Kita Menggenggam Ideologi Ini Sebagaimana Kita Menggenggam Bara Api

Kita Menggenggam Ideologi Ini Sebagaimana Kita Menggenggam Bara Api


Kita Menggenggam Ideologi Ini Sebagaimana Kita Menggenggam Bara Api

Oleh : Adi Victoria

Sebuah gerakan dakwah haruslah memiliki fikrah dan thariqah terkait dakwah yang diembannya.

Fikrah dakwah sendiri adalah  terkait pemahaman keimanan tentang akidah dan hukum syariah yang mampu untuk menyelesaikan persoalan yang ada dalam kehidupan.

Sedangkan thariqah sendiri adalah bagaimana metode dalam melaksanakan fikrah yang diyakini tersebut.

Fikrah dan thariqah yang bertumpu kepada Islam tersebut harus selalu dipegang. Dan inilah sisi ideologis sebagai sebua gerakan dakwah. Tetap berpegang teguh kepada mabda' Islam. Tidak pernah terpengaruh terhadap realitas kehidupan yang ada.

Mereka -dengan fikrah &thariqahnya tersebut- tidak akan terpengaruh, tidak akan terwarnai. Semua itu hanya kan terjadi saat benar-benar menjadikan Islam sebagai mabda'. Malah sebaliknya, mereka bergerak untuk selalu menjadikan realitas sebagai objek dalam berfikir, bukan sebagai subyek. Sehingga yang terjadi adalah mereka akan mewarnai, bukan terwarnai. Mereka akan mempengaruhi, bukan malah terpengaruh.

Akibat dari kuatnya berpegang kepada ideologi tentu saja akan menghadapi bahaya. Yakni yang dikenal sebagai khatar mabda'i atau bahaya ideologi.

Bahaya ideologis ini sendiri akan terjadi jika umat tidak memahami dengan baik terkait fikrah dan thariqah yang diemban oleh sebuah gerakan dakwah.

Sehingga, kepercayaan yang mereka berikan kepada gerakan dakwah tersebut bukan muncul dari kesadaran yang ideologis, namun sebatas hanya melihat bagaimana sebuah gerakan dakwah itu sukses dalam menggelar event-event besar, kagum dengan konsep-konsep yang ditawarkan oleh gerakan tersebut untuk menyelesaikan masalah bangsa ini.

Umat -dengan pemahaman yang salah terhadap fikrah dan thariqah gerakan tetsebut- akan menuntut agar gerakan tersebut melakukan aksi yang lebih nyata, seperti masuk ke dalam sistem dan lainnya.

Tentu, ini adalah hal yang sangat berat.  Jika menerima tuntutan tersebut maka gerakan tersebut harus mengorbankan fikrah dan thariqah yang diembannya dalam perjuangan.

Sebaliknya, jika tidak memenuhi tuntutannya boleh jadi akan ada tudingan-tudingan miring terhadap gerakan tersebut.

Menghadapi yang demikian. Maka haruslah tetap berpegang kepada mabda' Islam, walaupun akan sangat menyakitkan. Laksana seperti menggenggam bara api.

Rasulullah saw pernah bersabda :

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ القَابِضُ عَلَى دِيْنِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْر

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.”

Mengapa “bara api”? Karena bara api jika digenggam tentu akan menyakitkan ketika digenggam. Dan ini tentu membutuhkan kesabaran yang sangat.

Syaikh Al-Mubarakfuri menukil perkataan Al-Qari,

“Tidak mungkin menggenggam bara api kecuali dengan kesabaran yang sangat dan menanggung kesusahan yang sangat. Ini bisa terjadi pada zaman yang tidak bisa terbayangkan lagi bagaimana bisa menjaga agama kecuali dengan kesabararan yang besar.”

Oleh karena itu, sebagai sebuah gerakan dakwah yang ideologis, pilihannya hanya satu, yakni tetap berpegang kepada ideologi Islam. Karena sejak awal, perjuangan ini memang demi tegaknya mabda’ Islam dan ruh gerakan ini sendiri adalah mabda Islam itu sendiri.

Kita harus yakin, fikrah dan thariqah yang kita pegang adalah sesuatu yang haq. Yang dibangun berdasarkan Islam. Sehingga, kita berkeyakinan bahwa sikap negatif umat hanyalah sesaat. Sikap tersebut akan berubah dengan makin pahamnya mereka terhadap fikrah dan thariqah yang diemban. In sya Allah.
Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget