Grand Syekh Al Azhar Menolak Khilafah?


Oleh: Ustadz Utsman Zahid as-Sidani

Pihak-pihak yg anti, atau mungkin benci Khilafah merasa kegirangan, seperti mendapat amunisi baru, pada saat Grand Syekh Azhar menjawab sebuah pertanyaan tentang Khilafah, pada acara kunjungan Syekh Azhar di kantor PBNU beberapa hari lalu.

Hal ini kemudian mereka goreng sedemikian rupa, dengan bumbu-bumbu yg sedap. KH. Said Aqil pun, pada saat menerjemah, langsung menyatakan yg pada intinya Syekh Azhar menolak Khilafah. Saya melihat, di sini, KH. Said Aqil tidak jujur dan tendensius. Mengapa? Akan kita ulas pada tulisan ini.

Namun, yang tidak kalah penting, ini akan semakin membuat santer perbincangan tentang HT(I) dan Khilafah. Sebab, bagi orang yang cerdas dan jeli, serta mencari kebenaran, perkataan KH. Said Aqil dan penjelasan Syekh Al Azhar, hanya akan menjadi pemantik untuk mencari hakikat yang sesungguhnya. Sebab, bagi mereka, kebenaran tidak diukur berdasar siapa yang mengatakan, namun lebih kepada dalil dan argumentasi yang mendasarinya.

Selanjutnya, mari kita baca baik-baik jawaban beliau saat ditanya tentang masalah Khilafah, sebagai berikut:

الخلافة الآن كأمر عملي صعب جدا. بعد ما تقسمت الدنيا الى دول والى حدود أرضية وحدود جغرافية وحتى حدود في مجالات الجو ومجالات البحر.

Hari ini, Khilafah sebagai hal praksis sangat sulit, setelah dunia terbagi-bagi menjadi banyak negara, tersekat dengan batas-batas negeri, batas-batas geografis, bahkan batas-batas dalam aspek angkasa dan lautan.

فإذاً، يعني،فالمفهوم الذي يبدو، وكأنه غريب وكأنه لا يمكن تطبيقه، كيف نتقاتل عليه، وكيف نضيع وقتنا، ونخضر طاقتنا في الحليف فيه.

Jadi, eee.. Nampaknya dapat difahami Khilafah jadi sangat aneh, dan nampaknya tidak dapat diterapkan. Lantas, mengapa kita harus berperang demi Khilafah? Mengapa kita harus menyia-nyiakan waktu dan energi membangun kekuatan untuknya?

ثم يجب ان تعلم......( الى أن قال): وقد درسنا في آخر كتاب المواقف والكتاب وأي كتاب التوحيد، أن الخلافة مسئلة من الفروع، لا من الأصول، هذاهو المذهب الأشعري...

Kemudian, Anda harus tahu....... dan kita telah mempelajari di bagian akhir kitab Al Mawaqif, dan kitab, kitab tauhid manapun, bahwa Khilafah adalah masalah furu', bukan masalah ushul. Inilah mazhab Asy'ari.

==============

Di atas adalah potongan dari perkataan Grand Syekh Azhar. Dari pernyataan ini, ada beberapa point yang harus kita simpulkan secara jujur.

1. Syekh Azhar mengakui bahwa Khilafah adalah syariah Islam.
2. Khilafah ditulis oleh para ulama di dalam kitab-kitab mu'tabaroh.
3. Grand Syekh tidak menyatakan penolakan terhadap Khilafah. Sebab, jelas menurut pernyataan beliau sendiri bahwa Khilafah menurut mazhab Asy'ari adalah hukum syara'. Tentu tidak wajar jika Syekh Azhar menolak hukum syara'!! Bahkan bisa bumerang, seperti yang dialami oleh Syekh Ali Abdurraziq, dicopot gelar Al Azharnya, gara-gara menolak Khilafah.
4. Grand Syekh memang tidak setuju dengan gerakan yang memperjuangkan Khilafah. Dengan alasan, sangat sulit karena hari ini dunia telah terbagi menjadi banyak negara, dst, seperti dalam perkataan beliau di atas.
5. Grand Syekh menganggap bahwa upaya mengembalikan khilafah adalah upaya menyia-nyiakan waktu dan tenaga.

Jadi, dari perkataan beliau, tidak ada penolakan terhadap khilafah sebagai ajaran Islam. Apalagi menuduhnya akan memecah belah. Justru secara tersirat, beliau mengakui bahwa khilafah akan menyatukan kaum Muslim, hanya memang sulit, dan beliau berasumsi -sekali lagi berasumsi- akan terjadi pertempuran gara-gara upaya ini. Sekali lagi, tidak ada kata tolak khilafah dalam perkataan beliau.

Lebih dari itu, jika kita cermat, perkataan Grand Syekh tidak disertai dengan dalil. Diakui menegakkan khilafah memang sangat sulit, tapi beliau tidak bisa menafikan bahwa khilafah adalah kewajiban dan merupakan hukum syara'. Sulit itu hal lain. Yang jelas Allah tidak mungkin mewajibkan perkara yang mustahil diwujudkan. Karena sulit itulah yg seharusnya mendorong para ulama untuk lebih serius melebihi keseriusan dalam perkara yg lain.

Sedangkan perkataan beliau bahwa Khilafah adalah masalah furu', bukan masalah ushul, itu benar adanya. Namun perlu digaris bawahi bahwa maksud dari kata ushul dan furu', jika konteksnya dalam kitab-kitab tauhid, adalah akidah dan syariah. Artinya, Khilafah bukan bagian akidah. Tapi bagian syariah. Inilah mazhab Asy'ari. Jadi tidak boleh ditolak dan dimusuhi. Clear?

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget