Kami Cinta Nomor Satu dan Dua



Mercusuarumat.com. Pak jokowi dan pak prabowo yang kami hargai. Maaf kata, jika kami kurang berkenan di hati bapak berdua. Apa daya, kami hanya ingin sampaikan opini semata. Dengan melihat kekacauan Indonesia yang semakin nyata. Kami ingin ada perubahan nyata, bukan sekedar perbaikan di satu bidang saja.

Jika kita lihat apa yang menimpa Indonesia. Permasalahan terjadi dimana-mana. Bidang ekonomi, sosial, politik, hubungan luar negeri hingga hukum tata negara. Sungguh miris apa yang menimpa negeri kita tercinta.

Solusinya, apakah hanya perubahan sosok pemimpin saja? Tentu naif jika satu bidang yang diperbaiki dan lalai pada bidang lainnya. Sebuah negara dapat berjalan oleh dua komponen nyata. Yakni pemimpin dan sistem yang dijalankannya.

Sejak negeri ini merdeka, perbaikan hanya di satu bidang saja, yakni sosok pemimpinnya semata. Presiden berganti sejak jaman orde lama hingga kini jaman bapak Jokowi pemimpinya. Pernah dari sosok militer berkuasa. Kiayi juga ia. Kalangan ibu-ibu juga pernah jadi presiden Indonesia. Pak Habibi dari perwakilan ilmuan juga pernah bertahta. Sekarang pak Jokowi dari kalangan wong cilik katanya. Tahun depan entah siapa yang pegang tahta.

Mari kita amati dengan sempurna, setiap masa hampir mirip sistem yang dijalankannya. Intinya tetap saja demokrasi-sekuler yang diterapkannya. Padahal sistem pemerintah bukan demokrasi-sekuler saja, lalu kenapa tidak coba terapkan yang lainnya, jika ternyata demokrasi-sekuler tak ada perubahan menuju arah sejahtera.

Bidang ekonomi, siapapun bisa lihat dengan mata terbuka. Utang luar negeri menumpuk hingga 5.000 triliun rupiah. Kemiskinan capai 30% dari penduduk Indonesia. Kurs rupiah terhadap dollar capai 15.150 rupiah. Tak hanya itu praktik jual beli haram merajarela dimana-mana. Perbankan ribawi lokomotif pergerakan ekonomi Indonesia. Wahai Bapak Jokowi dan Pak Prabowo yang kami hargai, kekacauan ekonomi penyebab utamanya adalah sistem yang dijalankan Indonesia. Sistem ekonomi kapitalis-sekuler namanya. Sehebat apapun menteri keuangannya dan setangguh apapun presidennya masalah ekonomi Indonesia selamamya tak akan bisa diselesaikan dengan sempurna.

Sekarang bidang hukum tata negara. Sudah bukan rahasia umum lagi jika hukum di negeri ini tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Orang kaya bisa lepas dari segala tuduhan jaksa. Sedangkan orang miskin hanya mencuri kakao untuk menahan dahaga harus ikhlas dibui lama di penjara. Astagfirullahaladzim. Sekali lagi, permasalahan ini tidak akan pernah bisa diselesaikan jika sekedar sosok pemimpin yang diganti. Sebab utamanya adalah penerapan sistem demokrasi. Demokrasi memberikan peluang bagi manusia untuk membuat aturan yang berat sebelah. Karena dalam demokrasi kedaulatan dan kekuasaan diserahkan pada akal manusia.

Lebih lanjut bidang sosial, wabil khusus sosial remaja. Seks bebas sudah jadi budaya remaja. Biadabnya LGBT makin kesini makin banyak peminatnya. Mulai dari anak SMP sampai anak SMA. Bahkan grup onlinenya capai ribuan orang anggota. Bagaimana cara mengatasinya? Kami ulangi lagi, solusinya bukan sekedar pergantian presiden saja. Karena perilaku seks bebas terfasilitasi oleh sistem yang berkembang diantara mereka, yakni liberalisme dan hedonisme sebutannya.

Sekarang kita lihat bidang pendidikan. Biayanya mahal tak terhingga. Hanya orang kaya yang bisa menjalaninya. Tak hanya itu, ilmu agama dan ilmu dunia dibuat terpisah, seakan-akan ilmu dunia lebih berguna daripada ilmu agama. Belum lagi akhlak siswa. Tidak sopan pada guru dan sesama. Apa faktor utamanya? Karena sistem sekuler yang dijalankan oleh negara. Bagaimana solusinya? Sekali lagi bukan sekedar ganti presidennya.

Sebenernya banyak sekali PR Indonesia, pembaca sendiri pasti bisa menilainya. Pak Jokowi dan Pak Prabowo yang kami cinta. Jika tahun depan diantara Anda terpilih menjadi presidennya, bagaimana solusi yang akan anda terapkan bagi perubahan Indonesia? Apakah hanya ganti sosok semata atau sistem pun harus diubah.

Pendapat kami, jika sekedar sosok yang diubah, misal perombakan menteri saja. Kami yakin Indonesia tak akan pernah sejahtera. Coba berpikir untuk ganti sistemnya juga. Demokrasi-sekuler sudah pernah dicoba. Sistem Komunis-atheis pasti tak akan cocok bagi Indonesia. Lalu ada satu lagi sistem yang belum Indonesia coba. Sistem Islam jawabannya.

Sistem Islam sudah teruji nyata. Membawa perubahan bangsa arab yang dulunya dipandang sebelah mata, lalu pada masanya pernah menguasai dunia. Sejahtera manusia di alam semesta. Muslim maupun kafir hidup damai sentosa. Ekonomi meroket tak ada bandingannya. Hingga tak seorang pun mau menerima zakat dari negara. Pendidikan ajib tak ada saingannya. Output pendidikan tercipta lulusan berakhlak mulia plus cerdas di segala bidang ilmu pengetahuan yang ada. Sampai-sampai barat mencotek hasil karya ilmuan muslim yang tercipta. Banyak sekali torehan emas yang telah dicatat oleh sejarawan muslim ataupun barat yang adil membaca fakta.

Pak Jokowi dan Pak Prabowo, mari berpikir lebih jernih, apakah diantara Anda ingin mengulang kekeliruan yang sama atau justru ingin perubahan yang nyata dengan menerpakan sistem Islam yang telah terbukti hebatnya?

Terakhir, yang kami cintai nomor urut satu dan dua. Kami ingatkan, surga merindukan pemimpin yang adil saja. Semoga Anda berdualah orangnya. Pemimpin yang adil, pemimpin yang mau menerapkan hukum-hukum Allah Swt. Sebaliknya, neraka bagi pemimpin zalim. Pemimpin yang ingkar terhadap hukum Allah yang maha esa.

Moga Pak Jokowi dan Pak Prabowo masuk surga bersama kami, rakyatnya yang berharap Indonesia sejahtera! [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget