Skenario Al Maidah dan Nasehat Kepada Persaudraan 212



(Istiqomahlah Bela Islam, Tetaplah Berada di Jalan Allah dalam Perjuangan)

Oleh: Ahmad Sastra

Aksi 212 bela Islam yang alhamdulillah saya ikut terlibat di dalamnya adalah sebuah fenomena baru dalam kesadaran akan kebangkitan Islam di Indonesia. Setidaknya kini telah tumbuh sebuah ghirah membara untuk bela Islam di kalangan umat Islam Indonesia.

Allah berjanji jika umat ini istiqomah menolong agama Allah, maka Allah akan menolong umat Islam. Syaratnya hanya agama Allah yang ditolong. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu [QS Muhammad : 7].

Dimulai dari aksi bela Islam dan tolak pemimpin kafir, lantas menyebar dan membesar menjadi gerakan umat untuk untuk bela Islam. Meski harus diakui bahwa aksi 212 adalah aksi umat Islam yang belum terorganisir dengan baik. Mereka masih sekumpulan umat yang sadar, namun tidak terikat dengan organisasi yang rapih.

Padahal Allah sendiri mengingatkan agar umat Islam terikat dengan jamaah dakwah dengan pengaturan yang rapi. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung [QS Ali Imran : 104]. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh [QS Shaff : 4].

Jamaah meski berjumah jutaan, namun jika tidak ada komitmen ikatan yang kuat, maka sangat rawan terpecah belah, jika tujuan gerakan dirasakan telah selesai. Maka seharusnya alumni 212 tetap istiqomah membawa semangat perjuangan agama Allah, tidak terjebak kepada pragmatisme. Gelombang kesadaran umat Islam sebenarnya akan membawa kebangkitan dan datangnya pertolongan Allah. Kecuali terjadi disorientasi perjuangan, sebagaimana telah terjadi saat peranf Uhud, maka pasukan Rasulullah dengan mudah bisa dikalahkan oleh pasukan kafir.

Oleh sebab itu, mari kita lihat kembali bagaimana Allah mengkonstruksi skenario ayat-ayat dalam Surat Al Maidah yang menjadi latang belakang gerakan dan aksi bela Islam 212. Semoga secara bertahap pengurus persaudaraan 212 dengan istiqomah bisa menapaki jalan yang telah digariskan Allah.

Inilah skenario Allah itu, istiqomahlah menapakinya hingga pertolongan Allah datang atas kemenangan Islam. Iya kemenangan Islam, bukan kemenangan yang lain :

AL MAIDAH 50 dimulai dengan pentingnya meyakini bahwa hanya hukum Allah yang benar dan penegasan sesatnya hukum jahiliyah. Hukum Allah inilah yang semestinya diperjuangkan oleh jamaah aksi 212 dan seluruh kaum muslimin, bukan hukum jahiliah. Berpihaklah hanya kepada Allah dan RasulNya, jangan tergiur bujukan kekuasaan sistem jahiliyah, sebab akan berpotensi menjadi pengkhianat.

Firman Allah, “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin”. [QS Al Maidah : 50]

AL MAIDAH 51 dilanjutkan dengan peringatan Allah tentang komitmen seorang mukmin agar sekali-kali tidak menjadikan kaum kafir sebagai pemimpin. Kepemimpinan Islam yang akan menyatukan umat Islam sedunia, menegakkan hukum Allah dan dakwah menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia-lah yang harus diangkat sebagai pemimpin.

Tradisi kepemimpinan Islam adalah baiat seorang khalifah, bukan presiden. Ini perjuangan berat, tapi alumni 212 harus bisa istiqomah, yakin dan ikhlas. Perjuangan dan jihad itu memang berat, jika ringan namanya istirahat. Tengoklah bagaimana perjuangan Rasulullah membela agama Allah dan ikutilah seluruh metode perjuangan Rasulullah, jangan bergeser sedikitpun.

Firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [QS Al Maidah : 51].

AL MAIDAH 52 berisi peringatan Allah akan hadirnya kelompok munafik sekuler yang mengkhianati Allah dan RasulNya. Kaum munafik yang disebut partai setan terlihat mendekat kaum kafir, mendukung dan membelanya, bahkan minta perlindungan dan nasehat. Baik secara diam-diam maupun terang-terangan kelompok munafik dalam kancah perjuangan umat hari ini begitu jelas terlihat. Umat Islam harus berhitung betul agar langkahnya tidak salah.

Perjuangan menegakkan dan memebela Islam sdengan demikian akan dihadapkan dengan musuh dari dua golongan yakni kafir dan munafik. Pun begitu yang dihadapi oleh Rasulullah. Namun jika istiqomah, maka perjuangan agama Allah akan dimenangkan, sebagaimana kemenangan Rasulullah.

Firman Allah, “ Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [QS Al Maidah : 52].

AL MAIDAH 53 berisi tentang petunjuk Allah kepada orang beriman untuk bisa memperhatikan dan menyaksikan karakter kelompok munafik dalam kancah perjuangan dan jihad politik umat hari ini. Saat dilantik menjadi pejabat, mereka disumpah dan bersumpah atas nama Allah dibawah al Qur’an, namun isi al Qur’an tidak pernah dijalankan dalam pemerintahan.

Inilah kemunafikan sejati yang harus dijauhi oleh kaum beriman, jangan sampai pejuang Islam 212 terlibat mendukung atas pengkhianatan politik ini. Sungguh orang kafir dan munafik akan dibinasakan oleh Allah. Alumni 212 dan jamaah kaum muslimin jangan sampai terlibat dalam sandiwara politik sekuler ini, sebab akan menjerumuskan dalam lobang kemunafikan dan pengkhianatan.

Firman Allah, “Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?" Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi”. [QS Al Maidah : 53]

AL MAIDAH 54 berisi peringatan Allah agar mukmin tetap istiqomah dalam perjuangan Islam. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming yang menjadikan umat Islam keluar dari agamaNya atau disorientasi perjuangan. Jika kaum muslimin murtad dan berkhianat, maka Allah akan mendatangkan pejuang Islam sejati yang mencintai sesama muslim dan tegas kepada kekafiran serta berjihad di jalan Allah. Pejuang Islam tidak takut mendapat celaan dari kaum kafir dan munafik, jangan malah berdekat-dekatan dengan mereka atas nama koalisi politik.

Di tengah hegemoni HAM dan demokrasi, bersikap tegas atas kekufuran memang sangat berat, karena akan dianggap kaum intoleran. Begitupun Rasulullah saat tegas memperjuangkan Islam dan menyatakan kesesatan kafir Quraisy, beliau mendapat fitnah sebagai pemecah belah bangsa. Begitupun hari ini, tapi jangan takut, yakinlah akan kebenaran firman Allah.

Firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [QS Al Maidah : 54].

AL MAIDAH 55 berisi janji pertolongan Allah kepada para pejuang agamaNya yang istiqomah, sebagaimana Rasulullah. Sebab pertolongan kemenangan Islam, bukan dari manusia, namun dari Allah semata bagi orang-orang beriman. Selain melaksanakan ibadah individu, orang beriman juga tunduk total kepada hukum dan aturan Allah.

Disinilah pentingnya alumni 212 dan jamaah kaum muslimin secara umum berjuang menegakkan aturan dan hukum Allah secara kaffah. Sebab Allah dengan tegas mewajibkan kaum muslimin untuk masuk Islam secara kaffah, tidak setengah-setengah sebagaimana dipropagandakan oleh partai setan sekuler. “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” [QS Al Baqarah : 208]. Saat hukum Allah tegak, kaum muslimin berkewajiban tunduk dan patuh sepenuhnya.

Firman Allah, “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). [QS Al Maidah : 55]*

AL MAIDAH 56 berisi janji kemenangan dari Allah kepada jamaah kaum muslimin yang hanya berharap kepada Allah, Rasulnya dan meminta pertolongan kepada orang-orang mukmin. Makna sebaliknya adalah tidak meminta pertolongan kepada orang-orang kafir dan munafik. Apalagi sampai menjadikan orang kafir dan munafik menjadi pemimpin, tempat minta bantuan atau menjadikan sebagai penasehat.

Kemenangan hanya akan diberikan kepada pejuang agama Allah yang istiqomah, bersabar dan bersungguh-sungguh. Tidak tergiur dengan harta, tahta dan syahwat duniawi. Ikhlas berjuang berkorban harta, tenaga, pikiran dan jiwa untuk Allah semata. Inilah beratnya perjuangan bela agama Allah.

Firman Allah, “Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”. [QS Al Maidah : 56].

AL MAIDAH 57 berisi penekanan Allah kepada orang beriman agar tidak memilih pemimpin yang kerjanya menista agama Islam. Bisa jadi pemimpin itu dari kalangan kafir ataupun muslim munafik yang tidak suka atas perjuangan dan kebangkitan Islam. Sehingga mulut dan perilaku mereka selalu berusaha memusuhi, menfitnah, menista, melecehkan ajaran Islam. Sehingga mereka terus berusaha menghadang, menjegal dakwah penegakan Islam kaffah di Indonesia.

Bukankah akhir-akhir ini banyak kalangan kaum yang mengaku muslim dari masyarakat biasa, pejabat, mahasiswa hingga yang bergelar profesor, namun mereka justru merendahkan ajaran Islam dan memuja ajaran Barat sekuler. Umat Islam harus jeli atas fenomena ini. Jangan pernah mengajak kaum munafik dalam barisan perjuangan Islam. Ingat kekalahan perang Uhud, ingat.

Firman Allah, “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” [QS Al Maidah : 57].

AL MAIDAH 58 berisi penekanan Allah atas sifat pembangkang dan bodoh kaum kafir dan munafik yang menolak ajakan kepada Islam. Mereka dengan songong justru selalu melecehkan ajaran Islam. Ejekan mereka kepada ajaran Islam dari mempermainkan sholat, melecehkan adzan, melecehkan busana Islam, melecehkan asma Allah dan RasulNya, melecehkan ritual haji dan ka’bah hingga melecehkan khilafah sebagai ajaran Islam. Mereka mendadak bodoh.

Gerombolan kaum munafik ini begitu jelas dihadapan kita. Waspadalah, sebab merekalah sebenarnya musuh Islam itu. persaudaraan 212 dan kaum muslim pada umumnya yang istiqomah menegakkan Islam jangan sampai berkoalisi dengan kaum kafir munafik atau dengan partai mereka.

Firman Allah, “Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal” [QS Al Maidah : 58].

AL MAIDAH 59 berisi tentang kebencian kaum kafir dan munafik kepada ajaran Islam. Bahkan di beberapa negara mereka memusuhi, mengusir hingga membunuh kaum muslim hanya karena keimanan dan keislaman. Mereka begitu benci kepada ajaran Islam yang telah diturunkan Allah kepada Rasulullah. Mereka, oleh Allah disebut sebagai orang fasik.

Firman Allah, “ Katakanlah "Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik [QS Al Maidah : 59]

AL MAIDAH 60 berisi tentang pembalasan pedih dan hina dari Allah kepada orang-orang kafir dan munafik serta fasiq. Mereka dikutuk dan dimurkai oleh Allah karena telah tunduk kepada sistem thoghut dan tidak tunduk kepada hukum Allah. tak tanggung-tanggung, mereka dijadikan kera dan babi oleh Allah.

Firman Allah, “ Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?". Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.”
[QS Al Maidah : 60].

Untuk itulah, wahai para alumni dan persaudaraan 212, ingat gerakan kita sejak awal adalah bela agama Allah, menegakkan agama Allah, bukan menegakkan sistem thoghut, ingat itu. Maka istiqomahlah dalam jalan dakwah dan perjuangan ini. Jangan pernah terbujuk oleh rayuan apapun selain keterikatan hanya kepada Allah. Sebab kita hanya berharap bantuan dan pertolongan Allah semata untuk kemenangan agama Allah. Target dakwah dan perjuangan adalah kemanangan Islam dengan tegaknya kekuasaan Islam untuk menebar rahmat bagi alam semesta.

Ingat janji Allah bagi kekuasaan Islam yang akan diberikan Allah kepada orang-orang beriman dan bertaqwa, bukan kepada kaum kafir dan munafik sekuler.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik [QS An Nuur : 55].

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat [QS An Nashr : 1-3].

Dari Saudaramu



Ahmad Sastra
Bogor, 25/04/18 : 09.30 WIB

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget