February 2017





BDG.NEWS, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) ketiga untuk pengembangan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu atau geopark partner. Penandatanganan MoU dilakukan bersama delapan pihak di Ruang Manglayang Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (27/2/17).

Kedelapan partner tersebut, yaitu Bank BJB, Telkom Regional III Jawa Barat, PT PLN Distribusi Jawa Barat, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Pariwisata Indonesia (Asita) Jawa Barat, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Barat, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, PHRI Kabupaten Sukabumi, dan HPI Kabupaten Sukabumi.

MoU ini merupakan pelengkap dan syarat yang diajukan oleh Unesco agar Ciletuh-Palabuhan Ratu bisa menjadi bagian dari Unesco Global Geopark (UGG). Dua MoU sebelumnya sudah diteken, yaitu MoU bersama para akademisi dan geopark yang sudah menjadi UGG. Diantaranya Batur UGG di Bali dan Gunung Sewu UGG di Yogyakarta.

“Hari ini kita tandatangan dengan para pihak. Para pihaknya adalah perhotelan, ada Asita, Telkom, PLN, ada perbankan. Ada perhimpunan pengelola kepariwisataan, dan lain sebagainya. Tadi sudah kita lakukan,” ungkap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) didampingi Wakil Gubernur Deddy Mizwar usai penandatanganan MoU.

“Nah, sekarang Insya Allah dengan persyaratan Unesco itu Geopark Partner dimana kita kerjasama dengan berbagai partner itu sudah lengkap. Sudah lengkap dari berbagai bidang dan jenis. Dan itu bisa berkembang lebih lanjut,” lanjutnya.

Rencananya tim asesor atau penilai dari Unesco akan datang April atau Mei untuk meninjau dan menguji langsung Ciletuh. Dengan segala persiapan yang telah dilakukan menjadi harapan besar Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu akan menjadi nominator yang akan diumumkan Desember 2017. Sehingga apabila lolos, Geoaprk Ciletuh-Palabuhan Ratu akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia untuk UGG pada 2018 mendatang.

Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhan Ratu akan dikembangkan sebagai destinasi pariwisata andalan di Indonesia berstandar internasional. Destinasi wisata ini berbasis konservasi lingkungan dan berkelanjutan. Luas kawasan ini mencapai 168 ribu hektar dengan 74 desa dan 8 kecamatan di dalamnya terdiri dari kawasan kehutanan, perkebunan, perkotaan, dan pantai.

Selain membuat partner kerjasama, Pemprov Jawa Barat terus berbenah dalam hal infrastruktur pendukung. Aher mencontohkan pihaknya akan membangun jalan sepanjang 40-an kilometer dari Palabuhan Ratu menuju Ujung Genteng. Hal ini akan menjadi kawasan wisata yang unik dan menarik karena pengunjung bisa menikmati kawasan geopark hanya dengan mengakses jalan tersebut.

“Itu akan jadi jalan baru, sejarah baru karena selama ini di pantai yang menghubungkan antara Palabuhan Ratu sampai ke Ujung Genteng kan belum ada jalan selama ini. Jalannya di tengah, kalau kemudian masuk ke kawasan itu jalan setapak lalu masuk ke bibir pantainya,” ujar Aher.

“Jadi nanti ada wisata Ujung Genteng-Palabuhan Ratu. Sekitar 40-an kilometer di pinggir pantai. Kalau dari arah Palabuhan Ratu menuju Ujung Genteng laut sebelah kanan – pegunungan yang hijau dan asri senelah kiri. Kalau dari arah Ujung Genteng menuju Palabuhan Ratu sebaliknya, sebelah kirinya pantai – sebelah kanannya pegunungan atau hutan lebat. Itu akan menjadu panorama unik ya, karena disitulah tengah-tengahnya geopark,” paparnya.

Kawasan geopark ini akan fokus tiga hal. Diantaranya Geodiversity, kenakearagaman geologi yang bernilai sejarah, seperti jenis batuan dan glatser. Biodiversity yaitu keanekaragaman flora dan fauna, serta Culturediversity merupakan keanekaragaman seni dan budaya masyarakat lokal.(fokusjabar)

Editor: Hadi Rasyidi




BDG.NEWS, Belgia - Disetujuinya rancangan peraturan yang melarang pemakaian cadar di tempat umum oleh parlemen Belgia, membawa dimensi baru dalam kehidupan umat Muslim setempat. Belgia akan menjadi negara pertama yang secara resmi melarang pemakaian cadar. Busana khas Muslimah ini memang telah menjadi sasaran 'tembak' kalangan anti-Muslim sejak beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, sebuah komite di parlemen menyepakati kebijakan ini melalui voting pada akhir bulan lalu. Nantinya, setelah diratifikasi, rancangan peraturan itu barulah diundangkan. Di situ tercantum pengenaan sanksi bagi yang melanggar, yakni denda sebesar 25 Euro atau hukuman kurungan selama tujuh hari.

Kelompok anti Islam menyambut gembira perkembangan ini. Sejatinya, upaya untuk menggegolkan kebijakan diskriminatif tersebut telah dilakukan sejak 2004. Adapun di tataran komunal, muncul pelarangan-pelarangan dari otoritas sekolah dan tempat kerja di sejumlah distrik terhadap pemakaian cadar atau jilbab.

Sulit dimungkiri, munculnya masalah itu karena kekhawatiran yang berlebihan. Anggota parlemen sayap kiri Denis Ducarme menegaskan peraturan itu bertujuan untuk mengeliminir ancaman dari kaum radikal Muslim. Ia mengatakan, aturan tegas ini memberikan sinyal yang kuat bagi kelompok Islam tertentu.

Dia berpendapat, ketidakmampuan untuk mengidentifikasi seseorang, bisa menimbulkan konsekuensi keamanan yang sangat serius. Denis juga menilai cadar merupakan 'penjara berjalan' bagi kaum wanita dan mengekang kebebasan mereka.

Senada dengan pernyataan tersebut, ketua promotor RUU, Daniel Bacquelaine, menengarai bahwa cadar bisa saja digunakan untuk menggelar demonstrasi kekerasan dengan menutupi wajah mereka. Ia memperkirakan hanya sekian ratus wanita di Belgia yang bercadar, namun diakui trennya mulai meningkat.

''Mengenakan cadar di tempat umum bertentangan dengan karakteristik masyarakat Belgia yang terbuka, liberal dan toleran,'' sambungnya.

Tensi tinggi melingkupi jantung Eropa ketika keberadaan imigran Muslim yang semakin kuat, dirasakan sebagai ancaman. Baik dalam arti fisik, juga secara dominasi dan eksistensi. Apa yang timbul di Belgia, Prancis, Swiss dan lainnya, membuktikan sinyalemen tadi.

Dari analisa Michael Radu, co-chairman Center on Terorism and Counterterorism, Foreign Policy Research Institute of Philadelphia, Eropa Barat kini sedang menghadapi dilema yang pada awalnya dipicu oleh kebijakan yang terlalu membuka diri terhadap imigran.

Sejarah mencatat, kawasan ini pernah mengalami derasnya arus kedatangan imigran pada era 60 dan 70an. Ada banyak alasan yang mendasari, antara lain konflik berkepanjangan di negara asal, permintaan suaka politik, mencari pekerjaan, atau menempuh studi.(republika)

Editor : Hadi Rasyidi






BDG.NEWS, Jakarta - Pria berbaju kotak-kotak yang mengamuk di tempat pemungutan suara (TPS) dan menghina tentara, Iwan Bopeng alias Fredy Tuhenay sudah dipertemukan dengan Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Teddy Lhaksmana. Dengan alasan itu, polisi menyebut kasus ucapan 'potong tentara' sudah selesai.

"Iwan Bopeng itu kemarin sudah dipertemukan dengan Panglima Kodam, itu sudah clear ya, sudah ya clear," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/2).

Argo mengimbau kepada masyarakat agar tidak berbuat onar seperti yang dilakukan oleh Iwan Bopeng pada Pilkada DKI Jakarta yang bakal digelar 19 April mendatang. Ia menyarankan agar masyarakat memilih sesuai hati nurani saja terhadap dua pasangan calon yang akan bertarung.

"Peran serta masyarakat untuk ikut serta ya bagaimana mencipatakan kemanan di pilkada putaran kedua, sampaikan ke teman-teman dan saudara-saudaranya untuk ikut sesuai aturan yang ada, tidak usah mebuat keonaran, pilihlah sesuai hati nurani mana yang mau dipilih," kata Argo.

Terkait tindakan intimidasi yang diduga dilakukan Iwan Bopeng di TPS 25, 26, dan 27 di Kelurahan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, di Pilkada DKI putaran pertama, Argo mengaku pihaknya sejauh ini belum menerima laporan. "Nggak ada laporan saya di sana (di TPS)," kata mantan kabid humas Polda Jatim tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya Iwan Bopeng dikabarkan mengamuk di TPS kawasan Jakarta Timur pada Ahad (19/2) lalu. Bopeng membuat kericuhan dengan kata-kata, "tentara gue potong di sini, apalagi elu," dan video ini pun mendadak ramai di perbincangkan di media sosial. (republika)

Editor: Hadi Rasyidi





BDG.NEWS, Banjar - "Kami para Ulama se-Priangan Timur yang hadir pada Multaqo Ulama bersama Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan menolak rencana pemerintah untuk melakukan sertifikasi Da'i dan Khatib, karena tindakan ini merupakan pembungkaman terhadap dakwah Islam," tegas Ustadz Heri Abu Rizki mewakili puluhan ulama pada agenda Multaqo Ulama yang dilaksanakan pada hari Ahad (26/02/2017), di Rumah Tahfidz Ar-Rohman, Kota Banjar.

Ia pun menyatakan bahwa permasalahan yang tengah menghinggapi umat Islam saat ini, khususnya di Indonesia adalah buah dari diterapkannya sistem kapitalis sekuler bukan karena adanya dakwah yang kini tengah menggeliat di tengah-tengah umat.

Sementara itu Ustadz Husen Al-Banjari mengungkapkan bahwa sertifikasi khatib sebagai bagian tak terpisahkan dari program deradikalisasi jelas-jelas membahayakan eksistensi Islam dan kaum muslim.

"Sertifikasi Ulama dan Khatib merupakan makar yang sengaja dibuat untuk melanggengkan penguasa dan sistem kapitalis sekuler, serta untuk melestarikan dominasi dan imperialisme barat atas dunia Islam. Karenanya harus ditolak," paparnya.

Acara ini, dihadiri oleh Ulama dari berbagai daerah di wilayah Priangan Timur seperti dari Kota Banjar, Tasikmalaya, Ciamis, Banjarsari, hingga Pangandaran.

Editor : Hadi Rasyidi






BDG.NEWS, Bandung - Ketua DPD LEM Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jabar Muhamad Sidarta mengatakan, pada peringatan Hari Pekerja Indonesia nyatanya para buruh masih banyak bekerja secara tak layak. Bahkan, buruh seringkali dianggap sebagai mesin yang bisa dibayar dengan sangat murah.

"Miris ya, buruh dianggap mesin. Dibayar murah tapi kerjanya luar biasa," ujar Sidarta kepada Merdeka Bandung saat ditemui pada peringatan Hari Pekerja Indonesia dan Hari Ulang Tahun SPSI ke-44, Minggu (26/2).

Pada Hari Pekerja Indonesia dan Hari Ulang Tahun SPSI Ke-44 sudah seharusnya diperingati bersama. Menurut dia, 20 Februari 1973 adalah tonggak sejarah hari lahirnya SPSI yang tergabung di dalamnya, terdiri dari 21 Federasi Serikat Pekerja dari berbagai sektor industri untuk meneguhkan hati, semangat dan soliditas perjuangan kaum pekerja atau buruh.

"Maksud dan tujuan peringatan Hari Pekerja Indonesia dan Hari Ulang Tahun SPSI Ke-44 ini adalah sebagai ajang silaturrami, komunikasi, konsolidasi dan evaluasi perjuangan organisasi untuk meneruskan perjuangan para pejuang kaum pekerja atau buruh terdahulu yang belum tercapai, harus bisa kita wujudkan bersama yaitu kepastian kerja, upah dan hari tua," katanya.

Buruh, kata Sidarta, merupakan bagian dari potensi bangsa, mempunyai posisi dan peran penting serta strategis sebagai pelaku aktif pembangunan ekonomi nasional, khususnya sebagai sumber daya manusia yang menjadi tulang punggung dan motor penggerak peningkatan ekonomi negara.

Mestinya hubungan industrial dapat menjadi pilar pembangunan ekonomi regional dan nasional yang mampu memberi keuntungan bagi pelaku usaha, mensejahterakan kaum pekerja atau buruh dan seluruh rakyat serta kejayaan bangsa dan negara.

"Faktanya sampai saat ini pekerja atau buruh, sebagai faktor utama produksi belum mendapatkan prioritas yang perlu diperhatikan dan seakan hanya sebagai pelengkap yang bisa di on off kan kapan saja seperti mesin dan dibayar murah," ujarnya. (bandung.merdeka)

Editor: Hadi Rasyidi

Duarr! Ada Orang Ledakkan Benda Diduga Bom di Cicendo Bandung
Bandung - Ledakan keras terjadi di Jl Pandawa, kawasan Cicendo, Kota Bandung. Belum diketahui apakah benda tersebut bom atau bukan. Pelaku melarikan diri.

Sekitar pukul 09.59 WIB, Senin (27/2/2017), puluhan polisi bersenjata lengkap mengepung kantor kelurahan Arjuna, Cicendo. Menurut informasi, di kantor itulah pelaku bersembunyi. Penggerebekan dipimpin langsung Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo. 



Bdg.news. Bandung (26/2/2017) - Dalam rangka mengambil pelajaran akan jayanya peradaban Islam yang pernah berdiri kurang lebih 1400 tahun, Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Kota Bandung mengadakan acara Inspiration For Muslim Students (IMS) pada hari Sabtu, 25 Februari 2017 bertajuk “Menapaki Sejarah Peradaban Islam Dari Lahir Hingga Kehancurannya” Acara yang diselenggarakan di Masjid Al-Jihad Unpad Dipatiukur Bandung ini menghadirkan pemateri Ust. Agus Suryana, S. S., M. Pd selaku Inspirator Dakwah dan Founder Media Islam Online.

Acara ini di hadiri oleh ratusan mahasiswa baik itu yang tergabung dengan Lembaga Dakwah Kampus, Unit Kegiatan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai kampus negeri dan swasta di Kota Bandung.

Dalam sambutannya Tatang Hidayat selaku Ketua BE Korda BKLDK menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada generasi muda bahwa di dunia ini pernah ada peradaban yang berdiri kurang lebih 1400 tahun dengan segala bentuk kejayaannya, yakni peradaban Islam. Oleh karena itu, penting untuk diingatkan kembali kepada generasi muda untuk mengenal sejarah peradaban tersebut dari mulai lahir hingga keruntuhannya untuk di jadikan pelajaran bagi generasi muda Islam saat ini untuk menatap peradaban Islam di Masa depan.



Pemaparan materi oleh Ustadz Agus Suryana, S. S. M. Pd selaku inspirator Dakwah dan Founder Media Islam Online. Beliau memaparkan bahwa “Peradaban Islam sudah di akui oleh dunia Barat, sebagaimana menurut Carleton : dalam ‘Technology, Business, and Our Way of Life: What Nex’ Peradaban Islam merupakan peradaban terbesar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan negara adi daya dunia (superstate) terbentang dari satu samudera ke samudera yang lain; dari iklim utara hingga tropis dengan ratusan juta orang di dalamnya , dengan perbedaan kepercayaan dan suku” tuturnya.

Beliau menambahkan “bahwa peradaban Islam mencakup semua tujuan bernegara, yakni Jaminan kesejahteraan masyarakat, perlindungan dan keamanan warganya,, kecerdasan rakyat, dan persatuan” tambahnya.

Dalam paparannya “sebab-sebab kemunduran peradaban Islam dikarenakan Lemahnya pemahaman Islam, peremehan Bahasa Arab sehingga potensi Islam terpisah dari Bahasa Arab, tidak bisa ijtihad yang menyebabkan tidak bisa selesaikan masalah (mundur)” tandasnya

Oleh karena itu, dalam paparan penutup beliau menyampaikan peran yang bisa dilakukan mahasiswa dalam rangka mengembalikan peradaban Islam “Pahami masalah, pertajam tsaqofah (pemahaman terhadap ilmu-ilmu ke-Islaman), Ambil peran perubahan, hindari sikap apatis, studi oriented, hedonis materialistis, sebab posisi Anda sangat strategis di masyarakat, dan berjuang dalam barisan dakwah Islam Ideologis” pungkasnya.





BDG.NEWS, Jakarta - Panita Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) akan mengunjungi Jerman dan Meksiko pada 11 sampai 16 Maret 2017. Kunjungan kerja ke luar negeri ini dinilai tidak efektif. 

"Rencana Pansus RUU Pemilu berkunjung ke Jerman dan Meksiko hanya membuang-buang waktu saja. Kegiatan seperti ini menegaskan betapa kerja DPR tidak efektif dan efisien, hanya memboroskan uang,” kata Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (25/2).

Lucius mengatakan kunjungan tersebut tidak memberikan sumbangsih berarti pada pembahasan RUU. Alasannya pansus sudah dalam proses pembahasan daftar inventarisasi masalah (DIM) yang artinya fraksi-fraksi sudah mengusulkan konsep untuk RUU Pemilu.

“Setiap fraksi punya kepentingan terkait aneka isu krusial di dalam RUU Pemilu. Dengan begitu, kunjungan kerja hampir pasti sia-sia karena tetap saja pertimbangan partai yang akan menentukan hasil akhir," kata Lucius.

Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy menjelaskan tujuan kunjungan kerja untuk mendapatkan perbandingan dari negara lain. Jerman dipilih untuk mempelajari sistem pemilihan elektronik, dan kata Lukman, saat ini Jerman sedang melakukan evaluasi sistem itu. 

“Dalam draft RUU Pemilu ada norma yang mengatur rencana penerepan sistem pemilihan elektronik.” kata Lukman. 

Adapun kunjungan ke Meksiko untuk menyoroti soal sistem presidensial, multi partai, Pemilu serentak dan ambang batas parlemen serta presiden. 

“Secara spesifik pansus ingin mendapatkan gambaran yang lengkap tentang peradilan Pemilu mulai dari aspek filosofis, kelembagaan sampai aspek teknis acara peradilan,” kata Lukman. 

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan pimpinan telah memberikan izin pada Pansus RUU Pemilu. Ia meminta semua pihak tidak memandang kunjungan kerja sebagai kegiatan yang tidak berguna.

"Kunjungan itu dimensinya banyak, tidak perlu khawatir seolah-olah ini hanya pemborosan. Jadi jangan bicara, 'kan ini bisa dicari di Google', tapi ini diplomasi," kata Fahri di kompleks DPR, akhir pekan lalu. 

Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia Evi Fitriani tak sependapat dengan penjelasan Fahri mengenai kunjungan kerja. Penjelasan Fahri hanya alasan klise agar terlihat kalau anggota DPR benar-benar bekerja saat kunjungan kerja.

"Orang Jerman sudah menjalin diplomasi dengan duta besar yang ada di Jakarta. Orang di sana juga tahu, anggota DPR kesana bukan untuk apa-apa. Diplomasi bukan sekali datang dan langsung jadi," kata Evi Fitriani saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (25/2).

Evi memandang kunjugan kerja yang dilakukan Pansus sangat tidak perlu dilakukan. Ia menyatakan pernah menjadi petugas penghubung DPR saat melakukan kunjungan kerja ke Australia pada tahun 2009. Alih-alih serius bekerja, kala itu anggota tak ingin rapat memakan waktu lama karena mereka ingin segera berbelanja. 

"Yang buat laporan dari kunjungan kerja itu staf yang dibawa. Bukan mereka, mereka sibuk jalan-jalan. Kadang saya kasian sama staf itu," kata Evi. (cnnindonesia)

Editor: Hadi Rasyidi



BDG.NEWS, Bandung - Direktorat pembinaan masyarakat (Dit Binmas) Polda Jawa Barat merekrut 240 polisi dan 120 polisi wanita dari 22 tingkat Kepolisian Resort, untuk menjalani program Polisi Santri dan Polwan Guru Ngaji.

Insan Bhayangkara dan Bhayangkari itu akan ditugaskan kembali di wilayah kerjanya sebag‎ai pelaksana fungsi keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dilihat dari sisi agamis.

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, dalam pesannya berharap, hasil dari pelatihan ini bisa dimaksimalkan di daerah untuk pencegahan tindakan kriminal oleh masyarakat dengan pendekatan agama.

“Alhamdulillah sudah selesai dalam tiga hari pelatihannya, dan seletah dari sini mereka akan masuk pesantren di daerah tugasnya masing-masing. Semingu sampai dua minggu,” ujar Anton Charliyan, Jumat (24/2/2017) di Markas Polda Jabar.

Menururut Anton, program Polisi Santri ini akan menempatkan fungsi polisi tidak hanya sebagai penjaga Kamtibmas tapi juga mengayomi masyarakat dari sisi keagamaan. Mengingat Jawa Barat adalah berpenduduk mayoritas muslim.

“Mereka ini diberi kemampuan, sehingga mereka minimal bisa menjadi imam sholat, bisa berdakwah, bisa jadi khotib, yang bisa menjadi guru ngaji dan bisa menjadi muadzin,” jelas dia.

Menurut mantan Kadiv Humas Polri itu, sebanyak 10 orang dari masing-masing Polres, nantinya akan berkeliling di wilayah kerjanya ‎untuk memberikan informasi tentang Kamtibmas dari sisi agamis. Selain Polisi Santri, masih ada program sejenis lainnya yaitu Polwan Guru Ngaji.

Usai pelatihan para polisi wanita nantinya akan bertugas mengajar ngaji kepada anak-anak.

‎”Ada 120 orang polwan guru ngaji, nanti akan diberdayakan juga, mereka membentuk kelompok anak-anak, dalam tiga bulan kelompok anak tersebut dari tidak bisa menjadi sampai bisa mengaji,” papar Anton Charliyan.

Kapolda berharap ‎dua programnya itu bisa memenuhi keinginan masyarakat, dan berjanji program ini akan terus berlanjut.

“Ini akan terus berlangsung, ini angkatan pertama, nanti kita evaluasi‎. Mudah-mudahan dengan cara ini bisa nyambung dan menjawab keinginan masyarakat,” pungkasnya.(fokusjabar)

Editor : Hadi Rasyidi




BDG.NEWS, Bandung – Dakwah adalah pembuka jalan kebaikan dan penutup jalan keburukan. Seiring berkembangnya rencana Pemerintah yang akan melakukan sertifikasi Khatib dan Da’I, hal tersebut merupakan tindakan menghalang-halangi jalan dakwah di tengah-tengah masyarakat dalam mengembalikan kemuliaan Islam. 

Mengingat, hanya dengan dakwah agama ini bisa menyebar luas kebaikan di mana saja berada. Salah satu nash syara yang menyatakan akan kewajiban dan urgensitas dakwah Allah SWT berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dari orang yang menyeru kepada (agama) Allah, beramal shalih dan berkata, Sesungguhnya aku adalah bagian dari orang-orang yang berserah diri (QS. Al-Fushilat:33)

Adanya wacana sertifikasi da'i dan khatib yang akan diupayakan oleh Pemerintah ini, merupakan buah dari sistem kapitalis sekuler untuk membungkam dakwah Islam yang kini hadir menggeliat di tengah-tengah umat. Tentunya, wacana tersebut ada yang mendukung, ada juga yang tidak mendukung.

Wacana sertifikasi da'i dan khatib, justru akan mengesampingkan peran besar dari  Ulama dalam melakukan kontrol (muhasabah) terhadap kebijakan penguasa dzalim di negeri ini. Karena yang dilakukan Pemerintah (wacana sertifikasi dan khatib) adalah wujud dari sekularisasi untuk menghilangkan kesadaran umat, agar alergi terhadap upaya dakwah (Politik Islam) yang dilakukan oleh Ulama. Sebagai kelanjutan dari Program  panjang  deradikalisasi terhadapa ajaran Islam.

Acara “Multaqa Ulama” bersama HTI Bandung Raya untuk menolak Sertifikasi Da’I dan Khathib tersebut,  diselenggarakan di Kantor DPD I HTI Jawa Barat, Jalan Jakarta No.41.  Dihadiri oleh Ulama, asatidz dan tokoh umat Bandung Raya. Dan menyepakati, menolak wacana sertifikasi da'i dan khatib yang akan dilakukan oleh Pemerintah.



Report/Editor : Hadi Rasyidi / M.Randy




BDG.NEWS, Bandung - Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kota Bandung, dokter Nina Mana Rosana mengatakan, orang yang merokok itu alay dan tidak keren. Menurutnya para perokok bukanlah orang sehat, secara kejiwaan mereka mengalami gangguan karena ketergantungan terhadap sesuatu yang tidak wajar.

“Siapa bilang perokok itu keren, orang yang merokok itu alay! Mereka adalah orang yang harus kita tolong, karena bahayanya akan dirasakan oleh perokok pasif. Untuk itu kita membuat Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang kawasan tanpa rokok,” tuturnya kepada PRFM, Jumat (23/2/2017).

Ia menyampaikan, kawasan tanpa rokok harus mengutamakan lingkungan pendidikan dan pelayanan kesehatan. Dalam radius 500 meter, 100 persen tidak boleh ada yang merokok.

“Selain itu kita juga membuat aturan siapa saja yang boleh menjual rokok dan siapa saja yang boleh membeli rokok. Yang boleh membeli rokok hanya yang berusia 18 tahun ke atas, jika ada yang menjual diluar usia tersebut akan ada sanksi sosialnya,” ungkap Nina.

Selain itu, ia juga meminta semua sekolah untuk tidak melakukan kegiatan apapun yang disponsori oleh perusahaan rokok. Menurutnya perusahaan rokok saat ini menyasar para pelajar dan mahasiswa.

“Dari hasil survei, pola belanja masyarakat Bandung, pembelian rokok berada diurutan kedua dibandingkan kebutuhan belanja lainnya,” ungkapnya.

Ia pun berharap, Perwal kawasan tanpa rokok tersebut bisa ditetapkan secepatnya karena sudah memasuki tahapan akhir.

“Kita sudah masuk dalam tahapan akhir penyusunan Perwal, mudah-mudahan secepatnya bisa ditetapkan,” pungkasnya. (fokusjabar)

Editor : Hadi Rasyidi



BDG.NEWS, Bandung - Memanasnya situasi politik di dalam negeri belakangan ini memicu sebagian kalangan menggunakan isu kebhinekaan untuk melindungi kepentingan politisnya dan menyudutkan Islam. Sedemikian isu tersebut dimainkan sehingga seolah Islam adalah agama yang tidak toleran terhadap keberagaman yang ada di tengah masyarakat. Juga seolah masyarakat Muslim berbuat lalim terhadap etnis/kelompok minoritas di negeri ini.

Benarkah Islam menjadi ancaman serius atas kebhinekaan? Bagaimana sebenarnya Islam memandang dan mengelola kebhinekaan di tengah masyarakat? Dalam rangka menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, Lajnah Fa'aliyah Muslimah DPD I Hizbut Tahrir Indonesia Jawa Barat menyelenggarakan Diskusi Terbatas yang dihadiri para tokoh Muslimah dari al-Irsyad, Insan Kamil, Darul Hikam, IPII, CFCD Jabar, PWS Salman dan BKMM Jabar pada Sabtu (18/2) di kediaman Ibu Dr. Lulu Lusianti Fitri, Jalan Imam Bonjol, Bandung.

Dalam acara yang membahas tema "Islam di Tengah Politisasi Isu Kebhinnekaan" ini, Ibu Nurul Hidayani (Koordinator Lajnah Fa'aliyah MHTI Jabar) menyampaikan bahwasanya kebhinekaan adalah hal yang diakui dalam Islam. Karena yang dimaksud dengan kebhinekaan adalah pluralitas, bukan pluralisme. Pluralitas adalah kemajemukan dalam masyarakat yang memang hasil penciptaan Allah SWT, bukan untuk melebihkan satu sama lain, tapi untuk saling mengenal karena yang menjadikan mulia adalah ketakwaannya.


Adapun pluralisme adalah paham yang menyamakan semua agama, dan paham ini berseberangan dengan konsep keyakinan Islam. Akan tetapi, saat ini ada upaya untuk menanamkan paham ini ke tengah kaum Muslim, baik secara halus maupun frontal, sehingga kaum Muslim dikondisikan untuk bersikap moderat dan tidak fanatik. Akibatnya, paham Islam yang hakiki pun dikaburkan. Keyakinan umat Islam pun melemah dan berimbas juga pada aturannya yang hilang yang justru menjadi marabahaya bagi seluruh umat manusia. Kita saksikan bagaimana ketika Islam ditegakkan pluralitas begitu berjalan harmonis, sejahtera, dan makmur. Islam pun menaungi berbagai macam negara di berbagai benua.
 
Untuk itu, perlu ada upaya untuk memahamkan umat mengenai kebhinekaan dan kaitannya dengan Islam. Umat pun harus memahami secara jernih isu kebhinekaan yang saat ini sedang digunakan untuk menohok Islam dan melihat siapa dalang di balik ini semua. Bu Nurul pun menegaskan bahwa saat ini sedang terjadi proxy war. Sebetulnya yang harus kita perangi saat ini adalah ideologi kapitalisme yang tengah mencengkeram Indonesia. Tetapi umat Islam justru terfokus pada isu non-Muslim ataupun orang-orang munafik. Oleh karena itu, umat harus disadarkan mengenai akar permasalahan saat ini, sehingga umat tidak frustasi dan kehabisan energi. Perlu ada pembinaan dan dakwah di tengah-tengah umat untuk kembali berpegang teguh pada Islam dan mengembalikan Islam pada kekuasaan. Berpegang teguh pada Islam berarti menjadikan Islam sebagai sebuah ideologi yang mewarnai seluruh aspek kehidupan. [] MHTI Jabar

Editor : Hadi Rasyidi


Bdg.News -- Menurut Fadli, uang yang digunakan itu adalah dana dari umat, bukan duit negara.

"Ini pelanggaran hukum ke tokoh-tokoh yang sudah jelas. Ini bukan TPPU karena jelas donaturnya," kata Fadli.

Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu menyatakan, hal-hal semacam ini yang akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum.

"Akan ada banyak kriminalisasi yg beda pendapat dengan pemerintah. Penegak hukum bukan kaki tangan penguasa yang bisa lakukan penegakan hukum seenaknya," kata dia.

Fadli menambahkan, aspirasi ini akan disampaikan kepada presiden, kepolisian maupun aparatur negara lainnya.

"Ini urgent, tidak boleh ada suatu penegakan hukum yang tidak adil," jelasnya.

Dia heran, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga melakukan pelanggaran hukum menista agama diperlakukan istimewa dibanding orang yang menyerukan penegakan hukum.

"Hukum di Indonesia sedang mengalami sakaratul maut," tegasnya.

Bdg.News -- Beredar di media sosial, poster ajakan aksi 21 Februari 2017 alias aksi 212 Jilid 2 memuat foto Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Seolah-olah ada kesan Gatot Nurmantyo punya peran di aksi itu.

Kini pasti sudah, poster aksi 212 yang mencantumkan foto Gatot Nurmantyo itu hanya bohong belaka. Pimpinan aksi 212, yakni Forum Umat Islam (FUI), adalah pihak yang memastikan hal ini.

"Nggak ada. Itu hoax," tegas Sekretaris Jenderal FUI, Muhammad Al Khaththath, kepada detikcom, Minggu (19/2/2017).
Foto Panglima TNI di Poster Aksi 212, FUI: Itu Hoax  

Poster maya itu beredar di jejaring media sosial. Isinya memuat foto Gatot Nurmantyo, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, Syekh Ali Jaber, Ustaz Arifin Ilham, KH Abdullah Gymnastiar, dan Ketua Umum GNPF MUI Ustaz Bachtiar Nasir.

Di bagian atas poster tertulis dengan huruf merah, "21 Februari 2017", di bawahnya ada nama-nama orang yang fotonya terpampang, kemudian ada kalimat dengan huruf merah sebagai tanda lokasi aksi 212 jilid 2 ini, "Gedung DPR/MPR RI".

Di bagian bawah tertilis "Aksi Damai Bela Islam 5", juga ada semacam stempel. "The Best Aksi Damai 2016". 
 



BDG.NEWS, Bekasi - Sebanyak 14 kompleks perumahan di Kota Bekasi, Jawa Barat masih terendam banjir sejak Ahad (19/2). Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi mengguyur Kota Bekasi sejak beberapa hari terakhir. 

Ribuan perumahan di empat belas komplek perumahan masih digenangi banjir. BPBD Kota Bekasi melaporkan banjir justru bertambah tinggi karena kondisi hujan masih terus berlangsung. 

Sebanyak 119 jiwa mengungsi di Perum Nasio Jatiasih, sementara di Kalibaru, Medansatria, 160 jiwa terdampak banjir akibat mengungsi. "Lima unit rumah rusak berat, sedangkan 14 lokasi perumahan warga terendam dengan tinggi muka air mencapai 1,2 meter sampai dengan 1,3 meter," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (19/2). 

Sutopo mengatakan, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi sehingga sungai meluap. BPBD Kota Bekasi sudah melakukan penyaluran logistik bantuan bencana ke tempat lokasi kejadian, sementara peralatan dan perlengkapan bencana banjir sudah dikirim ke lokasi kejadian.

Lanjut Sutopo, evakuasi warga sudah dilakukan di beberapa titik banjir, seperti Perum Dosen IKIP, Perum Pondok Hijau (PHP), dan Perum Pondok Ungu Permai (PUP). Tinggi muka air di perumahan dosen IKIP Jati bening 1,3 meter dan di Jatiasih 1,2 meter. 

Data BNPB menyebutkan, banjir terjadi di Kel. Margahayu Kec. Bekasi Timur, Perum Dosen IKIP, Perum Surya Mandala Bekasi Selatan, Mutiara Gading Timur (MGT), Pondok Timur Indah (PTI), Pondok Ungu Permai (PUP), Perum Nasio, Perum Duta, Indah Perum Interup Asri Jatiwaringin, Pondok Hijau Permai, Pondok Chandra, Melati Harapan Mulya, Perum Bougenvil, Perum Griya Jatisari, serta Komplek Buana Risma Jl Jatiluhur. 

Salah satu warga RW 016 Perum Nasio Jatiasih, Echa (31 tahun) mengatakan ketinggian air di Perum Nasio berkisar satu meter dan sudah masuk ke dalam rumah warga. Genangan air diperkirakan masih terus bertambah lantaran cuaca tidak menentu. Kondisi cuaca di kawasan Bekasi masih hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. 

"Kondisi rumah warga sudah masuk ke dalam rumah airnya. Saat ini sedang hujan deras. Airnya pasti akan tambah tinggi," kata Echa.

Echa melanjutkan, bantuan logistik untuk warga sampai saat ini belum datang. Sebagian warga masih mencari makanan sendiri ke warung-warung terdekat. Kendaraan roda empat dan roda dua juga tidak dapat masuk mengingat tingginya genangan air. Warga hanya dapat beraktivitas dengan perahu karet. 

"Biasanya mereka ngirim bantuan makanan dan air minum lewat perahu karet dan muterin rumah warga. Mungkin karena hujan yang cukup deras. Jadi mereka belum keliling," ujar Echa.

Sumber: Republika
Editor : Hadi Rasyidi





BDG.NEWS, Ramallah - Sebuah majalah di Amerika “The Christian Science Monitor” memuat laporan tentang sosok guru perempuan asal Palestina, Hanan Al-Horb yang dinobatkan sebagai guru terbaik dunia pada tahun 2016. Laporan ini ditulis sendiri oleh editor majalah, Christa Case Bryant.

Al-Horb berhasil meraih predikat guru terbaik tingkat dunia atau “The Global Teacher Prize” setelah menyisikan finalis lain dari berbagai negara seperti India, Inggris, Finlandia, dan Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan oleh yayasan sosial, “Varkey Poundation” yang berpusat di Inggris. 

Selain mengharumkan nama baik Palestina di kancah internasional, Al-Horb juga berhak mendapatkan hadiah sebesar 1 Juta Dollar Amerika atau sekitar 13 Milyar Rupiah.

Kini Al-Horb menjadi inspirasi semua orang yang bergerak di bidang yang sangat vital ini. Salah satu pertimbangan yang mengantarnya meraih penghargaan ini adalah kemampuannya dalam menangani anak-anak yang menderita trauma kekerasan.

Palestina adalah negara yang masih berada dalam jajahan Israel. Sehari-hari anak-anak Palestina disuguhkan dengan informasi akan kekerasan yang terjadi akibat pertikaian antara Israel dan Palestina. Palestina, khususnya di Jalur Gaza, seolah sudah akrab dengan situasi perang yang merusak tatanan kehidupan, ditambah lagi dengan sulitnya kehidupan akibat blokade mencekik Israel yang berkepanjangan.

Situasi ini menuntut kehebatan seorang guru dalam proses belajar mengajar dan pembinaan di sekolah. Guru-guru di Palestina dituntut untuk lebih kreatif agar peserta didik kelak menjadi pribadi terampil, berkarakter baik, dan bijak melihat peristiwa di sekelilingnya.

“Al-Hroub adalah inspirasi bagi para guru dalam peningkatan keterampilan mengajar. Prestasinya di tingkat dunia menambah semangat para guru di Palesitina. Mereka benar-benar merasa punya arti di tengah masyarakat,”tulis Christa.

Salah satu kelebihan Al-Hroub yang diceritakan dalam laporan itu, bahwa ia sangat piawai dalam menghadapi anak-anak yang memiliki kencendrungan emosianal tinggi. Emosi berlebihan ini mendorong mereka untuk melakukan tindak kekerasan di sekolah. Mungkin perasaan semacam ini muncul akibat faktor lingkungan.

Metode mengajar yang ditonjolkan oleh Al-Horb adalah memberi perhatian besar terhadap kepribadian siswa. Dia selalu mencoba untuk menggali potensi yang dimiliki siswanya. Tidak hanya cukup dengan kecakapan mentransper ilmu ke peserta didik, namun lebih dari itu, dia mencoba untuk mencermati bakat, kecenderungan, emosional para siswa, yang dengannya mereka bisa diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan itu sendiri.

Al-Hroub adalah seorang guru yang sudah terbiasa mengajar di kamp-kamp pengusian seperti kamp pengusian yang dekat dari Beitlehem. Meski berada dalam situasi sulit, Al-Hroub selalu mencoba menghadirkan kesejukan dalam proses belajar mengajar.

Dirinya mampu menepis tuduhan Israel bahwa anak-anak Palestina diajari kekerasan, kebencian, radikalisme sebagaimaana yang tercantum dalam kurikulum.

“Jangan sekali-kali kita ciptakan situasi permusuhan dan kebencian di dalam kelas,”jelas Al-Hroub.

Saat ini Al-Hroub mencoba mendorong pemerintah Palestina untuk lebih memperhatikan nasib dan masa depan guru, termasuk peningkatan kesejateraan bagi mereka. Namun yang terpenting bagi Al-Hroub, yang kini telah menjadi inspirasi dunia, adalah selalu mendorong pemerintah Palestina agar mendorng pengembangan metode mengajar bagi para guru melalui pelatihan secara intensif. 

Sumber : suarapalestina
Editor : Hadi Rasyidi



Bdg.News. Timika. Lebih dari 20 pekerja asing di perusahaan-perusahaan kontraktor PT Freeport pergi meninggalkan Timika, Papua, dan kembali ke negara asal mereka.

Hal itu terjadi setelah perusahaan penambangan itu tidak mendapatkan izin ekspor konsentrat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura Jesaja Samuel Enock mengatakan, sebagian dari pekerja asing itu ada yang terkena dampak pengurangan tenaga kerja dari perusahaan tempat mereka bekerja.

"Ada yang kontrak kerjanya sudah selesai kebetulan bertepatan dengan momentum pengurangan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan kontraktor PT Freeport. Tapi ada juga yang terkena dampak langsung dari persoalan yang kini terjadi di PT Freeport," kata Samuel.

Menurut dia, pekerja asing yang sudah hengkang itu semuanya bekerja di perusahaan-perusahaan kontraktor serta privatisasi PT Freeport.

Adapun pekerja asing permanen PT Freeport yang bekerja di kawasan pertambangan di Tembagapura, Mimika, Papua, hingga kini belum ada yang diberhentikan atau dipulangkan kembali ke negara asalnya.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengakui bahwa saat ini PT Freeport Indonesia dan sejumlah perusahaan privatisasi serta kontraktornya mulai memulangkan para pekerjanya, termasuk tenaga kerja asing dari berbagai negara.

Sesuai laporan dari Dinas Tenaga Kerja setempat, kebijakan merumahkan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Freeport maupun perusahaan kontraktor serta privatisasinya terus berlangsung sejak Freeport tidak lagi mendapatkan izin ekspor konsentrat pada 12 Januari 2017.

Dinas Tenaga Kerja mencatat setidaknya sudah ada 300-an pekerja yang diberhentikan. Adapun karyawan permanen Freeport diberi kebijakan untuk dirumahkan.

Sementara itu, kata Eltinus, karyawan yang pulang cuti diminta tidak kembali lagi ke Timika untuk bekerja sampai perusahaan normal kembali.

"Setiap hari ada sekitar 30-500 karyawan yang dipulangkan. Kalau ditotal, jumlahnya sudah lebih dari 1.000 orang yang dirumahkan dan di-PHK," kata dia seusai menerima ribuan karyawan yang menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Bupati Mimika di Timika, Jumat (17/2/2017).

Tenaga kerja asing yang bekerja di PT Freeport selama ini didominasi oleh tenaga kerja asal Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, dan Filipina.

Keahlian mereka masih sangat dibutuhkan untuk menangani pekerjaan teknis pertambangan, seperti bagian blasting dan tambang bawah tanah.

Hingga kini tercatat sekitar 200-an tenaga kerja asing masih bekerja di PT Freeport dan berbagai perusahaan privatisasi serta kontraktornya.

Sumber: Kompas.com






BDG.NEWS, Garut - Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan menegaskan, akan membuat “ Polisi Santri.“ Seluruh Polres minimal 15 anggotanya mengikuti program tersebut.

Anton berharap, melalui program tersebut nantinya polisi bisa berdakwah. Selain itu, sebagai upaya untuk memperkenalkan polisi agar tidak hanya dikenal sebagai petugas penyidik saja, tetapi sebagai imam, khatib, pengajian dan yang lainnya.

“ Anggota yang mempunyai kemampuan ilmu agama lebih akan dididik lagi dengan kemampuan khusus agar bisa berdakwah, menjadi imam dan bisa menjadi khatib di lingkungannya,” kata Kapolda saat kunjungannya ke Ponpes Faizien, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Minggu (19/2/2017).

Kapolda menambahkan, polisi agar bisa lebih memasyarakat dan pihaknya akan mengirimkan anggotanya ke pesantren-pesantren untuk menjadi santri.

“ Ilmu tanpa guru akan menjadi sesat. Maka saya akan mengirimkan anggota ke pesantren selama satu minggu,” beber Anton.

Pengasuh Ponpes Faizien Hidayatulloh, KH Ceng Mimar mengapresiasi langkah Kapolda Jawa Barat yang menyempatkan diri mengunjunginya.

“ Kunjungan dan silaturahmi ini menunjukan sekaligus membuktikan terbangunnya persatuan antara ulama dan umara. Kalau dua elemen ini bisa bersatu, saya yakin rakyat juga akan tenteram, aman serta sejahtera,” kata Ceng Mimar

Dia meminta agar jangan mencampur adukkan politik dengan pelayanan terhadap masyarakat. Dia menyesalkan jika ada ulama yang terjun langsung ke dunia politik.

“ Ulama seharusnya menempatkan posisi diantara masyarakat dan bukan memihak untuk kepentingan politik manapun. Mudah-mudahan kunjungan Pak Kapolda membawa rasa damai, aman dan tentram. Khususnya Kabupaten Garut,” pungkasnya. (fokusjabar)

Editor :Hadi Rasyidi





BDG.NEWS, Bandung - Kota Bandung terpilih menjadi tuan rumah pertemuan penyiaran dunia atau dikenal dengan sebutan Internasional conference media world harmony and the 5th annual meeting of ibraf pada 21-23 Februari 2017 mendatang. Perhelatan tersebut bertujuan untuk melawan pemberitaan hoax.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto, acara yang akan digelar di Alun-alun Kota Bandung tersebut dilakukan untuk memerangi pemberitaan hoax. ”Aksi ini akan melibatkan semua komponen masyarakat supaya menjadi bagian dari sebuah aksi nyata melawan kejahatan hoax,” kata Yossi, kemarin.

Yossi mengatakan, kegiatan tersebut akan mengambil tema Mari Melawan Hoax dengan Akal Sehat #BDGHantamHoax. Menurut dia, ini sebagai bentuk perlawanan isu internasional yang saat ini sangat merugikan semua orang.

Menurut dia, berkembangnya teknologi, masyarakat disuguhi dengan konten-konten pemberitaan di media sosial. Salah satu dampak buruk dari sebuah kemajuan teknologi ialah banyaknya tumbuh sebuah pemberitaan palsu yang memecah belahkan sebuah tatanan masyarakat.

Berita hoax, kata dia, sangat mudah dijumpai dalam keseharian masyarakat sekarang. Di balik hal itu, isu anti-hoax sudah menjadi permasalahan dunia, tidak hanya di Indonesia khususnya di Kota Bandung saja.

”Hoax ini sudah membuat masyarakat resah dan dapat memecah belahkan hubungan antara manusia dengan manusia,” tuturnya.

Sekda mengatakan, isu ini sudah mendapat perhatian dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Menurutnya hoax ini harus diberantas karena merugikan semua kalangan. Maka dari itu, Kota Bandung menindak lanjuti harapan Presiden untuk bersama-sa melawan hoax dengan aksi #BDGHantamHoax.

”Pemkot Bandung menindak lanjuti harapan dari bapak presiden untuk bersatu melawan kejahatan hoax dengan membuat sebuah aksi yang kita namakan #BDGHantamHoax,” urainya.

Selain itu, sekda menambahkan pihaknya sudah bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menyukseskan acara ini. Semua komponen masyarakat akan mengambil bagian dalam aksi ini.

Acara yang akan diselenggarakan dari pukul 08.30 ini turut mengundang Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, Ketua KPI Yuliandri Darwis, Rektor Universitas Padjadjaran Tri Hanggono Achmad, Ketua PARFI Marcella Zalianty, unsur muspida dan masih banyak lagi pihak yang akan memeriahkan acara tersebut.

#BDGHantamHoax ini akan menyuguhkan beberapa rangkaian acara, seperti aksi gerakan (koreografi) sebagai simbol #BDGHantamHoax. Di samping itu akan ada penandatanganan Giant Ballon sebagai komitmen bersama untuk memerangi hoax. Selanjutnya prosesi ceremonial ditandai dengan menggelindingkan Giant Ballon ke arah pin bertuliskan HOAX dan diakhiri dengan selfi bersama yang dipimpin oleh Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil.

Sekda berharap melalui acara ini masyarakat akan sadar mengenai bahayanya pemberitaan hoax. Dan Kota Bandung akan membangun media yang positif. ”Semoga melalui acara ini masyarakat bisa lebih peka dan sadar akan bahayanya pemberitaan palsu atau hoax dan bisa sama-sama untuk melawan hoax,” tuturnya.

”Tujuan akhir dari acara ini ialah supaya masyarakat dapat mengkonsumsi berita yang benar sehingga media menjadi pencerah bukan pemecah belah. Karena media layaknya menyaring sebuah informasi sebelum diberitakan kepada khalayak,” pungkasnya.
 (bandungekspres.co.id)

Editor: Hadi Rasyidi



UNDANGAN

*Inspiration For Muslim Students*
BKLDK on February

Peradaban terlahir dari sekumpulan pemikiran, perasaan dan sistem yang membentuk sebuah masyarakat dan membedakannya dengan yang lain dengan sebuah cara hidup yang khas.

Peradaban Islam yang lahir dan dibangun dengan Landasan Iman terhadap Allah dan beserta Aturannya, sehingga ketakwaan kepada Rabb semesta alam menjadi corak khas dari peradaban Islam, dari situlah muncul kegemilangan-kegemilangan yang belum ada tandingan selama ini. Kurang lebih selama 1400 tahun seluruh mata dunia tertuju pada peradaban ini, kesejahteraan dan ketentraman dirasakan oleh seluruh penduduknya.

Namun keruntuhan institusi umat Islam pada 28 Rajab 1342 H/ 3 Maret 1924 M tidak hanya menjadi musibah terbesar bagi umat Islam. Peristiwa itu juga menyebabkan perubahan besar pada tata politik internasional.  Sejak saat itu, kaum Muslim praktis tidak lagi memiliki pengaruh pada relasi politik internasional. Bahkan  pada level tertentu, umat Islam hanya menjadi obyek permainan dan persekongkolan busuk negara-negara imperialis Barat. Harta mereka dijarah. Kehormatan mereka dilecehkan. Darah mereka ditumpahkan oleh musuh-musuh Islam dan kaum Muslim tanpa ada perlawanan berarti. Islam pun tidak lagi bisa diterapkan secara utuh dalam ranah individu, masyarakat dan negara.  Jika pun ada penerapan Islam,  itu pun dibatasi dan atas izin para penguasa sekular.

Mau dibawa kemana umat saat ini akan berlabuh, menyemai kembali masa kegemilangannya? Temukan di IMS #4 BKLDK Kota Bandung kali ini :

Hari/Tanggal : Sabtu,25 Februari 2017
Pukul : 08.00-12.00 Wib
Tempat : Masjid Unpad Dipatiukur Bandung
Tema : *Menapaki Sejarah Peradaban Islam dari Lahir Hingga Keruntuhannya*
Narasumber : Ust. Agus Suryana, S. S., M. Pd (Inspirator Dakwah, Founder Media Islam Online)

CP : 0857-9811-7213

*Terbuka untuk umum
Free

Presented by : Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Kota Bandung

Media BKLDK
FB : BKLDK (Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus) Bandung Raya
IG : bkldkkotabandung
Twitter :@BKLDKBandung
Web : dakwahkampus.id





BDG.NEWS, Islandia - Di Islandia, konsumsi alkohol bukan sebuah tren di kalangan remaja dan bahkan susah untuk menemukan seorang remaja yang menghisap rokok tembakau atau ganja.

Data penggunaan zat-zat adiktif menunjukkan sebuah rincian di mana hanya sejumlah 5% remaja berusia 14-16 tahun mengkonsumsi alkohol pada bulan lalu di negara tersebut.

Di samping itu, hanya 3% yang mengatakan bahwa mereka menghisap rokok tembakau setiap hari dan 7% telah mengkonsumsi ganja setidaknya sekali dalam 30 hari terakhir.

Sementara itu, data orang Eropa menunjukkan sekitar 47% remaja 14-16 tahun mengkonsumsi alkohol, 13% menghisap rokok, dan 7% mengkonsumsi ganja.

Di Amerika Latin, data dari UNICEF menunjukkan 35% remaja berusia 13-15 tahun telah mengkonsumsi alkohol pada bulan lalu dan 17% merokok setiap hari.
Islandia, narkoba, alkoholHak atas fotoMANAGED (PROJECT-LICENSE)
Image captionKesuksesan Islandia memberantas narkoba di kalangan remaja ada pada program Youth yang mulai pada 1998.


Namun, Islandia tidak selalu unggul. Pada akhir 1990-an negara tersebut adalah salah satu dari negara-negara Eropa dengan tingkat penggunaan alkohol dan tembakau tertinggi di kalangan remaja.

Bagaimana mungkin mengubah kebiasaan remaja di negara berpenduduk lebih dari 300 ribu dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun?

Riset Perilaku

Kesuksesan Islandia ada pada program Youth yang mulai pada 1998 dan berbasis pada riset berkelanjutan terhadap kebiasaan dan kekhawatiran yang ada pada remaja.

"Jika Anda adalah direktur perusahaan farmasi, Anda tidak akan meluncurkan obat baru di pasaran tanpa melakukan riset sebelumnya," BBC Spanyol, Jón Sígfusson, direktur Icelandic Center for Research and Analysis Social yang menangani program Youth di Islandia.
Islandia, narkoba, alkoholHak atas fotoMANAGED (PROJECT-LICENSE)
Image captionPenelitian terhadap kebiasaan dan kekhawatiran remaja adalah bagian penting program ini.


"Hal ini sama dengan industri yang lain, dari pertanian sampai infrastruktur. Mengapa tidak hal ini juga dilakukan di kalangan remaja?" ujarnya.

Dia menjelaskan pemetaan program, melalui kuesioner dilakukan setiap dua tahun untuk remaja-remaja dari semua sekolah di negara tersebut.

Di antara variabel lainnya, data dikumpulkan pada pola konsumsi, karakteristik keluarga, putus sekolah, dan masalah emosional remaja.
Islandia, narkoba, alkoholHak atas fotoAFP
Image captionKebijakan Islandia berdasarkan pada riset yang selalu diperbarui.


Dengan faktor-faktor tersebut, laporan-laporan khusus dipersiapkan untuk masing-masing daerah dan sekolah.

"Kami mengumpulkan data dan, dua bulan kemudian, sekolah-sekolah menerima hasilnya," kata direktur program tersebut.

Peran Serta Orang Tua

Langkah berikutnya adalah menganalisis data ini dengan bekerja sama antara sekolah-sekolah, komunitas, dan pemerintah kota, yang mengidentifikasi faktor-faktor risiko utama dan perlindungan terhadap penggunaan alkohol dan narkoba.
Islandia, narkoba, alkoholHak atas fotoTHINKSTOCK IMAGE RIGHT
Image captionPeran serta orang tua adalah faktor penting pencegahan remaja untuk mengkonsumsi alkohol dan narkoba.

"Tidak ada yang terjadi pada satu hari dan hari berikutnya, tapi ini mungkin untuk ditindaklanjuti karena data tersebut mengajarkan kami, contohnya sangat pentingnya faktor orang tua," kata Sígfusson.

"Ini menunjukkan perlunya untuk menginformasikan orang tua dan menjelaskan mereka bahwa mereka adalah faktor pencegahan (konsumsi alkohol dan narkoba) utama untuk anak-anak mereka yaitu menghabiskan waktu dengan mereka, mengawasi dan menjaga mereka," jelasnya.

Menurut pendapat direktur Youth di Islandia, sebelum memulai program tersebut, salah satu pengukuran pencegahan utama adalah mengajari anak-anak tentang efek negatif narkoba.

Namun, tindakan ini saja tidak berhasil. Maka, pendekatan program Youth ini mengubah kondisi secara drastis.

"Kita harus menciptakan lingkungan di mana mereka merasa sehat dan memiliki pilihan untuk mengisi waktu mereka dengan kegiatan-kegiatan positif, yang mengurangi kemungkinan mereka mengkonsumsi zat-zat berbahaya," ungkapnya.

Islandia, narkoba, alkohol
Hak atas fotoMANAGED (PROJECT-LICENSE)
Image captionIslandia meningkatkan dana untuk kegiatan olahraga bagi remaja.


Beberapa studi menunjukkan peningkatan partisipasi kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan waktu yang dihabiskan bersama dengan orang tua mengurangi risiko konsumsi alkohol dan zat-zat lainnya.

Oleh karena itu, Islandia meningkatkan dananya untuk penyediaan kegiatan-kegiatan remaja seperti olah raga, musik, teater, dan tari.

Dan sejak 2002 telah dilarang, dengan pengecualian-pengecualian, anak-anak di bawah usia 12 tahun berjalan sendirian setlah jam 8 malam dan remaja antara usia 13 dan 16 tahun setelah jam 10 malam.

Proyek Internasional

Hasil yang diraih oleh Islandia menyebabkan pembentukan program Youth di Eropa pada 2006, yang bertujuan untuk memperluas metode pencegahan alkohol dan narkoba di kalangan remaja ini di bagian-bagian lain benua tersebut.

"Kami belum pernah bekerja sama dengan semua negara-negara karena, di satu sisi, sangat susah untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah, dan terutamanya karena ini adalah pekerjaan yang harus dikembangkan secara lokal," kata Sígfussen yang juga memimpin proyek Eropa.

Semua kota yang menjalani program ini memberikan kuesioner sama. Jadi, mereka mengetahui kebiasaan remaja, risiko, dan faktor perlindungan di masing-masing tempat.

"Metodologi ini bersifat partisipatif, didasarkan pada komunitas, dan dari tingkat bawah ke atas, berdasarkan pada bukti-bukti pendekatan ilmiah. Ini yang kami coba untuk meniru metodologi Islandia," kata Patricia Ros, direktur Addiction Prevention Service di kotamadya Terragona yang berpartisipasi dalam program Youth di Eropa sejak 2015.

Data diambil dari 2.500 remaja dari sekolah-sekolah di Spanyol.

"Hal-hal ini sangat jelas dan seharusnya semua orang tahu," kata Ros.

"Olahraga, contohnya, anak berusia lima tahun mengerti mereka yang berolahraga kurang mengonsumsi narkoba. Tapi, yang mereka tidak mengerti adalah ketika anak masuk sekolah menengah (usia antara 12 dan 16 tahun) setidaknya di Terragona, tidak ada lagi kegiatan ekstrakurikuler," jelasnya.


Islandia, narkoba, alkoholHak atas fotoAFP


Sumber: BBC
Editor : Hadi Rasyidi









Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget