October 2016



Sejumlah guru melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Senin (31/10/2016). Mereka merupakan guru honorer sekolah-sekolah yang ada di Jabar.

Para pedemo itu membawa beberapa spanduk. Satu di antaranya bertuliskan "Kami seluruh honorer Jawa Barat menuntut kesejahteraan yang seadil-adilnya dan penghidupan layak".

Informasi yang dihimpun Tribun, para guru honorer ini menuntut kesejahteraan kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Mereka meminta upah yang harus berstandar upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kota/kabupaten (UMK).

Setidaknya ada lima hal yang menjadi tuntutan para guru tersebut. Pertama, pemerintah provinsi Jabar untuk mengalokasikan dana di anggaran murni tahun 2017 untuk UMP dan UMK tenaga honorer d Jabar.

Kedua, pemerintah provinsi Jabar menambah kuota untuk program tunjangan insentif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiga, pemerintah provinsi Jabar menambah kuota untuk program tunjangan khusus bag daerah terpencil.

Keempat, pemerintah provinsi Jabar harus memberikan jaminan kesehatan bagi tenaga honorernya. Kelima, pemerintah provinsi Jabar segera menetapkan surat keputusan sertifikasi dan NUPTK.

"Kami harusnya layak memperoleh penghasilan sesuai nilai-nilai kemanusiaan," kata koordinator aksi Cecep Kurniadi, di sela-sela aksi.

Pernyataan Cecep bukan tanpa alasan. Sebab kondisi para guru honorer masih memprihatinkan dengan upah yang minim. Padahal para tugas guru honorer ini sama dengan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

"Kesejahteraan tenaga honorer sangat dibutuhkan, tidak hanya di bidang pendidikan tapi juga di bidang kesehatan," kata Cecep.

Sumber: jabar.tribunnews.com (31/10/2016)



Kontributor Jaringan Indonesia Liberal (JIL) Australia Nadirsyah Hosen menuai kritikan akibat cuitannya di twitter.

Di laman twitternya @Nadir_Monash ia menulis cuitan yang mengatakan Rasulullah hanya cebok pakai batu. Dalam cuitannya ia mengatakan " Yg ngotot mau Islam murni spt jaman Rasul ada baiknya introspeksi diri: dulu Rasul cebok pakai batu, ente mau gitu jg sekarang? Mikirr 😄"

Dengan icon tertawa di belakangnya. Seolah ia menuduh rasulullah cebok hanya memakai batu, sehingga umat Islam yang menginginkan Islam murni seperti jaman Rasul harus cebok dengan batu juga.

Sontak hal tersebut menuai kritikan, seorang netizen di facebook Roy Anwar mengomentari cuitan kalangan liberal ini dengan mengatakan:

"Sangat disayangkan cara mengkritik seperti ini

Nugroho Laison :

Nyantri lama-lama, sekolah tinggi-tinggi...cuma bisa berargumentasi seperti ini?

Nadirsyah melakukan penyia-nyian kemampuan intelektualnya....membuat kitab ilmu mantik yg dipelajarimya di pesantren seperti kertas bungkusan gorengan.

Kalo wong bule bilang....holly shit lah cara berargumentasi seperti itu....full of logical fallacy"



Seorang 'Alim dari Malang Al Ustadz Azizi Fathoni membantah tuduhan Nadirsyah Hosen yang menuduh Rasul cebok pakai batu dengan argumen hadist:

Benarkah Rasul dulu istinja'/cebok-nya melulu dengan batu? Bgmn dgn hadits soheh ini misalnya:

روى البخاري ، ومسلم عن أَنَس بْن مَالِكٍ، قال : " كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ لِحَاجَتِهِ ، أَجِيءُ أَنَا وَغُلاَمٌ ، مَعَنَا إِدَاوَةٌ مِنْ مَاءٍ ، يَعْنِي يَسْتَنْجِي بِهِ "

Anas bin Malik berkata: Adalah Nabi apabila beliau keluar untuk keperluan buang hajat, maka aku dan seorang anak datang membawakan wadah dari kulit berisikan air, yang beliau beristinja' dengannya." HR Bukhori Muslim

Konteksnya, bahwa Anas bin Malik adalah anak angkat Nabi yang hidup bersama beliau, keterangan dgn menggunakan kata "idzaa" (apabila) menunjukkan bahwa itu kebiasaan setiap beliau buang hajat. Bukan kejadian tunggal.

Sudahlah anti terhadap penerapan syari'at kaffah, membuat kedustaan atas nama Nabi pula..

#TerapkanIslamAgamaTerjaga

Redaktur: Bang Udin [beritaislamterbaru.org]



Hujan yang turun deras pada Sabtu (29/10/2016) membuat tiga kecamatan di Kabupaten Bandung kembali terendam banjir. Ketiga kecamatan tersebut, yakni Baleendah, Dayeuh Kolot dan Bojong Soang. Koordinator Humas dan Protokoler Basarnas Provinsi Jawa Barat, Joshua Banjarnahor mengatakan, ketinggian banjir di Kabupaten Bandung beragam.

“Ada yang terendam hingga 150 sentimeter,” ucapnya saat dihubungi, Minggu (30/10/2016). Joshua menjelaskan, di Kecamatan Baleendah, delapan RW terendam banjir. Untuk RW 06, 07, 08, 09, dan 13 banjir mencapai ketinggian 140-150 sentimeter. Sedangkan di RW 06,09, dan 01 terendam hingga 90 sentimeter. Di Kecamatan Bojong Soang, tiga RW yaitu 01, 03 dan 14, ketinggian banjir mencapai 80 sentimeter. Sementara Kampung Cigeber terendam setinggi 100 hingga 150 sentimeter. “Untuk Dayeuhkolot, di antaranya Kampung Leuwi Bandung terendam hingga 130 sentimeter, lalu Kampung Lamajang dan Lamajang Pentas terendam sekitar 70 sentimeter,” jelas Joshua.

Begitupun dengan Kampung Sangkuriang, Citeureup, Bojong Asih, Balero, Kaum, Cilisung, terendam berkisar 150 hingga 180 sentimeter. “Sebanyak 556 warga dari tiga kecamatan sudah mengungsi di posko evakuasi. Seperti ke gedung Inkanas, gedung Baleendah, Tanggo, dan sembilan titik di Kecamatan Dayeuh Kolot,” tuturnya. Joshua merinci, pengungsi di gedung Inkanas sebanyak 201 jiwa atau 61 KK dan di gedung Baleendah sebanyak 45 jiwa dari 48 KK.
Sedangkan di Kecamatan Dayeuh Kolot ada 9 titik lokasi pengungsian 265 jiwa dan pengungsi di gedung Tanggo sebanyak 45 jiwa. (regional.kompas.com 30/10/2016)


Kebijakan pemerintah Jokowi-JK mengimpor cangkul dari China dinilai sangat memalukan dan menghina jati diri Indonesia yang mengklaim sebagai bangsa agraris. Foto/Ilustrasi

JAKARTA - Kebijakan pemerintah mengimpor cangkul dari China menurut Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) sangat memalukan. Langkah tersebut dinilai oleh Sekretaris Jenderal Humanika Sya'roni sangat tidak  masuk akal karena, untuk memproduksi cangkul saja Indonesia tidak mampu. 

"Rejim Jokowi benar-benar telah membuat bangsa ini malu dalam percaturan global. Ternyata setelah 71 tahun merdeka, setelah 88 tahun mengikrarkan Sumpah Pemuda, ternyata bangsa yang mengklaim sebagai bangsa agraris harus mengimpor cangkul," terang dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/10/2016). 

Menurutnya sulit bagi Indonesia berbicara soal persaingan ekonomi global yang lebih besar, jika untuk cangkul saja masih harus impor. Dia menambahkan rasanya bangsa ini tidak  kekurangan sumber daya manusia dan juga tidak kekurangan bahan baku untuk memproduksi cangkul. 

Sehingga lanjut dia kebijakan pemerintah mengimpor cangkul bisa dianggap menghinakan diri di hadapan bangsa-bangsa di dunia. "Selain itu, impor cangkul jelas suatu kebijakan yang memukul para pengusaha kecil pembuat cangkul. Pemerintah yang seharusnya melindungi keberlangsungan usaha kecil ternyata telah membuat kebijakan yang bisa membunuh keberadaan usaha rakyat," paparnya. 

Dia menerangkan apapun alasannya mengimpor cangkul merupakan kebijakan yang salah besar. Menurut dia seharusnya dalih akan beredarnya cangkul ilegal bisa diatasi dengan mengerahkan aparat terkait. 

"Tidak boleh dalih tersebut dengan serta merta dijadikan pembenaran untuk melakukan impor cangkul. Oleh karena itu, ada dugaan bahwa kebijakan impor ini hanya menguntungkan kelompok tertentu," tutupnya. 

Karena alasan tersebut, Sya'roni mendesak agar Presiden Jokowi segera membatalkan impor cangkul dan juga segera mengembalikan cangkul yang sudah terlanjur sampai di Indonesia. Selanjutnya Presiden diminta menggerakkan usaha rakyat untuk memproduksi cangkul secara massal sehingga kebutuhan nasional dapat terpenuhi tanpa harus mengimpor. Serta mengevaluasi para pejabat yang terlibat dalam impor cangkul dari China. (ekbis.sindonews.com 30/10/2016)



Bdg.News-Bandung. Sabtu [29/10] Gema Pembebasan Kota Bandung menggelar acara Mahasiswa Bandung Menggugat (MBM) 2016 dengan mengangkat tema “INDONESIA DALAM CENGKRAMAN KAPITALIS BARAT DAN TIMUR, BANGKIT DAN LAWAN DENGAN IDEOLOGI ISLAM ” acara yang dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai kampus Kota Bandung dilakukan longmarch dari Simpang Lima sampai ke lokasi acara depan Gd.Merdeka.

Dalam aksinya, Poster yang dibawa para peserta menarik perhatian pengendara sekitar jalan tersebut berisikan “INDONESIA DALAM JERITAN KAPITALISME BARAT, INDONESIA DALAM JERATAN KAPITALISME TIMUR, SAATNYA MAHASISWA BANGKIT DAN LAWAN DENGAN ISLAM, DEMOKRASI KAPITALISME ALAT PENJAJAHAN”.

Dalam seruannya orator perwakilan mahasiswa bandung meneriakan “Hancurkan demokrasi, Campakan Kapitalisme”. Peserta orator yang lain menyampaikan “Saatnya Indonesia bangkit, luruskan visi jadikan Ideologi Islam sebagai mainstream perjuangan pemuda dan mahasiswa”. Dimas Permana sebagai korlap aksi menyampaikan Indonesia sudah termasuk darurat penjajahan terjadi disegala lini kehidupan vital Indonesia “Keberadaan hegemoni kapitalisme barat di Indonesia sudah sangat merugikan ditambah hegemoni kapitalisme timur (China) semakin terhina, maka harus melawan dan mencampakan Demokrasi sebagai pintu masuk kapitalisme” tegasnya.

Ada 5 poin gugatan bersama Dalam acara Mahasiswa Bandung Menggugat 2016 tesebut yang dibacakan oleh pengurus daerah Gema Pembabasan kota Bandung Bung Indra Lesmana:
1.     Menentang segala bentuk intervensi Asing sehingga menyebabkan kekisruhan politik dan carut-marutnya kebijakan ekonomi ditambah mentalitas terjajah dari ketundukan pemerintah kepada korporasi asing yang datang berhamburan dalam wujud utang dan investasi.
2.  Menggugat kepemimpinan Jokowi-JK yang tidak mampu mengetaskan berbagai problem bidang kehidupan, justru malah memperburuk keadaan dengan memberikan “karpet merah” bagi kapitalisme timur (Cina) untuk berkolaborasi dengan kapitalisme barat (AS).
3.  Menggugat sistem demokrasi yang dengannya menghancurkan tatanan kehidupan berbasis pada empat pilar kebebasan sehingga memicu pengendalian politik, hukum, sosial, budaya, pendidikan dilakukan oleh para kapitalis dan memperalatnya demi mengakumulasikan kekayaan dan kepentingan dirinya sendiri.
4.     Dengan memahami bahwa demokrasi adalah jalan bagi para penjajah untuk melakukan penguasaan terhadap negara-negara berkembang seperti Indonesia dengan SDA melimpah, maka harus membuang sistem ini karena pada hakikatnya telah menentang kedaulatan ditangan Allah SWT dan merampas kekuasaan ditangan Umat.

5.      Menyadari bahwa berbagai solusi penyelesaian tidak akan pernah bisa teralisasi tanpa adanaya institusi pelaksana, maka mutlak adanya upaya untuk menerapkan dan menegakkan Khilafah di negeri ini untuk menerapkan solusi komprehensif dari Ideologi Islam secara total dalam berbagai aspek kehidupan. [Irfan]
















BDG.NEWS, Bandung - Permukiman warga di Kelurahan Andir, Baleendah, Bandung, Jawa Barat, kebanjiran. Ketinggian banjir ada yang mencapai 2 meter.


"Banjir sempat surut 40-50 cm, baru naik lagi. Ada yang mencapai 2 meter," kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Ari saat dikonfirmasi, Minggu (30/10/2016).



Banjir terjadi karena luapan Sungai Citarum setelah curah hujan tinggi terus mengguyur Bandung. Banjir merendam 5 RW yakni RW 06, 07, 08, 09 dan RW 13 di Kelurahan Andir. 



Hingga siang ini, sejumlah warga menurut Ari masih ada yang mengungsi salah satunya ke GOR Baleendah. "Jumlah pengungsi belum masuk informasinya," kata Ari. (detik/pasangmata)



Berbagai pelaku industri di Indonesia mengeluhkan mahalnya harga gas di Indonesia yang lebih tinggi daripada negara tetangga. Harga gas industri di Indonesia dipatok antara US$ 8-US$ 14/MMBtu. Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan Singapura yang berada di kisaran US$ 6-US$ 8/MMBtu.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat menyebutkan bahwa telah terjadi anomali harga gas. Gas untuk dikonsumsi di dalam negeri justru lebih mahal ketimbang harga gas untuk diekspor.

“Gas kita dijual ke dalam negeri lebih dari US$ 9/MMBtu, ke luar US$ 4/MMBtu. Ini dari zaman Pak SBY sudah dikeluhkan masalah energi,” tutur Ade saat mengikuti Diskusi Energi Kita di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016).

Menurutnya tingginya harga gas turut berimbas terhadap naiknya harga komoditas yang diproduksi. Sehingga pemerintah dirasa perlu mencari jalan keluar untuk menekan harga gas industri yang mahal.
“Proses industrialisasi tidak bisa terlepas dari kebijakan energi suatu negara. Hampir seluruh manufaktur biaya utama setelah bahan baku adalah energi. Gas menjadi energi primer selanjutnya listrik,” tutur Ade.

Ketegasan pemerintah dibutuhkan dalam menetapkan harga acuan gas industri agar kualitas produksi industri dalam negeri bisa semakin meningkat. Dengan harga gas industri yang murah, industri tidak perlu lagi menekan biaya produksi dan dapat menggunakan bahan baku yang lebih berkualitas.

“Kebijakan energi dituntut pelaku industri dengan adanya hilirisasi. Sehingga pelaku industri memiliki daya saing dalam mengahadapi produk yang sama,” ujar Ade. (http://finance.detik.com, 18/9/2016)



Direktur Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM Ronny Franky Sompie mengatakan Republik Rakyat Cina (RRC) menduduki peringkat pertama masalah pelanggaran keimigrasian. Sebanyak 207 kasus yang dilanggar oleh warga negara Tiongkok ini.

“Yang banyak melakukan pelanggaran keimigrasian ada 773 orang, nah warga negara RRC ini menempati urutan pertama yang paling banyak melanggar,” ujar Ronny di Aula Imigrasi, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/10).

Selebihnya lanjut Ronny, yakni warga  negara Nigeria sebanyak 74 orang, India 72 orang, Filipina 54 orang, Malaysia 40 orang, dan Jepang 36 orang. Selanjutnya Maroko 29 orang, Korea Selatan 21 orang, Pakistan 19 orang, dan Timur Tengah 18 orang.

Menurut Ronny kasus pelanggaran yang banyak dilanggar oleh para WNA ini berkaitan dengan visa. Yakni Izin tinggal yang overstay, proses pembuatan izin, dan bebas visa yang digunakan untuk melakukan kegiatan seperti bisnis.

Saat ini lanjutnya pihak imigrasi masih tengah mencari penyebab utama banyaknya pelanggaran tersebut. Apakah karena jumlah WNA yang terlampau banyak, baik sebagai wisatawan atau investasi, jika benar ini maka masih dapat disebut proporsional.

“Akan tetapi kalau (WNA) yang datang sedikit tapi perbuatan pidananya lebih dominan, tentu ini membahayakan,” kata dia. (republika.co.id, 28/10/2016)








BDG.NEWS, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun depan pemerintah masih akan berutang untuk membayar bunga utang luar negeri. Hal ini dibuktikan dengan jumlah defisit primer dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 sebesar Rp109 triliun. 

Angka tersebut lebih rendah dari yang sebelumnya yakni Rp111,4 triliun. Maka, dalam pengelolaan anggaran untuk tahun depan harus berhati-hati agar tidak membengkak dari segi utang yang disebabkan karena defisit anggaran yang melebar.

"Kita akan kembali utang tahun depan untuk bayar bunga utang dan investasi," kata dia di Jakarta, Kamis (2tujuh/10/2016).

Dengan pembiayaan utang yang cukup besar tersebut, maka untuk asumsi defisit anggaran tahun depan diasumsikan sebesar 2,41% atau setara dengan Rp330,2 triliun. Surat Berharga Negara (SBN) akan diterbitkan sebesar Rp400 triliun (netto). 

Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa itu juga termasuk pembayaran utang lama. "Utang lama ini tentunya akan kita bayar untuk tahun depan," ujarnya.

Seperti diketahui, keseimbangan primer adalah selisih dari total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Bila keseimbangan primer defisit, itu berarti pemerintah berutang untuk membayar bunga utang.

Dengan kata lain, pemerintah harus menarik utang baru untuk membayar bunga utang. Bila pemerintah ingin mengurangi defisit keseimbangan primer, maka defisit anggaran harus bisa dijaga pada level 1,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Jika dilihat dari historisnya, pada 2010 keseimbangan primer tercatat surplus atau positif dengan realisasi Rp41,5 triliun. Ini artinya penerimaan negara lebih besar dari belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Pemerintah memiliki dana dari penerimaan negara untuk membayar bunga utang.

Setahun berikutnya, kondisi keseimbangan primer mulai menipis. Surplus pada keseimbangan primer hanya Rp8,8 triliun, namun ini masih dianggap sehat dari sisi pengelolaan anggaran negara.

Pada 2012, keseimbangan primer mulai defisit sebesar Rp52,7 triliun. Begitu juga yang terjadi pada 2013, dengan besaran defisit Rp98,6 triliun dan defisit 2014 sebesar Rp93,2 triliun.


Sumber: http://ekbis.sindonews.com/read/1150611/33/pemerintah-akan-ngutang-lagi-untuk-bayar-bunga-utang-1477554364   

Salah seorang pengendara motor saat mendorong motornya yang mogok saat banjir Gedebage, Jum'at (28/10/2016) siang. (regional.kompas.com)
BDG.NEWS, BANDUNG -- Hujan besar, kembali mengguyur Kota Bandung sekitar pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB, hujan masih berlangsung. Bahkan, hujan besar disertai angin kencang terjadi di wilayah Bandung Timur.

Sehingga, mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Di antaranya, di Gedebage, Pom bensin Panghegar, Jalan Rumah Sakit, kompleks ujung berung indah, Jalan Cikadut, dan Cinambo. Berdasarkan pantauan Republika.co.id, pasar Gedebage pun ikut terendam oleh banjir.

Sehingga, membuat kendaraan yang melewati Jalan di depan pasar harus berjalan pelan. Begitu juga, di Jalan Rumah Sakit, kendaraan berjalan perlahan. Kemacetan cukup panjang pun, terjadi di wilayah Bandung Timur. Di antaranya, di Jalan Cicaheum, Jalan Cijambe, Jalan Ujungberung, hingga Cileunyi.

Selain itu, kemacetan pun terjadi di Jalan Soekarno-Hatta daerah Gedebage. Menurut seorang warga Cijambe, Wienny Widianti, daerah Gedebage memang sudah langganan banjir. Namun, Ia melihat tahun ini banjir lebih meluas karena terjadi di beberapa titik.

Wienny mengatakan, akibat banjir Ia terjebak banjir di daerah Cikadut selama berjam-jam. Karena, ada sungai yang meluap sehingga airnya melimpas ke jalan. "Hindari jalan Cikadut dan sekitarnya kalau tak ingin terjebak macet," katanya.
Sumber: www.republika.co.id






BDG.NEWS - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH Adam Ibrahim menuntut institusi penegak hukum agar berani menangkap dan mengadili gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok yang dianggap telah melecehkan Al-Qur’an.

“Kami menuntut kepada Kapolri dan Institusi penegak hukum lainnya untuk berani segera menangkap dan mengadili Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas tindakan pidana penistaan agama dan penghinaannya kepada ulama, sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima Kiblat.net, Kamis (27/10).

Menurutnya, hal itu penting agar tidak terjadi ekskalasi kemarahan yang semakin besar dan massif dari rakyat Indonesia maupun umat Islam secara internasional. Ia juga menghimbau kepada Presiden Jokowi supaya tidak melindungi Ahok atau siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum.

“Meminta kepada Presiden RI untuk tidak melindungi Basuki Tjahaja Purnama, atau siapapun yang melakukan tindakan pelanggaran hukum seperti kasus penistaan agama oleh Ahok tersebut atau kejahatan pidana yang lainnya,” sambungnya.

Ia juga mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Bogor pada khususnya dan warga bangsa Indonesia secara nasional pada umumnya, untuk mendorong Kapolri dan istitusi penegak hukum yang lain agar beraniI segara memproses penegakan hukum atas tindakan pidana penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama,

“Disamping terus mengawal MUI untuk tetap fokus, independen dan istiqomah dalam menegakkan kebenaran ajaran agama Islam serta melindungi aqidah umat,” KH Adam. (kiblat)








BDG.NEWS - Pasca diumumkannya pengesahan UU ITE terbaru dengan sekitar tujuh poin revisi, ternyata masih ada yang merasa belum puas atas pembaharuan dari UU ITE tersebut. Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dan Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers) masih memandang jika perubahan yang dilakukan terkait UU ITE ini hanyalah melegitimasi kepentingan pemerintah agar sikap kritis masyarakat Indonesia dikekang dengan menambahkan kewenangan-kewenangan baru Pemerintah. "Semua revisi lebih banyak memberikan kewenangan-kewenangan baru kepada pemerintah," ujar Anggara dari ICJR dalam keterangan resminya, Jumat (28/10).
Dikatakannya, sedari awal pihaknya menyatakan kekecewaan yang mendalam terutama terkait proses pembahasan RUU Perubahan UU ITE yang selalu tertutup dari pantauan masyarakat.
"Dalam pantauan kami, tidak ada satupun sidang sidang pembahasan RUU Perubahan UU ITE yang dinyatakan terbuka oleh Pimpinan Komisi I dan Pimpinan Panja Komisi I, dan hal ini merupakan kemunduran dan mencederai semangat dari para pimpinan DPR untuk membuat DPR yang modern, transparan, dan akuntabel," terangnya.
Apalagi kata dia, hal itu tidak sesuai dengan rencana awal di mana hanya akan fokus pada pembahasan pasal 27 ayat 3. Dia pun meyakini meski telah direvisi, namun korban atas pelaporan UU ITE akan terus berjatuhan. Oleh sebab itu ICJR dan LBH Pers menyampaikan lima penolakan atas UU ITE terbaru. Lima penolakannya itu adalah sebagai berikut:
1. Pemerintah seharusnya mencabut ketentuan Pasal 27 ayat (3) tidak hanya mengurangi ancaman hukumannya.
2. Perubahan hukum acara pidana terkait UU ITE memberikan kewenangan diskresi aparat penegak hukum yang terlalu luas tanpa melalui pengadilan.
3. Soal pidana cyber bullying yang berpotensi lebih buruk dari pasal 27 ayat (3) UU ITE.
4. Penapisan konten dan blocking konten, revisi UU ITE justru menambahkan kewenangan pemerintah tanpa mengatur mengenai kewajiban dan prosedur yang memadai.
5. Pemberitaan negatif terhadap seseorang di masa lalu.
(merdeka)









BDG.NEWS, Karnataka - Kampus-kampus di Karnataka, India sedang ramai dengan seruan melarang mahasiswi mengenakan cadar. Hal ini meningkatkan tensi di kalangan mahasiswa, terutama ancaman bagi para Muslimah.

Dilansir dari The Hindu, Kamis (28/10), kontroversi dimulai dengan sejumlah manajemen kampus yang membuat seragam wajib bagi mahasiswa. Pengecualian bagi Muslimah bercadar ternyata memicu kekesalan mahasiswa lain, yang diperparah hasutan orang-orang sayap kanan.

Mahasiswa dari Hangal, Hirekerur dan Akki Alur di Kabupaten Haveri, bersikeras kampus memberlakukan pembatasan. Mereka bersikukuh ketegangan yang terjadi di kampus-kampus, tidak lain dipicu oleh para mahasiswi Muslim yang memakai cadar.

Walau belum ada larangan resmi, sejumlah mahasiswa Hindu tampaknya akan menegakkan sendiri larangan tersebut. Mengingat sensivitas isu tersebut, manajemen sejumlah kampus memutuskan menahan masalah ini, tapi masih memperbolehkan pakaian untuk alasan agama.

Meski begitu, mahasiswi Muslim saat ini seakan terjebak di situasi yang tidak menguntungkan mengingat cadar merupakan bagian dari kepercayaan yang mereka anut. Namun, mereka merasa terancam jika mahasiswa lain bersikeras, terutama keamanan saat mengikuti pelajaran.(republika)







BDG.NEWS, Karawang - Penyebaran penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Karawang sudah mencapai tahap mengkhawatirkan. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia tersebut terdeteksi hampir ada di semua kecamatan di daerah lumbung padi. Demikian dikatakan staf Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Karawang, Awan Gunawan, di kantornya, Kamis 27 Oktober 2016.
"Hingga akhir September 2016 jumlah pengidap HIV/AIDS di Karawang telah mencapai 641 jiwa," ujar Awan. Menurut dia, penderita HIV-AIDS terbanyak tinggal di wilayah Kecamatan Karawang Barat, kemudian di Kecamatan Klari, dan Telukjambe Timur. Sebagian lagi berada di Kecamatan Banyusari, Ciampel, Cikampek, Klari, Cilamaya Wetan, Jatisari, Kutawaluya, Majalaya, Pakisjaya, Purwasari, Rengasdengklok, Telagasari, dan Tirtajaya.
"Setiap bulan petugas lapangan KPA melaporkan ada 5 sampai 10 orang penderita HIV baru. Mereka langsung dirujuk ke RSUD untuk mendapat layanan ARV (anti retro viral)," ujarnya.
Dijelaskan, persentase kasus HIV-AIDS berdasarkan jenis kelamin, ternyata laki-laki di Karawang lebih banyak yang mengidap penyakit tersebut. Hal itu disebabkan adanya fenomena homoseksual. Oleh sebab itu, pihaknya terus memberikan sosialisasi bahaya homo kepada warga dan salah satunya di Lapas Karawang. Sementara penderita kalangan wanita berasal dari kenakalan kaum pria, seperti sering bergonta-ganti pasangan.
"Jika dikaitkan dengan para wanita pekerja seks (WPS) maka 1 orang WPS dalam 1 malam rata-rata melayani tamunya paling sedikit 5 orang. Jika dikali 30 hari sama dengan 150 orang," katanya.
Dikatakan, 50 persen penikmat WPS adalah pria beristri atau setara 75 orang. Jika dari 75 orang pria beristri yang tertular HIV-AIDS itu 25 orang istrinya hamil dapat dibayangkan berapa jumlah percepatan pertambahan penyebaran virus HIV-AIDS di Kabupaten Karawang. "Kasus HIV-AIDS bukan hanya masalah kesehatan tapi juga permasalahan sosial. Sebab hampir di semua wilayah di Kabupaten Karawang, virus itu berpotensi menyebar ke mana-mana," katanya.
Awan menambahkan, dari temuan-temuan tersebut, jika tidak segera dilakukan upaya penanggulangan dan pencegahannya, maka penyebaran HIV-AIDS bakal lebih cepat lagi. "Dengan perbandingan 1:100 orang, artinya dari 641 orang yang terinfeksi, akan berkembang menjadi 64.100 orang yang terinfeksi," katanya.
Menurut dia, kendati jumlah penderita HIV-AIDS terus bertambah, namun anggaran untuk penanggulanagan penyakit mematikan itu belum maksimal. Akibatnya kinerja KPA Karawang baru sebatas pada penyebaran kondom dan sosialisasi bahaya penyakit itu saja.(PR)






Kebutuhan manusia akan informasi tidak dapat dipungkiri lagi. Maka daripada itu bdg.news hadir di Instagram untuk memenuhi kebutuhan teman teman sebagai penyedia informasi rujukan. Sesuai dengan motto nya, yaitu “Media Lokal Rasa Global”, bdg.news hadir dengan berbagai isu menarik baik sekitaran bandung maupun berita berita global lainnya. 

Jika teman teman tertarik untuk turut mem-follow Instagram bdg.news teman teman bisa klik link dibawah ini, atau follow @bdg.news
 





Mayat perempuan tanpa busana ditemukan di Sungai Kamal, Blok Dawi, Dusun Mariuk II, Desa Mariuk, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Kamis 27 Oktober 2016 sekitar pukul 13.00 WIB. Mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh rombongan warga yang hendak panen.


Lokasi sawah berada di pinggir sungai, saat itu mereka mencium bau menyengat. Awalnya menduga sumber bau dari bangkai hewan, tetapi setelah diperiksa ternyata mayat manusia tersangkut ranting pohon di pinggiran Subang. Saat ditemukan posisinya telentang, tanpa busana dan sudah membusuk.
Penemuan mayat itu disampaikan kepada aparat desa setempat dan diteruskan Polsek Binong.
Kapolsek Binong, Jusdi Jachlan didampingi Kanit Reskrim Aan langsung menuju lokasi. Kondisi mayat itu sudah membengkak, rambut terkelupas, diperkirakan berusia 40 tahun. Mayat sudah dibawa ke RSUD Ciereng untuk mengetahui identitas dan penyebab kematiannya.

Dari identifikasi sidik jari bisa diketahui identitasnya. Sehari sebelum penemuan mayat itu ada warga yang mencari keluarganya, jenis kelamin perempuan yang sempat hilang beberapa hari. Dari pengakuan warga itu menyebutkan keluarganya yang hilang itu mengalami stres. "Belum pasti apakah yang dicari itu benar mayat itu atau bukan. Mudah-mudahan bisa terungkap identitasnya, sehingga bisa dipastikan," ujar Aan.***

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget