September 2016





Berdasarkan laporan bulanan data sosial ekonomi, Badan pusat Statistik pada september 2016, diketahui bahwasanya Jawa Barat menempati urutan pertama jumlah penduduk miskin terbanyak di perkotaan pada maret 2016, yaitu sebesar 2497,59 Ribu orang. Data tersebut berbanding dengan angka garis kemiskinan (Rp/Kapita/Bulan), yaitu sebesar 325 017.


Tentu saja kondisi ini bukan merupakan prestasi yang baik bagi pemerintahan jawa barat. Perlunya perbaikan yang sistemik terhadap kondisi ini. jumlah penduduk miskin di Indonesia saat ini sebanyak 28,01 juta orang (data BPS 2016).

Melihat kondisi ini sebaiknya pemerintah Jawa Barat melakukan  perbaikan sistemik. Karena sistem ekonomi yang diterapkan sekarang sudah tidak relevan, ini dibuktikan dengan jumlah penduduk miskin di perkotaan Jawa Barat yang tinggi. ini merupakan bukti bahwasanya ekonomi kapitalisme tidak mampu mensejahterakan rakyat. Mengganti sistem yang berkuasa saat ini merupakan jalan terbaik untuk mensejahterakan rakyat.

Muhammad Randy





Bdg.News Sungguh ironi di negeri kaya seperti Indonesia ini, semua warga dunia tahu bahwasanya Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam, namun faktanya rakyatnya tidak bisa menikmati kekayaan yang dimiliki negerinya. Rakyat harus hidup miskin, bekerja keras setiap hari hanya untuk mengisi perut dan demi sesuap nasi. Inilah negeri Indonesia, inilah negeri kita. 

Namun disisi lain orang asing dapat dengan mudah meng eksploitasi sumber daya alam yang kita miliki. Mereka hasilkan puluhan ton emas untuk kebutuhan negeri mereka. Mereka tukar kekayaan alam yang kita miliki hanya dengan kertas yang mereka buat dan mereka sebut sebagai “dollar”. 

Jika kita lihat sekarang, masih banyak rakyat yang masih susah untuk menghidupi keluarganya, masih banyak rakyat yang kelaparan. Berdasarkan data BPS tahun 2016 jumlah rakyat miskin di Indonesia sebanyak 28,01 juta jiwa. Namun disisi lain kekayaan alam Indonesia di kuasai asing. Amerika, cina, inggris, Australia dan beberapa negara lain mengeksploitasi sumber daya alam negara Indonesia. 


Sumberdaya di Indonesia sangatlah banyak, emas, tembaga, batu bara, gas dll. Namun kekayaan alam ini sayangnya tidak diolah sendiri oleh negara ini. para politikus yang berkuasa pun terus membiarkan kegiatan negara asing yang terus menerus mengeksploitasi negara ini. kontrak dengan negara asing terus di perpanjang. 

Sistem ekonomi yang berlandaskan kapitalisme lah yang seakan akan menjajah negara ini. negara barat (kapitalis) berusaha terus untuk mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia, sedangkan rakyat miskin di Indonesia pun masih banyak. Sistem kapitalisme lah yang membebaskan individu atau kelompok untuk mengusai kekayaan alam (kepemilikan umum). Padahal kekuasaan alam merupakan kepemilikan umum, sehingga setiap orang harus dapat menikmatinya.
Muhammad Randy


Bdg.News Setiap hari kita disuguhi oleh kabar kriminal oleh media, baik media cetak maupun elektronik. Seakan akan permasalahan kriminalitas ini tidak pernah selesai, namun semakin banyak dan beraneka ragam. Pada pertengahan tahun 2016 masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus kekerasan seksual dan “Gang-Rape” yang mengancam kaum wanita dan anak anak. Seakan akan negara tidak mampu memberikan keamanan kepada rakyatnya. 

 Salah satu indicator yang dapat digunakan untuk mengukur tindak kriminal adalah selang waktu terjadinya suatu tindak kejahatan (crime clock). Berdasarkan data statistic kriminal, Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2015, selang waktu terjadinya kejahatan (crime clock) sebesar 00.01’36” (1 menit 36 detik) pada tahun 2014.  
 
 Tindak kriminal yang terjadi beragam jenis, dari mulai penganiayaan, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, psikotropika, korupsi, penculikan dsb. Tentunya permasalahan kriminal ini merupakan permasalahan yang harus di selesaikan secara bersama, baik individu, rakyat maupun negara. 

Tingginya angka kriminalitas dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: pendidikan, hukum yang kurang tegas, peredaran minuman keras dan sistem kapitalisme. Jika dilihat pendidikan di Indonesia sering berganti ganti kurikulum. Namun jika dilihat secara seksama faktanya tidak ada perubahan yang terjadi pada moral anak bangsa. Dapat dilihat bersama setelah selesai pendidikan SMP/SMA banyak dari kalangan pelajar yang merayakannya dengan ugal ugalan di jalan dan ber-pesta-pora. Perubahan kurikulum ini hanya menghabiskan anggaran pemerintah saja, namun perbaikan yang dirasakan kurang signifikan. 

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi tingginya tingkat kriminalitas ialah lemahnya hukum di Indonesia. Seharusnya hukum mampu memberikan efek jera bagi pelaku sehingga mencegah individu lainnya untuk melakukan tindak kriminal. Terkadang kerasnya hukum hanya dirasakan oleh rakyat kecil, sedangkan hukum menjadi tumpul bagi rakyat atas. 

Motif tindak kriminalitas juga dipengaruhi oleh  minuman keras. Para pelaku kriminalitas kebanyakan pengkonsumsi minuman keras. Seperti kasus kekerasan seksual yang menimpa yuyun, para pelaku dipengaruhi oleh minuman keras. 

            Faktor terakhir ialah sistem kapitalisme yang berkuasa di negara ini. faktor terakhir ini mempengaruhi faktor faktor sebelumnya. Sistem pendidikan, hukum, dan peredaran minuman keras merupakan hasil dari sistem kapitalisme ini. dari sistem inilah lahir berbagai aturan yang mengatur manusia. 

Jika dilihat dari beberapa penyebab tindakan kriminal, maka dapat disimpulkan bahwasanya faktor utama penyebab tindak kriminalitas ialah sistem kapitalisme yang diterapkan di Indonesia. Dari sistem kapitalisme inil lahir aturan aturan yang mengatur manusia, seperti: pendidikan, pergaulan, ekonomi, Hukum dll.
Jika berbicara terkait sistem pendidikan yang diterapakan di Indonesia maka tak lepas dari sistem pendidikan yang sekuler, sistem pendidikan yang tidak berlandaskan aqidah. Sehingga banyak terjadi kasus kriminalitas yang terjadi di jenjang SMP dan SMA dikarenakan kurangnya kesadaran mereka akan tugas manusia dan hubungannya dengan sang pencipta (Allah). Selain itu bisa kita lihat bagaimana generasi muda yang semakin hedonis, misal ketika mereka merayakan kelulusan mereka ugal ugalan di jalan, mengadakan berbagai jenis pesta dll. Inilah buah sistem kapitalisme dalam sistem pendidikan di Indonesia. Dalam segi hukum pun tak jauh berbeda, hukum yang dihasilkan tidak membuahkan efek jera kepada pelaku dan hukum yang diterapkan cenderung keras terhadap rakyat kecil. 

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya tingginya angka kriminalitas dipengaruhi oleh sistem yang diterapkan saat ini, yaitu kapitalisme. Dari kapitalisme inilah lahir aturan-aturan yang menyebabkan kehidupan manusia jauh dari keteraturan dan keberadaban. Maka perlunya perubahan yang dasar baik secara individu, masyarakat serta pemerintah untuk mengganti sistem yang berkuasa saat ini.
Muhammad Randy.

Diikat Teman di Tiang Saat Ultah, Sendy Tewas Tersetrum ListrikMengerjai teman yang berulang tahun tak perlu berlebihan karena bisa jadi berakibat buruk. Bahkan bisa berujung maut seperti yang dialami Sandy alias Gepeng.

Nasib nahas itu menimpa Sandy alis Gepeng. Karyawan MS Footsal itu tewas seketika di tempatnya bekerja, akibat ulah teman-temannya yang mengerjainya di hari ulang tahunnya, pukul 00.05 WIB, Senin (26/9/2016) dini hari tadi.

"Pada saat korban merayakan ulang tahun, korban oleh rekan-rekannya diikat di tiang lampu basket," ujar Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan AKP H Mansuri kepda detikcom, Senin (26/9/2016).

Setelah diikat, korban kemudian disiram air oleh teman-temannya itu. Seketika saja, korban mengalami kejang-kejang akibat terkena sengatan listrik.

"Kemudian sekuriti MS Footsal, Muradi menurunkan panel listrik dan selanjutnya korban langsung dievakuasi ke RS Eka Hospital," jelasnya.

Tetapi apa daya, nyawa Sandy tidak tertolong. Korban menghembuskan napas terakhirnya di UGD RS Eka Hospital.

"Menurut keterangan saksi-saksi di TKP korban terkena aliran listrik akibat kabel tiang lampu penerangan lapangan basket terkelupas oleh mesin potong mesin rumput," tuturnya.

Detik




Bdg.News Korupsi di Indonesia seakan akan menjadi sebuah permasalahan yang tak kunjung selesai. Mulai dari korupsi jutaan hingga korupsi trilyunan. Seakan akan korupsi merupakan budaya dari negeri ini. hampir tiap pekan kita disuguhi berita korupsi di layar kaca dan media lainnya.

Berdasarkan data statistik kriminal di BPS  (Badan Pusat Statistik) tahun 2015, dapat dilihat terjadi kenaikan kasus korupsi dari tahun 2012 – 2014. Pada tahun 2012 terdapat 369 kasus korupsi. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu menjadi 537 kasus kosupsi. Begitupun pada tahun 2014 kasus korupsi terus meningkat sebanyak 66% dari tahun sebelumnya menjadi 814 kasus.

Berdasarkan riset PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) yang dilaksanakan pada semester II tahun 2012 terkait korupsi dan pencucian uang oleh angora legislative. Hasil riset tersebut menunjukan 69,7 persen anggota legislative terindikasi tindak pidana korupsi.
Jika kita bicara korupsi maka yang menjadi “tokoh utama” dalam tindak kasus kriminal ini ialah para pemilik kuasa atau orang orang yang memang memiliki kekuasaan. Dengan kekuasaan yang di miliki mereka mamfaatkanya untuk mendapatkan kekayaan. Bertumbuhnya kasus korupsi di Indonesia ini dipengaruhi oleh hukum yang diterpkan masih lemah. Selain itu hukum di negeri ini ibarat mata pisau, tumpul keatas dan tajam kebawah. Dapat kita lihat sendiri dimana ada rakyat miskin yang hanya mencuri buah coklat harus dipidanakan, namun kita lihat juga banyak kasus korupsi yang entah tak tau akhir sidangnya da nada juga tersangka korupsi yang dengan bebas keluar masuk tahanan.




BDG.News   Sungguh mencengangkan data statistik kriminal BPS (Badan Pusat Statistik) 2015. Pada Bab III halaman 37 tabel 3.8, pada tabel tersebut di perlihatkan jumlah kejahatan dari tahun 2012 – 2014 berdasarkan kelompok jenis kejahatan. Namun dari tabel tersebut yang menarik perhatian ialah jumlah yang besar pada kasus kriminal pencurian. Pengelompokan kasus kejahatan pencurian terbagi menjadi beberapa, yaitu: pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata api, pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata tajam, pencurian, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor. Pada tahun 2012 total kasus pencurian ialah sebanyak 126.171 kasus. Pada tahun 2013 terjadi kenaikan kasus pencurian menjadi 126.210 kasus.
Berdasarkan fakta diatas dapat kita ketahui bersama, bahwasanya terjadi permasalahan keamanan di negeri ini. Jumlah kasus pencurian yang besar ini disebabkan oleh faktor ekonomi masyarakan yang masih rendah. Seseorang melakukan tindak pencurian tidak lain untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, namun ada juga yang menggunakan hasil pencuriannya untuk hal hal lain.


Jika kita lihat negeri ini, dapat kita ketahui bahwa negeri ini merupakan negri yang kaya raya. Namun sungguh miris dimana tingkat ekonomi masyarakat masih banyak yang dibawah rata rata. sistem kapitalis-lah yang menyebabkan tingkat ekonomi masyarakat rendah. Dalam sistem kapitalis pemilik modal bebas melakukan eksploitasi terhadap sumber daya suatu negara. setiap individu memiliki kebebasan mengolah sumber daya alam selama ia memiliki modal untuk mengolahnya.
Jika kita lihat bersama perekonomian di Indonesia, maka kita akan dapatkan bahwasanya para pengelola sumber daya negeri ini kebanyakan dari pihak asing. Dari bahan tambang, gas, emas dll. Masih diolah oleh asing. Sedangkan kita lihat bersama rakyat Indonesia masih banyak yang dibawah garis kemiskinan. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki keahlian yang memadai. Sehingga antara tingkat kemiskinan dan tingkat kriminalitas berjalan lurus. Ketika tingkat kemiskinan meningkat maka tingkat kriminalitas pun akan meningkat.
Maka solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan kriminalitas ini yaitu perlu dilakukan perubahan sistem yang mendasar. Karena jika dilihat bersama sistem kapitalis yang diterapkan dinegeri ini semakin memperbesar tingkat kemiskinan yang berbanding lurus dengan tingkat kriminalitas. Para pemilik modal dengan leluasa membangun ekonomi mereka, sedangkan rakyat kecil bersusah payah untuk menghidupi keluarga mereka.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget