September 2017


Aksi Bela Islam 299 Foto Nur Siswanto

Bdg.news - Kini Umat Islam makin inginkan Khilafah

Jakarta. Ratusan peserta Aksi 299 serentak menyuarakan "Khilafah" saat Panji Rasulullah berukuran raksasa diarak mendekati mobil orator, pada Jum'at, 29 September 2017 di depan DPR RI, Jakarta.

Sepasang Panji Rasulullah berwarna putih (alliwa, red) dan hitam (arroya, red) diarak dari barisan ujung belakang hingga ujung depan peserta aksi.

"Terapkan Syariah, tegakkan khilafah, Allahuakbar" secara bergantian dipekikkan oleh ratusan ribu peserta Aksi.

Sebagaimana data yang diperoleh Bdg.news, opini Khilafah makin hari makin memuncak pasca diberlakukannya Perppu Ormas dan dibubarkannya organisasi kemasyarakatan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia, red)


Bdg.news- JAKARTA.  Awan cerah di hari Jumat bertepatan dengan 9 Muharram 1439 H menaungi puluhan ribu orang yang melakukan aksi damai 299 di depan gedung DPR RI. Panasnya suhu Jakarta tak menyurutkan tekad mereka untuk menolak Perppu No. 2 Tahun 2017 dan menolak PKI. Di spot yang berbeda dengan area laki-laki, barisan Muslimah berkumpul di depan pintu gerbang kantor TVRI Senayan. Di sana pun berdiri stage orasi khusus Muslimah. Tak kalah hebatnya dengan kaum Adam, para Muslimah yang terdiri dari pelajar,mahasiswi,intelektual, ibu rumah tangga dan ibu-ibu perwakilan dari beragam komunitas dengan antusias dan sukarela mengikuti aksi ini.

Salah seorang orator, Ir. Retno Sukmaningrum (intelektual dari Surabaya), dalam orasinya menyampaikan bahwa saat ini umat Islam hidup dalam kondisi yang menyedihkan. Dengan adanya Perppu Ormas menjadikan negara kita negara otoriter yang pasal-pasalnya bisa ditarik sesuai kepentingan pemerintah. Perppu ini akan menjadikan negara ini barbar ,negeri yang otoriter. Karena yang mengkritik Pemerintah bisia dipidanakan bahkan sampai seumur hidup hingga tak ada jalan bagi kita selain tolak Perppu Ormas!

Nurfitriani, seorang mahasiswi salah satu kampus ternama di Bandung menyatakan dirinya mengikuti aksi ini awalnya karena melihat ajakan Ustadz Felix untuk mengikuti aksi 299 di sosialmedia sekaligus ingin membuktikan kalau aksi itu tidak anarkis. Dia berharap dengan adanya aksi ini bukan HTI yg dibubarkan tapi benih2 PKI lah yang dibubarkan.

Berbeda dengan Vanya yang merupakan mahasiswi dari sebuah sekolah tinggi di Bandung. Dia mengikuti aksi ini karena menganggap Perppu ini akan menghambat seorang Muslim untuk berdakwah. Di samping itu, Perppu ini juga bahaya bagi umat Islam sendiri karena ulama saja bisa dikriminalisasi , termasuk juga mahasiswa aktivis Islam.

Orasi diakhiri dengan doa dan para peserta aksi pun bubar secara tertib. Setiap peserta memastikan tidak ada sampah yang tertinggal walaupun ada tim khusus sweeping. Hasilnya setelah aksi berakhir, jalanan kembali bersih. [TDK]


Panji Rasulullah Mendominasi Ratusan Ribu Peserta Aksi

Bdg.news - Panji Rasulullah Mendominasi Ratusan Ribu Peserta Aksi

Jakarta. Luar biasa, panji-panji Rasulullah mendominasi Aksi 299, pada Jum'at, 29 September 2017. Diperkirakan ribuan Panji Rasulullah berkibar menghiasi jalannya Aksi.

Sebagaimana pantauan Bdg.news, sejumlah organisasi kemasyarakatan ikut serta dalam aksi ini, diantaranya FPI, Gema Pembebasan, BKLDK, Komunitas #YukNgaji, Forum Tokoh Ulama Jawa Barat, Ikatan Almuni UI, serta organisasi kepemudaan lainnya.

Selain organisasi kemasyarakatan, tokoh-tokoh, seperti Prof. Dr Amien Rais, Ir. Felix Siauw, para habaib dan tokoh ulama Nasional lainnya ikut serta dalam aksi ini.

Dalam orasinya, Amien Rais mengajak seluruh komponen masyarakat untuk dengan tegas menolak keberadaan Perppu Ormas. "Kita hadir di tempat ini tak lain karena tujuan yang sama, yaitu menolak keberadaan Perppu Ormas dan menolak kebangkitan faham komunis", ucapnya di depan ratusan ribu peserta Aksi 299 . [Irfan]

Aksi 299 Tolak Perppu Ormas, Felix Siauw: Apakah Anda Rela Komunis Bangkit?

Aksi 299, Felix Siauw: "Anda rela komunis bangkit?"

Bdg.news. Jakarta. Ratusan ribu umat Islam menyemut di depan gerbang masuk DPR RI, Jakarta, Jum'at, 29 September 2017. Mereka menyatakan penolakan terhadap Perppu Ormas No 2 Tahun 2017. Ust. Felix Siauw, salah seorang orator dalam aki 229 mengajak para peserta aksi untuk menolak keberadaan Perppu Ormas dan menolak kebangkitan PKI (Faham Komunis, red).

"Maka Perppu Ormas ini ingin membungkam suara-suara kebangkitan umat Islam" ucap ia. Lebih lanjut ia menjelaskan sejarah kelam faham komunis, "Anda rela komunis bangkit?" Tanya ia kepada ratusan peserta.

"Tidak!", ucap peserta aksi secara serentak diikuti suara takbir.

Ustadz Felix Siauw Menjelaskan bahwasannya penguasa merasa terancam sehingga mengeluarkan PERPPU Ormas! sama seperti Fir'aun yang juga terancam akan kabar lahirnya anak-laki-laki Bani Israel yang akan menggantikan Fir'aun!

Sehingga anak-anak laki-laki dibunuh, anak-anak perempuan dibiarkan! video:



Ribuan bahkan jutaan pasang mata dihebohkan dengan aksi koreografi viking membentang paduan huruf membentuk kalimat "Save Rohingya". Aksi ini kemudian disusul dengan sanksi dari PSSI berupa denda sebesar 50 juta rupiah. Tentu para viking, sebutan pendukung Persib ini sudah memikirkan resiko ini terjadi.
.
Kurang satu pekan, uang koin berjumlah 50 juta rupiah, bahkan lebih sudah terkumpul dan siap diserahkan kepada PSSI. Tua, muda, pengusaha, penguasa, dalam negeri, luar negeri berbondong-bondong berderma mengumpulkan koin denda PSSI.
.
Luar biasanya, Jack mania, sebutan pendukung Persija yang sampai saat ini menjadi rival beratnya Persib, ikut berderma dan mendukung apa yang dilakukan oleh Persib Bandung.
"Bukan polisi yang mampu menyatukan viking dan Jack mania, tapi aqidah Islam yang menyatukan mereka", tutur salah seorang netizen di akun FB nya.
.
dulu, ketika Allah memerintah Rasulullah dan umatnya untuk hijrah dari Mekah ke Madinah, banyak umat Islam yang berpisah dengan keluarganya. Seorang anak berpisah dengan ibunya, seorang istri berpisah dengan suaminya, seorang kakak berpisah dengan adiknya, lantas apa yang mendorong mereka melakukan itu semua? Tak lain, semua itu mereka lakukan karena dorongan aqidah!
.
Ikatan aqidah adalah ikatan agung, ikatan yang tak mengenal batas teritorial negara, ikatan yang bernaung di bawah lafadz tauhid. Dengan aqidah, manusia bersatu dengan aqidah manusia berpisah, karena aqidah adalah pemisah antara yang Haq dan bathil.
.
Di moment tahun baru Hijriyah ini, kami sebagai viking Bandung ingin mengungkapkan rasa bangga atas koreografi "Save Rohingya" yang dilakukan oleh rekan-rekan viking Bandung Tempo lalu. Bravo viking Bandung!
.
Irfan Wahyudin
(Guru Ekonomi)


Bdg.news. CIAMIS - Ribuan umat Islam berkumpul memadati Alun-Alun Kota Ciamis pada Selasa, 12 September 2017 dalam Aksi Solidaritas dan Doa Untuk Rohingya. Masyarakat yang hadir terdiri dari elemen pondok pesantren, lembaga pendidikan, sekolah, dan organisasi masyarakat di Kabupaten Ciamis. Acara juga dihadiri dan didukung oleh jajaran Muspida Ciamis. Tampak hadir Bupati Ciamis (H. Iing Syam Arifin) memberikan sambutan dan orasi dukungan kepedulian terhadap muslim Rohingya. Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis dan Kepala Polres Ciamis juga tampak hadir.

Aksi yang diselenggarakan oleh Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Ciamis, hingga aksi berakhir berhasil menghimpun dana mencapai sekitar Rp 230 jutaan. Namun, data capaian dana dimungkinkan akan terus bertambah setelah aksi. KH. Nonop Hanafi selaku Ketua Umum FPP dalam sambutannya menyampaikan bagaimana pentingnya umat Islam menaruh kepedulian terhadap saudara-saudara muslim Rohingya. "Tak perlu menjadi muslim, tapi cukup menjadi manusia untuk peduli terhadap Rohingya", pekiknya. Rencananya dana yang terkumpul akan disalurkan langsung oleh relawan ke daerah perbatasan.

Di tengah ribuan peserta aksi, tampak pula kibaran panji-panji umat Islam. Panji Tauhid berwarna hitam dan putih bertuliskan lafadz "Laa Ilaaha illaAllah Muhammad Rasulullah". Di tengah riuhan pekik takbir semangat dan orasi dukungan, kibaran panji-panji Islam ini memberikan ruh semangat perjuangan di antara ribuan peserta. Seolah, setiap kibaranya mengikuti ritme suasana aksi siang itu.

Pemandangan indah terjadi, saat KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsyi (Pimpinan Ponpes Darussalam Ciamis) membacakan Puisi untuk Rohingya. Alunan irama dan sajak diikuti oleh gelombang kibaran panji-panji umat Islam. Menambah suasana haru karena panji-panji ini menggambarkan persatuan umat Islam lintas golongan, suku, ras, apalagi sekat negara. Panji-panji tauhid ini seolah menyatukan hati umat Islam bahwa mereka adalah umat yang satu, satu pemikiran, satu perasaan, dalam aqidah yang sama. Sebab, kelak di Yaumil Akhir umat Rasulullah SAW akan disatukan dalam naungan barisan panji-panji ini.

Bukan hanya panji-panji tauhid bertiang bambu yang dibawa oleh peserta. Tampak ada Panji ar Rayah (berwarna hitam) yang berukuran besar digiring keliling di sekitar panggung utama oleh peserta. Panji hitam besar ini digelombangkan saat peserta menyanyikan lagu perjuangan aksi bela Islam dan Rohingya.

Acara ditutup khidmat dengan doa untuk muslim Rohingya yang dipimpin oleh KH. Drs. Ahmad Hidayat, S.H. (Ketua Umum MUI Kabupaten Ciamis). Seusai doa, ribuan massa berpawai mengelilingi seputaran Kota Ciamis dengan membawa atribut spanduk bertemakan dukungan terhadap muslim Rohingya. Tidak ketinggalan, panji-panji tauhid juga dibawa keliling kota. [Fr-129]



Bdg.News. Bandung. Jamaah mesjid Al-Mubarokah, Sarijadi, Bandung antusias mengikuti Kajian Islam Perdana, yang digagas oleh Majelis Taqarrub Ilallah (MTI) Bandung. Kajian yang bertemakan Quranic Healing “Al Quran Sebagai Obat” ini disamapaikan oleh Ust Sofyan Setiawan, S.Pd.I, Founder Kebun Al-Quran. Dalam penyampaiannya, ia mengatakan al quran adalah petunjuk bagi manusia agar selamat di dunia dan di akhirat. “Saat ini kita telah berada di fase akhir zaman, banyak permasalah yang menimpa umat islam, maka solusinya adalah kembali kepada al quran, pegang teguh al quran dan as sunnah”, ucapnya.

Acara diselenggarakan pada Sabtu (08/09), pukul 15:30-17:30 WIB ini akan diselenggarakan secara rutin setiap sabtu ba’da ashar di Mesjid Al-Mubarokah dengan pemateri dan tema yang bervariasi. Hal ini disampaikan oleh koordinator Majelis Taqarrub Ilallah Bandung, Ust Arif. “Majelis Taqarrub Ilallah mempunyai visi agar setiap langkah umat islam pada umunnya selalu ada dalam ketaatan kepada Allah SWT”, jelasnya.

Arif menjelaskan, selain dilaksanakan di Mesjid Al-Mubarokan, Majelis Taqarrub Ilallah Bandung juga dilaksanakan di Mesjid Nurul Huda, Depan Hotel Juvante, Lembang. “Majelis Taqarrub Ilallah Insya Allah dilaksanakan juga di Mesjid Nurul Huda setiap Sabtu pukul 19:30-21:30 WIB dengan pemateri dan tema yang sama dengan di Mesjid Al-Mubarokah” ucapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Majelis Taqarrub Ilallah terbuka untuk umum dan gratis. “Harapannya Majelis Taqarrub Ilallah bisa mengajak umat islam untuk lebih mencintai ilmu, lebih mencintai mesjid dan lebih mencintai ulama”, paparnya.


Bdg.news. UNPAD Bandung, (6 September 2017) – Kehadiran PERPPU Ormas adalah sebagai alat pengaman kekuasaan pemerintah dengan menjadikan Ormas tertentu sebagai korban. Maka sudah selayaknya Perppu Ormas ini dicabut dan ditolak karena telah menujukan tindakan represif Pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Ardhiana NH (Koordinator Pusat Bandung Political Resarch) pada acara Diskusi Publik bertajuk “Kajian Ilmiah PERPPU Ormas” bertempat di Pendopo UNPAD.

Selain, Ardhiana, Acara yang digagas oleh Bandung Political Research mengundang pembicara dari berbagai organisasi, diantaranya; Galuh (Media Mahasiswa Indonesia), Ardhi (Ketua KM-ITB) dan Andika (Koordinator Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam).

Selain, Ardhiana, Andhika mengatakan, Kajian PERPPU Ormas ini harus dilihat dari segi hirarki hukum dimana memiliki 7 tingkatan. Pada hirarki ini akan ditemukan jawaban absah akan posisi PERPPU Ormas yang telah digunakan oleh pemerintah dalam melakukan pembubaran terhadap Ormas tertentu. 7 Tingkat itu dimulai dari UUD 1945, TAP MPR, UU (Dibuat oleh DPR) Perppu, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden dan Peraturan Daerah. Selain itu ia mengatakan, pada Aspek ini Perppu bisa tidak berkorelasi dengan hirarki hukum yang ada. "Maka, disinilah pemerintah berupaya menunjukan alasan adanya perppu dengan Kegentingan Memaksa dan adanya Kekosongan Hukum. Namun, Anehnya tidak ada satu undang-undang pun yang memuat ketentuan tersebut", tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Akhirnya, alasan tersebut menjadi diakal-akali oleh pemerintah, seolah-olah ada kegentingan memaksa, kehadiran kegentingan memaksa yang tidak jelas ini mengharuskan pemerintah mempersiapkan hal itu melalui instrumen gerakan masyarakat lain untuk memunculkan isu konflik dan anggapan bahwa Ormas yang dituju pembubarannya telah menimbulkan konflik.

Selaras dengan hal itu, Ardhiana memberikan statement bahwa tudingan adanya ancaman terhadap satu gerakan organisasi masyarakat harus ditilik apa yang dimaksud dengan ancaman tersebut. “setiap usaha dan kegiatan, baik dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa itulah ancaman” Tandasnya. Lebih lanjut ia mengatakan, Jelaslah gerakan masyarakat yang hanya melakukan aktivitas politik tanpa kekerasan, menyuarakan hak-hak moralnya telah memberikan kontribusi positif bagi keutuhan negeri ini. "Sebagaimana apa yang pernah dinyatakan KM-ITB bahwa pemerintah dengan sistem yang dijalankannya telah menghancurkan demokrasi itu sendiri", jelasnya. (ath).



Bdg.news. Bandung - "Peran pemuda dan aktivis kampus perlu memandang perppu yang saat ini mendzalimi umat Islam ” tegas Fauzi Ihsan Jabir selaku moderator yang memberikan pengantar terkait bahaya Perrpu Ormas dalam agenda konsolidasi aktivis dakwah kampus Jawa Barat yang membahas tentang Perppu No.2 Tahun 2017 tersebut.

Agenda yang diadakan pada hari Ahad pagi (03/09/2017), di Saung Zakat Parongpong Kabupaten Bandung Barat ini digagas oleh Pengurus BE Korwil BKLDK Jawa Barat.

Hadir pada agenda ini para pejabat teras aktivis dakwah kampus Bandung Raya dan memberikan pandangannya.

“Saya sangat kecewa apa yang dilakukan pemerintah, kenapa harus dikeluarkan perppu terhadap kelompok kritis yang tidak sepaham dengan mereka” ungap Harmin Ketua BE Korda BKLDK Cimahi Raya.

Adapun Rifan Abdul Aziz selaku Mahasiswa IEKI UPI memandang Perppu ini berangkat dari kebencian kepada Islam “perppu ini lahir berdasarkan kebencian kepada Islam“ katanya.

Adapun Hanif selaku Ketua BE Korda BKLDK Kabupaten Bandung memandang perppu ini membatasi dakwah kita "Perppu ini membatasi dakwah kita, perppu ini bisa menghalangi dakwah Islam secara kaffah" tandasnya.

Di sisi lain, dari pandangan pendidikan lahirnya perppu ini tidak mendidik. "Lahirnya perppu ini tidak mendidik, karena pemerintah yang membuat aturan tetapi pemerintah yang melanggar sendiri. Kegentingan yang memaksa yang mendasari perppu ini sampai saat ini belum dapat dibuktikan" ungkap Tatang Hidayat selaku Ketua BE Korda BKLDK Kota Bandung.

"Sebenarnya pemerintah yang anti Pancasila, dakwah Islam menyeru kepada Ketuhanan Yang Maha Esa" ungkap Sinar Ketua FIMI TEDC Cimahi.

Topan mewakili pemuda parompong memandang Perppu ini titik munculnya PKI. "saya menolak perppu ini, karena itu ini titik awal pembungkaman ormas islam dan titik kemunculan PKI" pungkasnya.

Mashun Sofyan selaku Ketua BE Korwil BKLDK Jawa Barat memandang justru hutang RI yang genting "kegentingan yang memaksa dibuat-buat, justru hutang RI yang genting, disisi lain darurat rusaknya generasi muda akibat seks bebas, narkoba serta miras tidak ditangani serius oleh pemerintah, sebagai kaum muda muslim kita harus bersatu untuk menolak segala bentuk kebijakan yang merugikan Ummat" tandasnya.

Di akhir agenda, Pengurus BE Korwil BKLDK Jawa Barat menutup dengan do'a dan dilanjut ramah tamah. (TH)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget