Pawai Tauhiid Jabar Sukses Terselengara



Mercusuarumat.com. Bandung. Pawai Tauhiid Jawa Barat yang diinisiasi oleh Komunitas Masyarakat Jawa Barat Cinta Tauhiid sukses terselenggara, pada Ahad 30/09/2018. Ribuan umat Islam tumpah ruah memadati ruas jalan Diponegoro, Bandung, mulai dari depan Masjid Pusdai Jabar hingga depan Gedung Sate.

Berbagai komponen masyarakat ikut andil dalam Pawai ini. ulama, mahasiswa, guru, dosen, pelajar, pengusaha, ibu rumat tangga hingga kalangan difabel.



Suhu dingin Bandung di pagi hari berubah menjadi hangat nan ceria. Pekikan takbir dan shalawat nabi saling berganti dari depan barisan hingga ujung barisan. "Allahu Akbar!" terdengar menggelegar memaha besarkan Asma Allah Swt.

Umat Islam Jawa Barat dari berbagi daerah sudah mulai berdatangan dari kemarin hari, Sabtu, 29/09/2018. Tak sedikit dari mereka merelakan diri menginap di Masjid Pusdai. Tak lupa atribut bertuliskan Kalimat Tauhiid mereka pakai, mulai dari topi, syal, baju hingga jaket. Bendera raksasa warna hitam bertuliskan Laa ilaha illAllah sepanjang 500 meter dengan gagah menghiasi jalannya acara.

Berdasarkan keterangan panitia, Pawai ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan kalimat Tauhiid, Laa ilaha illAllah. Kalimat yang setiap umat Islam ingin lafalkan diakhir hayatnya. Tak hanya itu, pawai inipun digadang-gadang untuk meluruskan pemahaman umat dari stigma negatif terhadap kalimat ini.
"Kami mengutuk dan menuntut tindakan hukum bagi siapapun penista kalimat Tauhiid baik yang terjadi di dunia maya maupun di kehidupan sehari-hari", imbuh Ketua Komunitas Masyarakat Jawa Barat Cinta Tauhiid.

Kalimat Tauhiid, Pembeda Lawan dan Kawan

Kalimat Tauhiid adalah dasar dan jatidiri setiap umat Islam. Kalimat Tauhiid pun pembeda antara yang haq dan bathil. Pembeda antara lawan dan saudara. Hal ini disampaikan oleh Ust Suryana, Perwakilan dari Pejuang Garda Aqidah. Selain itu kalimat Tauhiid ini pun yang akan mampu menggetarkan singgasana-singgasana musuh-musuh Islam.
Rasulullah diutus oleh Allah Swt ke muka buka untuk menyampaikan kalimat ini. Perjuangan Rasulullah dalam menegakkan kalimat ini sangatlah berat, dipersekusi, difitnah bahkan diancam dibunuh, hingga akhirnya dengan izin Allah Kalimat ini tegak di muka bumi kala itu.



Persekusi Terhadap Kalimat Tauhiid Terulang Kembali

Sebagaimana dulu, persekusi terhadap kalimat tauhiid terulang saat ini. "Maka bagi siapa yang menentang kalimat ini, sama halnya dengan mereka, para kafir quraisy, kelak di padang mahsyar kalimat ini akan menentukan keadaan kita, apakah kita akan termasuk kelompok penolong agama Allah pengusung kalimat ini atau sebaliknya kelompok penentang agama Allah pembenci kalimat ini", Ucap Ust Asep Sudrajat, Pembina Majelia Rindu Rasulullah Kota Bandung.

Pembela atau Penentang

Kang Ipank Fathin, Perwakilan Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam Jawa Barat, salah satu pembicara dalam tausiyah Pawai Tauhiid ini mengajak kaula muda Jawa Barat untuk menjadi pembela Kalimat Tauhiid sebagai duta-duta Islam layaknya Mus'ab Bin Umair. Kalimat ini lah yang membawa bangsa arab keluar dari kebodohan dan dengan kalimat ini pula bangsa arab terhitungkan dalam kancah peradaban dunia kala itu.

Dengan Kalimat Tauhiid inilah Kita Hidup

"Dengan kalimat tauhiid kita hidup, dengan kalimat tauhiid kita mati dan dengan kalimat tauhiid kita akan dibangkitkan kembali", terang Ust Asep Sudrajat.

Pawai yang diakhiri dengan doa ini berharap umat berjuang bersama menegakkan kalimat Tauhiid. "Kami mengajak seluruh komponen umat untuk berjuang menegakkan kalimat tauhid menuju Islam kaffah, menjadikan Islam solusi bagi negeri ini, dalam lindungan khilafah", tegas Ust HM. Salam, selaku Ketua Komunitas Masyarakat Jawa Barat Cinta Tauhiid. [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget