Bobotoh VS PSSI dan Ngerinya Negeri Ini



Mercusuarumat.com. Sebagai warga Bandung tentu saya adalah pendukung Persib. Bagi bobotoh, persib bukan sekedar klub sepak bola, jauh dari itu Persib ialah jiwa raga kami, maka sudah pasti jika Persib didzolimi, bobotoh tak akan pernah diam sampai keadilan ditegakkan kembali.

Pun yang terjadi saat ini, sanksi yang berikan PSSI kepada Persib terhitung jauh dari rasa adil.
Mengenai meninggalnya salah seorang Jackmania semua orang pasti mengutuk keras terhadap penganiayaan tersebut.

Reaksi penolakan mulai digemakan seantero sudut Jawa Barat, wabil khusus, Bandung, Kota Kembang. Sejumlah poster bernada petisi berseliweran dengan hastag #edyout tertanda Edy (Ketua PSSI) harus hengkang dari federasi terbesar sepak bola negeri ini.

Luar biasanya, bobotoh tidak meluapkan ketidakadilannya lewat jalan kekerasan. Bobotoh tuangkan dalam bentuk poster, spanduk dan media sosial lainnya.
Demikian kekalahan Persib VS Madura United, Selasa malam, 10/10/2018, bobotoh tidak satupun diberitakan melakukan kerusuhan akibat kekalahan club tercintanya, walaupun banyak pemain bintangnya dikenai sanksi PSSI.
Pun tadi pagi, 13/10/2018 ratusan bobotoh melakukan aksi di depan Gedung Sate, Bandung tidak ada berita anarkis yang terjadi.

Wajar, jika bobotoh melakukan aksi tersebut. Justru aneh jika bobotoh berdiam diri saat klub kesayangannya didzolimi. Ngerinya negeri ini, kedzoliman merajarela. Apalagi kedzoliman yang menimpa umat Islam. Betapa tidak, ulama pewaris nabi banyak dikriminalisasi. Mulai dari persekusi hingga berakhir di dalam jeruji. Ulama difitnah bahkan diintimidasi. Khilafah ajaran islam, dianggap ideologi berbahaya yang mengancam Pancasila. Padahal komunis yang nyata-nyata merongrong NKRI seakan-akan dibiarkan bahkan didekati. Ormas Islam diberangus habis tiada iba. Entah mengapa teroris OPM (Organisasi Papua Merdeka) sampai saat ini tidak enyahkah dari negeri ini.

Tentu, diam bukan pilihan atas kedzoliman yang menimpa umat ini. Bak bobotoh, umat islam wajib melawan ketidakadilan yang terjadi. Bukan dengan kekerasan apalagi disertai tetor penuh anarki.

Lawan kedzoliman dengan dakwah! Karena Rasulullah Saw sendiri telah menyontohkannya. Dakwah untuk merubah kehidupan yang penuh dengan kedzoliman dan membawa ke kehidupan yang penuh kedamaian dan keadilan.

Kedzoliman akan selalu ada jika aturan tidak ditegakkan dengan sempurna. Ketidakadilan selalu hadir di saat uang bisa mempengaruhi aturan yang telah disepakati. Sudah bukan rahasia umum jika di negeri ini uang adalah segalanya, dengan uang aturan bisa diubah. Inilah yang terjadi jika aturan manusia yang berlaku di negeri ini, bukan aturan Tuhan yang Maha adil, Rabb pencipta alam, Allah Swt, sebagai firman-Nya dalam quran surat At-Tiin ayat 8 yang artinya, “Bukankah Allah adalah sebaik-baik pemberi ketetapan hukum?”

Sudah saatnya mengakhiri kedzoliman yang semakin merajalela di negeri ini dengan bersama berdakwah, menyeru kepada segenap manusia untuk menerapkan aturan sang pencipta. Aturan yang kebenaran dan keadilannya pasti, sebagaimana firman Allah Swt, dalam surat Thaha, ayat 123, yang artinya, “Maka (ketahuilah) barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”

Petunjuk Allah tertuang jelas dalam quran dan sunnah. Tidak ada aturan kehidupan yang tidak dijelaskan dalam quran dan sunnah. Petunjuk sempurna dalam menjalankan kehidupan di dunia. Telah nyata dijalankan oleh Rasulullah utusan bagi umat manusia. Petunjuk Allah yang Rasul terapkan secara sempurna dalam sebuah negera, Khilafah Rasyidah namanya.

Jika menerapkan aturan manusia kedzoliman merajarela, sampai kapan kita abai dari menerapkan aturan sang pencipta? [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget