Khilafah Tak Usah Ditunggu



Mercusuarumat.com. Bencana alam tak henti-hentinya menimpa Indonesia. Bukan hanya tahun ini saja. Seakan-akan tiap musim hujan datang, banjir menjadi langganan. Setiap musim kemarau tiba, kekeringan tak kunjung tiada.

Bencana alam yang telah terjadi paling dekat menimpa negeri ini adalah gempa yang disusul tsunami di Palu dan Donggala. Korban jiwa sampai saat ini telah mencapai lebih dari 1.200 jiwa, korban luka ratusan jiwa. Setiap insan pasti merasa iba dengan apa yang menimpa Indonesia.

Rasa iba yang terhujam dalam qalbu setiap insan tak sebatas sekedar mendoakan. Banyak diantaranya memberikan solusi dan tak sedikit membantu turun tangan ke lapangan. Tadi pagi pun bumi pertiwi dirundung derita dengan jatuhnya pesawat ke perairan dekat karawang.

Suatu waktu penulis pernah berbincang dengan salah satu kawan, kurang lebih ia berkata, wajar bencana alam menimpa Indonesia, bencana alam akan terus terjadi sampai Imam Mahdi turun ke muka bumi.

Setelah mendengar kalimat itu pikiran penulis melayang hinggga temukan satu titik persepsi, mungkin kawan tadi mencoba menafsirkan hadits riwayat Ahmad mengenai tanda-tanda terjadi kiamat dengan turunnnya bencana alam.

Penulis sendiri, tidak sepenuhnya mengiakan, seakan-akan pernyataannya mewajarkan bencana alam terjadi. Padahal bencana alam secara sebab, sepenuhnya hak Allah, Ia bisa kapan saja menurunkan bencana.

Jelas dalam hadits bahwa kiamat tak akan terjadi sampai imam mahdi turun ke muka bumi untuk membunuh dajal, kemudian alam semesta tentram bahagia karena syariat islam diterapkan secara sempurna.

Namun lewat persepsi ini banyak diantara umat muslim berpangku tangan dalam upaya menegakkan khilafah. Mereka berargumen bahwa khilafah akan tegak oleh imam mahdi. Sehingga, tak perlu berjuang keras untuk menegakkannya. Toh, nanti akan tegak sendiri.

Inilah salah satu kegagalan berpikir umat muslim. Kewajiban terikat pada hukum Allah berlaku sampai kiamat datang. Tak kenal waktu pun situasi. Maka sama wajibnya upaya menegakkan khilafah saat ini dengan nanti saat turunnya imam mahdi. Argumen ini dikuatkan oleh Sa’ad Abdullah ‘Asyur & Nasim Syahdah Yasin, Al Khilafah Al Islamiyyah wa Imkaniyyat ‘Audatiha Qabla Zhuhur Al Mahdi AS, hlm. 25-29.

Dengan khilafah aturan islam berjalan secara sempurna. Wajib ain dan wajib kifayah terlaksana dengan kaffah. Begitu juga dengan kesejahteraan alam semesta.

Maka, khilafah jangan ditunggu-tunggu. Tapi khilafah harus diperjuangkan. Sebagaimana jodoh. Jodoh pasti bersua. Tapi kalau berdiam diri saja di rumah, sampai kapan Allah pertemukan dengan jodoh impian Anda. Betul tidak? :) [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget