May 2016



Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Kota Bandung mengadakan Diskusi Publik dengan tema “Pergaulan Sehat Generasi Muda; Aset Masa Depan Kota Bandung” di Pendopo Kota Bandung, pada sabtu (28/5). Ratusan Mahasiswa beserta Intelektual dan tokoh masyarakat mengikuti acara dengan antusias.

Perwakilan dari Pemerintah Kota Bandung, Tatang Muhtar, S.Sos., M.Si mengatakan, pertemuan bersama BKLDK merupakan pertemuan strategis, sebab Bandung merupakan kota pendidikan juga. “Mahasiswa butuh kita, kita juga butuh mahasiswa untuk bersinergi bersama di masyarakat”, terangnya.

Tatang juga menyampaikan apresiasinya terhadap agenda BKLDK dan survei yang dilakukan, sebab di era globalisasi saat ini sangat sulit untuk membendung arus informasi. Pertanyaannya bagaimana cara membendung arus negatif dari informasi. Jawabannya sederhana, kita harus membekali masyarakat dengan moralitas supaya bisa membedakan antara yang salah dan benar. “kampanye kebaikan jangan sampai kalah dengan kampanye kekerasan dan penyakit masyarakat yang lain”, jelasnya. Tatang yang merupakan Kabag Kesra itu melanjutkan, hal tersebut bisa dilakukan dengan memberikan informasi terkait program pemerintah kota Bandung yakni Maghrib Mengaji dan gerakan Ayo Bayar Zakat.

Yuana Ryan Tresna, M.Ag sebagai pembicara keduapun memberikan apresiasi kepada survei yang dilakukan oleh BKLDK Kota Bandung. Beliapun menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah kota Bandung dengan program-program kreatifnya adalah sesuatu yang baik, namun pemerintah kota Bandung tidak cukup melakukan gerakan sosial, akan tetapi program semacam itu lebih cocok dilakukan oleh ormas. Sedangkan untuk ranah pemerintah seharusnya membangun sistem kontrol pergaulan masyarakat berupa aturan. Beliau mengutip sebagaimana hasil survei BKLDK bahwa 81% responden setuju adanya aturan yang tegas oleh pemerintah untuk mengatur pergaulan generasi muda.
Yuana yang juga merupakan Ketua Tim Perumus Konsep Bandung Barokah ini, menyampaikan bahwa gerakan Bandung Barokah mengusung desain pembangunan kota yang berlandaskan iman dan taqwa. Sebagaimana yang diterangkan di dalam al-Qur’an Surah Al’A’raf ayat 96. Barokah itu berarti ziyadatul-khoir, yaitu kebaikan yang bertambah. Iman dan taqwa merupakan kunci pembuka untuk kebarokahan, yaitu dengan diaturnya masyarakat berdasarkan Islam. “Harus ada penataan ulang terhadap pembangunan yang selama ini ada,, seperti masih adanya tempat-tempat maksiat yang legal”, ungkap yuana.

Pembicara ketiga, Eri Taufik Abdulkarim selaku Pembina BKLDK Kota Bandung menyampaikan bahwa aktivis pra reformasi dan saat reformasi terbagi menjadi 3, yaitu nasionalis, komprador dan Islam. Dahulu simbol-simbol keagamaan jarang ada akan tetapi dari sisi pergaulan masih bisa dikontrol, sedangkan pasca reformasi, kebebasan sangat diumbar dan menjadi awal mula maraknya aktivitas seks bebas.

Taufik mengatakan bahwa jika mahasiswa aktif dalam kontrol sosial, maka bisa diluncurkan program pendidikan seks syar’i, sebab jika dibiarkan, kondisi Indonesia yang hancur akan dimanfaatkan oleh para komprador untuk mengambil keuntungan. “mahasiswa harus mengambil posisi yang kuat dalam mengusung perubahan, BKLDK selaku lembaga mahasiswa akan menggalakkan program pembinaan yang akan mengokohkan pilar-pilar masyarakat terutama terkait ketakwaan individu dan kontrol sosial masyarakat” terang beliau. Pimpinan Majelis Inspiring Al-Qur’an ini juga menambahkan bahwa mahasiswa tidak bisa mengambil tindakan represif di masyarakat karena beresiko terkena hukum yang saat ini tidak memihak pada aktivitas-aktivitas represif. “mahasiswa hanya bisa melakukan aktivitas di ranah edukasi”, ungkapnya


Pada Acara ini juga dilaunching hasil survei BKLDK terkait kontrol sosial mahasiswa kota Bandung terhadap persoalan seks bebas. Diperoleh hasil bahwa 93% mahasiswa setuju agar dibekali pemahamaan agama supaya terhindar dari aktivitas seks bebas. Selain itu 88% responden setuju kampus memfasilitasi pembinaan khusus untuk para mahasiswa. Demikian pula 81% responden setuju pemerintah menetapkan aturan yang tegas agar pergaulan remaja tidak mengarah pada seks bebas. [] If


Ketua Tim Perumus Konsep Bandung Barokah dari HTI Bandung Yuana Ryan Tresna menilai bahwa harus ada penataan kembali sistem sosial khususnya terkait pergaulan laki-laki dan perempuan. “Tidak cukup kesadaran bahwa seks bebas itu haram, tetap harus tumbuh sistem kontrol sosial di tengah masyarakat dan penegakkan aturan yang tegas,” ujarnya di acara diskusi publik dalam rangka public expose hasil survei BKLDK (28/5) di Pendopo Walikota Bandung. Yuana juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak cukup dengan melakukan gerakan moral atau gerakan sosial, tetapi harus sampai pada pembangunan sistem kontrol yang baik di tengah masyarakat dan penegakan aturan yang tegas.

Pada kesempatan itu, Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Koordinator Daerah Kota Bandung menyampaikan kepada publik hasil survei terkait “Kontrol Sosial Mahasiswa Muslim di Kota Bandung Terhadap Masalah Seks Bebas”. Diantara hasilnya, lebih dari 90% responden menyatakan kalau perilaku seks bebas banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan rasa ingin tahu dari para remaja.

Menurut Tim Survei BKLDK Fauzi, survei tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai: (1) Persepsi mahasiswa Kota Bandung menyangkut pengetahuan, pemahaman dan aktivitas mahasiswa terhadap seks bebas; (2) Kontrol mahasiswa Kota Bandung terhadap seks bebas.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode stratified random sampling (acak berlapis), dan dilakukan wawancara langsung (face to face interview) non indeep,” paparnya. Survei yang dilakukan pada periode waktu 11 April – 16 Mei 2016 ini dilakukan terhadap 1031 mahasiswa  D3 dan S1 di 20 Perguruan Tinggi di Kota Bandung.

BKLDK menyebutkan bahwa poin-poin yang disurvei adalah: (1) tingkat pengetahuan, yang meliputi pengetahuan umum, bentuk-bentuk, factor, dan dampak seks bebas; (2) sikap yang meliputi kognitif, afektif, dan konatif; dan (3) kontrol yang meliputi preventif dan represif. []
A. Azhar



Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Koordinator Daerah Kota Bandung menyampaikan kepada publik hasil survei terkait “Kontrol Sosial Mahasiswa Muslim di Kota Bandung Terhadap Masalah Seks Bebas”. Diantara hasilnya, pernyataan hubungan seks hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah dinyatakan benar oleh 96% responden dan pernyataan seks bebas boleh dilakukan sebagai ekspresi cinta tulus dari pasangannya dinyatakan salah oleh 93% responden. Demikian juga pernyataan hubungan seks boleh dilakukan selama tidak menyebabkan kehamilan dinyatakan salah oleh 93% responden dan pernyataan melakukan hubungan seks boleh asal dengan pacar sendiri dikatakan salah oleh 94% responden. Sebagai mahasiswa muslim, pernyataan seks bebas dilarang karena perbuatan dosa dinyatakan benar oleh 92% responden.

Hasil ini tentu sangat menggembirakan pada saat kondisi pergaulan mahasiswa dan remaja kian mengkhawatirkan, yang ditunjukkan makin maraknya seks bebas di kalangan pemuda, khususnya mahasiswa. Bahkan tidak jarang, persoalan birahi ini berujung dengan tindakan kriminalitas. Kesadaran bahwa seks bebas adalah perbuatan yang salah dan berdosa, harus terus dipelihara dan ditingkatkan pada level meningkatnya kontrol sosial untuk mencegah pergaulan bebas tersebut.
BKLDK Korda Kota Bandung merilis hasil survei pergaulan mahasiswa Kota Bandung (28/5) di Pendopo Walikota Bandung. Menurut Tim Survei BKLDK Fauzi, survei tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai: (1) Persepsi mahasiswa Kota Bandung menyangkut pengetahuan, pemahaman dan aktivitas mahasiswa terhadap seks bebas; (2) Kontrol mahasiswa Kota Bandung terhadap seks bebas.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode stratified random sampling (acak berlapis), dan dilakukan wawancara langsung (face to face interview) non indeep,” paparnya. Survei yang dilakukan pada periode waktu 11 April – 16 Mei 2016 ini dilakukan terhadap 1031 mahasiswa  D3 dan S1 di 20 Perguruan Tinggi di Kota Bandung.

BKLDK menyebutkan bahwa poin-poin yang disurvei adalah: (1) tingkat pengetahuan, yang meliputi pengetahuan umum, bentuk-bentuk, factor, dan dampak seks bebas; (2) sikap yang meliputi kognitif, afektif, dan konatif; dan (3) kontrol yang meliputi preventif dan represif. []

A. Azhar


Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Koordinator Daerah Kota Bandung menyampaikan kepada publik hasil survei terkait “Kontrol Sosial Mahasiswa Muslim di Kota Bandung Terhadap Masalah Seks Bebas”. Diantara hasilnya, 76% responden setuju kalau pacaran dilarang dalam agama Islam, meski pendapat responden masih beragam terkait statemen aktivitas pacaran merupakan bagian dari seks bebas.

Temuan lainnya adalah 80% responden setuju untuk ada aturan terkait interaksi antara laki-laki dan perempuan,89% rerponden setuju kalau seks bebas merusak generasi muda dan masyarakat, dan yang tak kalah menarik adalah 89% responden setuju kalau media-media yang memuat konten pornografi dan pornoaksi menjadi penyebab maraknya seks bebas.

Hasil ini tentu sangat menggembirakan pada saat kondisi pergaulan mahasiswa dan remaja kian mengkhawatirkan, yang ditunjukkan makin maraknya seks bebas di kalangan pemuda, khususnya mahasiswa. Dengan hasil survei ini, aktivitas dakwah dan pembinaan pemuda dan remaja harus terus ditingkatkan.

BKLDK Korda Kota Bandung merilis hasil survei pergaulan mahasiswa Kota Bandung (28/5) di Pendopo Walikota Bandung. Menurut Tim Survei BKLDK Fauzi, survei tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai: (1) Persepsi mahasiswa Kota Bandung menyangkut pengetahuan, pemahaman dan aktivitas mahasiswa terhadap seks bebas; (2) Kontrol mahasiswa Kota Bandung terhadap seks bebas.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode stratified random sampling (acak berlapis), dan dilakukan wawancara langsung (face to face interview) non indeep,” paparnya. Survei yang dilakukan pada periode waktu 11 April – 16 Mei 2016 ini dilakukan terhadap 1031 mahasiswa  D3 dan S1 di 20 Perguruan Tinggi di Kota Bandung.

BKLDK menyebutkan bahwa poin-poin yang disurvei adalah: (1) tingkat pengetahuan, yang meliputi pengetahuan umum, bentuk-bentuk, factor, dan dampak seks bebas; (2) sikap yang meliputi kognitif, afektif, dan konatif; dan (3) kontrol yang meliputi preventif dan represif. []
A. Azhar









Pelaku JS dan ibunya AS saat diinterogasi polisi (kicknews.today)
Pelaku JS dan ibunya AS saat diinterogasi polisi (kicknews.today)
Lombok Timur, – Pelaku pembuangan bayi perempuan yang ditemukan di kebun pisang Dusun Pererenan Desa Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (24/5) lalu itu, ternyata ibu kandungnya sendiri. Terungkap pengakuan yang sangat memperihatinkan, ternyata bayi itu hasil hubungan anak dengan ibu kandungnya.

Mahasiswa Bandung terkenal dengan sex bebas, narkoba dan serba negatif lainnya. 

Ada temuan mengejutkan dari Mahasiswa di Kota Bandung  Ini, yaitu sesuai hasil survey dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Koordinator Daerah Kota Bandung menyampaikan kepada publik hasil survei terkait “Kontrol Sosial Mahasiswa Muslim di Kota Bandung Terhadap Masalah Seks Bebas”. Diantara hasilnya, 93% mahasiswa setuju agar dibekali pemahamaan agama supaya terhindar dari aktifitas seks bebas.
ilustrasi gambar walikota bandung dengan mahasiswa unisba ( web pikiran rakyat)


Dalam survei tersebut juga ditemukan 94% responden setuju agar orang tua lebih terbuka dan berkomunikasi dengan anaknya, 57% responden setuju untuk diterapkannya aturan pergaulan laki-laki dan perempuan oleh kampus, 71% responden setuju masyarakat ikut serta mengontrol pergaulan kalangan mahasiswa, 88% responden setuju kampus memfasilitasi pembinaan khusus untuk para mahasiswa, dan 81% responden setuju pemerintah menetapkan aturan yang tegas agar pergaulan remaja tidak mengarah pada seks bebas.

BKLDK Korda Kota Bandung merilis hasil survei pergaulan mahasiswa Kota Bandung (28/5) di Pendopo Walikota Bandung. Menurut Tim Survei BKLDK Fauzi, survei tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai: (1) Persepsi mahasiswa Kota Bandung menyangkut pengetahuan, pemahaman dan aktivitas mahasiswa terhadap seks bebas; (2) Kontrol mahasiswa Kota Bandung terhadap seks bebas.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode stratified random sampling (acak berlapis), dan dilakukan wawancara langsung (face to face interview) non indeep,” paparnya. Survei yang dilakukan pada periode waktu 11 April – 16 Mei 2016 ini dilakukan terhadap 1031 mahasiswa  D3 dan S1 di 20 Perguruan Tinggi di Kota Bandung.

BKLDK menyebutkan bahwa poin-poin yang disurvei adalah: (1) tingkat pengetahuan, yang meliputi pengetahuan umum, bentuk-bentuk, factor, dan dampak seks bebas; (2) sikap yang meliputi kognitif, afektif, dan konatif; dan (3) kontrol yang meliputi preventif dan represif. []
A. Azhar


Permasalahan kehidupan saat ini mau tidak mau kita akui semakin menjadi-jadi. Masalah yang muncul teramat komplek dalam kehidupan ini. Mulai dari permasalahan aqidah, ibadah, sosial, ekonomi, keamanan, pergaulan hingga pemerintahan. Tak cukup hanya itu, berbagai serangan pemikiran datang menghantui kaum muslimin. Mau tidak mau, umat Islam harus cerdas dalam melakukan pergerakan menyelesaikan hal tersebut, jika ingin menyelesaikan dengan tuntas. Berbagai kajian islam pun telah digelar. Namun tak sedikit yang hanya bisa memberikan solusi menghindar atau uzlah dari berbagai hingar bingar dunia.

Nah, untuk sobat muslim dan muslimat Bandung dan sekitarnya. Insyaa Allah akan dibukan kajian Islam Kaffah. Sebuah kajian yang akan mencoba membahas penyelesain problem kehidupan dengan cara Islam secara komprehensif. Sehingga islam akan terlihat keren karena ternyata mampu menyelesaikan problematikan ummat dengan metode nya yang digali dari Al Quran dan Sunnah. Tertarik?

Pemateri : Luthfi Afandi (Sharia Life Coach)
Mulai Kajian : 11 Juni 2016
Waktu : Setiap Sabtu jam 09.30 sd dzuhur
Lama : 16 kali pertemuan Selama Ramadhan dan 3 bulan setelahnya
Tempat : Gedung Wakaf 99, Jl Sidomukti No 99H, Bandung

Semoga info kajian ini bermanfaat bagi sahabat di Bandung dan sekitarnya ya.. Jika tidak di Bandung, bisa bantu sebarkan di medsos Kajian Islam Kaffah ini, siapa tahu ada kolega di Bandung dan sekitarnya yang tertarik, insyaa Allah jadi amal jariyah..

Ustadz di wilayah kampung Cikancung,Desa Mekarhurip, Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut Harus lebih waspada, pasalnya baru-baru ini beberapa ustadz mendapatkan aksi teror. tokoh Muhammadiyah Garut KH. Aban Soban salah satunya. 

Bukan hanya meneror, para pelaku bahkan berani merobek-robek Alquran dengan menggunakan pisau dan memutuskan kabel pengeras suara di salah satu masjid.

Selain aksi teror berupa pelemparan masjid dan menyobek-nyobek Alquran, pelaku juga telah memutuskan kabel pengeras suara di salah satu masjid. Hal itu terjadi pada hari Selasa 10 Mei 2016,” ujar Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Garut M Yusup Sapari sebagaimana dilansir sindonews, Kamis (12/5/2016).

Menurut keterangan Yusup, alquran yang disayat-sayat itu menggunakan pisau cutter dan terdapat sobekan kertas berisi kalimat kasar

Untuk menghadapi aksi teror ini, pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Garut telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, Koramil, dan aparat desa setempat.

Kami telah laporkan hal ini kepada pihak kepolisian, Koramil dan pemerintahan desa setempat. Kami berharap pihak aparat keamanan menyikapi laporan kami ini dengan serius, serta mengungkap pelakunya, dan kemudian memprosesnya secara hukum,” jelas Yusup. [AH]

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto akhirnya menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang akan membubarkan organisasi keagamaan yang menganut paham anti Pancasila.

Ismail menegaskan bahwa Ideologi HTI tidaklah bertentangan dengan Pancasila, HTI merupakan kelompok dakwah Islam yang menyuarakan berdirinya Khilafah Islamiyah. 

Kami tidak termasuk yang bertentangan dengan Pancasila. Kami kelompok dakwah Islam,” ujar Juru Bicara HTI Ismail Yusanto sebagaimana dilansir detik, Selasa (10/5/2016).

Ismail menjelaskan bahwa yang diperjuangkan HTI itu Islam, murni Islam tidak ada yang lain. Maka dari itu Ismail merasa bahwa HTI tidak termasuk dari apa yang dikatakan Pak Tjahjo.

Menurut Ismail yang dilarang menurut UU Ormas yang menyebarkan paham yang bertentang dengan Pancasila seperti paham komunisme, leninisme, dan marxisme.

Islam tidak termasuk, dan kami tidak bertentangan dengan Pancasila berdasarkan UU itu,” tegas dia.

Lebih lanjut Ismail mencurigai bahwa lahirnya rezim refresif dimana Pancasila dijadikan dalih untuk menekan dakwah Islam.

Sedang terkait khilafah yang selalu diserukan organisasinya, dia menyampaikan bahwa khilafah adalah bagian ajaran Islam. “Intinya menjalankan syariah secara kaffah, persaudaraan, dakwah. Ndak ada yang lain-lain,” tutup Ismail.[bdg.news/islamedia/die]

Yani, Gajah yang sempat sakit itu akhirnya mati
bdg.news, Bandung.- Ratusan pengunjung tertahan di halaman parkir Kebun Binatang Bandung. Kawasan ini ditutup sementara selama otopsi gajah Yani berlangsung.
Pantauan “PR” pada Kamis, 12 Mei 2016, pukul 09.30 WIB, beberapa unit bus sudah terpakir di lapangan parkir. Ratusan pengunjung, mayoritas anak-anak dengan seragam sekolah mereka, tak bisa masuk gerbang yang dikunci.
Salah petugas keamanan memasang pengumuman pelarangan masuk di selembar kertas yang ditempel di gerbang. Kepada para pengunjung ia menginformasikan akses masuk bakal dibuka lagi sekitar pukul 12.00 WIB.
“Kami tidak tahu kalau akses masuk ditutup. Rencana piknik diubah, kami akan menuju Taman Lalu Lintas dulu,” kata Komalasari (37), guru PAUD Sakura I Kerawang yang datang bersama 75 murid dan 75 orang tua mereka.
Rombongan datang dengan dua unit bus besar. Ini merupakan kunjungan pertama mereka ke Kebun Binatang Bandung. “Kami tidak tahu kondisi di dalam seperti apa. Ini pertama kali,” kata Komalasari.
Andi (5), yang datang bersama kedua orang tuanya dari Rancaekek, mengaku kecewa tidak bisa masuk ke Kebun Binatang. Ia ingin sekali melihat gajah. “Yang paling seneng ya gajah. Besar,” ucapnya.
Otopsi gajah Yani dilakukan untuk mengetahui penyakit yang telah membunuhnya. Salah satu kekhawatiran utama tim dokter adalah penyakit tersebut ternyata menular dan berpotensi menjangkiti binatang-binatang lainnya.*** (Pikiran-Rakyat.com)


Bdg.news-Bandung, pemain muda persib Bandung Gian Zola menegaskan pentingnya sholat dalam aktivitas sehari-hari. Bagi dirinya sholat adalah aktivitas paling utama dan salah satu kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap muslim.

“sholat itu adalah ibadah yang paling utama” tutur Zola saat dihubungi bdg.news di lobby SMAN 25 Bandung, Senin (9/5).

Dirinya merasa cemas jika kematian datang kepadanya saat tidak melaksanakan sholat.

“sebelum berlatih dan bermain, saya selalu sempatkan sholat yang tidak sampai 5 menit. ” tegasnya.
Hal ini pun dipertegas oleh Adi. seorang guru yang pernah mengajar Zola sewaktu di kelas 11,
dirinya selalu mengingatkan semua anak didiknya agar melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim terutama sholat.

“ya, saya selalu mengingatkan anak didik saya, agar tidak lupa mengerjakan sholat, bahkan pada saat KBM berlangsung, saya mempersilakan para siswa yang belum melaksanakan sholat agar segera sholat” tuturnya.

Adi pun menjelaskan. Ibadah sholat itu adalah kewajiban dan tidak bisa diganti dengan apapun dan siapapun.

“ini kewajiban individu muslim, baik pemain sepak bola, pejabat dan presiden sekalipun yang mengaku muslim, wajib hukumnya melaksanakan sholat” tambahnya.

Pemain yang bercita-cita ingin meng-umrahkan ibunya ini berhasil lulus sekolah dengan memuaskan. (die)



Bdg.news-Bandung, SMA Negeri 25 Bandung menjadi pilihan favorit bagi siswa yang ingin melanjutkan ke tingkat yang lebih lanjut. terutama bagi yang memiliki potensi mengolah sikulit bundar. Beberapa siswa lulusan sekolah ini berhasil menjadi pengisi squad maung Bandung, tim kebanggan warga Jawa Barat. Sebut saja M. Natsir, Febri Haryadi dan Gian Zola  Sederatan nama itu adalah alumnus dari SMAN 25 Bandung.

Jakarta, Pemilihan DKI 1 bakal diramaikan oleh majunya Ibu Tri Risma (Walikota Surabaya). Hal ini telah ramai dibicarakan setelah Ipang Wahid, mengunggah poster Karisma (Tim pengusung Bu Risma) di akun facebooknya.


Ini akan menarik, setelah sejumlah tokoh Nasional terseret ikut dalam upaya kemenangan menjadi gubernur DKI 1. Setelah ramai dengan Adhyaksa Dault, Yuzril Ihza Mahendra, Sandiago Uno, Hingga nama beken Ahmad Dhani menyemarakkan proses menuju DKI 1.




Tweet menarik dari Mas @ferrykoto, Judul oleh Redaksi

  1. Sebenarnya meributkan HTI ini soal apa? (1) Keyakinan HTI menerapkan ajaran Islam akan buat negeri lbh baik atau (2) HTI ingin ganti pancasila
  2. Kalau HTI punya keyakinan demikian, ya sah2 saja, dilindungi UU malah, bahkan Pancasila sila pertamanya menegaskan keyakinan pd ajaran agama
  3. Kalau HTI ingin ganti Pancasila? Lha bagaimana HTI bisa menggantinya, wong HTI bukan Parpol, bukan kekuatan Politik yg tdk punya wakil di DPR
  4. Kalaupun HTI misal jd parpol, ya jgn dipilih caleg2nya, kalau yakin Pancasila itu dasar negara yg sesuai untuk negeri ini. #GituAjaKoqRepot
  5. Lagipula Dasar Negara, konstitusi & bentuk negara adalah hasil dari kesepakatan politik yg dibuat oleh MANUSIA, yg fitrahnya selalu berubah
  6. Jadi kalau ingin pertahankan "kesepakatan" tsb, caranya mudah saja. Buktikan kesepakatan tsb memang sesuai dgn cita2 Indonesia merdeka
  7. Cita2 untuk mengantarkan rakyat Indonesia menjadi masyarakat sejahtera, adil dan makmur.
  8. Jika cita2 itu tdk pernah terwujud, ya bisa jadi "kesepakatan"nya perlu direkonstruksi atau diganti?
  9. Di Nusantara ini negara yg pernah ada bukan hanya Indonesia. Itu merupakan bukti bahwa negara pun datang dan pergi.
  10. Terkait negara yg jalankan syariat Islam, di Nusantara ini pun pernah berdiri beberapa negara. Yang terbesar Kesultanan Demak
  11. Bahkan kerajaan2 di Jawa sebelum penjajahan Belanda, justru kerajaan2 yg jalankan ajaran Islam yg kuat.
  12. Mungkin banyak yg lupa, Raja Jogja itu dipanggil SULTAN, sebutan dlm kerajaan berciri Islam.
  13. Di Nusantara ini juga pernah berdiri Kerajaan Hindu, Budha, malah besar2 dan diakui dunia sebagai negara2 yg besar dan kuat
  14. Semua negara besar dan kuat itu akhirnya "gulung tikar" juga, digantikan dgn negara baru. Kenapa terjadi?
  15. Terjadi karena manusia terus berubah, alam berubah, kondisi berubah dan kesepakatan2 dalam bernegara bisa juga berubah. Itu sunatullah
  16. Kembali soal kesepakatan kita bernegara Indonesia dgn dasar Pancasila, jk masih yakin itu kesepakatan yg baik u/ rakyat nusantara, Buktikan
  17. Buktikan rakyat di Nusantara bs hidup adil makmur sejahtera.Karena sesungguhnya apapun negaranya pemilik sah negeri ini ya RAKYAT Nusantara
  18. Jika ditengah rakyat mulai banyak berkembang pemikiran2 baru, termasuk pemikiran merekonstruksi dasar negara, itu artinya saat intropeksi
  19. Intropeksi apakah ada yg salah dg kesepakatan bernegara yg dibuat, atau ada yg sdh tdk sesuai zaman atau jgn2 bukan dasar negaranya yg salah
  20. Tapi justru kita yg selalu salah dlm memilih orang2 yg menjalankan Negara.Terpilih org yg tdk paham menjalankan negara berdasarkan Pancasila
  21. Begitu hemat saya, soal ribut2 HTI ini. Jikapun ada yg kontra dgn pemikiran2 HTI maka bertarung pemikiran sajalah dgn benar, ikuti aturan
  22. Ndak usah ribut2 apalagi sampai provokasi rakyat misal. Lebih baik berdiskusi daripada hujat2an dan merasa paling benar. Demikian Wassalam




Tim Juri dari Datsun sedang melakukan penilaian terhadap peserta audisi di lapangan basket SMA Negeri 25 Bandung, rabu (3/5) photo: Adi Handarwanto
Bdg.news, Bandung-  Melalui festival musik yang diselenggarakan di 9 sekolah kabupaten dan kota Bandung, Datsun sebagai fasilitator berharap dapat memunculkan bakat terpendam yang dimiliki oleh siswa di setiap sekolah. 

Key Account Head Dealer Datsun Padjajaran Bachtiar Arif saat dihubungi bdg.news di pelataran SMA Negeri 25 Bandung, Rabu (3/5) menuturkan melalui acara Datsun menggapai mimpi ini kita mau mencari bakat-bakat yang terpendam di setiap sekolah.

"lewat acara Datsun menggapai mimpi dan sebagai fasilitor, diharapkan bisa memunculkan bibit-bibit bakat anak sekolah yang terpendam dalam bidang musik" tutunya.

Setelah mengadakan audisi di setiap sekolah, maka akan dicari 2 pemenang dari tiap sekolah untuk diperlombakan tanggal 5 Juni 2016 di Datsun festival mendatang yang tempatnya masih dalam konfirmasi.

Selain mengadakan acara ini, Datsun juga mempromosikan edisi limited edition Datsun yang baru launching bersama tim Persib di stadion Siliwangi Bandung baru-baru ini, dan edisi special ini hanya diproduksi sejumlah 80 unit dengan ciri khas warna biru yang baru tersedia di dealer Datsun Padjajaran Bandung.

Selain diadakan festival musik, acara ini juga dihibur oleh penampilan lomba mini futsal antar kelas. (Die)

Masuknya 10 kepolisian sektor di wilayah hukum Polres Kota Tangerang ke Kepolisian Daerah Banten secara otomatis akan diikuti dengan perubahan nomor pelat kendaraan bermotor dari B ke A.
Nampaknya pelat kendaraan bermotor akan mengalami perubahan. ini akan terjadi di wilayah hukum Polres Kota Tangerang ke Kepolisian Daerah Banten.

Secara otomatis pelat kendaraan yang memakai B akan berubah menjadi A. Kapolda Banten Brigadir Jendral Ahmad Dofiri menuturkan perubahan pelat nomor kendaraan ini akan diberlakukan secara bertahap. " ya, secara otomatis akan berubah, tetapi akan dilakukan secara bertahap" tuturnya di Polres Tangerang Tigaraksa, Selasa (3/5).

Dofiri mengatakan perubahan pelat kendaraan bisa dimulai pada pembelian unit kendaraan baru. Apabila masyarakat di wilayah hukum Polres Kota Tangerang membeli kendaraan baru, secara otomatis akan mendapatkan plat nomor dengan kode A ( Banten).

Untuk kendaraan lama, kata Dofiri, perubahan dilakukan berdasarkan berlakunya Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). "Jika masa berlaku STNK lima tahun sudah habis, ketika diperpanjang akan diganti dengan A," tuturnya.

Berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor 75 tahun 2016, Polda Banten meliputi Polres Kota Tangerang, Polres Serang, Polres Cilegon, Polres Pandeglang dan Polres Lebak.

Sebanyak 17 polsek di wilayah Kabupaten Tangerang juga dipecah. Sepuluh polsek masuk Polda Banten, yakni Polsek Cikupa, Pasar Kemis ( Kecamatan Pasar Kemis dan Sindang Jaya), Balaraja ( Kecamatan Balaraja dan Sukamulya), Tigaraksa, Mauk, Kronjo ( Kecamatan Kronjo dan Gunung Kaler), Kresek, Cisoka ( Kecamatan Cisoka, Solear, Jayanti), Rajeg dan  Panongan.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto menyerahkan masalah perubahan nomor kendaraan ini kepada Polda Banten. "Perubahan itu menjadi kewenangan Polda Banten," katanya.

Moechgiyarto berharap masyarakat bisa menerima dan cepat beradaptasi dengan perubahan daerah hukum ini. "Jadi sekarang kalau ada apa-apa yang berhubungan dengan pengamanan, masalah hukum sudah harus ke Polda Banten, bukan Polda Metro Jaya lagi," tegasnya.(AH)

Sambut libur panjang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui jubir PT KAI Agus Komaruddin mengatakan akan menyiapkan 16 kereta tambahan dalam menyambut libur panjang dan siap beroperasi mulai hari selasa ini, hingga tanggal 9 Mei 2016.

Permintaan dari masyarakat menjadi pertimbangan bagi PT KAI dalam menambah gerbong kereta.
"yang paling diminati adalah jarak menengah, Jakarta-Bandung, Jakarta-Cirebon, Jakarta-Solo. tuturnya.

Untuk libur pekan ini Agus memperkirakan kenaikan penumpang sebesar 0,8 persen, jumlah ini setara dengan 16 ribu penumpang yang hampir sama dengan kondisi akhir pekan.

Keenam belas kereta tambahan ini meliputi dua kereta fakultatif Argolawu Solo-Gambir pulang pergi, dua kereta Argo Dwipangga fakultatif Solo-Gambir pulang pergi dan empat kereta Argo Parahyangan fakultatif Bandung-Gambir pulang pergi. Selanjutnya, empat kereta Argo Jati fakultatif Cirebon-Gambir pulang pergi dan empat kereta Cirebon Ekspres jurusan Cirebon-Gambir pulang pergi.

Hingga siang ini, Agus menuturkan masih banyak tiket tersedia. Kecuali tiket untuk jurusan ke Jawa Tengah yang pada 4 Mei hampir habis. Dia memperkirakan titik puncak keramaian pengguna kereta api antara 4 Mei hingga 8 Mei 2016. (die)

Turis Prancis Amokrane Sabet harus merelakan nyawanya hilang setelah menikam dan membunuh seorang petugas. Turis yang mantan atlet bela diri ini ditembak mati oleh polisi di Bali.

Kepala Kepolisian Daerah Bali Mayjen Sugeng Priyanto mengatakan Sabet ditembak pada Senin, (2/5) di depan villa sewaannya di Badung. Sebagaimana dilansir dari laman Asian Correspondent, saat hendak ditangkap, Sabet—yang visa turisnya berakhir September lalu—mengacungkan pisau kepada polisi dan petugas imigrasi.

Sabet mengejar seorang petugas dan berulang kali menikamnya hingga jatuh. Sugeng mengatakan polisi menembak Sabet setelah ia mengabaikan tembakan peringatan.

"Kami memberinya tembakan peringatan. Pelaku menikam salah satu petugas kami di beberapa tempat. Dia mengabaikan tembakan peringatan sehingga kami menembaknya," kata Sugeng

Petugas yang ditikam, Anak Agung Putu Sudi, 39 tahun, juga meninggal karena delapan luka tikaman di leher, paha, dan dada. Sudi memburu Sabet setelah menerima keluhan dari warga yang menyebut Sabet, 49 tahun, sebagai biang kericuhan.

"Dia tinggal di Bali selama dua tahun dan membuat banyak masalah bagi penduduk setempat, seperti menolak membayar setelah makan di restoran lokal," ujar Sugeng. Sabet juga kerap menolak membayar fasilitas wisata.

Anehnya, posting-an pada akun Facebook Sabet muncul lebih dari 24 jam setelah kematiannya. Tidak diketahui siapa yang membuat posting-an itu.


 
BDG.NEWS. “Khilafah!” demikian pekik ratusan tokoh peserta Muktamar Priangan Timur (MTU) serentak menjawab pertanyaan pemandu acara ketika diminta memilih negara Khilafah atau sekuler.

Dengan penuh antusias, sekitar 800 tokoh dari berbagai kalangan Se-Priangan Timur, yang meliputi Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, hingga pangandaran, mengikuti agenda yang diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada ahad (01/05/2016) di Gedung Graha Banjar Idaman, Kota Banjar Jawa Barat. Tema agenda ini adalah ‘Syariah dan Khilafah mewujudkan Islam rahmatan Lil Alamin.’

Menurut ustadz Ary Herawan, S.T, M.Pd. sebagai pembicara pertama, Rahmatan Lil Alamin yakni terwujudnya berbagai kemaslahatan dan terhindar dari berbagai kemafsadatan itu adalah hasil dari pelaksanaan syariah Islam secara menyeluruh diberbagai dimensi yang hanya bisa dilaksanakan dalam sistem Khilafah. “Sistem Khilafah tidak hanya diakui oleh kaum muslimin sendiri tetapi juga diakui oleh orang-orang diluar Islam,” tegasnya dihadapan peserta yang memperhatikan materi dengan seksama.

Terkait Khilafah ini, Ustadz Kurnia Agus, S.Sos., menjelaskan bahwa sistem Khilafah dengan segala mekanismenya akan menjaga aqidah rakyatnya dari virus kemurtadan dan akan menjamin kebutuhan seluruh rakyatnya agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi. “Dengan itu kehidupan masyarakat pun menjadi tenang, tenteram dan bahagia serta dijauhkan sejauh-jauhnya dari hal-hal yang bisa merusak ketenteraman dan kebahagiannya. Itulah kerahmatan Islam bagi masyarakat, dari urusan agama hingga harta benda.” paparnya penuh retorika.

Peserta muktamar yang memenuhi ruangan semakin yakin bahwa Khilafah adalah solusi ketika Ustadz Tasudin, S.Pd. menjelaskan bahwa Khilafah pun ternyata mampu menyelesaikan masalah kriminalitas hingga menjaga keutuhan negara. Dengan menerapkan hukum-hukum syariat Islam kesatuan umat Islam terjaga dan negara pun terpelihara. “Jadi berdasarkan semua itu syariah dan khilafah akan mewujudkan islam rahmatan lil ‘alamîn.” pungkasnya.

Tokoh yang hadir pada agenda tersebut antara lain Wakil Walikota Banjar H. Darmadji Prawirasetia, M.Kes, Ketua Umum MUI Kota Banjar K.H Ridwan Mansur, Ketua Umum MUI Kabupaten Ciamis K.H. Drs. Ahmad Hidayat, S.H, hingga ulama kharismatik K.H. Drs. Mamun Iskandar dari Tasikmalaya.





BDG.NEWS,- Sudah menjadi pengetahuan umum, tegaknya Khilafah adalah janji Allah Swt. Hanya saja, ada dua hal yang mesti diupayakan oleh umat Islam untuk menyempurnakan kaidah kausalitas. Hal itulah yang ditegaskan oleh Luthfi Afandi, Humas Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Jawa Barat pada acara Muktamar Tokoh Umat yang digelar di Aula Pusdai, Kota Bandung, pada Ahad (1/5)

Pertama, yang sangat penting adalah opini publik. Semua hal berawal dari opini publik. Yang mau mau menikah, bangun masjid, semuanya berawal dari opini. Dalam kasus bangun mesjid, jika semua masyarakat sudah setuju, maka mudahlah mesjid itu kemudian dibangun ” katanya.

Menurut Luthfi, opini publik ini pulalah yang terwujud di Yastrib sebelum pada akhirnya berubah menjadi tempat berdirinya Negara Islam pertama. Karenanya, menurutnya, hal tersebut tak boleh diremehkan.

Kedua, dukungan para tokoh yang memiliki kekuatan nyata di tengah masyarakat. Tegaknya Khilafah membutuhkan dukungan dari para perwira militer, pemimpin ormas, birokrat, dan yang sejenisnya. Bayangkan bila masing-masing pemimpin ormas telah menyatakan kesiapannya untuk menegakkan Khilafah. Insya Allah, mudahlah tegaknya Khilafah” jelasnya.

Untuk itu, menurutnya, kehadiran para tokoh dalam acara Muktamar Tokoh Umat juga memiliki arti penting dalam upaya menegakkan Khilafah. Selain tentu, ia menekankan bahwa upaya tersebut mesti dibarengi sikap tawakkal, karena bagaimanapun juga, Khilafah hakikatnya adalah janji Allah Swt.[]fa

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget