Pemimpin Micek, Mbudeg & Ndableg




Oleh: Nasrudin Joha

Micek (Jawa: memicingkan mata) adalah kondisi dimana seseorang yang dianugerahi indera penglihatan tidak memfungsikannya secara normal. Pandangannya melihat, tapi retinanya tidak mampu meneruskan realitas kerusakan ke dalam otak sehingga tidak muncul pemahaman yang menimbulkan rasa dan perasaan, berupa sedih, prihatin, simpati atau empati.

Dalam bahasa lain, micek bisa juga diartikan mikire cekak (berfikir pendek, pendek akal). Maksudnya adalah seseorang yang berfikir praktis pragmatis, tidak mau pusing, berfikir jangka pendek, tidak punya visi, hanya mengindera yang ada didepan mata dan tak mampu menjangkau hakekat dan realitas masa depan.

MBUDEK dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana indera pendengar (telinga) tidak difungsikan meskipun secara medis tidak mengalami kelainan. Yang ada adalah kelainan jiwa, dimana suara-suara kepedihan umat, jeritan tangis dan pilu yang dialami umat, meskipun berjarak hanya 3 cm dari kuping, namun dikesampingkan seolah kuping telah pekak (tuli).

Adapun ndablek, lebih parah lagi. Ndablek adalah akumulasi Kedunguan bukan sebab tuli dan/atau buta, tetapi mentulikan telinga dan membutakan mata, sehingga seseorang yang Ndablek dalam bertindak menggunakan kaidah "POKOK'E". Ia tidak mempedulikan realitas yang di indera atau suara-suara bising yang mengkritiknya.

Ia terus berjalan diatas altar kedunguan, tanpa memperhatikan kanan kiri, tidak juga mempedulikan kritik dan masukan.

Pemimpin micek, Mbudeg dan Ndableg adalah pemimpin yang telah mentulikan telinga, membutakan mata, dan berjalan diatas kedunguan dalam menjalankan kekuasaan, tidak mau menerima ketik dan saran, tidak pula memiliki langkah dalam berpijak, ia berdiri tegak diatas jargon "POKOKE" dan "SAK KAREPE DEWE".

Itulah pemimpin era Now. Rezim Now. Rezim baik yang di eksekutif maupun di legislatif, telah koor menjadi pemimpin micek, mbudeg dan ndbleg. Bahkan, Ndableg kuadrat!

Rezim represif anti Islam ini tidak lagi peduli dengan suara-suara kritik umat Islam, ia terus berjalan diatas kedunguan dan kesombongannya. Teriakan dan seruan umat tidak lagi dipedulikan, setiap kebijakan dan keputusan berdiri tegak diatas argumen "POKOK'E & SAK KAREPE DEWE".

Umat merintih atas kebaikan BBM, rezim berdalih kenaikan sudah tepat berdasarkan harga internasional. Weleh-weleh, ini pemimpin diadakan untuk melayani umat atau internasional? Berkhidmat untuk kemaslahatan umat atau untuk asing ? Menjadi pelayan umat atau mau jadi pedagang ?

Jika ada kenaikan internasional, segera dinaikan, jika ada penurunan harga internasional, mingkem. Ini yang disebut argumen Gathuk Mathuk asal Keperhuk.

Rakyatnya ditimpa bencana, banjir, gempa, saudara muslim di Ghouta di bantai, eeee pemimpinnya malah asik cengengesan nonton Dilan? Dilanda gila nampaknya! Dilanda stress nampaknya! Dilanda kerusakan hati dan moral, tidak ada simpati apalagi empati, memalukan !

Rakyatnya sibuk mengadu nasib untuk mencari pekerjaan, pemimpinnya malah sibuk carikan pekerjaan untuk warga negara lain. Rakyatnya panen, pemimpinnya malah impor beras dari negara lain. Rakyatnya yang petani garam kesulitan harga garam, pemimpinya malah impor garam, Lha ini pemimpin umat atau pemimpin asing ? Mereka ini melayani umat atau melayani asing ?

Dakwah amar makruf nahi munkar, dibubarkan. Giliran narkoba ber ton ton masuk, cuma jadi tontonan !Padahal, kerusakan akibat narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Luar biasa !

Kalau pemimpinnya sudah SAK KAREPE DEWE, jangan salahkan jika umat juga menggunakan logika SAK KAREPE DEWE.

Karena itu wahai umat, mari bersama bergandengan tangan untuk membuat arus perubahan, bersatu dalam perjuangan penegakan syariat Islam dengan serius dan sungguh-sungyuh memperjuangkan tegaknya Khilafah.

Ini adalah satu-satunya jalan perubahan, setelah berbagai jalan mengalami kebuntuan, dan satu-satunya jalan perubahan yang mendapat jaminan pertolongan dan ridlo dari Allah SWT. Takbir ! [].

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget