Siapa yang Mendampingi Khalifah Memimpin Negara?



Oleh: Nasrudin Joha

Khalifah, dalam menjalankan pemerintahan baik aspek kekuasaan maupun administrasi perlu pembantu. Pembantu inilah, yang akan melaksanakan berbagai pekerjaan penyelenggaraan pemerintahan agar penerapan syariat, mengemban dakwah dan pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat berjalan optimal.

Pembantu Khalifah ini disebut dengan Muawin. Ada Muawin Tafwidz, yakni pembantu Khalifah dalam urusan pemerintahan. Ada Muawin Tanfidz, pembantu Khalifah dalam urusan pelaksanaan keputusan atau kebijakan (administrasi).

Khalifah, dapat mengangkat satu atau beberapa Muawin, baik muawin Tafwidz maupun Muawin tanfidz. Khalifah juga dapat mengkhususkan Muawin untuk membantu wilayah tertentu atau memberikan akad untuk membantu seluruh wilayah di daulah Khilafah. Khalifah juga bisa memberikan batasan kepada Muawin untuk mengurusi urusan tertentu atau memberikan akad umum untuk membantu urusan pemerintahan secara umum dan menyeluruh.

Dengan Akad apapun, baik mengurusi urusan pemerintahan secara umum atau urusan pemerintahan tertentu, baik untuk menangani urusan di wilayah tetentu atau diseluruh wilayah daulah Khilafah, Muawin tidak mandiri dalam menjalankan tugasnya.

Muawin wajib terikat dengan kebijakan Khalifah, baik dalam membuat perencanaan kebijakan ataupun pelaporan pelaksanaan kebijakan. Beberapa kebijakan Muawin, dalam batasan tertentu dapat dianulir Khalifah, kecuali satu aktivitas pelaksanaan kebijakan yang secara umum telah mendapat wewenang dari Khalifah, seperti pelaksanaan distribusi harta.

Muawin Tafwidz dapat menjalankan tugas-tugas kekuasaan (pemerintahan) secara umum, hanya saja khusus adopsi hukum dan perundangan mutlak menjadi wewenang Khalifah.

Sementara Muawin tanfidz hanya bertugas mengeksekusi kebijakan, melakuan monitoring, kontrol dan pelaporan pelaksanaan kebijakan. Muawin tanfidz bertindak sebagai eksekutif administrasi.

Dalam periode kekuasaan pemerintahan Rasulullah SAW, Abu Bakar Asy Sidiq dan Umar Bin Khatab adalah Muawin Tafwidz dan Ali Karomallahu Wajhah sebagai Muawin Tanfidz beliau. Sementara pada periode sahabat, saat Khalifah Abu Bakar RA menjadi Khalifah, Umar RA menjabat posisi Muawinnya. Saat periode Umar Bin Khatab, Utsman dan Ali menjabat posisi Muawin.

Demikianlah, negara Khilafah memiliki struktur dan tugas pemerintahan yang unik. Kita tidak akan mendapati struktur dan pembagian tugas pemerintahan model ini, seperti dalam sistem Republik, Monarki, Federasi, Kekaisaran atau konsfederasi.

Negara Khilafah adalah negara yang dituntun oleh wahyu, dicontohkan oleh Nabi SAW dan di praktikan oleh para sahabat. Pembantu Khalifah, memiliki tugas dan wewenang unik yang tidak sama dengan Wakil Presiden atau putra mahkota para raja.

Bagi siapa saja yang ingin tahu lebih detail tentang sistem pemerintahan Islam, ikuti tulisan-tilisan Nasrudin Joha berikutnya, dont miss it. [].

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget