Advokat dan Para Tokoh Bela HTI, HTI Layak Menang


Oleh : Nasrudin Joha


Coba Anda berselancar di jejaring sosial media, fokus saja pada Facebook atau diskusi group WA. Perhatikan ! Perhatikan arus dukungan terhadap HTI menjelang putusan tanggal 07 Mei 2018. Perhatikan juga, suara-suara yang mendukung dan berada di barisan Pemerintah, yang setuju dan sependapat atas tindakan ngawur Pemerintah mencabut SK BHP HTI.

Untuk HTI, dukungan advokat mengalir begitu deras. Baik advokat senior maupun advokat muda, banyak yang memberikan statement hukum membela HTI. Kritik hukum terhadap dikeluarkannya keputusan tata usaha negara yang dikeluarkan Pemerintah variatif.

Ada yang mengkritik secara prosedur, dimana tindakan pencabutan SK BHP HTI dilakukan secara sewenag-wenang. Tanpa memberitahu HTI, tanpa menyebutkan kesalahan HTI, tanpa menunjukan UU atau pasal peraturan apa yang dilanggar, tanpa menunjukan bukti administrasi tentang pelanggaran.

Ibarat perusahaan melakukan PHK, tidak diberitahu apa salahnya, tidak ditunjukkan pasal peraturan yang dilanggar, tidak ditunjukkan surat peringatan sebagai dasar tindakan, tahu-tahu PHK. Pokoknya PHK.

Kalau perusahaan melakukan PHK tanpa alasan, masih bisa dimengerti. Karena hubungan ketenagakerjaan asasnya kontraktual. Sama seperti pernikahan, jika salah satu tidak suka, dengan dalih apapun hubungan itu tidak bisa dipertahankan. PHK tak terhindari, perceraian tidak bisa dipungkiri.

Tapi ini status BHP, yang status itu diperoleh dengan melakukan serangkaian syarat, ketentuan dan prosedur. SK BHP itu juga bagian dari hak konstitusi untuk menjamin kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.

HTI tidak pernah ngemis minta bantuan dana ke Pemerintah, tidak pernah merepotkan Pemerintah, justru HTI membina dan mendidik umat. Berapa banyak mantan penjahat yang akhirnya tobat setelah mengaji dan dakwah bersama HTI ?

Ada yang mengkritik dari sisi substansi. Lah wong Khilafah ajaran Islam, masak dakwah menyeru untuk melaksanakan kewajiban Khilafah di larang ? Dipersoalkan ? Ini rezim rezim apaan ? Rezim kalajengking? Rezim keong sawah ? Rezim cacing sarden?

Jika dibiarkan, bisa merembet pelarangan ajaran Islam lainnya. Mula-mula Khilafah yang dikriminalisasi, menyusul syariah di pinggirkan. Jihad dituduh teroris, menyebut kafir anti kebhinekaan, tidak boleh membahas Ghanimah, usyur, Fai, Milkiyatul Ammah, dan fiqh-fiqh Islam lainnya. Lama-lama bisa mempermasalahkan sholat jika dibiarkan.

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin didunia, yang bertugas menerapkan syariah Islam secara kaffah serta mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru alam. Jadi tuntas, Khilafah ajaran Islam bukan ajaran syetan.

Lha wong demokrasi yang ajaran Montesquieu, ajaran barat saja boleh didiskusikan bahkan diterapkan di negeri ini, meskipun menimbulkan banyak kerusakan. Kenapa Khilafah yang jelas ajaran Islam dipersoalkan ?

Nah, dukungan-dukungan kepada HTI itu mengkonfirmasi bagaimana posisi politik pembelahan umat dalam isu ini. Umat, khususnya para advokat banyak yang bersuara membela HTI karena HTI memang dalam posisi benar, mengemban dakwah, dan mengajarkan ajaran Islam Khilafah.

Siapa yang berada di posisi Pemerintah ? Yang membela pada isu menjelang putusan HTI ? Jika kita telusuri, di jejaring sosial media yang ada hanya ABU JANDA.

Tidak ada tokoh, ulama, profesor, doktor, pengusaha, mahasiswa, buruh, atau elemen lain yang mendukung Pemerintah menjelang putusan PTUN antara HTI melawan penerintah.

Ya itu, yang mendukung Pemerintah ya hanya ABU JANDA. Anda tahu Kan, kualitas abu janda alias Permadi ? Kalau diskusi, belum dia ngomong saya saja sudah terpingkal ketawa geli. Begitu dia mulai bicara, saya tambah geli, ngomongnya luar biasa. Luar biasa ngawur, dan terkenal muka tembok. Kagak ada malunya.

Ya, begitulah kualitas pendukung Pemerintah. Kalau muncul pendukung lagi, paling-paling tokoh-tokoh mengelikan lainnya yang muncul. Boleh jadi yang muncul Desy, Deni Siregar. Atau Bledek Romli, atau Ade Armando.

HTI sendiri, didukung banyak ulama, tokoh, alim, Habib, advokat dan akademisi hukum, memberikan doa, dukungan, pernyataan hukum, secara terbuka membela HTI.

Kiranya wajar, HTI LAYAK MENANG. Selain posisinya berada pada kebenaran, doa tokoh dan umat Islam mengalir deras untuk HTI. [].

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget