Konstitusi Madinah Kedua Mendefinisikan Negara



Oleh: Nasrudin Joha

"Darul Islam adalahnegeri yang di dalamnya diterapkan hukum-hukum Islam dan keamanannya didasarkan pada Islam. Darul kufur adalah negeri yang didalamnya diterapkan aturan kufur dan atau keamanannya berdasarkan selain Islam."

Tuan-tuan yang terhormat,

Coba baca ulang kutipan rancangan pasal konstitusi diatas. Disana jelas, ukuran negara Islam itu bukan agama warga negaranya. Ukuran negara itu disebut negara Islam (Darul Islam) berpulang pada 2 (dua) hal saja, dan ini kumulatif.

Pertama, negara Islam adalah negara yang menerapkan Islam, secara kaffah. Tidak ada hukum lain yang diterapkan kecuali hukum Islam. Negara, menegakan Islam dalam mengatur urusan dalam negeri dan interaksi dengan negara dan bangsa di dunia. Tidak disebut negara Islam, jika didalam negara tersebut masih menerapkan hukum selain hukum Islam, meski hudud ditegakkan.

Kedua, negara Islam adalah negara yang keamanannya mandiri ditangan kaum muslimin, bukan atas sokongan Amerika, perlindungan PBB, atau atas prakarsa pakta pertanahan militer kufar. Keamanan negara Islam, murni ditangan militer kaum muslimin.

Sementara itu, negeri Islam didefinisikan sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, meskipun negeri tersebut tidak menerapkan Islam secara kaffah, keamanannya tidak pula independen ditangan kaum muslimin. Alhasil, negara Islam tidak menjadikan status agama warga negaranya sebagai ukuran, tetapi status sistem dan keamanan sistem yang hanya ada pada Islam.

Dengan demikian, negara Islam tidak wajib warga negaranya homogen beragama Islam. Negara Islam didalamnya terdapat warga negara dengan agama heterogen (banyak agama), sebagaimana daulah Islam pertama yang dipimpin Rasulullah. Di periode daulah Islam pertama, Rasulullah memimpin rakyat yang heterogen. Ada muslim, kaum Yahudi, Nasrani bahkan para penyembah berhala (musyrik).

Dengan realitas negara sebagaimana disebutkan diatas, maka jelaslah negara Islam adalah negara yang nyaman bagi seluruh pemeluk agama sepanjang mereka tunduk dan patuh diatur dengan syariat Islam. Negara demikian, adalah negara yang didirikan Rasulullah SAW yang selanjutnya diwariskan kepada para sahabat, Ridwanullah Ajma'in.

Tuan-tuan yang terhormat,

Kembali kepada fatsal awal, kiranya dapat dipahami bahwa negara Islam adalah negara yang realistis, pernah ada, pernah menguasai dan mensejahterakan dunia, dan dalam waktu dekat akan hadir kembali mengulanginya.

Keliru besar, jika saat ini ada beberapa kerajaan yang menerapkan sebagian syariat Islam dianggap Negara Islam. Keliru juga, jika ada beberapa negara Republik yang mayoritas penduduknya Islam dianggap negara Islam.

Negara Islam adalah negara Khilafah, yakni negara yang dipimpin seorang Khalifah, negara yang menerapkan Islam secara kaffah dan keamanannya murni dibawah kendali kaum muslimin.

Negara itu saat ini memang belum ada, tapi dulu pernah ada dan menguasai dunia, menyatukan kaum muslimin, dan menebarkan kebajikan bagi dunia.

Negara itu, saat ini, dalam waktu sebentar lagi akan hadir dihadapan Anda, di periode Anda. Karenanya, saksikanlah detik-detik kembalinya daulah Khilafah Ar Rasyidah yang telah dijanjikan. []..

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget