Risalah Cinta untuk Para Pengemban Dakwah



Oleh: Nasrudin Joha

Bismillah, risalah ini aku tulis, ditujukan kepada siapa saja yang menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya, ditujukan kepada siapa saja yang mengambil pilihan Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di Jalan-Nya, melebihi kecintaannya kepada bapaknya, istrinya, anaknya, kaum kerabatnya, hartanya, rumahnya, perniagaannya, serta seluruh urusan dunia lainnya.

Risalah ini hanya mampu dibaca dan dipahami, oleh siapa saya yang yakin terhadap akherat, dan menyatakan dirinya berserah diri hanya kepada Allah SWT. Bagi hamba yang demikian, dunia yang dihamparkan hanya terlihat sepepenggalan. Sementara itu, tabir kematian tidak menghalanginya melihat surga yang seluas langit dan bumi. Surga itu, telah dihamparkan dihadapannya, selalu menjadi penuntunnya, sehingga kesulitan dan kesempitan hidup tiada lagi terasa olehnya.

Risalah ini, hanya untuk pengemban dakwah. Mereka yang telah menyerahkan seluruh hidupnya untuk dakwah, bahkan akhir kematiannya pun dipersembahkan untuk dakwah. Pengemban dakwah, yang tegar meniti jalan, mengemban misi mulia yang diemban para rasul dan ambiya, misi pembebasan.

Risalah ini, ditujukan kepada siapa saja yang ingin membebaskan umat manusia, dari kesempitan hidup menuju luasnya karunia Allah SWT, dari penghambaan terhadap makhluk menuju menghamba hanya kepada Allah SWT semata.

Risalah ini risalah cinta, karena hanya ditulis atas dasar cinta, untuk dan atas nama cinta, kecintaan karena Allah, kecintaan terhadap ridlo-Nya. Cinta yang akan mengumpulkan pengemban dakwah satu barisan didunia, cinta yang akan mengumpulkan pengemban dakwah di akherat, bersatu dibawah panji "LA ILAHA ILLALLAH".

Risalah ini, akan menarik siapa saja yang masih mencintai dunia, untuk berpaling darinya, mencampakkannya, seraya berlari dan memeluk dakwah, mengasuhnya, membesarkannya, dan mengantarkannya menuju pintu kemenangan. RIDWANULLAH.

Risalah ini, ingin kusampaikan agar semua yang membacanya tetap teguh dan kokoh, Istiqomah di Jalan dakwah. Dakwah adalah nyawa kita, tanda kehidupan kita. Tanpa dakwah, niscaya umat Islam seperti bangkai-bangkai yang berjalan.

Wahai pengemban dakwah, wahai kaum muslimin. Sesungguhnya, jaminan atas kemaslahatan hidup kalian didunia, jaminan keselamatan kalian di akherat, hanya ada pada Islam. Karenanya, jangan pernah meninggalkan Islam dalam setiap aktivitas kalian.

Islam tidak akan tegak, hanya melalui mimbar-mimbar doa. Islam tidak akan tegak, dengan menunggu belas kasihan penguasa. Islam tidak akan tegak, dengan keyakinan semu tanpa ikhtiar. Islam tidak akan tegak, hanya dengan menagih dan menunggu janji Allah SWT.

Karena itu, berjuanglah ! Sebagaimana Nabi Anda berjuang, berdakwah, menuntut kekuasaan, menuntut penerapan syariah Islam, hingga pertolongan itu datang.

Ingat ! Tidak boleh ada kompromi, tidak boleh ada pencampuran antara yang hak dan yang bathil. Dakwah wajib diterapkan dalam kekuasaan, kekuasaan seutuhnya, semuanya.

Karena itu, serulah umat dan para Ahlul Quwwah, untuk menerapkan Islam secara kaffah. Abaikan bujuk rayu penguasa, yang mulai putus asa terhadap aktivitas kalian, dengan menawarkan konsesi kekuasaan.

Kalian harus meneladani Nabi, yang dengan tegas menolak kekuasaan kompromistis, menolak berbagi urusan pemerintahan, menolak mencampur antara yang hak dan yang bathil. Menolak kekuasaan dari kafir Quraisy, dan tetap teguh meniti dakwah mencari kekuasaan yang menolong.

Kekuasaan yang menolong itu, akhirnya Nabi peroleh di Madinah, kekuasaan itu Nabi dapatkan di Madinah. Kekuasaan itu diberikan kepada nabi, keseluruhannya, dengan tanpa syarat, tanpa pamrih.

Karenanya, dengan kekuasaan itu Nabi dapat menerapkan syariat Islam secara kaffah, tanpa kompromi dengan hukum jahil, tanpa berbagi konsesi dengan penguasa thogut. Karena itu, contohlah Nabi kalian.

Jangan pernah mengikuti petunjuk Demokrasi, yang menjual ilusi kekuasaan kedaulatan rakyat, dan menjanjikan syariat Islam dapat berbagi konsesi. Demokrasi sistem kufur, haram mengemban, menerapkan dan mendakwahkannya.

Demokrasi tidak pernah dicontohkan Nabi, demokrasi mencampur antara yang hak dan yang bathil. Demokrasi, telah menjadi alat penjajahan barat di negeri kaum muslimin.

Karena demokrasi kufur itulah, kaum muslimin lalai untuk membaiat seorang Khalifah, untuk didengar dan di taati, untuk menerapkan Quran Sunnah serta mengemban risalah Islam keseluruh penjuru alam.

Demokrasi kufur telah menjadikan umat, tersibukan dengan pilih-pilihan, coblos-coblosan, dukung-dukungan, yang tidak jelas juntrungannya. Demokrasi, telah menjadi jebakan lubang biawak Yahudi, sehingga banyak kaum muslimin terlena, terjebak, dan tidak berdaya terperangkap didalamnya.

Oleh dan karenanya, bersatulah dalam barisan pejuang syariah dan Khilafah. Berfokuslah, mencari kekuasaan dari umat dan dukungan Ahlul Quwwah. Jika militer dan umat bersama Anda, sungguh kejatuhan rezim dzalim demokrssi sekuler itu hanyalah soal waktu.

Datangi oleh kalian pintu-pintu umat, hingga umat menjadi bagian perjuangan Kalian, atau setidaknya memberikan dukungan terhadap upaya menegakkan Khilafah. Bakarlah, semangat dan gelora umat, untuk kembali pada kemuliaannya, pada syariahnya, pada negaranya, daulah Khilafah yang kedua.

Berpautlah dan saling menjaga amanah diantara kalian, abaikan seluruh celaan orang yang suka mencela, dan teriakan orang-orang yang akan dihinakan. Cukuplah Allah, yang menjadi dasar dan tujuan perjuangan.

InsyaAllah, pada saat yang telah ditetapkan, pada hari yang telah Allah SWT rencanakan, Anda dan saya, kita semua, akan bersama dalam suatu malam yang penuh berkah, melaksanakan akad Bai'at kepada seorang lelaki, untuk dijadikan Amirul Mukminin, Khalifah seluruh kaum muslimin. [].

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget