Aldi, PKI dan HTI



Aldi, namanya sempat viral di dunia maya, sebab pengalamannya yang sungguh luar biasa. Betapa tidak, pemuda asal manado ini hanyut di samudera hingga 49 hari. Dalam salah satu talkshow, ia bercerita "Saya makan ikan mentah, ikan cakalang. Untuk minum saya mencelupkan baju ke laut dan dihisap biar berkurang rasa asinnya," terang Aldi.

Luar biasanya, ia pernah terfikirkan untuk bunuh diri. Namun saat ditanya mengenai alasannya untuk tetap bertahan hidup dengan tegas ia mengatakan, "Saya optimis Tuhan menyertai Saya"

Kisah Aldi ini mengandung pelajaran berharga, bahwasannya eksistensi Tuhan pastilah ada, tak seperti paham sosialis/komunis yang menapikan peran Tuhan dalam kehidupan. Sosialis/komunis menganggap semua makhluk berasal dari materi dan akan musnah menjadi materi kembali, dampaknya komunis menganggap manusia sama halnya dengan meja! Manusia sama halnya dengan binatang! Karena semua berasal dari materi.

Masih ingat peristiwa pembunuhan sadis para jendral yang dimasukan ke sumur ulah tangan PKI? Sungguh keji dan tidak berperikemanusiaan. Sekali lagi, mereka melakukan hal biadab seperti itu karena mereka menganggap manusia sama halnya dengan meja, mau dibakar, mau digergaji bahkan dimutilasi adalah hal yang biasa.

Kisah aldi ini semakin meyakinkan kita tentang eksistensi Tuhan. Tak seperti komunis dengan pongah tidak mengimani eksistensi Tuhan.

Jelas, paham komunis haram ada di Indonesia. Terlebih sejarah kelam Partai Komunis Indonesia telah menyakiti hati masyarakat Indonesia. PKI layak dibubarkan!

Lain PKI, HTI kini pun digadang-gadang haram ada di Indonesia dengan alasan merongrong indonesia ala PKI zaman dulu.

Anehnya selama ini pelarangan HTI berlandaskan asumsi semata, tak seperti PKI yang telah jelas merongrong Indonesia dan bertentangan dengan falsafah Indonesia.

HTI percaya Tuhan, PKI jelas tidak. HTI berlandaskan islam dan tidak bertentangan dengan pancasila sedangkan PKI berlandaskan Komunis dan bertentangan dengan pancasila.

Lantas selama ini masih kah kita tidak mau buka mata atas ketidakadilan ini?

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget