March 2016


BANDUNG,--- Gol tunggal Tantan lawan Bali United meloloskan Persib ke laga final Piala Bhayangkara 2016.

Persib hanya butuh satu langkah lagi untuk mengangkat trofi dan tinggal menanti lawan antara Arema Cronus atau Sriwijaya yang bertanding pada Kamis (31/3/2016).
Kemenangan 1-0 Pangeran Biru atas Bali United dalam laga semi final Piala Bhayangkara, Rabu (30/3/2016) ditentukan Tantan pada menit 78.



Setelah PP Muhammadiyah mendesak kepada Polri dan lembaga – lembaga terkait agar dilakukan pengusutan tentang meninggalnya salah satu ummat islam yang baru diduga terlibat terorisme yakni almarhum Sriyono akhirnya Mabes Polri mengakui adanya kesalahan prosedur dalam pemeriksaan yang dilakukan Densus 88.
Kepolisian Negara Republik Indonesia mengungkapkan adanya kesalahan prosedur standar operasi dalam pemeriksaan yang dilakukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terhadap terduga teroris Siyono, yang menyebabkan dirinya meninggal.




BDG.NEWS. “Para kapitalis semakin merusak,” ujar Taufan Suranto dari Dewan Pemerhati Kehutanan dan lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) dalam acara HIP (Halaqoh Islam Peradaban) yang diadakan oleh HTI Kota Bandung,  yang bertajuk “Bandung Mau Dibawa Kemana?” pada Ahad (27/03) di Masjid Al-Hidayah, Jalan Mangga, Bandung.
Dalam diskusi tersebut Taufan Suranto memberikan beberapa paparan terkait kerusakan ekologi yang terjadi di Bandung.  Menurutnya dari tahun ke tahun terjadi pengurangan jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang disebabkan pembangunan yang dilakukan oleh para kapitalis.  Pada kesempatan itu pun terjadi pembahasan terkait proyek Bandung Teknopolis. Pembangunan Bandung Teknopolis ini terjadi di daerah Gede Bage, yang notabene menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung.
Lanjutnya, beliau mempresentasikan beberapa ancaman yang mengancam kota Bandung jika proyek Teknopolis dilakukan, yaitu: pertama, ruang terbuka hijau (RTH) makin berkurang; kedua, daerah tangkapan air di Kawasan Bandung Utara (KBU) rusak; ketiga, awas banjir; keempat, awas angin puting beliung; kelima, awas amblasan tanah; dan keenam, awas gempa. 
Beliau juga manambahkan bahwa kerusakan yang terjadi di Bandung merupakan ulah tangan manusia. “Ulah tangan manusia” itu beliau artikan juga dengan membuat kebijakan yang memudahkan para kapitalis dalam membangun di kota Bandung dan mengurangi RTH.
Menanggapi hal ini, Ketua DPD II HTI Kota Bandung, Ponsen Sindu Prawito mengutip salah satu hadits Rasulullah S.A.W yang berbunyi Islam itu memiliki 70 cabang keimanan, kemimanan yang pertama yakni beriman kepada Allah dan yang terakhir menyingkirkan kotoran dari jalan. Beliau juga menjelaskan bahwa dengan menerapkan Syariat Islam maka permasalahan rusaknya Ekologi kota Bandung dapat diselesaikan. (MI Kota Bandung).



BDG.NEWS. “Bandung memiliki 1200 masalah yang belum terselesaikan”, ucap Pengamat Sosial Budaya Memet Hamdan di acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) bertajuk “Bandung Mau Dibawa Kemana?” yang digelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Bandung pada Ahad (27/03) di Maasjid Miftahul Hidayah, Jalan Mangga, Bandung. Selain Memet Hamdan, hadir juga sebagai narasumber Taufan Suranto dari Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) dan Ponsen Sindu Prawito selaku Ketua DPD II HTI Kota Bandung. 

Menanggapi pernyataan Memet Hamdan, Ponsen Sindu Prawito memberikan beberapa contoh masalah yang masih terjadi di kota Bandung, seperti : hiburan malam, pelacuran, peredaran minuman keras dan masih banyak lagi permasalahan yang harus diselesaikan. Beliau manawarkan solusi terkait permasalah yang terjadi di kota Bandung. Menurutnya, permasalahan yang terjadi di kota Bandung dikarenakan tidak diterapkannya Syariat Islam. menurutnya, jika syariat Islam diterapkan, maka 1200 permasalahan yang terjadi di Kota Bandung dapat diselesaikan. Dalam kesempatan tersebut beliau juga memberikan contoh terkait konsep penerapan Syariat Islam di zaman Rasulullah saw yang mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi. (MI Kota Bandung)

BDG.News- Pada tahun 1991 lalu jumlah warga muslim di inggris tercatat hanya 950.000, tapi siapa sangka pada tahun 2014 untuk pertama kalinya jumlah warga muslim di Inggris meningkat hingga 3 juta jiwa, Badan Nasional Statistik (ONS) yang dirilis pada akhir Januari 2016, memperlihatkan data warga muslim mencapai 3.114.992 orang pada 2014, atau setara dengan 5,4% dari total populasi.
Seperti yang dilansir Tabloid Media Umat, mengutip mingguan Mail On Sunday  yang mendapatkan data ONS, memberitakan bahwa kenaikan warga muslim ini disebabkan oleh imigrasi dan tingkat kelahiran.
Bahkan di beberapa kawasan ibu kota London, jumlah penduduk muslim mencapai 50%, seperti di Tower Hamlets, dan Newham di London timur. Bahkan mingguan tersebut memperkirakan, jika peningkatan itu berlanjut, dalam kurun 10 tahun mendatang, di dua kawasan tersebut muslim akan menjadi mayoritas  
Di luar London, yang memilik proporsi warga muslim yang cukup banyak adalah Blakburn (29%), Slough (26%), Luton (25,7%), Birmingham (23%), Leicester (20%), dan Manchester (18%). (Fatih453)


SOREANG - Tiket ke babak semifinal Piala Bhayangkara sudah pasti menjadi milik Persib Bandung setelah mengalahkan PS TNI 2-0 di babak penyisihan Piala Bhayangkara, Kamis (24/3) di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Gol Persib dicetak oleh Samsul Arif dan Atep. Samsul Arif mencetak gol lewat tendangan bebas di menit 45. Peluang tersebut didapatkan Persib setelah terjadinya handsball oleh pemain belakang PS TNI. Kedudukan bertahan 1-0.

BDG.NEWS – Miris, ketika Jokowi - Jusuf Kalla saat kampanye menyatakan akan menolak utang luar negeri jika pimpin Republik Indonesia tahun 2014 lalu. Ternyata pihak  Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia per Januari 2016 mencapai USD 308 miliar atau tumbuh 2,2 persen dari tahun ke tahun, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Desember 2015 yang tercatat 5,8 persen dari tahun ke tahun. Dengan kurs Rp 13.000 per USD maka utang luar negeri Indonesia mencapai Rp 4004 triliun.
BI menilai, jumlah utang luar negeri tersebut masih sehat, namun resikonya terhadap kondisi perekonomian tetap perlu diwaspadai. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya utang dari sektor swasta.
Statistik BI menunjukkan jika perlambatan pertumbuhan utang luar negeri terjadi pada sektor publik dan swasta. Per Januari 2016, utang luar negeri sektor publik sebesar USD 143,4 miliar atau 46,6 persen dari total utang luar negeri, dan swasta USD 164,6 miliar atau 53,4 persen dari total utang luar negeri.
Utang luar negeri publik tumbuh menjadi 5,7 persen dari tahun ke tahun pada Januari atau lebih rendah dari pertumbuhan Desember 2015 yang 10,2 persen. Sementara utang luar negeri swasta turun 0,7 persen pada Januari lalu setelah tumbuh sebesar 2,2 persen pada Desember 2015.
Dalam keterangan yang diterima redaksi (Minggu, 20/3), BI mencatat utang luar negeri terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa utang luar negeri sektor-sektor itumencapai 76,2 persen terhadap total utang luar negeri swasta.
Dibandingkan bulan sebelumnya, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor keuangan, industri pengolahan, dan listrik, gas dan air bersih melambat, sementara pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor pertambangan mengalami kontraksi lebih dalam.
Berdasarkan jangka waktu asal, utang luar negeri Indonesia didominasi oleh utang luar negeri berjangka panjang yang meliputi 87,4 persen dari total utang luar negeri. Utang luar negeri berjangka panjang mencapai USD 269,1 miliar, terdiri atas USD 140,7 miliar atau 52,3 persen utang luar negeri publik dan USD 128,4 miliar atau 47,7 persen utang luar negeri sektor swasta.
Utang luar negeri berjangka panjang tumbuh 4,8 persen dari tahun ke tahun pada Januari 2016, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2015 sebesar 8,6 persen dari tahun ke tahun.
Sementara, utang luar negeri jangka pendek tercatat sebesar USD 38,9 miliar atau 12,6 persen dari total utang luar negeri, terdiri atas utang luar negeri sektor swasta USD 36,2 miliar atau 93 persen dan utang luar negeri sektor publik sebesar USD 2,7 miliar atau 7 persen.











Simak Halqah Islam dan Peradaban (HIP) Hizbut Tahrir Indonesia, Edisi 63, 
via streaming di 

http://hizbut-tahrir.or.id/video-streaming/

Tema: Densus 88 dan RUU Terorisme: Membidik Islam?

Pembicara yang diundang hadir:

1. Asrul Sani (Anggota Komisi III DPR RI)
2. Mustafa Nahrawardaya (MPI PP Muhammadiyah)
3. Netta S Pane (Ketua Presidium IPW)
4. Yahya Abdurrahman (Ketua Lajnah Siyasiyah HTI)
Moderator: Karebet Widjajakusuma

Rabu, 23 Maret 2016
Pukul 13.00-15.30 WIB

Disiarkan dari Aula DHN Gedung Joang 45 lt. 3
Jalan Raya Cikini #Jakarta Pusat

Info: Insani 081343243827/Rikza 08138449815


foto: rappler.com

Menyikapi kisruh yang berujung bentrokan antara transportasi online dan regular, wartawan bdg.news mewawancarai Humas HTI Jabar, Ust. Luthfi Afandi, SH, MH

Apa pemicu bentrokan antara penyedia transportasi online dan regular?
Bentrokan dipicu karena pemerintah dianggap tidak adil menyikapi maraknya transportasi online. Di satu sisi, pemerintah “ketat” pengawasannya terhadap transportasi regular plat kuning, seperti  izin operasional, kewajiban membayar pajak, uji kir setiap 6 bulan, ketentuan tentang jumlah maksimal moda transportasi yang beroperasi dan aturan lainnya. Sementara transportasi online seperti dimanjakan dengan tidak memberlakukan aturan yang ketat sebagaimana halnya transportasi regular. Inilah yang memicu konflik antara transportasi online dan regular. Jadi, ini ketidakadilan dan kegagalan pemerintah urus transportasi sehingga akhirnya rakyat yang jadi korban.

Apa penyebab utamanya?
Penyebab utamanya karena negara ini menganut sistem ekonomi liberal-kapitalis yang menyerahkan semua hal kepada swasta bahkan kepada asing, termasuk diantaranya sektor transportasi. Kita tahu bahwa transportasi ini sektor yang sangat strategis, karena berhubungan dengan jutaan rakyat, maka negara tidak boleh berlepas tangan hanya sebagai regulator saja. Menyerahkan sektor transportasi yang strategis ini kepada swasta, pasti akan menimbulkan persaingan bebas yang akan berlaku rumus, yang “kuat” dialah yang menang. Selain itu, logika pihak swasta adalah “profit” alias keuntungan, maka akan sulit menghasilkan transportasi yang murah. Berbeda halnya jika dikelola pemerintah, yang seharusnya berorientasi melayani, bukan mengambil keuntungan.

Apa yang harus dilakukan pemerintah?
Pemerintah harus benar-benar serius mengurus sektor transportasi. Pemerintah memiliki kewajiban menyediakan infrastruktur transportasi publik yang aman, nyaman dan tentu murah, sehingga bisa dijangkau oleh semua kalangan. Masalah kemacetan misalnya, itu terjadi karena transportasi publik yang disediakan pemerintah kurang memadai, tidak aman dan nyaman, sehingga masyarakat berlomba-lomba membeli kendaraan pribadi.

Hal yang sering dikeluhkan pemerintah adalah soal anggaran, bagaimana menyikapinya?
Ketidakmampuan pemerintah menyediakan infrastruktur transportasi  karena sumber pendanaannya sudah dikuasai para kapitalis. Kembali lagi, ini masalah penerapan sistem kapitalisme. Kita tahu, bahwa sebagian besar sektor strategis seperti pertambangan, minyak dan gas sudah dikuasai perusahaan asing sehingga sebagian besar keuntungan dinikmati mereka. Kalaupun dananya masuk ke pemerintah, dengan sistem korup seperti ini, uangnya pun menguap entah kemana.

Jadi solusi totalnya bagaimana?
Pemerintah harus meninggalkan sistem kapitalisme. Sistem kapitalis inilah yang menjadi biang kerok berbagai masalah di dunia, termasuk masalah transportasi di Indonesia. Solusi totalnya tentu harus kembali kepada Islam, kepada syariah Islam, kepada khilafah Islam. Fakta menunjukkan, Khilafah Islam sangat serius mengurus masalah transportasi.

Sejarah membuktikan, hingga abad 19 Khilafah Utsmaniyah masih konsisten mengembangkan infrastruktur transportasi.  Saat kereta api ditemukan di Jerman, segera ada keputusan Khalifah untuk membangun jalur kereta api dengan tujuan utama memperlancar perjalanan haji.  Tahun 1900 M Sultan Abdul Hamid II mencanangkan proyek “Hejaz Railway”.  Jalur kereta ini terbentang dari Istanbul ibu kota Khilafah hingga Mekkah, melewati Damaskus, Jerusalem dan Madinah.  Di Damaskus jalur ini terhubung dengan “Baghdad Railway”, yang rencananya akan terus ke timur menghubungkan seluruh negeri Islam lainnya.  Proyek ini diumumkan ke seluruh dunia Islam, dan umat berduyun-duyun berwakaf. Itu diantara bukti keberpihakan Khilafah Islam terkait masalah transportasi.



Berdasarkan pantauan terhadap sejumlah saham taksi pada Selasa (22/3/2016), menarik dicermati bagaimana saham-saham perusahaan taksi dalam setahun ini ternyata mengalami penurunan signifikan. 

Saham PT Blue Bird Tbk pada penutupan perdagangan di Selasa stagnan di level 6.400. Padahal pergerakan saham taksi dengan lambang burung biru ini sempat berkisar antara level 6.275 hingga 6.450. 

Uniknya, emiten berkode saham BIRD ini, jika ditilik selama setahun belakangan, harga sahamnya ternyata sudah anjlok 34,68 persen. 

Perusahaan taksi lain, PT Express Transindo Utama Tbk, operator taksi Express, pada Selasa, harga sahamnya naik 0,86 persen atau naik 2 poin ke level 235. 

Sebelumnya, saham taksi Express dengan kode saham TAXI ini dibuka di level 237, dengan pergerakan saham di 235 hingga 248, dan mencatatkan volume penjualan 212,75 juta saham. 

Saham taksi Express memang terlihat naik pada Selasa, gara-gara ada demo angkutan darat yang berlangsung ricuh. Sementara yang banyak disorot media adalah taksi Blue Bird. 

Tapi jika dilihat dalam setahun, saham Express sudah terjun bebas hingga 74,03 persen. 

Bagaimana dengan saham perusahaan taksi atau perusahaan angkutan lain? 

Mari kita tengok saham PT Citra Maharlika Nusantara Tbk, perusahaan angkutan yang juga mengoperasikan taksi Cipaganti. 

Pada perdagangan saham Selasa, tidak ada pergerakan saham taksi dengan kode saham CPGT ini. Saham CPGT tetap di level 50. 

Menariknya, jika dilihat dalam setahun, saham taksi Cipaganti sudah turun hingga 52,83 persen. 

Lain lagi dengan saham taksi White Horse, milik PT Panorama Transportasi. Saham taksi dengan kode saham WEHA ini pada Selasa turun 1,54 persen atau turun 2 poin ke level 128. 

Pada pembukaan perdagangan, saham WEHA dibuka di angka 130 dengan pergerakan saham di level 128-130. 

Satu yang menarik, saham perusahaan operator taksi ini sudah turun 47,54 persen selama setahun terakhir. 

Apakah penurunan ini terkait dengan maraknya bisnis transportasi yang menggunakan aplikasi online? 

Bisnis Berisiko

Menurut ekonom dari Universitas Indonesia dan Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih, anjloknya saham Blue Bird disebabkan karena model bisnis Blue Bird dinilai lebih berisiko. 

Saat ini, Blue Bird adalah perusahaan taksi dengan harga saham paling tinggi diantara perusahaan taksi lain.  

Menurut Lana, jika dibandingkan dengan taksi Express, Blue Bird menggunakan sistem komisi. Sehingga, ada risiko armadanya akan ditinggalkan oleh supirnya. 

Sementara taksi Express memberikan fasilitas kepada para pengemudinya untuk memiliki mobil yang digunakannya selama ini.

Namun, hal yang membuat saham taksi terus tergerus adalah  belum terlihat ketegasan dari pemerintah untuk menangani perihal moda transportasi berbasis aplikasi.

Sehingga, pada akhirnya moda transportasi konvensional terkena dampaknya. "Bisa jadi sopir Blue Bird akan keluar dari armada. Mungkin itu yang dilihat oleh investor," kata Lana. 

Lana menyarankan manajemen Blue Bird untuk melakukan aksi cepat untuk menangani mogok massal ataupun pelayanan. Kalau tidak, maka tentu saja kinerjanya di bursa saham akan terpengaruh. 

Disruptif

Mengapa perusahaan transportasi berbasis online ini begitu mengganggu perusahaan taksi konvensional? Atau dalam istilah lain, teknologi disruptif? 

Pertama, dari sisi pendanaan. Uber disebut sebagai startup atau perusahaan rintisan teknologi yang fenomenal. Perusahaan ini mampu mengeruk pendanaan dari banyak pendana kaya. 

Contoh saja, di Januari lalu Uber disebut mencari pendanaan ke klien utama Morgan Stanley, dengan estimasi pendanaan yang bisa membuat valuasi nilai Uber menjadi 62,6 miliar dollar AS

Kedua, dari sisi model bisnis. Dengan sistem "ride sharing", Uber menciptakan model bisnis yang efisien dan efektif, memangkas semua regulasi dan perpajakan untuk bisnis taksi konvensional. 

Di sisi lain, pengguna dimanjakan dengan kemudahan menggunakan pembayaran berbasis kartu, serta kenyamanan layanan dibanding taksi biasa. 

Ketiga, dari sisi teknologi. Semua pihak sadar, kita semua tidak bisa menentang perkembangan internet yang luar biasa. Fenomena Uber, hanyalah salah satu dari bisnis-bisnis yang mengancam bisnis konvensional. 

Selain bisnis taksi, tengok saja bisnis media, dimana banyak perusahaan media cetak harus menutup lapaknya dan beralih menjadi media digital. 

Taksi di Asia

Uber dan layanan sejenis memang saat ini mengganggu bisnis konvensional taksi di Indonesia. Tapi di Singapura, era gangguan taksi Uber dan Grab sepertinya sudah berakhir. 

Seperti dikutip dari Bloomberg, ComfortDelGro Corp Ltd, perusahaan taksi terbesar di Singapura, kini kembali menuai profit dan tercatat sebagai perusahaan dengan bullish paling tinggi di indeks MSCI Asia Pacific Excluding Japan.

Pada penutupan perdagangan Selasa, harga saham ComfortDelGro dengan kode saham CDSP turun 0,67 persen ke level 2.980 (dollar singapura).  

Uniknya, selama setahun terakhir, saham ComfortDelGro sudah mengalami kenaikan 3,86 persen. 

Setahun lalu ketika bisnis Uber dan Grab masuk ke Singapura, saham ComfortDelGro jatuh ke level 2.877. Saat ini, saham perusahaan ini sudah berada di level 2.980. 

Berdasarkan data Nomura, insentif ke driver Uber dan Grab turun 43 persen dibanding kuartal III 2015. Dua layanan taksi online ini kini diestimasi hanya punya 7 persen pangsa pasar di Singapura. 

Dibanding menambah jumlah driver, Uber dan Grab di Singapura kini fokus untuk menaikkan profitabilitas. Yang artinya, meningkatkan jumlah taksi yang tersisa pada keuntungan dari kenaikan harga. 


Taksi Singapura menguat paska masuknya Uber dan Grab.

Apa yang dilakukan pemerintah Singapura untuk menyeimbangkan bisnis taksi? Pemerintah Singapura melegalkan bisnis taksi sistem ride sharing. Pemerintah memberikan sertifikat untuk mengoperasikan taksi online selama tiga tahun, berdasarkan aturan Penyedia Layanan Taksi Pihak Ketiga. 

Para driver dan penyedia aplikasi taksi harus tunduk pada regulasi transportasi dan mengantongi izin taksi, seperti halnya pengemudi taksi profesional. Para driver juga harus bekerja dengan koperasi yang memiliki anggota minimal 20 mobil. 

Dengan cara ini, operasional antara taksi dengan online booking dan taksi biasa jadi setara. Sama-sama harus memiliki aneka izin untuk mengoperasionalkan taksi. 

Tidak hanya terjadi di Singapura, pasar yang seimbang antara taksi konvensional dengan taksi berbasis aplikasi online juga terjadi di Asia. 

Di China, regulasi terbaru menyeimbangkan keuntungan antara taksi biasa dengan taksi sistem ride sharing, berdasarkan laporan South China Morning Post. 

Hal ini berarti, sebenarnya permasalahan antara taksi konvensional dengan taksi berbasis ride sharing masih bisa diatasi dengan regulasi yang baik yang memberikan kesempatan mencapai pendapatan yang fair antara para driver-nya. 

Namun mungkin, ke depan ancaman bagi bisnis taksi konvensional bukanlah taksi ride sharing. Tapi, mobil setir sendiri atau self-driving car. Siapa tahu, bukan? 
(Aprillia Ika, Kompas)


BDG.NEWS- BOGOR- Water and Jobs, adalah tema yang diangkat dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia.  Guru Besar Sumber Daya Air Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA Institut Pertanian Bogor Hidayat Pawitan mengungkapkan beberapa sektor kehidupan seperti budidaya pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan bergantung pada air.
"Semua sektor tersebut secara global mempekerjakan sekitar satu miliar orang yang merupakan pengguna air terbesar di dunia," kata Hidayat, Selasa (22/3).

Dia menjelaskan, Direktur General UNESCO Irina Bakova mengungkapkan 2,3 miliar penduduk bumi mengalami perbaikan layanan air minum antara 1990 hingga 2010. Sayangnya, lanjut Hidayat, masih ada 700 juta orang yang tidak memiliki akses terhadap air bersih dan aman untuk kehidupan sehat.

"UN World Water Development Report 2016 mencatat dua miliar orang masih membutuhkan peningkatan sanitasi dengan gender disparitas," jelas Hidayat.

Pada saat bersamaan, kata Hidayat, kebutuhan air meningkat khususnya di kawasan ekonomi yang berkembang dengan pertanian, industri, dan kota berkembang. Menurutnya, status sumber daya air global juga terpengaruh dengan kondisi perkembangan sumber daya air di Indonesia dengan 80 persen untuk kebutuhan banyak sektor.


Hidayat menyatakan perkembangan tersebut menimbulkan tantangan baru dalam menyeimbangkan kebutuhan air di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Sementara itu, ia menilai berbagai sektor telah mengorbankan daya dukung dan kesehatan lingkungan.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget