Dengan Kalimat ini Kita Hidup pun Mati



Mercusuarumat.com. Bandung. Setiap umat Islam ingin hidupnya selamat, bahagia dan sejahtera. Begitupun akhir hayatnya, tenang dan khusnul khotimah. Bahkan setiap umat Islam inginkan akhir hayatnya mampu mengucap kalimat ini. Asep soedrajat, Pembina Majelis Cinta Rasul Kota Bandung dalam tausiyahnya menjelaskan, dengan kalimat ini kita hidup, dengan kalimat ini kita mati dan dengan kalimat ini kita akan dibangkitkan kembali.

Kalimat ini bertuliskan Laa ilaha illAllah menurut beliau mampu membawa bangsa arab lepas dari kebodohan menuju kesejahteraan. "Rasulullah diturunkan kepada Masyarakat Jahilian Mekah menghilangkan penyembahan selain kepada Allah. Laa ilaha illAllah, tidak ada tempat yang pantas diibadahan selain kepada Allah", terangnya.

Bahkan beliau menerangkan, saat Rasulullah mendakwahkan kalimat ini Kaum Kafir Quraisy terang-terangan menolaknya. "Alih-alih tidak rela, Rasulullah dipersekusi oleh mereka", jelasnya.

Sebagaimana dulu, persekusi terhadap kalimat tauhiid terulang saat ini. "Maka bagi siapa yang menentang kalimat ini, sama halnya dengan mereka, para kafir quraisy, kelak di padang mahsyar kalimat ini akan menentukan keadaan kita, apakah kita akan termasuk kelompok penolong agama Allah pengusung kalimat ini atau sebaliknya kelompok penentang agama Allah pembenci kalimat ini", beliau mengakhiri tausiyah pada Pawai Tauhiid Jawa Barat, Ahad, 30 September 2017 depan Gedung Sate, Bandung. [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget