KELIRUMOLOGI HTI, KHILAFAH, NKRI



Oleh : Prof. Fahmi Amhar

1. Dikiranya, HTI itu mau bikin "negara dalam Negara", separatisme model dulu NII-Kartosuwiryo, OPM atau ISIS. Padahal sejatinya, HTI itu tidak punya satgas para-militer, apalagi bersenjata. Senjatanya cuma kalimat tahlil, malah sebenarnya HTI juga bisa dibaca "Hizbut Tahlil Indonesia". Lihat saja itu benderanya .

2. Dikiranya, Khilafah itu ajaran gerakan HTI, atau monopoli HTI, atau bahkan HTI sudah punya Khalifah, model kelompok Abdul Qadir Baraja di Lampung, atau Abu Bakar al Baghdadi di Irak. Padahal sejatinya, ada aturan organisasi, bahwa kalau ada anggota HTI yang dibaiat menjadi khalifah yang sebenarnya, dia akan dikeluarkan dari keanggotaan HTI. Bingung? Makanya, ayo tabayyun !

3. Dikiranya, NKRI itu bisa rusak/bubar hanya oleh aksi konvoi, demonstrasi, atau konferensi sebuah ormas. Sebegitu rapuhkah NKRI ? Padahal sejatinya, membuat negara itu tidak "segampang" membuat acara istighatsah, apalagi membubarkannya.

4. Dikiranya, NKRI akan makin rusak dengan ajaran Islam, khususnya syari'ah & khilafah. Padahal sejatinya, yang merusak NKRI itu ya korupsi, narkoba, liberalisme, kapitalisme, pornografi, utang luar negeri, dsb. Justru ajaran Islam lah yang dulu berjasa mengobarkan perlawanan melawan penjajah.

5. Dikiranya, NKRI itu bisa kuat karena kesaktian Pancasila belaka. Padahal, Pancasila baru lahir tanggal 1 Juni 1945. Sosialisasinya juga kapan? Sedangkan Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Si Singamangaraja XII, Pattimura, Sultan Hasanuddin, Pangeran Antasari, dan ratusan pahlawan lain, itu berjuang jauh sebelum Pancasila ditemukan. Lalu kalau tidak ada fatwa jihad dari Hadhratus Syaikh K.H. Hasyim Asy'ari, apakah kira-kira Bung Tomo & arek-arek Suroboyo mau mempertahankan kemerdekaan dari serbuan Sekutu tgl 10 November 1945? Nah jihad itu jelas ajaran Islam !

#KamiBersamaHTI
#KhilafahAjaranIslam

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget