Haflah Santri Jawa Barat Serukan Khilafah Islam



Bandung. Tidak terpengaruh dengan situasi terakhir dimana media arus utama ramai memojokan isu khilafah. Telah terlaksana Haflah Santri Jawa Barat, "Politik Santri Jawa Barat untuk Kemuliaan Umat Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam", di Pesantren Modern Baiturrahman Bandung (10/5/2018). Hadir sebagai pembicara yang memberikan taushiyah adalah Prof. Dr. KH. Buya Salimuddin, MA, (Ponpes Baiturrahman) KH. Nanang Maulana Ishaq, MA (Ponpes Madinatul 'Ulum), dan KH. Ali Bayanullah, al-Hafizh (Ponpes Darul Bayan).


Buya Salimuddin menyampaikan terkait khabar akhir zaman dan kita akan memasuki fase kelima yakni Khilafah. Maulana Nanang menyampaikan tanggung jawab amar makruf nahi munkar dan perjuangan menegakkan khilafah adalah tanggung jawab seluruh umat Islam, bukan tanggung jawab satu kelompok saja. Ajengan Ali menegaskan aktualisasi politik ulama dan santri dalam dakwah menegakkan khilafah.

Pada kesempatan tersebut, Maulana Nanang mengijazahkan sanad hadits politik, "Kânat banû Israila tasûsuhum al-anbiya'u...." yang bersambung hingga Rasulullah.


Pada sesi mudzakarah, Ust Saif M Al Amrin (Majelis Rubath An-Nahdhah) menyampaikan bahwa ulama dan santri dalam sejarahnya terlibat langsung dalam perjuangan. Ust Asep Soedrajat (Majelis Cinta Rasulullah) menyampaikan hakikat politik ulama dan santri, dan tanggung jawab muhasabah lil hukkam.

Sesi tanggapan Ust Furqonuddin (Kota Bandung) menyampaikan terkait Jawa Barat sebagai Provinsi Santri. Ust Abdulbarr (Kab Bandung) menegaskan tentang sebab kerusakan dan solusinya yakni syariah dan khilafah. Ust Irkham Fahmi (Cirebon) menyampaikan kisah Mbah Muqayyim pada kesultanan Cirebon dalam penentangannya terhadap kompromi antara haq dan bathil. KH. Aa Fakhrurazi (Majalengka) menyampaikan bahwa santri harus menyatukan antara ilmu dan fakta dalam beramal.



Acara yang diinisiasi oleh Raudhah Tsaqafiyah Jawa Barat dan Pesantren Baiturrahman tersebut ditutup dengan pembacaan rekomendasi politik santri dan istighatsah. Ratusan peserta yang terdiri dari pengasuh pondok pesantren, pimpin majelis taklim dan para santri dari beberapa daerah di Jawa Barat tersebut berlangsung dengan khidmat.

Berikut adalah rekomendasi politik santri Jawa Barat:

REKOMENDASI POLITIK SANTRI JAWA BARAT

1. Jawa Barat adalah Provinsi Santri, dimana Jawa Barat lekat sekali dengan Islam dan perjuangan sejak masa sebelum kemerdekaan.
2. Santri Jawa Barat tidak terlibat dukung mendukung dalam politik praktis Pilkada Jawa Barat termasuk kepentingan-kepentingan yang ada di dalamnya.
3. Santri Jawa Barat menolak pragmatisme partai politik yang hanya berorientasi pada kepentingan kelompok atau partai politik masing-masing.
4. Santri Jawa Barat menyerukan para pihak untuk mewujudkan partai politik Islam yang hakiki sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an surat Ali Imran ayat 104 dan kepemimpinan dalam Islam yakni al-Khilafah.
5. Santri Jawa Barat menegaskan rekomendasi politik kaum santri, yaitu: politik dalam makna yang sebenarnya adalah bagian dari Islam; ulama dan santri wajib terlibat dalam politik yakni melakukan amar makruf dan nahi munkar, muhasabah lil hukkam (mengoreksi penguasa), dan dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan tegaknya syari'ah dan khilafah.

Bandung, 24 Sya'ban 1439 H

Pengasuh Pondok Pesantren dan Santri Jawa Barat

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget