VISI YANG JELAS




Oleh: Nasrudin Joha

Tidak boleh ada kelompok politik atau partai yang menyembunyikan agenda politiknya dari umat. Sebab, hal ini akan menimbulkan dharar (bahaya), baik bagi partai juga bagi umat.

Bagi umat, agenda yang disembunyikan dikhawatirkan akan keluar dari visi politik yang dikehendaki umat. Ini berbahaya. Bagi partai, visi tadi tidak dapat dikoreksi umat karena agendanya disembunyikan, ini juga berbahaya bagi partai.

Bagi kelompok politik yang mengusung visi Khilafah, tidak boleh menyembunyikan sedikitpun tentang agenda Khilafah. Misalny saja, dia menyebut saat Khilafah tegak sistem Khilafah masih mengadopsi sistem hukum dan perundangan sekuler.

Tidak boleh. Visi Khilafah harus dijelaskan apa adanya. Jika ada penolakan dari umat, partai berfungsi menjelaskannya. Tidak boleh ada penyembunyian agenda dan pemikiran, karena khawatir ditentang umat, mendapat hambatan, bahkan mendapat tekanan penguasa dzalim.

Misalkan lagi, Khilafah itu khas Islam, demokrasi itu khas barat. Tidak boleh bermanis muka, dengan menyebut demokrasi Islam. Khilafah juga sama Sepeti demokrasi, atau ungkapan "ngeles" lainnya.

Harus dijelaskan gamblang, apa adanya, dengan dalil baik aqli maupun naqli. Demokrasi kufur, karena meletakan kedaulatan hukum ditangan rakyat. Sementara, Islam telah meletakan kedaulatan hukum ditangan syariat. Jadi tegas saja, demokrasi sistem kufur, haram mengemban, menerapkan, dan mendakwahkannya.

Visi yang jelas ini, menjadikan umat merasa tenang, tidak khawatir dibohongi, sebab saat ini umat sudah terlalu sering dibohongi, terlebih ditahun-tahun politik. Saat kampanye politik, partai sibuk mengeja ujaran-ujaran palsu, jargon-jargon kosong, untuk memenangi hati umat. Tetapi umat dibuat kecewa, karena realisasi politik dalam kekuasan dan pemerintahan jauh dari apa yang diharapkan.

Kader partai, juga harus memeriksa ideologi politik partai, jangan mau dibodohi pimpinan partai. Percaya pada pemimpin wajib, tapi taklid buta itu haram. Dalam beragama saja dilarang taklid buta, apalagi dalam hal politik?

Kader partai wajib mengajukan tuntutan roadmap perjuangan yang jelas, jangan hanya berpuas diarahkan untuk dzikir dan baca Quran. Sebab, bahaya sekali jika partai memiliki kader yang taklid buta. Hal ini, bisa menyebabkan partai rawan jatuh dan tergilas hanya karena kesalahan individu pimpinan partai.

Kepahaman pada rincian ideologi partai, juga akan menyelamatkan partai. Jadi tidak boleh, menjadi kader partai hanya ikut kampanye dangdutan, hanya baca Quran, hanya diminta puasa Senin Kamis, hanya diminta berakhlak baik, hanya diminta taat pemimpin tetapi tidak diberi penjelasan rincian ideologi perjuangan partai.

Bagaimana jika partai itu bukan Islam ? Atau partai Islam tetapi tidak memperjuangkan syariat Islam ? Sudahlah tinggalin saja. Nantinya akan menjadi sesalan, baik di dunia terlebih di akherat.

Segera cari partai berideologi Islam, visinya Islam, misinya tergambar jelas, tidak ada yang ditutupi, sehingga tidak ada kesimpangsiuran dan tidak rawan dibajak oleh kepentingan individu atau kelompok tertentu. [].

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget