam di berbagai wilayah di Nusantara ini merayakan peringatan Maulid Nabi saw. Berbagai kegiatan pun dilakukan, mulai dari membaca sejarah Nabi saw, mengadakan dzikir hingga tabligh akbar yang digelar di berbagai tempat, mulai dari musholla kecil, hingga istana negara. Tulisan ini tidak hendak membahas hukum mengadakan Maulid Nabi saw tetapi hendak merefleksi ulang, bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap baginda Nabi saw.
Iman Mengharuskan Ittibâ’ ar-Rasûl
Atas dasar keimanan terhadap kenabian dan kerasulan Muhammad saw., kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk menaati beliau.
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُون
Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul supaya kalian dirahmati (TQS Ali Imran [3]: 132).
Allah SWT juga berfirman:
مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ
Siapa saja yang menaati Rasul sesungguhnya ia telah menaati Allah (TQS an-Nisa’ [4]: 80)
Jadi, Allah SWT menjadikan ketaatan kepada Rasul-Nya sebagai ketaatan kepada-Nya. Allah SWT juga telah mewajibkan untuk mematuhi perintah Rasul saw. dan menjauhi larangan beliau.
Lebih dari itu, Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslim untuk mengikuti (ittibâ`) Rasul saw. Ittibâ` kepada Rasul saw. itu Allah jadikan pembuktian nyata seorang hamba yang mencintai Allah SWT.
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ …
Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (TQS Ali Imran [3]: 31).
Dalam ayat ini, Allah SWT menjadikan ittibâ’ kepada Rasul saw. sebagai keniscayaan dari kecintaan kepada Allah SWT. Dengan redaksi syarth, ayat tersebut menjadikan ittibâ’ ar-Rasûl sebagai syarat terbuktinya kecintaan kepada Allah SWT. Jika syarat itu tidak terpenuhi, yaitu ittibâ’ ar-Rasûl, maka kecintaan hamba kepada Allah SWT pun tidak terbukti. Mencintai Allah SWT adalah wajib. Karena itu mengikuti Rasul saw. yang dijadikan syarat pembuktian kecintaan kepada Allah SWT itu juga wajib.
 Tanda Cinta kepada Rasul saw.
Mencintai Rasul saw. adalah wajib (QS at-Taubah: 24) dan harus diposisikan sebagai kecintaan tertinggi setelah kecintaan kepada Allah SWT. Sebagaimana kecintaan kepada Allah itu harus tampak pengaruh dan kesannya pada diri seseorang muslim, demikian juga kecintaan kepada Rasul saw. Kecintaan kepada Rasul saw itu. tak boleh sekadar klaim kosong.
Qadhi al-‘Iyadh dalam kitab beliau, Asy-Syifâ bi Ta’rîfi Huqûq al-Mushthafâ, menyatakan tentang kecintaan kepada Rasul itu. “Ketahuilah bahwa siapa yang mencintai sesuatu maka pengaruh dan kesan kebenaran klaim cinta itu haruslah tampak. Jika tidak maka kecintaan itu hanyalah klaim kosong. Orang yang benar-benar mencintai Nabi saw. adalah orang yang tanda-tanda kecintaannya kepada Nabi saw. itu tampak pada dirinya.”
 Pertama: Meneladani beliau, menerapkan sunnah beliau, mengikuti ucapan dan perbuatan beliau, menjalankan segala perintah beliau dan menjauhi segala larangan beliau, serta beradab dengan adab beliau baik dalam keadaan susah atau mudah, yang disukai atau tak disukai.
 Kedua: Banyak mengingat Nabi saw. Siapa yang mencintai sesuatu akan memperbanyak mengingatnya, termasuk banyak kerinduannya untuk bertemu dengan yang dicinta. Setiap kekasih suka bertemu dengan kekasihnya.
 Ketiga: Banyak mengingat Nabi saw. harus disertai dengan mengagungkan beliau, merendahkan diri saat mengingat atau menyebut beliau, serta menampakkan kekhusyukan dan ketundukan ketika mendengar nama beliau. Termasuk dalam hal ini adalah memperbanyak shalawat kepada beliau.
 Keempat: Membenci siapa saja yang dibenci oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, memusuhi siapa saja yang memusuhi beliau, menjauhi siapa saja yang menyalahi sunnah beliau dan membuat-buat perkara baru di dalam agama beliau (Islam) serta menganggap berat semua perkara yang menyalahi syariah Nabi saw.
 Kelima: Mencintai al-Quran yang dibawa Nabi saw. dengan menjadikan al-Quran sebagai petunjuk dan berakhlaq dengan al-Quran. Kecintaan kepada al-Quran adalah dengan membaca, memahami dan mengamalkan isinya.
 Keenam: Lemah-lembut dan belas-kasih kepada umat Nabi saw.; menasihati umat beliau serta berupaya mewujudkan berbagai kemaslahatan mereka dan menghilangkan hal yang membahayakan dari mereka, sebagaimana Nabi saw. menyayangi kaum Mukmin.
Ketujuh: Di antara tanda kesempurnaan kecintaan kepada Rasul saw. adalah bersikap zuhud di dunia dan tidak mengutamakan dunia, bersabar atas kefakiran dan kekurangan.
 Mahabbah dan Ittibâ` Secara Kâffah
Mahabbah (cinta) dan ittibâ` kepada Rasul saw. jelas diwajibkan oleh syariah. Cinta dan ittibâ’ kepada Rasul itu harus diwujudkan sesuai kehendak syariah, bukan berdasarkan kehendak kita. Cinta dan ittibâ` yang mengikuti kehendak kita biasanya hanya diwujudkan pada sebagian perkara dan tidak pada sebagian yang lain. Perkara yang sesuai dengan keinginan kita, kita lakukan; yang tidak sesuai keinginan kita, kita tinggalkan. Akibatnya, mungkin kita hanya mengikuti dan meneladani Nabi saw. pada aspek-aspek personal, moral dan ibadah mahdhah-nya saja; tidak mengikuti dan meneladani Nabi saw. dalam urusan menerapkan hukum syariah, mengelola pemerintahan, berpolitik, mengelola perekonomian, membangun interaksi kemasyarakatan, menyelesaikan berbagai perkara dan perselisihan yang terjadi di masyarakat dengan hukum Islam serta menegakkan kekuasaan dan sistem yang menerapkan syariah Islam.
Padahal yang dituntut dan diperintahkan oleh syariah adalah agar kita mewujudkan cinta dan ittibâ` kepada Nabi saw. sesempurna mungkin. Kita dituntut untuk mewujudkan cinta dan ittibâ` kepada Nabi saw. secara totalitas (kâffah).
Allah SWT memerintahkan agar kita mengambil apa saja yang Nabi saw. bawa dan meninggalkan apa saja yang beliau larang:
… وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Apa saya yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah; apa saja yang dia larang atas kalian, tinggalkanlah; dan bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya (TQS al-Hasyr [59]: 7).
Maknanya, apapun yang beliau perintahkan, lakukanlah; apapun yang beliau larang, jauhilah (Imam Ibn Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm).
Menerima apa saja yang Nabi saw. bawa dan menjauhi apa saja yang beliau larang hakikatnya adalah mengambil seluruh syariah yang beliau bawa dalam segala aspeknya sebagai pedoman. Hal itu bukan hanya Allah SWT perintahkan, namun juga Allah SWT jadikan sebagai bukti kebenaran iman.
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara apapun yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (TQS an-Nisa’ [4]: 65).
Imam ath-Thabari menjelaskan makna ayat tersebut: Falâ maknanya tidak seperti yang mereka klaim, bahwa mereka beriman kepada kamu, tetapi mereka berhukum kepada thâghût dan berpaling dari kamu saat mereka diseru. ‘Demi Rabb-mu’, ya Muhammad, ‘mereka tidak beriman’, yakni tidak membenarkan Aku, engkau dan apa pun yang Aku turunkan kepada engkau, ‘sampai mereka menjadikan engkau hakim dalam semua perkara yang mereka perselisihkan (Imam ath-Thabari, Tafsîr ath-Thabarî).
Sepeninggal Nabi saw., menjadikan beliau sebagai hakim tidak lain adalah dengan menjadikan syariah yang beliau bawa sebagai hukum untuk memutuskan segala perkara yang terjadi. Itu berarti menerapkan syariah Islam secara totalitas dalam semua urusan. Untuk itu mutlak memerlukan kekuasaan. Rasul saw. pun telah mencontohkan bagaimana beliau memohon kekuasaan kepada Allah SWT untuk mewujudkan hal itu.
… وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا
…dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong (TQS al-Isra’ [17]: 80).

Imam Qatadah menjelaskan, “Nabi saw. menyadari bahwa tidak ada daya bagi beliau dengan perkara ini kecuali dengan sulthân (kekuasaan). Karena itu beliau memohon kekuasaan yang menolong untuk Kitabullah, untuk hudûd Allah, untuk kewajiban-kewajiban dari Allah dan untuk tegaknya agama Allah (Imam ath-Thabari, Tafsîr ath-Thabarî).
kekuasaan itu tidak ada artinya jika bukan sulthân[an] nashîr[an] (kekuasaan yang menolong). kekuasaan yang menolong itu hanyalah kekuasaan yang sedari awal memang ditujukan untuk menolong agama Allah SWT, Kitabullah dan untuk menegakkan syariah-Nya. Kekuasan seperti ini hanyalah kekuasaan yang islami sejak dari asasnya, bentuknya, sistemnya, hukumnya, perangkat-perangkatnya, struktur dan semua penyusunnya. kekuasaan yang menolong seperti itu adalah Khilafah Rasyidah ‘ala minhâj an-nubuwwah. Karena itu sebagaimana Nabi saw. berjuang untuk mewujudkan Negara Islam di Madinah, kita pun harus berjuang untuk menerapkan syariah secara total dengan menegakkan kembali Khilafah Rasyidah ‘ala minhâj an-nubuwwah. Agenda ini harus menjadi agenda vital umat untuk segera diwujudkankan. WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []


Terkait terbentuknya koalisi militer dari 34 negara muslim yang dipimpin oleh Arab Saudi, pengamat politik luar negeri Farid Wajdi menyatakan seharusnya koalisi tersebut memerangi “ The real terrorist “ yaitu Amerika dan penjajah yahudi.
“Koalisi militer negara-negara muslim bentukan Saudi kalau sungguh-sungguh ingin memerangi teroris seharusnya memerangi Amerika Serikat dan penjajah Yahudi di Palestina , karena Amerika Serikat dan Israel-lah teroris yang sejati” ujarnya kepada bdg.news melalui surat elektronik, Rabu [17/12].
Namun menurutnya, koalisi itu diragukan akan melawan teroris sesungguhnya tersebut  “Namun kita ragu itu akan dilakukan, sebab putera mahkota pangeran yang berusia 30 tahun yang juga Menteri Pertahanan Mohammed bin Salman, sudah membatasi tindakan koalisi baru ini dibawah koordinasi  internasional dengan negara-negara besar dan organisasi internasional. Juga ditegaskan dalam hal operasi militer di Suriah dan Irak operasi tidak akan dilakukan tanpa berkoordinasi dengan legitimasi di wilayah ini dan masyarakat internasional” ungkapnya.
Farid menuturkan maksud dari pernyataan Mohammed bin Salman justru mengindikasikan tindakan sebaliknya, faktanya koalisi tersebut tetap dalam arahan pemerintahan Amerika Serikat, “Artinya, teroris yang dimaksud adalah teroris berdasarkan pengertian Amerika Serikat, yaitu pihak,kelompok, yang bersebrangan dengan kebijakan Amerika, menentang penjajahan Yahudi dan menolak demokrasi dan menginginkan tegaknya syariah Islam. Teroris yang dimaksud juga adalah kelompok yang mengancam penguasa-penguasa negeri Islam yang menjadi boneka dan dukungan Amerika Serikat” ungkapnya.
“Walhasil, koalisi ini tidak lebih upaya mengokohkan kebijakan penjajahan Amerika di dunia Islam, yang memerangi siapapun yang bersebrangan dengan kepentingan Amerika dengan legitimasi : perang melawan terorisme dan perang melawan ISIS” pungkasnya. [Fatih453/bdg.news]

Berbagai upaya ditempuh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mencetak wirausahawan baru di Kota Bandung. Salah satu upaya yang ditempuh yakni dengan bekerjasama dengan kelompok wirausahawan muda yang menamakan dirinya Muda Juara.
"Alhamdulillah kita sedang bersinergi dengan kelompok masyarakat yang sudah terbukti jagoan dalam mencetak wirausaha. Nah, salah satunya ini adalah muda juara," ungkap Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil saat ditemui di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Sabtu (12/12/2015).
Ridwan mengatakan, kelompok para pengusaha muda ini, nantinya akan memberikan pelatihan kepada anak anak muda lainnya yang hendak berwirausaha. Sehingga, dalam hal ini Pemkot Bandung akan membantu dalam bentuk dana dan instrumennya.
"Target sekian ribu wisausahawan dari Pemkot, kita akan coba kerjasama dengan mereka (muda juara-red). Kita menyediakan dana dan instrumennya, mereka menyediakan kurikulum dan pelatihnya," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya juga nantinya akan memberikan rekomendasi siapa-siapa saja yang mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh kelompok muda juara tersebut. Dengan harapan, bisa mencetak wirusahawan baru yang sesungguhnya.
"Jadi nanti kita yang suplay siapa yang mau ikut menjadi wirausaha, kaya sekolah di mereka lah istilahnya. Mudah-mudahan ketika mereka lulus jadi pengusaha lah," ucap dia.
Menurutnya, indikator Kota Bandung mendapat penghargaan sebagai kota layak pemuda dikarenakan Pemkot Bandung sangat peduli terhadap aktifitas anak muda. Terlebih, Pemkot Bandung juga menyediakan berbagai fasilitas untuk para pemuda berkarya.
"Pemuda itu mendominasi populasi Kota Bandung maka dari fasilitas, anggaran, upaya sosial dan ekonomi kita optimalkan," ujar dia. (galamedia)

RAHASIA BISNIS RASULULLAH

Rahasia Bisnis Rasulullah merupakan buku karangan Prof. Laode Kamaluddin, Ph.D yang menjelaskan tentang Baginda Rasulullah MUHAMMAD SAW dalam membangun megabisnis yang selalu untung sepanjang sejarah. Prof. Laode melihat "MUHAMMAD" sebagai sosok manusia biasa yang memimpin secara sukses, sangat dihormati, sangat disegani oleh kalangan manapun. Buku ini tidak melihat ke ranah ke-RASUL-annya, tetapi lebih kepada bagaimana Muhammad melakukan bisnis.
Muhammad kecil dan muda telah mendobrak mental block tentang pemikiran banyak orang bahwa kekayaan, kejayaan dan kesuksesan hanyalah milik orang kaya ataupun milik orang terpandang dan dari keluarga raja-raja saja. Dalam ranah ini, Prof. Laode menunjukkan bahwa Muhammad adalah prototype anak muda yang tidak mau terpenjara mentalnya (pandangan umum orang terhadap suatu keadaan) :
* Bahwa orang yang lahir dalam kondisi miskin dan yatim piatu seperti dirinya juga berhak dan bisa sukses-kaya-terpandang;
* Bahwa orang yang lahir dengan tidak memiliki modal managerial seperti dirinya juga bisa menjadi orang terkaya asal mau berusaha dengan tekun dan cerdas;
* Bahwa ketidakmampuan dalam baca-tulis bukanlah halangan untuk sukses;
* Bahwa untuk sukses modalnya cukup satu : kepercayaan (trusty); dan seterusnya.
Muhammad tidaklah kongkouw-kongkouw alias duduk-duduk santai saja dan berpangku tangan. Untuk sukses dan berjaya, Muhammad harus berleleran keringat, airmata dan darah kalau perlu.
Bisnis menggembala kambing adalah hal pertama yang dilakukan. Menggembala kambing bukanlah pekerjaan remeh, tetapi tersirat hal yang sarat dengan masalah kepemimpinan (leadership : jika tidak bisa mengatur kambing yang tidak berakal, bagaimana bisa memimpin manusia yang berakal dan penuh tipu daya) sebagai syarat utama manajemen bisnis modern. Selain itu juga, dalam menggembala kambing terdapat pelajaran etika-moral (agar tidak mengganggu tanaman orang lain), emosional-spiritual, dan ketahanan fisik.
Tahap selanjutnya, Muhammad yang telah berumur 12 tahun ikut berdagang dalam rombongan pamannya Abu Thalib ke negeri Syam yang kemudian berkembang ke Irak, Yordania, Bahrain, Ethiopia, Suriah dan Yaman. Muhammad dalam hal ini telah berubah menjadi eksportir muda dalam usia belasan tahun yang menjual barang keluar negeri/daerah.
Ketika Muhammad meminang konglomerat terkaya saat itu, Khadijah binti Khuwailid, Muhammad mampu membayar mahar (mas kawin) yang sangat besar sekali berupa unta dan lain-lain. Jika dikonversikan dengan nilai sekarang, menurut Prof. Laode setara dengan 6 (enam) miliar rupiah. Fantastis........... Serasa belum ada anak muda jaman sekarang yang bisa membayar mahar sebesar itu atas usaha sendiri.
Dalam istilah modern, Muhammad bisa sukses dalam membangun kerajaan bisnisnya, dimulai dari kegigihannya dalam membangun personal reputation dan personal branding yang sangat terpercaya tanpa cacat sedikit pun sejak kecil, sehingga beliau disebut Al Amin atau Mr. Clean, orang yang sangat bisa dipercayai karena bersih dari segala kejahatan.
Dalam personal reputationnya, menempatkan Muhammad sebagai money maker dan money magnet yang selalu dicari oleh pemodal untuk menitipkan modal ataupun barang dagangannya untuk diperjual-belikan oleh Muhammad dengan sistem profit sharing alias bagi hasil. Bahkan orang Yahudi lebih mempercayai Muhammad untuk berdagang dan bekerjasama dalam berdagang.
Dengan tingkat kepercayaan seperti itu, Muhammad telah menerapkan etika bisnis modern yang biasa disebut societal marketing, good corporate governance, corporate social responsibility, corporate mystic, corporate sufi, dan lain sebagainya. Istilah yang tak pernah terdengar ketika jaman itu.
Etika bisnis yang diterapkan Muhammad secara ketat, menjadikan Muhammad sebagai spiritual marketer yang bukan hanya berdagang barang (tangible assets)tetapi juga berdagang ide (intangible assets). Muhammad juga menerapkan prinsip negosiasi dengan proses dialog yang cerdas sebagaimana tercermin ketika proses negosiasi antara Muhammad dan Khadijah binti Khuwailid tentang fee untuk Muhammad.
Prinsip bisnis modern, seperti tujuan dan kepuasan pelanggan (consumer satisfaction), pelayanan yang unggul (service exellence), kompetensi, efisiensi, transparansi, persaingan yang sehat dan kompetitif, semuanya telah menjadi gambaran pribadi dan etika bisnis Muhammad ketika ia masih muda sampai akhir hayat. Sangatlah tepat dan tidak berlebihan jika Muhammad disebut sebagi peletak dasar atau embrio atas prinsip bisnis modern. Muhammad juga memperkenalkan asas "Facta Sur Servanda" yaitu asas utama dalam hukum perdata dan perjanjian; bahwa di tangan para pihaklah terdapat kekuasaan tertinggi untuk melakukan transaksi yang dibangun atas dasar saling setuju.
do thing right
do the right thing
12 rahasia besar kepemimpinan Rasulullah dalam membangun megabisnis yang selalu untung sepanjang sejarah :
1. Menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga
2. Dalam dunia bisnis, kejujuran dan kepercayaan tak boleh ditawar sama sekali
3. Tak cuma bisa mimpi, tapi harus pandai mewujudkan mimpi itu
4. Berpikir visioner, kreatif dan siap menghadapi perubahan
5. Rasulullah memiliki planning dan goal setting yang jelas
6. Pintar mempromosikan diri
7. Menggaji karyawan sebelum kering keringatnya
8. Mengetahui rumus "bekerja dengan cerdas"
9. Mengutamakan sinergisme
10. Berbisnis dengan cinta
11. Pandai bersyukur dan berucap "terima kasih"
12. Be the best! menjadi manusia paling bermanfaat

From zero to hero

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menyinggung masalah keteladanan Rasulullah yang tidak hanya mencakup aspek spiritual saja, namun juga aspek bisnis juga. Jika belum membacanya silahkan baca “Meneladani Gaya Bisnis Rasulullah Muhammad SAW”.
Kali ini, seperti yang telah dijanjikan dulu, saya akan membagikan kepada Anda 12 Rahasia Bisnis Rasulullah dalam beberapa seri. Sehingga Anda bisa mencoba memahaminya satu persatu dan mempraktekkannya. Percuma kan kalau saya beri rahasianya tapi tidak diteladani dan dipraktekkan, hehehe…
3 rahasia pertama yang akan saya bahas pertama disini diantaranya :
#1 Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ladang Menjemput Surga
#2 Kejujuran dan Kepercayaan Yang Tidak Bisa Ditawar
#3 Tidak Cuma Bisa Mimpi, Tapi Ahli Mewujudkannya
space
BEKERJA = IBADAH
Ada satu kesalahan pemahaman yang sering kali dilakukan oleh umat manusia di dunia ini, terkait masalah ibadah. Ketika disinggung soal ibadah, maka yang sering kita pikirkan adalah masalah shalat, puasa, haji, dll (bagi yang muslim), pergi kebaktian ke gereja (bagi yang nasrani), sembahyang ke Pura (bagi yang Hindu), dll.
Padahal makna ibadah bisa lebih luas dari pada itu semua. Ibadah tidak hanya mencakup masalah spiritual saja. Ketika satu perbuatan dilakukan dengan niatan yang baik, dimulai dengan menyebut nama Allah, maka itu sudah masuk dalam ranah ibadah.
Begitu pula dengan bisnis yang kita lakukan. Niatkan saja bisnis Anda sebagai ibadah sejak awal. Maka sepanjang usaha yang Anda lakukan untuk memajukan bisnis Anda akan menjadi suatu ladang amal yang mengalirkan pahala. Pantaslah lahir ungkapan, “hidup kaya raya, mati masuk surga”. Apalagi kalau suksesnya di usia muda.
Dan ketika kita meniatkan setiap pekerjaan kita sebagai satu bentuk ibadah, maka efeknya akan lain sekali dan cenderung positif :
* Anda akan bekerja lebih baik karena ini adalah ibadah. Ngga mungkin kan kita ibadah kepada Sang Khalik serampangan.
* Anda lebih ikhlas dalam menjalani prosesnya karena ini bagian dari perjalanan ibadah kita.
* Anda akan jujur dan amanah karena ingin mendapatkan balasan yang terbaik dariNya. Dll.
Kalau sudah begini, peluang bisnis kita untuk maju dan berkembang pesat terbuka lebar. Tentunya berujung pada kesuksesan dan peningkatan level spiritual kita yang berjalan beriringan. Bekerja = Ibadah, hidup sukses mati masuk surga.
space
KEJUJURAN & KEPERCAYAAN
Hal ini rasanya sudah banyak diketahui oleh banyak pebisnis, namun tidak banyak yang benar-benar memegang dan melaksanakannya. Hampir ratusan bahkan ribuan pebisnis lahir setiap harinya, namun tidak banyak yang mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama. Mungkin dua hal ini yang tidak disadari oleh kita kebanyakan.
Ada satu ungkapan menarik yang saya temukan di sebuah buku, “Etika bisnis memegang peranan penting dalam membentuk pola dan sistem transaksi bisnis. Pada akhirnya menentukan warna dan nasib bisnis yang dijalankan seseorang.” Coba direnungi sejenak ungkapan tersebut.
Di tengah ketatnya persaingan bisnis yang saat ini tengah terjadi, tentu sebagai pebisnis yang ikut terjun di dalamnya kita memerlukan beberapa nilai tambah yang menjadikan bisnis kita lebih unggul dibandingkan dengan pebisnis lainnya.
Namun apa yang sering terjadi, alih-alih mencari nilai tambah dan mengembangkan bisnis, kita malah cenderung suka menyikut pesaing bisnis dengan segala macam cara. Melupakan etika yang seharusnya bisa kita jadikan satu pegangan dan menjadi batu pijakan untuk melesatkan bisnis kita ke atas.
Bicara soal nilai tambah ini, KEJUJURAN dan KEPERCAYAAN sudah menjadi nilai tambah yang sangat luar biasa. Kenapa? Sudah bukan rahasia lagi kalau mayoritas customer kita membeli produk ataupun menjalin kerjasama dengan kita karena mereka PERCAYA bahwa kita JUJUR dan bisa DIPERCAYA.
Apalagi saat ini marak dengan penipuan-penipuan ngga jelas. Bahkan metode penipuannya pun sudah semakin profesional. Membutakan mata, mengusik emosi sesaat dan menyebabkan kita kehilangan banyak hal dalam waktu yang singkat.
Jadi coba mulai dari sekarang, kita ubah sikap kita dalam berbisnis. Cobalah untuk jujur dan tidak berbohong, sekecil apapun. Cobalah untuk membangun kepercayaan dengan sikap yang tepat. Bisa juga dengan membangun personal branding agar orang lebih mengenal siapa dan bagaimana kita sebenarnya. Dan ingat, pebisnis yang tidak jujur sudah mendapatkan 1 tiket VIP di neraka, itu ada di Al-Qur’an.
Lihatlah bagaimana Rasullah yang mendapatkan gelar Al-Amin karena kejujurannya sejak awal dia memulai karirnya. Walaupun startnya dari seorang penggembala kambing, namun berkat kejujurannya lah dia mampu menggenjot karirnya hingga berakhir dengan kesuksesannya sebagai seorang pebisnis besar.
space
NGGA CUMA MIMPI, TAPI ACTION
“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia…” (Nidji – Laskar Pelangi). Bait lagu tersebut akan menjadi benar apabila kita ACTION untuk mewujudkan mimpi kita tersebut. Sudah terlalu banyak orang memimpikan untuk memiliki bisnis yang besar dan sukses, namun fakta berbicara bahwa yang sukses dan kaya hanya segelintir saja.
Cobalah Anda sesekali berdiskusi dengan rekan-rekan yang saat ini hidupnya pas-pasan. Anda bisa bertanya kepada mereka apa sih mimpi sukses mereka di dunia ini. Saya yakin disini mereka akan bercerita dengan antusias apa mimpinya. Lalu coba berikan pertanyaan kedua, “Apa yang sudah mereka lakukan untuk sampai pada tujuan tersebut?” (pertanyaan ini juga buat Anda lho).
Kalau pertanyaan pertama sifatnya enteng (cuma mimpi doang), maka pertanyaan kedua bobotnya berat sekali. Karena dalam hal ini menuntut satu hal, yakni TINDAKAN NYATA. Dan saya yakin sejuta alasan akan keluar dari kata-kata mereka, yang intinya tidak pernah punya keberanian untuk mencoba mewujudkan impian mereka alias tidak berani bertindak nyata.
Kita seringkali terlalu takut untuk memulau bertindak karena yang sering dibayangkan adalah KEGAGALANNYA. Kata gagal merasuk begitu dalam hingga berkuasa dalam pikiran kita mengalahkan arti penting kesuksesan itu sendiri. Padahal kalau kita mau belajar pada mereka yang sukses, justru mereka sukses adalah karena fokus pada keberhasilan yang ada di akhir perjalanan. Gagal di tengah jalan tidak masalah, karena perjalanan belum berakhir dan garis finishnya adalah kesuksesan.
Lihatlah bagaimana Rasulullah yang sejak kecil selalu bermimpi menjadi orang yang sukses. Beliau tidak mempedulikan latar belakangnya yang notabene berasal dari keluarga miskin dan yatim piatu. Dengan berbekal sebuah prinsip, “Hari esok harus lebih baik dari hari ini”, Beliau melangkah dengan pasti.
Beliau juga tidak takut ketika harus bersusah payah merintis bisnisnya dari nol. Masih ingat pendidikan bisnis pertama kali Rasulullah? Ya, saat beliau memulainya dengan menjadi penggembala kambing. Kemudian berlanjut dengan membantu pamannya berdagang. Lanjut lagi dengan menjadi agen bagi para pengusaha dan investor kaya. Yang berujung dengan menjadi saudagar kaya dan sukses.
Rekan-rekan, tiga point di atas sebenarnya bukan hal yang baru lagi dalam dunia keseharian kita. Tapi yaitu, belum banyak yang melaksanakannya. Entah karena ketidaktahuan atau karena memang ketidakberanian untuk bertindak. Saya kira cukup dulu untuk sesi pertama Rahasia Bisnis Rasulullah. Nantikan kelanjutannya. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat dan memotivasi Anda semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Strategi Bisnis Pada Masa Rasulullah

Kejayaan ekonomi Islam mulai dibangun yaitu pada masa Rasulullah s.a.w, sampai-sampai pada waktu itu dua pertiga dunia selama 800 tahun dikuasai oleh kaum muslimin, sehingga timbul pertanyaan pada diri kita, apa sebenarnya rahasia suksesnya perekonomian pada saat Rasulullah s.a.w.
dan para sahabat? Kalau kita bedah, sebenarnya rahasia suksesnya bisnis Rasulullah s.a.w. paling tidak terdiri dari tiga tahapan :
1. Jujur.
Kalau kita menginginkan sukses dalam berbisnis maka yang pertama yang harus kita miliki adalah kejujuran, karena kalau tidak memiliki kejujuran orang tidak akan mau berbisnis dengan kita.
2. Cerdas.
Jujur dalam berbisnis jika tidak dibarengi dengan kecerdasan maka akan menemukan kerepotan, karena akan mudah ditipu oleh orang lain dan sebaliknya orang yang cerdas tetapi tidak jujur maka orang tidak ada yang mau berbisnis dengannya.
3. Menginfakan sebagian hartanya kepada orang lain.
Inilah tiga rahasia strategi bisnis rasulullah s.a.w. Marilah kita bahas satu persatu dari ketiganya.
1. Jujur.
Jujur dalam konteks Islam memiliki dua makna yaitu jujur kepada Allah yang dalam bahasa sehari-hari disebut ’siddiq’. Siddiq artinya ’sami’na waatha’na’ yaitu ’mendengar dan mentaati’.
Ketika nabi Musa a.s. dikejar-kejar oleh Fir’aun, maka nabi Musa mengajak kepada kaumnya, ”Wahai kaumku, mari kita pergi ke pinggir laut.” Umat nabi Musa bertanya, ”Wahai musa, mengapa kita harus pergi ke pinggir laut, sementara Fir’aun dan pasukan kudanya mengejar kita dari belakang, sedangkan kondisi pinggir laut datar maka akan mudah mengejar kita, kenapa kita tidak pergi ke gunung saja yang jalannya tinggi dan susah bagi Fir’aun dan pasukannya untuk mengejar kita?”, Musa menjawab, Tidak, kita harus pergi ke laut.”
Setibanya ketepi laut merah, lagi-lagi kaumnya nabi Musa bertanya, ”Wahai nabi Musa, apa yang harus kita lakukan, dibelakang kita ada pasukan Fir’aun sementara didepan ada laut?” Musa menjawab, ”Wahai kaumku, aku bukanlah seorang yang ahli strategi perang yang ulung, aku bukanlah seorang jenderal yang ahli strategi perang, yang aku tahu hanya satu, sami’na waatha’na, ketika Tuhanmu menyuruh aku untuk membawa kalian ketepi laut, maka aku akan mendengar dan mentaatinya, sekarang ketika Tuhanku menyuruh aku untuk memukulkan tongkatku ke laut merah, maka akan aku pukulkan.”
Singkat kata, laut merah itu terbelah dan nabiullah Musa beserta kaumnya lewat sementara Fir’aun tergulung oleh laut merah.
Dalam kaitan ekonomi, bagaimana makna sami’na wa’atha’na? Dalam kaitan ekonomi makna ’sami’na waatha’na’ yaitu jika ada larangan haram maka harus sedia untuk meninggalkannya tanpa harus berdalih apapun dan tidak boleh ada alasan apapun, pendek kata kita tidak boleh bermain-main dengan yang haram, dan harus segera meninggalkanya. Dalam kondisi kehidupan sekarang ini, sering ada ungkapan mencari yang haram saja susah, apalagi yang halal. Ungkapan ini harus ditinggalkan jauh-jauh, karena rizki adalah rahasia Allah, jika kita mencarinya dengan cara yang haram maka tidak akan menjadi menambah rizki yang kita miliki.
Dalam kitab ’La Tahzan’ diceritakan, ketika itu Sayyidina Ali menumpangi keledai sampai ke masjid, lalu dia melihat ada seorang pemuda yang sedang duduk-duduk di Masjid. Maka Sayyidina Ali dalam hatinya berkata, jika aku nanti setelah selesai shalat, maka akan aku sedekahkan satu dinar kepada pemuda ini. Lalu Ali turun dari keledainya dan berkata kepada pemuda tersebut , wahai Pulan, tolong jagakan keledaiku, aku mau shalat dulu. Ketika Sayyidina Ali selesai shalatnya dan keluar dari masjid, setibanya diluar ternyata pemuda itu sudah tidak ada sementara keledainya masih ada tapi sudah tidak memakai cangkang keledai. Timbul prasangka Ali jangan-jangan pemuda yang tadi aku titipkan adalah pencuri sehingga mencuri cangkang keledaiku. Maka disuruhlah salah seorang sahabat untuk membawa satu dinar uang kepasar karena dia menduga pemuda tadi yang mencuri cangkang keledainya, kalau benar, maka engkau beli cangkang keledai itu. Setibanya di pasar, benar ada pemuda tadi yang sedang menawar-nawarkan cangkang keledai tersebut dengan harga satu dinar, maka dibelilah cangkang keledai itu dan kembalilah sahabat itu kepada Ali. Sayyidina Ali berkata, Subhanallah, pemuda ini memilih satu dinar yang haram dibandingkan dengan satu dinar yang halal, kalau saja dia sabar sedikit maka dia akan dapat satu dinar juga tetapi mendapatkan yang halal.
Sekali lagi perlu ditekankan bahwa dengan mencari rizki yang haram pada hakikatnya tidak akan menambah rizki yang kita miliki tetapi sebaliknya hanya akan menambah dosa yang kita miliki. Hanya ada dua cara dalam mencari rizki. pertama, banyaklah bersilaturahmi. Rasulullah mengatakan, silaturahim akan memperbanyak saudara dan memperbanyak rizki. Kedua, perbanyaklah sadaqah. Dalam sebuah hadis qudsi Allah mengatakan, dan tidak akan berkurang uang yang disedekahkan dijalan Allah. Jika kita bersedekah dengan ikhlas, maka Allah akan menambahnya dengan tujuh kali lipat dan jika lebih ikhlas lagi maka Allah ganti dengan tujuh ratus kali lipat.
Jadi, jangan pernah punya fikiran terlintas dalam hati ataupun dalam otak kita untuk menambah rizki itu dengan cara yang haram, rizki takarannya sudah ada dari Allah, kalau kita mencari dengan cara yang halal maka akan segitu dapatnya, dan jika mencari dengan cara yang haram maka akan segitu juga dapatnya.
Dalam sebuah kisah diceritakan, dalam antrian panjang ketika akan menghadapi peperangan Badar, orang-orang yang memiliki tombak menyumbangnya dengan tombak, orang-orang yang memiliki pedang menyumbangnya dengan pedang, yang punya panah maka menyumbangnya dengan panah, orang yang punya harta menyumbangnya dengan harta. Dalam antrian panjang itu ada seorang nenek tua yang ikut antri sementara dia sendiri tidak membawa apa-apa sehingga petugas antrian tersebut betanya, “Nek...Apakah nenek tidak salah antri, ini adalah antrian perang badar.” Sang nenek menjawab, “Wahai anak muda, aku memang tidak punya harta benda yang dapat aku berikan untuk persiapan perang badar dan badanku juga sudah tua renta, aku hanya punya seutas tali yang panjangnya kira-kira 40 centimeter, tolong terimalah taliku ini dan bawalah ke medan perang. Dalam peperangan badar tersebut terdiri 300 pasukan muslim dan 1000 pasukan kafir, dalam peperangan tersebut banyak sekali para petinggi quraisy yang terbunuh dan salah satu diantara petinggi tersebut tertawan sementara kaum muslimin tidak menemukan tali untuk mengikat tawanan itu kecuali tali yang dari si nenek tua itu. Dimata manusia pemberian si nenek tua itu tidak ada apa-apanya, tapi karena si nenek tersebut memberikannya dengan ikhlas dan memberikan yang terbaik yang dia miliki maka Allah angkat perbuatan nenek tua itu begitu tingginya sehingga dengan talinya itu dia diberikan kesempatan untuk mengikat tawanan kaum quraisy tersebut yang sampai hari ini kisahnya dapat dibaca pada kitab-kitab sejarah.
Dari kutipan sejarah tersebut diatas, cobalah kita tanya diri kita sendiri sudah berapa banyak yang kita sadaqahkan dari sesuatu yang kita miliki? Kalau kita sudah bersadaqah, sudah ikhlaskah kita ketika memberikannya?
Didalam urusan ekonomi, masuk dalam bab muamalat tentu berbeda fiqih muamalat dengan fiqih ibadah. Dalam fiqih ibadah, rumusnya semua itu tidak boleh kecuali yang ada ketentuannya, maka berlakulah asal hukum fiqih ibadah bahwa dalam ibadah kita tidak dituntut untuk kreatif dan inovatif atau menciptakan sesuatu yang baru, cukup dengan melakukan sesuatu yang telah ada contohnya karena kalau menciptakan sesuatu akan masuk dalam kategori bid’ah sementara bid’ah itu sesat dan masuk dalam neraka. Itulah dalam masalah ibadah. Tapi untuk asal hukum fiqih muamalat semuanya boleh kecuali sesuatu yang dilarang, mau minum apa saja boleh asal jangan yang dilarang, mau makan apa saja boleh kecuali yang dilarang. Oleh karena itu, dalam mempelajari fiqih muamalat yang sebaiknya yang kita pelajari yang haram sehingga kita tidak melakukannya.
Sesuatu yang haram dalam fiqih muamalat terdiri dari dua. Pertama, haram dzatnya (haram fii dzatihi). Dalam al quran haram dzatnya ada empat macam yaitu babi, darah, bangkai, khamer. Jika kita sudah mengetahuinya maka kita harus berusaha untuk meninggalkannya jangan lagi berfikir kenapa babi haram dan sebagainya. Kedua, haram karena bukan dzatnya. Haram bukan karena bukan dzatnya ada tujuh macam, yaitu
1. Tajlis (menipu ). Dalam fiqih, menipu ada empat macam, yaitu menipu dalam hal kuantitas (mengurangi timbangan), menipu dalam kualitas (menyembunyikan cacatnya barang), dalam Islam dibolehkan menjual barang cacat tetapi tidak boleh menyembunyikan cacatnya barang, menipu dalam hal waktu penerimaan barang;
2. Gharar (ada ketidakpastian didalam jual belinya). Gharar ada empat macam. Yaitu, gharar dalam hal kuantitas, gharar dalam kualitas, gharar dalam hal harga, gharar dalam hal waktu.
Sebelum menjadi nabi, Muhammad adalah seorang pedagang sukses yang
dijuluki Al Amin. Lebih dari 20 tahun beliau berkiprah di bidang
perdagangan, sehingga mampu membangun jaringan bisnis hingga ke
Yaman, Syria, Irak, Yordania dan kota-kota lainnya di Jazirah Arab.
Karirnya meningkat setelah dipercaya sebagai mudharib (fund manager)
seorang saudagar besar bernama Khadijah. Dalam Sirah Halabiyah
dijelaskan bahwa Muhammad sempat melakukan empat lawatan
dagang untuk Khadijah.
Selain perjalanan bisnis, dia juga terlibat dalam urusan dagang
yang besar, selama musim-musim haji di festival dagang Ukaz dan
Dzul Majaz. Sementara di luar musim haji, Muhammad sibuk mengurus
perdagangan grosir pasar-pasar kota Mekkah. Dalam menjalankan
bisnisnya, dia menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang
jitu dan andal sehingga bisnisnya tetap untung dan tidak pernah
buntung.
Prinsip-prinsipnya, antara lain jujur, setia dan profesional.
Dengan prinsip-prinsip etika bisnis tersebut, dia berhasil meraih
kepercayaan konglomerat-konglomerat Arab. Inilah dasar
kepribadian dan etika bisnis yang dipraktekkan Muhammad sehingga
bisa menjadi semacam money magnet bagi taipan-taipan Arab
kala itu, di samping juga menjadi medan magnet yang mempengaruhi
orang-orang yang ada di sekitarnya, dan masyarakat Arab pada umumnya.
(hal 31-32)
Buku karya La Ode Kamaluddin ini merupakan lanjutan dari buku 14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW Membangun Kerajaan Bisnis.
Di dalam buku ini Kaimuddin memaparkan 12 rahasia bisnis Rasullah.
Antara lain, menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga;
berpikir visioner, kreatif dan siap menghadapi perubahan; pintar
mempromosikan diri; menggaji karyawan sebelum kering keringatnya;
mengutamakan sinergisme; berbisnis dengan cinta; serta pandai
bersyukur dan berucap terima kasih.
Selain memaparkan 12 rahasia bisnis Rasulullah, Kamaluddin juga
memberi penekanan khusus pada pentingnya menjaga amanah. Sebab
kesuksesan Rasulullah tak bisa lepas dari keberhasilannya menjaga
kepercayaan (amanah). Itulah modal terbesar yang tak bisa
ditawar-tawar jika kita ingin sukses dalam berbisnis seperti
Rasulullah.
Dari berbagai hadis dan sejarah hidup rasulullah (sirah nabawiyah),
Kamaluddin menemukan beberapa inspirasi yang dapat menjadi teladan
bagi para pebisnis. Pertama, penjual tidak boleh mempraktekkan
kebohongan dan penipuan menyangkut barang yang dijual kepada
pembeli.
Kedua, penjual harus menjauhkan sumpah yang berlebihan dalam
menjual suatu barang. Dalam mengiklankan produk atau jasa, tidak
dibenarkan melakukan pembodohan dengan cara berdusta.
Ketiga, hanya dengan sebuah kesepakatan bersama, atau dengan
suatu usulan dan penerimaan, suatu penjualan akan sempurna.
Keempat, Rasulullah melarang dengan tegas adanya monopoli dagang.
 

Ini adalah Kisah RasulAllah Muhammad SAW yang selama masa Hidupnya pernah mengalami masa kejayaan dan beliau adalah Seorang pebisnis Sukses. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis sukses selama 28 Tahun, mulai dari usia 12 tahun hingga 40 tahun. Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan kita semua sebagai umat Muslim.
Apa saja Nilai warisan yang bisa kita Tiru dari Rasul yang bisa kita ikuti sebagai pengikutnya, Khususnya untuk seorang Hambanya yang menjadi Pengusaha sebagai Orang yang mencari Nafkah. :sip:
Semasa Mudanya RasulAllah ini Sudah berkenalan dengan Bisnis dari Usia Dini, Dimulai dari menggembala Kambing. Lalu Bisnisnya ke-Level yang lebih tinggi, Pada waktu itu Beliau masih berusia 12 Tahun dan Beliau di Ajak oleh pamannyaAbu Thalib untuk berdagang di Negeri Syam. Disitulah Awalannya Nabi Muhammad SAW mengenal Bisnis secara serius, dan Menjadi Enterprenur Sejati. Hingga beliau mendapat reputasi yang sangat baik bagi penduduk Negri tersebut. Reputasi-reputasinya adalah sebagai Orang yang Terpercaya (Al-Amin) di dalam Perdagangannya maupun di Kehidupan sehariannya. Pada usia 17 Tahun Nabi Muhammad SAW sudah di beri mandat penuh oleh pamannya untuk Berdagang dari dagangannya. Hingga usia 20 tahun beliau sudah hampir menguasai Pusat Bisnis Global di Jamannya. Kalo sekarang ( Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman).
Mau, tau Rahasia-rahasia Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Hebat Itu. Hingga sekarang Masih di Gunakan dengan Prinsip-prinsip Bisnis Modern di Dunia saat ini. Dan juga mengajarkan kita sebagai Umat Muslim untuk menjadi seorang Enterprenur Sejati dan Berakhlak Sebagai Makhluk Allah SWT. Dan menjauhkan Bisnis Kita hanya dari Keuntungan Semata (KAPITALISME).…
Ini Adalah Rahasia-rahasia berbisnis Ala Nabi Muhammad SAW :
Cara Berpikir dan BerEtika di dalam Bisnisnya
1. Jujur di dalam Bisnisnya, Kejuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis yang di lakukkan oleh RasullAllah Muhammad SAW. Beliau pernah melarang para pedagang untuk meletakkan barang Busuk/jelek di dalam dagangannya. dan beliau selalu memberikan barang sesuai dengan seadannya dan terbaik bagi Konsumennya.
2. Berprinsip pada nilai Illahi, Bisnis yang di lakukkan tidak terlepas dari pengawasan Tuhan. Dan menyadarkan manusia sebagai makluk Illahiyah (berTuhan).
3. Prinsip kebebasan Individu yang bertanggung Jawab, Bukan bisnis hasil dari Paksaan atau Riba. Yang menjerat kebebasan Individu.
4. Bertanggung Jawab, Bertanggung Jawab moral kepada Tuhan atas perilaku Bisnisnya maupun Orang lain/Partner Bisnisnya maupun Konsumennya.
5. Keadilan dan Keseimbangan, Keadilan dan keseimbangan sosial, bukan hanya keuntungan semata tetapi Kemitraan/bantu membantu di dalam bisnisnya (Win-Win-Solution)
6. Tidak hanya mengejar keuntungan, dan berorientasi untuk menolong orang lain, Atau WIN Win Solution.
7. Berniat baik di Bisnisnya, berniat baik adalah Aset Paling berharga oleh pelaku Bisnis selain untuk menjadi terbaik tapi bermanfaat bagi orang lain.
8. Berani mewujudkan Mimpi, RasullAllah dari seorang penggembala Kambing, berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi, menjadi pedagang, lalu Manager hingga beliau mewujudkan cita-citanya menjadi Owner (Pemilik perusahaan) dengan menikahi Siti Khadijah. Beliau adalah Enterprenur Cerdas.
9. Branding/Menjaga nama baik, RasullAllah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, Track Record sebagai orang Terpercaya (Al Amin), Justru paling di cari dan siapapun ingin bekerja sama dengannya. Sifat inilah yang Sekarang Langka di Jaman ini,Tirulah… :sip:
Cara Merintis Bisnis
1. Fokus dan Konsentrasi, RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya…
2. Mempunyai Goal dan rencana yang jelas
3. Merintis Bisnis Dari NOL, kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang Karyawan/Salles hingga jadi Owner. Dan semua tanpa ada praktek KKN.
4. Tidak Mudah Putus Asa, beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merahtidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)
5. Berusaha Menjadi Trend Center
6. Inovatif, Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi Hight Quality.
7. Memahami kondisi dan analisa Pasar
8. Kemampuan merespon strategi Pesaingnya
9. Belajar menguasai pasar, Dikisahkan Ketika beliau di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar. Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau menyiasati dan bersabar. Hingga semua dagangan para Kompetitornya habis semua. Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu. Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar. Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar. Hingga menguasai Pasar yang ada. :)
10. Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif
11. Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).
12. Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya
Cara Menjalankan Bisnisnya
1. Bekerja Sama (bersinergi), Beliau bersabda “Keberkahan sesungguhnya berada dalam Jamaah. Dan, tangan Allah sesungguhnya bersama Jamaah”
2. Kerja Pintar, Kreatif dan Visioner
3. Menerapkan kesepakatan Win-Win-Solution (Saling menguntungkan, dan tidak ada yang dirugikan)
4. Bekerja dengan Prioritas
5. Tidak melakukan Monopoli
6. Selalu berusaha dan Tawakal
7. Tepat Waktu
8. Berani ambil Resiko
9. Tidak menimbun barang dagangan (ihtikar), Rasul melarang Keras pelaku Bisnis dan menyimpan barang pada massa tertentu, hanya untuk keuntungan semata. Rasul bersabda bahwa pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan di beri kemudahan. Tapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan (Dalam HR Ibnu Majah dan Thusiy).
10. Profesional di Bisnis yang Di kelolannya
11. Selalu Bersyukur di Segala Kondisi
12. Berusaha dengan Mandiri, Tekun dan Tawakal
13. Menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnis
14. Melakukan bisnis berdasarkan Cinta (Passion).
15. Tidak MenZhalimi (Merugikan Orang lain)
16. Rajin Bersedekah
Cara memasarkan Produk
1. Memasarkan Produk yang Halal dan Suci
2. Tidak melakukan Sumpah Palsu,
3. Tidak merpura-pura menawar dengan harga tinggi, Agar orang lain tertarik
4. Melakukan timbangan dengan benar
5. Tidak menjelekkan bisnis Orang lain, Beliau bersabda ” Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (HR. Muttafaq ‘alaih)
6. Pintar beriklan/Promosi, Rasul hafal betul dimana ada Bazaar di suatu tempat tertentu. Sehingga makin banyak orang mengenal beliau dan barang dagangannya.
7. Transparansi (keterbukaan), Beliau bersabda “Tidak dibenarkan seorang Muslimin menjual satu-satu jualannya yang mempunyai aib, sebelum dia menjelaskan aibnya” (HR. Al-Quzuwaini)
8. Mengutamakan pelanggan (Customer Satisfaction)
9. Networking (Jejaring) di wilayah lain
10. Cakap dalam berkomunikasi dan bernegosiasi (tabligh)
11. Tidak mengambil Untung yang berlebihan
12. Mengutamakan penawar pertama
13. Menawar dengan harga yang di inginkan
14. Melakukan perniagaan sepagi mungkin, RasulAllah mendoakan orang-orang yang pagi-pagi dalam bekerja. “Ya Allah, berkahilah umatku dalam berpagi-paginya mereka” (HR.Shahr Al Ghamidi)
15. Menjaga Kepercayaan pelanggan
16. Mewujudkan Win-Win Solution
17. Barang Niaga harus bermutu, Murah, Bermanfaat, Mutakhir dan Berkualitas
18. Kemudahan dalam hal transaksi dan pelayanan
19. Menentukan Harga dengan jelas ketika akad (Deal)
Cara berhubungan dengan Karyawan
1. Berbagi perhatian kepada karyawan, Tidak memilih-milih karyawan Istimewa semua sama.
2. Bermitra Bisnis, Karyawan dan Majikan seperti hubungan kekeluargan yang kental. Bukan seperti Tuan dan Budak.
3. Memberi gaji yang Cukup kepada Karyawannya
4. Memberi gaji tepat Waktu kepada Karyawannya, Sebelum keringat karyawan kering
5. Tidak membebani Karyawan dengan tugas diluar kemampuannya
6. Karyawan di Wajibkan kerja sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatannya
7. Sering memberikan Bonus-bonus tambahan di luar gaji pokok
Contoh di Atas adalah sebagian kecil dari sifat-sifat Suri tauladan Rasul Allah Muhammad SAW yang bisa kita Contoh dalam membangun Kerajaan Bisnis Kita, jauh lebih Sukses, berakhlak dan membantu terhadap sesamanya. ( rahasiabisnisrasulullah - sofyan .blogspot)


كيف انتم اذا وقعت فيكم خمس : واعوذ بالله ان تكون فيكم او تدركوهن : (1 ما ظهرت الفاحشة في قوم قط يعمل بها فيهم علانية الا ظهر فيهم الطاعون والاوجاع التي لم تكن في اسلافهم (2 وما منع قوم الزكاة الا منعوا القطر من السماء ولولا البهاءم لم يمطروا (3 وما بخس قوم المكيال والميزان الا اخذوا بالسنين وشدة المؤنة وجورالسلطان (4 ولا حكم امراؤهم بغير ما انزل الله الا سلط الله عليهم عدوهم فستنفد بعض ما في ايديهم (5 وما عطلوا كتاب الله وسنة نبيهم الا جعل الله باسهم بينهم (احمد و ابن ماجه)
Bagaimana kamu apabila dilanda lima perkara? Kalau aku (Rasulullah Saw), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu atau kamu mengalaminya.
(1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu.
(2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali.
(3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa.
(4) Jika penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka.
(5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan sunah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan (ba’sahum) di antara mereka.
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Bisnis.com, BANDUNG - Indonesia bisa tambah kaya dari limbah plastik. Dengan pengolahan serius, limbah itu bisa diolah menjadi bahan bakar minyak yang menghasilkan Rp 53,6 triliun per tahun.

Konsep pengolahan limbah plastik ini ditemukan oleh Akbar Syahid Rabbani, mahasiswa Teknik Lingkungan ITB angkatan 2012. Lewat konsep ini juga Akbar menjadi juara kontes Young Economist Stand-Up 2015.
Akbar memaparkan potensi eonomi baru tersebut di Indonesia, dengan pengolahan limbah plastik pada reaktor pirolisis. Mesin itu akan membakar sampah plastik dengan suhu 400-800 derajat Celcius. Pemanasan yang menghasilkan kondensasi atau pengembunan, hasil uapnya menjadi minyak. “Material plastik juga berasal dari minyak bumi, hanya beda tingkatannya,” kata Akbar, Selasa, 8 Desember 2015.
Minyak hasil olahan limbah plastik selanjutnya diolah kembali untuk menjadi bahan bakar jenis tertentu. Misalnya solar atau bensin dengan kualitas premium atau beroktan lebih tinggi. Teknologi konversi itu, kata Akbar, sudah diterapkan di Amerika Serikat dan Jepang. “Untuk dipakai kendaraan bermotor, di Amerika sudah skala pabrik, di Jepang skala rumah tangga,” ujarnya.
Dari catatan Akbar, produksi limbah plastik di Indonesia mencapai sekitar 8 juta ton. Dihitung bersih semuanya untuk diolah menjadi bahan bakar minyak, bisa menghasilkan 8 miliar liter solar. “Potensi keuntungan pemerintah bisa Rp 53,6 triliun per tahun,” ujarnya.
Teknologi itu terhitung berbiaya investasi besar dan sistemnya cukup rumit. Selain itu tidak semua limbah plastik bisa diolah. Hanya plastik keras yang biasa digunakan untuk botol kemasan saja yang bisa. Karena itu harus adalah pemilhan limbah agar hasilnya maksimal dan mesin bekerja secara efisien. “Kalau sampah kantong plastik diolah menjadi biji plastik seperti di tempat pembuangan sampah Bantargebang untuk dipakai lagi,” ujarnya.
Residu pembakaran sampah plastik di reaktor, kata Akbar, berupa debu. Adapun polusi udara dari reaktor, bisa dikurangi dengan teknologi agar sesuai baku mutu. “Debu residu bisa dipakai menjadi bahan campuran paving block atau batako, tapi masih perlu diuji dan diteliti apakah bakal larut atau tidak kalau terkena air,” katanya.
Kompetisi bagi mahasiswa yang disokong sebuah bank perusahaan pada akhir November 2015 itu bertujuan mencari solusi dan peluang dari kondisi perekonomian Indonesia agar meningkat. Pada lomba tersebut, Akbar yang merupakan satu-satunya finalis mahasiswa teknik meraih juara ketiga. Juara pertama dan kedua peserta dari mahasiswa ekonomi serta bisnis asal Universitas Sebelas Maret dan President University.
Akbar berharap pemerintah Indonesia mau menerapkan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak itu. Alasannya, produksi minyak terus menurun sementara pemakaian makin meningkat. Ketika pengumuman pemenang, Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli yang hadir akan merekrut Akbar. “Belum jelas maksudnya apa, saya tunggu saja tapi tidak berharap banget,” ujarnya.
Measure
Measure

Dapatkan akun Evernote gratis untuk menyimpan artikel ini dan melihatnya nanti pada perangkat apa pun.
Buat akun

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget