Ironi Negeri Demokrasi



Mercusuarumat.com. Di negeri demokrasi, kemiskinan sangat minim sekali. Saking tak adanya, orang miskin pun tak tersisa. Meninggal karena susah dapat jasa kesehatan. Biaya sosial yang harusnya ditanggung negara, kini beralih jadi tugas warga negara.

Di negeri demokrasi, hukum tertata dengan sempurna. Hanya bagi mereka yang punya duit buanyak. Orang miskin dibui hingga lama, orang kaya segera dikasih remisi hari raya.

Di negeri demokrasi, pendidikan melesat luar biasa. Saking melesatnya, orang berfikir bebas tak kenal norma. Mengatakan manusia tercipta dengan sendirinya. Bahkan ilmu agama tak lagi ia suka. Malah ilmu dunia yang dikejar tak kenal lelah.

Di negeri demokrasi, kehidupan beragama, toreransi nya sungguh mecengangkan mata. Sampai-sampai sebagian umat Islam berkata "semua agama sama, semua akan masuk surga". Mereka berlemah lembut pada kafir murka tapi kasar pada sesama muslim muslimah.

Di negeri demokrasi, remaja berfikir dewasa. Bukan artian bijaksana atau kebapak-bapakan. Tapi mereka teracuni adegan dewasa. Bebasnya pornografi dan pornoaksi buat mereka terlena.

Di negeri demokrasi, kedaulatan ada di tangan warga. Tapi mengapa justru penguasalah yang bertitah. Katanya kekuasaan pada rakyat, nyatanya pemerintahlah ambil kuasa.

Di negeri demokrasi, wanita begitu dihormati. Menakjubkannya, wanita setara dengan pria. Wanita diberi peluang untuk menjadi pemimpin negeri. Akhirnya keluarga tak terkendali. Kesetaraan gender semakin mengerogoti. Hingga akhirnya kebahagian berumah tangga tak ditemui.

Di negeri demokrasi, negerinya para penguasa sekaligus merangkap pengusaha. Negeri demokrasi, Negeri Indonesia apakah di dalamnya? [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget