Proposal Konstitusi Madinah Kedua



Oleh : Nasrudin Joha

Tuan tuan, kami ingin menggenapi proposal kakek buyut kami, yang saat itu terpaksa berkompromi dengan membuat redaksi "Kewajiban penerapan syariat Islam bagi pemeluknya". Namun, semangat kami tetap sama dengan mereka, bahkan lebih membuncah dan membahana. Kami inginkan syariat Islam mengatur negeri ini.

Tuan, syariat Islam itu rahmat bagi seluruh penjuru alam, bukan hanya bagi pemeluknya. Syariah Islam itu mengatur orang-orang kafir, baik ahludz dzimah atau kafir harbi. Bagi yang tunduk pada kekuasaan Islam, baik dia Kristen, Yahudi, atau penyembah berhala seperti Hindu dan Budha, semuanya mendapat perlindungan dari Islam.

Bagi yang belum memeluk Islam, Islam menyeru kepada mereka dengan dakwah. Jika diterima itu baik bagi mereka, jika ditolak akan dilihat terlebih dahulu. Jika penolakan dengan Ihsan, bukan dengan kekerasan maka dibiarkan. Karena tidak ada pemaksaan untuk berakidah pada Islam.

Jika penolakan itu justru dari penguasa, mereka menghalangi rakyatnya yang ingin memeluk akidah Islam, mereka memerangi juru dakwah Islam, maka negara Khilafah akan menggunakan mekanisme jihad untuk membebaskannya. Jihad ini dijalankan untuk membebaskan rakyat yang ingin memeluk akidah Islam, namun terhalangi oleh kekufuran dan kezaliman penguasanya.

Bagi yang tunduk dan menjadi ahludz dzimah, mereka semua harus tunduk pada syariat Islam, mendapat hak sebagai warga negara Islam berupa perlindungan, pengayoman dan pelayanan serta memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang sama sebagai warga negara daulah Islam.

Mereka diberi kewajiban membayar jizyah, tanah mereka yang dibebaskan dengan perang diberi tanggungan kharaj. Semua, tetap dalam satu naungan daulah Islam (Khilafah) yang menerapkan konstitusi syariah. Dalam daulah Khilafah, baik muslim atau ahludz dzimah terhadap mereka semuanya dalam urusan publik diberlakukan hukum Islam, bukan hukum yang lain.

Adapun khusus untuk ahludz dzimah dalam urusan ibadah, makanan dan minuman, konstitusi daulah Islam memberikan kebebasan kepada mereka untuk menjalankan ibadah, melaksanakan pernikahan, mengkonsumsi makanan dan minuman sesuai keyakinannya. Tidak ada paksaan dalam Islam.

Ahludz dzimah dalam urusan publik tunduk pada syariat Islam. Mereka yang mencuri juga dipotong tangan. Mereka yang berzina juga dirajam. Mereka yang berjudi juga di ta'jier. Mereka yang melanggar UU Khilafah juga mendapat sanksi dari Khalifah.

Adapun pelayanan negara, tidak dikhususkan hanya kepada warga negara yang beragama Islam tetapi untuk keseluruhannya. Ahludz dzimah berhak atas jaminan sandang, pangan dan papan secara mutlak bahkan individu per individu. Ahludz dzimah secara kolektif juga berhak atas jaminan pendidikan, kesehatan dan keamanan dari daulah Khilafah. Semua aturan negara diadopsi hanya dari syariat Islam.

Karenanya, dalam proposal konstitusi Madinah Abad ini, didalam asas utama pasalnya tertera kalimat :

"Aqidah Islam adalah dasar negara. Segala sesuatu yang menyangkut struktur dan urusan negara, termasuk meminta pertanggungjawaban atas tindakan negara, harus dibangun berdasarkan aqidah Islam. Aqidah Islam sekaligus merupakan asas Undang-Undang Dasar dan perundang-undangan yang bersumber dari syariat Islam. Segala sesuatu yang berkaitan dengan Undang-Undang Dasar dan perundang-undangan, harus terpancar dari aqidah Islam."

Karenanya, tidak akan ada satupun, baik sebagian atau keseluruhannya, konstitusi, UU, dan berbagai produk kebijakan negara yang bertentangan dengan syariat Islam. Negara, benar-benar menjalankan dua fungsi utamanya:

Pertama, menerapkan syariat Islam secara kaffah. Termasuk didalamnya mepemberian pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada segenap rakyat untuk memenuhi seluruh hajat dan kebutuhannya. Tanpa pandang bulu.

Kedua, mengemban misi dakwah Islam keseluruh penjuru alam untuk merealisir visi "pembebasan". Yakni, membebaskan seluruh umat manusia dari penghambaan kepada selain Allah menuju menghamba hanya kepada Allah SWT semata.

Karenanya tuan-tuan, pertimbangkanlah proposal kami ini. Proposal konstitusi Madinah abad ini. Konstitusi yang menegaskan syariat Islam diterapkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. []..

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget