Saya Ajari Yahya Cholil Staquf Bagaimana Memperlakukan Teroris Israel



SAYA AJARI YAHYA CHOLIL STAQUF BAGAIMANA MEMPERLAKUKAN TERORIS ISRAEL


Oleh: Nasrudin Joha

Sebelum saya beri wejangan kepada Yahya, saya perlu jelaskan dulu realitas negara penjahat Israel, sebagai berikut :

Pertama, Negara Teroris Israel berdiri diatas tanah kharajiyah milik kaum muslimin. Israel telah merampas sebagian Al Quds yang dahulu dibebaskan oleh keringat dan darah kaum muslimin, menubuhkan negara Yahudi atas sokongan Amerika, dan merampas hampir keseluruhan Palestina, mendominasinya sehingga wilayah Palestina mayoritas saat ini diduduki penjahat Israel.

Kedua, Negara Teroris Israel telah melakukan pembunuhan terhadap kaum muslimin di Palestina. Tidak terhitung lagi, berapa jumlah jiwa, kerugian harta benda, rusaknya tanaman dan pepohonan atas ulah kaum najis Teroris Israel.

Ketiga, status Negara Teroris Israel adalah negara Muharibah Fi'lan (de facto negara yang memerangi kaum muslimin). Hubungan kaum muslim dengan Darul harbi seperti Israel adalah hubungan perang. Kaum muslimin membunuh Yahudi Israel, atau kaum muslimin Syahid karenanya. Dan di penghujung hari kelak, kaum muslimin akan memburu kaum Yahudi hingga jika mereka bersembunyi dibalik pohon, pohon itu akan berkata "WAHAI TENTARA KAUM MUSLIMIN, INI ADA YAHUDI DIBELAKANGKU, BUNUHLAH !".

Keempat, karenanya tidak ada satupun hubungan yang boleh dilakukan dengan Teroris Israel, baik hubungan perdagangan, hubungan diplomatik, hubungan kemaslahatan, apalagi berdalih hubungan atas dasar perdamaian dan kemanusiaan, kecuali hubungan perang.

Perdamaian, hanya menjadi hak Khalifah selaku memimpin kaum muslimin. Siapapun, tidak berhak bertindak untuk dan atas nama kaum muslimin, kemudian berdalih menjalin hubungan damai atau untuk dan atas nama perdamaian atau untuk dan atas nama kemanusiaan sebagai dalih pembenaran untuk menjalin hubungan dengan teroris Israel.

Kelima, Negara Teroris Israel kelak akan kembali kepangkuan kaum muslimin, Palestina akan dibebaskan tentara Islam -setelah kaum muslimin berhasil mendirikan daulah Khilafah yang kedua- kemudian, Khalifah mengumumkan komando jihad untuk membebaskan Palestina.

Karena itu, Yahya tidak bisa berdalih apapun untuk mengelabui kaum muslimin dan menjalin hubungan terlarang dengan Teroris Israel. Yahya, tidak bisa berbuat sekehendaknya, kecuali jika Yahya telah mengambil pilihan untuk :

Pertama, memutus hubungan persaudaraan dengan kaum muslimin. Jika ini diambil Yahya, maka telah lepasjaminan keamanan bagi Yahya berdasarkan asas persaudaraan sesama kaum muslimin.

Kedua, Yahya telah mendeklarasikan diri sebagai antek Teroris Israel. Jika ini diambil Yahya, maka telah lepas jaminan keamanan bagi Yahya berdasarkan asas persaudaraan sesama kaum muslimin.

Ketiga, Yahya telah mengumumkan diri keluar (murtad) dari agama Islam. Jika ini diambil Yahya, maka telah lepas jaminan keamanan bagi Yahya berdasarkan asas persaudaraan sesama kaum muslimin. Bahkan, Yahya akan diperlakukan sama sebagaimana Teroris Israel.

Karena itu, jika Yahya belum bisa ikut bertempur digaris depan, berbanjar diantara kubangan parit-parit pertahanan, terlibat aktif dalam ikhtiar jihad membela kaum muslimin di Palestina, memberi bantuan obat atau makanan, menyantuni yatim dan janda korban keganasan Teroris Israel, MAKA YAHYA TIDAK BOLEH MENAMBAH DERITA KAUM MUSLIMIN DENGAN MENGUNJUNGI MUSUH YANG TELAH MENUMPAHKAN DARAH KAUM MUSLIMIN.

Jika Yahya belum bisa membebaskan Palestina, mengusir tentara teroris Israel, menghapus negara Israel dari peta dunia, maka haram baginya menginjakkan kaki di tanah jajahan Israel, bercengkrama dengan musuh, dan mengabaikan penderitaan kaum muslimin.

Siapapun, baik atas nama pribadi atau organisasi, tidak boleh memberikan pembenaran kepada Yahya, baik atas dalih kunjungan pribadi atau kunjungan kemanusiaan. Jika tetap ngotot, maka laknat Allah SWT atas kalian, doa seluruh kaum muslimin akan menjadi bala' bagi kalian, apalagi di ikrarkan pada bulan Ramadhan.

Kepada Yahya, yang harus kau lakukan pada Teroris Yahudi Israel adalah membunuhnya atau kau Syahid karena membela saudaramu di Palestina. Jika belum mampu, berkata baik atau diamlah. Jangan menambah sakit luka kaum muslimin. [].

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget