Prinsip Kebangkitan Umat Islam



Oleh: Kak Abil (Brader Hijrah)

Perubahan tidak terlepas pada orientasi suatu pergerakan. Landasan yang dipjijak menjadi kausalitas pemicu perubahan. Memacu jiwa mengubah tatanan yang dipayungi visi-misi. Oleh karenanya, pijakan suatu pergerakan erat kaitan dengan landasan yang mengikatnya. Inilah faktor pergerakan Islam. Menjadikan Islam sebagai mabda yang diemban. Terwujud pada visi-misi yang terpancar pada keyakinan teguh. Keyakinan yang tertanam dalam jiwa melahirkan mental mujahid. Mengkonstruksi sebuah prinsip yang mengikat jiwa, bak batu karang yang menghunjam ke dasar laut dan tak goyah meski hantaman menerjang.

Oleh karena itu, beragam onak dan duri menghiasi perjalanan suatu pergerakan, berlangsung secara berkesinambungan. Hal ini merupakan konsekuensi logis dalam perjuangan menyerukan kalimat Tauhid. Tak sedikit dentuman senantiasa meledak guna menggoyahkan ghirah. Namun pribadi unggul membentengi semangat Din al-Islam, kendati intimidasi merayap dan menghantui jiwa. Inilah prinsip unggul pemantik kebangkitan. Terkonsep dalam pola pikir dan pola sikap. Menjadi sebuah motor penggerak yang melaju meninggalkan rona jahiliyah menuju tatanan peradaban yang mercusuar.

Maka sirnalah semangat jahiliyah, terbitlah kepribadian berkilau. Gegap gempita semangat perubahan. Sebuah semangat yang disinari cahaya terang-benderang. Cahaya yang mewarnai jiwa tatkala kegelapan menyelimuti alam pikiran. Itulah cahaya yang telah menyingkap kegelapan. Membangun pola pikir dan pola sikap Islam sebagai cahaya yang meliputi jiwa. Menjadi tolak ukur terciptanya tatanan yang bernuansa peradaban mercusuar. Sebagai kausal lahirnya pergerakan dari benih-benih prinsip kebangkitan.
Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget