Hijrah Hakiki, Hijrah Dari Kapitalisme Menuju Islam



Mercusuarumat.com. Banjar. Majelis Riyadhus Sholihin Kota Banjar mengadakan agenda Jalsah Ammah dengan tema "Hijrah Jaman Now" pada Hari Sabtu (13/10/2018) di Masjid Multazam, Pusdai, Kota Banjar, Jawa Barat.

Pembicara pada agenda ini adalah Ir. Ibnu Aziz Fathoni, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa hijrah ada yang masih level personal seperti hijrahnya para artis yang lebih mendalami Islam yang saat ini sedang trend, dan hijrah pada level sistem.

Beliau mengutip makna hijrah menurut beberapa ulama, diantaranya Al-Jurjani yang memaknai hijrah sebagai perpindahan dari darul kufur kepada darul Islam. Mengenai makna darul kufur dan darul Islam beliau mengambil pendapat dari Syiekh Taqiyudin An-Nabhani.


“Menurut Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani darul Kufur adalah negara yang menerapkan hukum kufur (non Islam) dan keamanan negara tersebut tidak dijamin oleh keamanan kaum Muslim. Darul Islam adalah negara yang menerapkan hukum Islam dan keamanan negeri tersebut dijamin oleh kaum Muslim,” terangnya.

Ustadz Ibnu Aziz melanjutkan, bahwa hijrah sudah dilakukan oleh Rasulullah Saw. Jika dulu Rasulullah Saw berhijrah dari kehidupan jahiliyah di mekkah menuju kehidupan Islami di Madinah, maka saat ini upaya hijrah adalah perpindahan dari sistem kapitalisme yang penuh keburukan menuju kehidupan yang penuh kebaikan, yakni kehidupan Islam, dimana syariat Islam diterapkan dalam naungan Khilafah.

Terakhir ia menyampaikan bahwa hijrah tersebut bisa diwujudkan dengan dakwah. “Dakwah adalah jalan berhijrah dari kehidupan jahiliyah menuju kehidupan Islam,” pungkasnya.

Sementara itu peserta nampak memadati lokasi acara. Para peserta yang hadir selain dari Kota Banjar juga berasal dari daerah sekitarnya, seperti Banjarsari dan Rancah.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget