Khilafah dan Perempuan


Apa itu Khilafah?
Adalah negara yang menjalankan sistem politik, ekonomi, sosial, keamanan, pendidikan, dan bidang yang bersumber dari Syari’ah Islam. Negara yang dipimpin seorang khalifah yang amanah, yang dibai’at oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Khilafah akan membebaskan setiap umat Islam yang berada dalam cengkeraman hukum kufur, karena Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin. Khilafah akan mempersatukan umat Islam seluruh dunia, dan memerhatikan setiap urusan mereka.

Berbeda dengan negara yang ada saat ini. Di negeri muslim, meski mayoritas penduduknya kaum muslim, namun sistem politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya bukan dari hukum Islam, pemimpinnya terbatas hanya mengurusi rakyat negaranya dan tidak memerhatikan urusan kaum muslim di luar negaranya. Bahkan mereka berkonflik demi mempertahankan kepentingan negaranya. 

Apa Kaitan Perempuan dengan Khilafah?
Laki-laki dan perempuan diwajibkan untuk menegakkan diin Islam dan melaksanakan seluruh hukum Islam dalam setiap aspek kehidupan, hak ini bisa terjadi dengan adanya Khilafah. Saat Khilafah belum ada, maka wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan untuk berupaya sungguh-sungguh menegakkan Khilafah. Kewajiban ini sama halnya dengan kewajiban menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa, menutup aurat, dan kewajiban lainnya. Sehingga ketika siapa pun diam, tidak berbuat sesuatu untuk menegakkan Khilafah, ia telah melakukan kemaksiatan besar karena tidak melakukan kewajiban yang paling utama. Yaitu mengupayakan tegaknya Syari’at Islam secara kaffah.
Oleh karenanya, perempuan pun mempunyai kewajiban di pundaknya untuk berjuang menegakkan Khilafah. 

Mengapa Perempuan Membutuhkan Khilafah?
Khilafah mempunyai pandangan unik dan istimewa terhadap perempuan. Perempuan adalah kehormatan yang wajib dijaga, dan mempunyai peran strategis sebagai ibu pencetak generasi mulia dan pengelola rumah suaminya untuk menciptakan ketenangan dan kebahagiaan keluarga. Dengan pandangan ini, Khilafah memposisikan perempuan pada tempat yang tinggi dan bergengsi, tidak merendahkan dan tidak mengeksploitasinya. Khilafah akan menerapkan sejumlah hukum yang akan menjaga kedudukan, hak dan peran perempuan tersebut. Berbeda dengan pemerintahan yang mengadopsi sistem demokrasi liberal dan ekonomi kapitalis, memandang perempuan sebagai barang komoditas untuk diperjual-belikan. Sehingga martabat perempuan dihinakan dan kehidupannya disengsarakan.
Karena itulah, perempuan sangat membutuhkan Khilafah yang akan menjaga kehormatannya dan menjamin kesejahteraannya, dan tidak membutuhkan sistem demokrasi buatan manusia yang menyengsarakan dan mengeksploitasinya. 

Bagaimana Khilafah Menyejahterkan Perempuan?
Khilafah akan menerapkan sistem ekonomi Islam, yang berupa serangkaian aturan yang menjamin pemenuhan kebutuhan hidup seluruh umat, tentunya termasuk perempuan. Kebutuhan asasi manusia berupa sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan dipastikan bisa didapat oleh setiap individu. Caranya adalah dengan mewajibkan kepada para wali (ayah, suami, saudara laki-laki) yang mampu untuk bekerja mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup anak, istri atau saudara perempuannya. Dan Khilafah akan memberi sanksi bagi wali yang melalaikan kewajiban tersebut.
Bagi perempuan yang tidak mempunyai wali dan kerabat, maka pemenuhan kebutuhan hidupnya dibebankan kepada negara yaitu menggunakan dana yang ada di baitul maal. Khilafah tidak akan membiarkan perempuan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri apalagi dengan mengeksploitasi kecantikan atau dengan cara bekerja ke tempat yang jauh dan meninggalkan kewajiban utama dan peran strategisnya sebagai ibu pencetak generasi.

Kapitalisme tidak mewajibkan laki-laki bekerja untuk memenuhi kebutuhan perempuan, tetapi mewajibkan perempuan bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri dengan dalil persamaan hak dan kewajiban dan demi mencapai kesetaraan. Namun, ibarat menggantang asap, alih-alih sejahtera, perempuan justru menjadi hina dan sengsara akibat kerakusan kapitalis.

Bagaimana Khilafah Memuliakan Perempuan?
Dengan serangkaian hukum dalam sistem pergaulan Islam (nidzam ijtima’iy fil Islam), Khilafah akan menjaga dan melindungi perempuan. Mereka hidup aman dan mulia di rumah suami mereka dengan adanya hukum perwalian. Tidak boleh laki-laki asing masuk dalam rumah mereka. Siapapun yang ingin bertandang ke rumah orang lain, diwajibkan untuk meminta izin kepada wali mereka. Saat perempuan menunaikan kewajiban mereka atau menunaikan kepentingan mereka di luar rumah, mereka diharuskan untuk menutup seluruh tubuhnya selain wajah dan kedua telapak tangannya. Saat mereka bepergian dengan perjalanan 24 jam atau lebih, disertai diharuskan oleh mahram laki-lakinya. Dan mereka pun dilarang untuk melakukan pekerjaan yang akan merendahkan martabat mereka. Semisal menjadi sales promotion girls, pekerja seks komersial dan sebagainya. Semua aturan ini dalam rangka menjaga dan melindungi kehormatan perempuan, sehingga mereka hidup dalam kemuliaan.

Berbeda jauh dengan pandangan demokrasi liberal, yang membebaskan perempuan untuk melakukan apa saja dengan dalih hak asasi manusia. Ide kebebasan nyata-nyata telah menodai kehormatan perempuan.

Apa peran perempuan dalam menegakkan Khilafah?
Perempuan diwajibkan untuk mengemban dakwah untuk mengubah sistem demokrasi liberal dan kapitalisme-sekuler dan menggantinya dengan Khilafah. Ia wajib untuk bergabung dengan kelompok yang bertujuan menegakkan Khilafah. Bersama anggota lainnya, ia akan melakukan aktivitas dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran politik kalangan perempuan agar seluruh kepentingannya diatur dengan Islam, untuk membangun opini umum tentang wajibnya penegakkan syariah dan Khilafah dengan menyampaikan ke tengah-tengah masyarakat pemikiran yang jernih yang berasal dari Islam dan tidak terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran kufur, seperti sekulerisme, liberalisme, HAM, demokrasi, gender dan lain-lain. Dan mengajak umat untuk menuntut perubahan ke arah dan sistem Islam.

Dengan perjuangan penegakkan Khilafah yang semakin luas dan menggelora dari kalangan perempuan bersama-sama dengan kaum laki-laki di seluruh dunia, semoga janji Allah SWT akan segera terwujud.
[tdk]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget