Berperan Penting dalam Memerdekaan Republik Indonesia, inilah Penuturan Dosen Senior Sejarah Peradaban Islam UIN Bandung.


Bdg.news - Bandung, pesantren hidayatullah, Dilatar belakangi dengan maraknya kriminalisasi ulama diberbagai daerah di indonesia Forum ulama dan tokoh kota Bandung mengadakan Forum Ijtima Ulama dengan mengangkat tema Peran Ulama dalam menjaga Islam, ahad (18/2/18) bertempat di pondok pesantren Hidayatullah Bandung.

Hadir sebagai pembicara Hakim Senior Pengadilan tinggi agama Buya Halim Husein,SH., MH, serta Dosen Senior Sejarah Peradaban Islam UIN Bandung Drs. Moeflih Hasbullah, M.A.

Ketua Forum Ulama dan Tokoh kota Bandung Furqonuddin membandingkan perlakuan ulama dalam system Islam dan demokrasi. Menurutnya dalam system pemerintahan Islam, peran Ulama sangat penting dan dihormati, hal itu pernah ditunjukkan oleh khalifah harun arrasyid yang saat itu datang dan mempelajari islam kepada imam malik. Berbeda perlakuan dalam system demokrasi, peran ulama hanya didekati saat berlangsungnya pemilihan umum, setelah pemilu berakhir, para ulama ditinggalkan. 

Furqon pun mencontohkan peran ulama seperti seorang yang membantu mobil yang mogok untuk kembali jalan. Setelah jalan, maka ulama (sang pendorong-red) pun ditinggalkan.

"Kita lihat saja, ketika ulama sudah tidak dibutuhkan lagi mereka akan dibiarkan, bukan saja dibiarkan, para ulama dikekang dengan berbagai aturan penguasa" tegasnya.

Pemerintah yang akan  membatasi dan mengawasi materi khutbah disetiap masjid adalah contoh kongkrit ulama dikekang.

"Kita lihat sekarang, materi khutbah pun diawasi, penceramahpun dipersekusi" tambahnya
Dosen Senior Sejarah Peradaban Islam Moeflich Hasbullah, M.A mendefinisikan ulama itu adalah sekelompok manusia yang ktitis dan tegas terhadap suatu kebenaran. moeflich pun menegaskan merdekanya Indonesia tidak terlepas dari peran ulama.

"Ulama saat itu sangat berperan dalam memerdekakan Indonesia saat dijajah" tegasnya.

Hakim senior Pengadilan Agama Buya Halim Husein menegaskan, Islam hari ini tersesat dikarenakan tidak adanya pemimpin (kholifah-red). Halim pun menambahkan jika pemimpin sekarang jika perbuatannya (kebijakannya-red) tidak sesuai dengan Islam maka, jangan diikuti.

Selain itu, perwakilan pondok pesantren Hidayatullah ust Arifin al hafidz dalam sambutannya berpesan agar para ulama dan tokoh untuk bersatu padu terhadap gempuran pemikiran asing yang sangat berbahaya.

"Kita harus bersatu padu dalam menghadapi gempuran pemikiran asing"  tutupnya.

Pengurus DKM Asy-Syifa Bandung Drs. Unang Hermawan mengharapkan peran ulama hari ini bisa lebih peka terhadap persoalan yang ada dimasyarakat.

Acara yang dihadiri oleh 50 tokoh dan ulama se-Bandung ini mendapatkan apresiasi lebih dari pengurus pesantren Hidayatullah. Dan berharap agar acara seperti ini terus berlanjut. (AH)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget