Oh No, Ternyata Terorisme Harus Ada Unsur 'Agama'?



Oleh: Nasrudin Joha

Sungguh, sebuah penalaran yang sangat melecehkan logika dan akal sehat, tak mampu dicerna otak lulusan SD bahkan hingga yang bergelar profesor. Ingat sodara ! BNPT menyebut terorisme itu terkait agama !

OPM meski telah memberondong brimob dan TNI, menembak pesawat dan mengeksekusi warga sipil, tidak disebut teroris. Alasannya, OPM tidak membawa-bawa agama sodara ! Bahkan, OPM tidak disebut pemberontak. OPM digelari pejuang sodara !

Saat ditanya mengapa tindakan gerakan-gerakan kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat non-Islam, sebagai contoh yaitu Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak diberi label teroris, Irfan Idris dari BNPT menjawab mereka (OPM) tidak membawa-bawa agama dalam perjuangannya.

Meski ini pernyataan 3 (tiga) tahun yang lalu, tetapi hal ini menjawab semua keanehan dan tanda tanya tentang kekhususan perlakuan terhadap teroris OPM. Bahkan, untuk OPM perlu kamus khusus untuk menyebutnya. Dulu kamusnya menyebut KKB, sekarang berubah menjadi KKSB.

Ingat sodara ! Unsur agama yang dimaksud adalah Islam bukan yang lain. Penegasan ini, dikuatkan peneliti pesanan yang menyebut "Islam bukan teroris. Hanya mereka yang saja yang membawa-bawa agama dalam aksinya".

Pernyataan "Islam bukan teroris. Hanya mereka yang saja yang membawa-bawa agama dalam aksinya" justru mengisbatkan aksi terorisme kepada Islam. Sungguh, sebuah tuduhan jahat yang sangat melukai hati umat Islam.

Padahal, UU terorisme berbusa membahas perdebatan ada tidaknya unsur "ideologi dan politik" bukan unsur agama. Padahal, aksi teroris OPM jelas terkait motivasi ideologi dan politik, ingin memisahkan diri dari NKRI karena merasa bukan bagian dari bangsa Indonesia.

Lantas darimana dasar munculnya pernyataan OPM tidak dilabeli teroris karena tidak membawa agama ? Lantas sejak kapan aksi pemberontakan OPM dilabeli perjuangan ? Ingat sudara, OPM disebut PEJUANG !

Sungguh pernyataan ini menegaskan bahwa War on terorism adalah War on Islam. Terorisme hanyalah kedok untuk menebar fitnah terhadap umat Islam. Terorisme, adalah alat politik untuk menghindarkan negara dari dakwaan rakyat karena ketidakbecusannya mengelola pemerintahan.

Terorisme adalah isu, yang akan terus diproduksi dan dipasarkan sesuai kepentingan politik. Terorisme adalah alat politik, untuk menggebuk geliat kebangkitan gerakan Islam politik.

Jadi, terjawab sudah kenapa Densus 88 tidak dikirim ke Papua untuk menyerbu OPM. Terjawab sudah, kenapa sejak musim rambutan hingga musim duren, masalah teroris OPM tidak pernah diselesaikan.

Maka dapat dipastikan, ketika Bang Toyib pulang -sesudah lewat dua kali puasa dan dua kali Lebaran- teroris OPM akan aman damai dan sentosa terus menebar teror dan ancaman, terus merusak fasilitas publik dan menghilangkan nyawa, tanpa ada tindakan berarti dari negara.

Teroris adalah mereka yang dagang bubur, dagang kebab, jualan buku, yang dikenal baik, rajin sholat, berjidat hitam, berjenggot, membawa buku-buku jihad, dan beragama Islam. Teroris, bukanlah mereka yang membawa senapan serbu, memberondong pesawat, melawan negara dan membunuh masyarakat sipil. Catat ! [].

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget