Dilan Mah Sukanya Gituh, Mosok Mau Disamakan Dengan Umar bin Khatab Ra?



Oleh: Nasrudin Joha

Hahahahaha, Hihihihi, HeheHehe, huuuuuuu. Geli, ketawa guling-guling, mosok Dilan yang suka pamer ibadah, suka mengumbar kemewahan, mengejek rakyat dengan buntelan kehinaan, suka membuat batas antara rakyat dengan penguasa melalui protokol dan barisan barikade pengawal sangar, suka mainan motor saat rakyat kelojotan menghadapi beratnya beban hidup disamain dengan Khalifah Umat Bin Khatab Radiyallahu 'anhu ?

Umar itu memikirkan rakyatnya, siang dan malam tak bisa tidur karenanya. Umar tidak berani menggunakan setetes lampu minyak untuk kepentingan pribadi dan keluarganya, umar malam hari berkeliling Madinah mencari rakyatnya yang belum mendapatkan haknya. Memerangi kekufuran dengan gelar Al Farouk nya, menaklukan Syam, menggentarkan syetan sehingga syetan harus memutar arah atau mencari jalan yang lain jika bertemu dengannya.

Nah Dilan ? Dilan rakyatnya tidak bisa tidur siang dan malam dikejar pajak dan kebijakan dzalim penguasanya. Dilan biasa berfoya menggunakan sarana dan fasilitas negara untuk kawinan anaknya.

Dilan Emang berkeliling, blusukan, tapi bukan untuk mengurus rakyat, hanya untuk memoles citra dan mempertebal bedak kepura-puraan. Dilan membagi buntelan kehinaan, rakyatnya disuruh berimpit, berdesak, berlari untuk mengejar buntelan kehinaan.

Dilan mah Diem diem bae, ketika agama Allah dinistakan. Tapi jika gereja diusik, Dilan langsung gelar karpet istana untuk menerima perwakilan gereja.

Dilan emang serius mikirin rakyat, tepi rakyat China. Makanya doi serius bener urusan TKA, sampai keluarin Perpres untuk TKA. Saking baiknya, Dilan minta KTPnya dibuat satu jam. Satu jam saja !

Dilan mah bukan menaklukan asing, tetapi menaklukan bangsanya untuk diserahkan kepada asing dan aseng. Dilan baek, baek banget sama asing dan aseng.

Aneh, politisi era Now sering melontarkan kalimat ajaib. Ujarannya asal bunyi. Demi membela majikan, lidahnya reka menjadi semir sepatu. Jilat kanan jilat kiri, tralala trilili.

Umar sejati itu bukan Presiden tetapi seorang Khalifah. Umar sejati itu memimpin Khilafah, bukan memimpin Republik.

Umar sejati itu menerapkan hukum Al Quran dan As Sunnah, bukan menerapkan Sekulerisme demokrasi. Umar sejati itu takut kepada Allah, bukan menentang syariah-Nya.

Wahai kaum muslimin, wahai kalian yang merindukan sosok Umar Bin Khatab, Umar Bin Abdul Azis, Sholahudin Al Ayubi, Thariq bin Ziyad, Muhammad Al Fatih. Tegakkanlah Khilafah !

Karena mereka semua adalah pemimpin dan punggawa-punggawa Khilafah. Mereka bukan pengekor demokrasi, mereka barisan penegak syariat Islam.

Jika Anda serius ingin mengembalikan kepemimpinan layaknya Umar bin Khatab, maka berjuanglah untuk tegaknya Khilafah.

Sebab, hanya Khilafah saja yang benar-benar serius mengurus umat, memperjuangkan umat, melindungi umat, mensejahterakan umat, dan menjadikan seluruh umat taat kepada Allah dan rasul-Nya.

Segeralah ! Bai'at seorang laki laki, yang muslim, dewasa, berakal, merdeka, adil dan memiliki kemampuan untuk memimpin kalian sebagai Khalifah.

Datangi, seluruh pintu-pintu umat, hingga tidak ada satupun pintu, kecuali didalamnya telah ada kerinduan yang sangat untuk membaiat Khalifah.

Bersatulah, dalam barisan umat yang menyongsong kembalinya Khilafah Rasyidah yang kedua, kembalinya kebangkitan Islam, kejayaan Islam, dan keridlaan.

Semoga Allah SWT melindungi setiap ikhtiar hamba-Nya untuk mengembalikan kemuliaan syariat Islam, Amien ya robbal alamien. [].
Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget