Sistem Terbaik dari Yang Maha Baik Menciptakan Pemimpin Yang Terbaik 



Bismillah...


Sistem Terbaik dari Yang Maha Baik Menciptakan Pemimpin Yang Terbaik 


Beberapa hari ini kita diramaikan di jagat maya dengan pernyataan Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman Rokhmin Dahuri bahwa Jokowi mirip dengan Umar Bin Khattab

https://m.detik.com/news/berita/d-3960506/ketua-pdip-jokowi-seperti-umar-bin-khattab-dekat-dengan-rakyat

Belum selesai ramai nya muncul lagi pernyataan dari Pemuda Aswaja bahwa Pemerintahan Presiden Jokowi Mirip dengan Pemerintahan Nabi Muhammad Saw 

https://suaranasional.com/2018/04/09/pemuda-aswaja-presiden-jokowi-jalankan-kepemimpinan-nabi-muhammad-saw/

Bahkan yang terbaru ada yang menyatakan bahwa sifat kedermawanan Jokowi mirip Utsman Bin Affan 

https://suaranasional.com/2018/04/10/relawan-jokowi-2-periode-kedermawan-jokowi-mirip-usman-bin-affan/


Tidaklah heran dengan munculnya pernyataan-pernyataan di atas dikarenakan iklim Pilpres sudah terasa sejak saat sekarang, bahkan dari pihak oposisi sudah melakukan berbagai serangan kepada Rezim menggunakan isu-isu rasial keagamaan karena Rezim sekarang dinilai kurang berpihak kepada umat Islam.


Sedangkan Umat Islam adalah kantung suara terbesar di Indonesia, ditambah lagi dengan mulai bangkitnya umat Islam akan Agamanya dengan berbagai aksi Bela Islam mulai dari 114 dan 212 dilanjut setahun kemudian aksi Reuni Akbar 212 yang semakin bertambah jumlah kaum muslimin terlibat di dalamnya. 


Maka dari itu simpatisan dan para pengusung Presiden jokowi untuk pemenangan Pilpres 2019 melakukan manuver-manuver Pencitraan dan meng-counter dari serangan lawan-lawan politiknya yang salah satunya dengan mengeluarkan pernyataan diatas bahwa Jokowi mirip dengan Pahlawan dan para Pemimpin Islam 


Maka pantaslah jika Presiden Jokowi dinisbatkan kepada Tokoh-tokoh Islam tersebut, dikarenakan Ghirah keIslaman kaum Muslimin di Indonesia yang terus meningkat maka diperlukan sebuah pencitraan untuk dapat menarik simpati umat Islam tersebut selain. Selain Pencitraan Jokowi juga mulai mendekati Tokoh-tokoh ulama yang menjadi panutan umat Islam. 


Sistem terbaik dari Yang Maha Baik menghasilkan Pemimpin Yang Terbaik


Kenapa tidak tokoh dunia atau mantan-mantan Presiden Indonesia yang di nisbatkan kepada Jokowi oleh orang-orang pro status quo nya? Kenapa penisbatan tersebut jatuh kepada Rosulullah Muhammad Saw dan para Khulafaur Rasyidin nya?


Dari Tokoh-tokoh yang dinisbatkan kepada Jokowi tidak pernah ditemukan rekam jejak kecacatannya. Mereka adalah Pemimpin yang menjalankan pemerintahannya dengan adil dan bijaksana, dicintai oleh rakyatnya bahkan sampai detik ini pun masih diingat dan menjadi Idola serta pahlawan kaum muslimin.


Yang jadi pertanyaannya adalah Sistem seperti apa yang dijalankan oleh Rosulullah Muhammad Saw, Umar Bin Khattab Ra, dan Ustman Bin Affan Ra sehingga Beliau-beliau ini menjadi Tokoh Sejarah yang sangat berpengaruh dan idola Umat Islam bahkan Di dunia sekalipun. 


Karena sebuah sistem pasti mempengaruhi dan built in kepemimpinan yang menjalankan sistem tersebut. 


Umar Bin Khattab dan Utsman Bin Affan yang di nisbatkan kepada Jokowi oleh para pendukungnya adalah para Khulafaur Rasyidin mereka adalah para Khalifah pengganti Rosulullah Saw dalam kepemimpinan Umat Islam, dan tentunya sistem yang diterapkan oleh mereka adalah sistem Khilafah dimana hukum-hukum Allah Swt digunakan secara paripurna dalam mengatur rakyatnya, sehingga keadilan dan kebijaksanaan terpancar dari Tokoh-tokoh tersebut, hampir tidak ada rekam jejak negatif dikarenakan kebijakaan yang dikeluarkan dalam mengurus rakyatnya berasal Dzat yang Maha Baik Allah Swt. 


Maka bagaikan langit dan bumi ketika Jokowi yang menjalankan sistem Demokrasi dimana sistem aturan yang digunakan untuk mengurus rakyat Indonesia berasal dari hukum buatan manusia dibandingkan dengan para Khulafaur Rasyidin yang mengatur rakyatnya dengan menggunakan Hukum Allah Swt dari Al Qur'an dan As Sunnah. Jelas akan berbeda hasil nya dari sisi kebijaksanaan dan keadilan yang dihasilkan untuk Rakyat Indonesia. 


Dari sini pula umat Islam hendaknya mulai berfikir bahwa sistem Demokrasi yang dipakai sekarang dalam mengatur rakyat Indonesia tidak akan menciptakan Tokoh-tokoh Islam layaknya Khulafaur Rasyidin karena keadilan dan kebijaksanaan tidak tercapai jika hukum yang diterapkan masih tercampur oleh hawa nafsu manusia. 


Dan juga dari sisi keimanan kita dalam pengakuan terhadap Islam sebagai Aqidah maka kita dituntut untuk menggunakan hukum Allah Swt dalam semua sendi kehidupan, sebagaimana firman Allah Swt 

 

فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَق


"maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu" ( Qs Al-Ma'idah, Ayat 48 )


Juga dalam Ayat


أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُون

Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki. (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah Ayat 50).


Wahai Kaum Muslimin yang ada di Indonesia  memang sungguh menyakitkan bahkan menggelikan ketika tokoh-tokoh idola kita seperti Umar Bin Khattab dan Utsman Bin Affan dinisbatkan kepada seseorang yang jauh dari Panggang dengan tokoh-tokoh tersebut, tetapi jika kita menginginkan sosok seperti Umar bin Khattab bahkan seluruh Khulafaur Rasyidin maka kita harus menjalankan sistem yang akan membentuk terciptanya para pemimpin yang memiliki keadilan dan kebijaksanaan layaknya Khulafaur Rasyidin yang menerapkan sistem Islam dalam mengatur Rakyat nya. 


Jelas tidak akan mungkin tercipta tokoh-tokoh layaknya Khulafaur Rasyidin beserta keadilan dan kebijaksanaannya dengan Demokrasi Kapitalisme yang diterapkan di negeri kita ini. 


Maka kebohongan besar bagi Partai Politik yang menginginkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia tetapi sistem yang diperjuangkannya adalah sistem Jahiliyah seperti yang Allah Swt sebutkan dalam firmannya diatas yaitu sistem Demokrasi kapitalisme dimana hukum yang diterapkan adalah Hukum Buatan Manusia bukan Hukum Paripurna dari Allah Swt. 


Sudah saatnya dengan ghirah Bela Islam Bela Ulama kita kembali lagi untuk menerapkan Sistem yang akan menciptakan para pemimpin Idaman layaknya Khulafaur Rasyidin yang menerapkan Sistem dari Allah Swt, Sistem Khilafah Ala Minhaj Nubuwah


Wallahu A'lam Bi shawab 

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget