Pakaian Taqwa Muslimah Saat Keluar Rumah



Perempuan saat melakukan aktivitas di luar rumah (kehidupan umum), untuk memenuhi berbagai keperluannya, misal: ke pasar, ke mesjid, ke rumah keluarga dan kerabatnya, dan lain-lain telah diatur oleh Islam.
Islam menetapkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perempuan dalam hal penampilan dan berpakaian yaitu: menutup aurat, mengenakan jilbab dan kerudung, dan tidak bertabarruj

Menutup aurat
Menutup aurat merupakan kewajiban bagi seluruh kaum muslim, laki-laki dan perempuan. Untuk kaum muslimah, Allah SWT, telah mengatur ikhwal menutup aurat ini al-Quran surat An-Nur ayat 31:
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ  
Katakanlah kepada perempuan yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya, janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya... (QS. an-Nur [24]: 31).
Frasa ma zhahara minha (yang biasa tampak padanya) mengandung pengertian wajah dan telapak tangan. Hal ini dapat dipahami dari sabda Rasulullah saw:
 قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ
Wahai Asma', sesungguhnya perempuan, apabila telah baligh (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR. Abu Dawud).
Jelaslah bahwa seorang Muslimah wajib untuk menutupi seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Artinya, selain wajah dan telapak tangan tidak boleh terlihat oleh laki-laki yang bukan mahram-nya.
 
Jilbab
Jilbab adalah pakaian luas yang menutupi pakaian yang di dalam, dan diulurkan untuk menutupi kedua kaki. Allah SWT, berfirman:
 يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." (TQS. al-Ahzab [33]: 59)
Yakni hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka, sebab kata "min" di sini bukan untuk menyatakan sebagian (li at-tab'idh) akan tetapi untuk menjelaskan (li-albayan). Artinya, hendaklah mereka mengulurkan mantel atau jubah ke bawah sampai menutup kedua kaki.
Jilbab harus dijulurkan sampai kedua kaki agar di situ ada irkha. Artinya, jilbab itu jatuh (menjulur) ke bawah secara menonjol sebagai realisasi firman Allah SWT "yudnina", yakni yurkhina (hendaklah mereka mengulurkan).
Ini berarti jilbab itu sampai ke tanah jika kedua kaki terbuka (tidak tertutup). Dan cukup sampai kedua kaki jika kedua kaki itu tertutup dengan sepatu atau kaos kaki, akan tetapi bukan kurang dari mencapai kedua kaki, dan hal itu agar terpenuhi konotasi kata "yurkhina-hendaklah mereka mengulurkan".
Atas dasar itu, tidak boleh bagi perempuan di kehidupan umum untuk keluar sementara dia mengenakan celana panjang dan di atasnya jubah panjang hingga kedua lutut, yakni tidak sampai kedua kakinya yang tertutup dengan sepatu. Ini tidak memenuhi makna syar'iy untuk jilbab.
Perempuan juga tidak boleh keluar ke kehidupan umum kecuali ia menutupi pakaian dalam (pakaian rumahan) dan diulurkan ke bawah sampai kedua kakinya. Dan jika ia tidak mendapati jilbab itu maka ia tidak boleh keluar atau ia harus meminjam jilbab dari tetangganya. Hal itu karena apa yang diriwayatkan oleh imam Muslim di dalam shahih-nya dari Ummu Athiyyah, ia berkata:
أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِيْ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى، اَلْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُوْرِ، فَأَمَا الْحَيّضُ فَيَعْتَزلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ، وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِيْنَ. قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِحْدَانَا لاَ يَكُوْنُ لَهَا جِلْبَابٌ، قَالَ: لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا
"Rasulullah saw memerintahkan kami agar kami mengeluarkan pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, perempuan yang dipingit, wanita uang sedang haidh dan yang memiliki halangan (udzur). Adapun wanita haidh maka ia memisahkan diri dari sholat dan menyaksikan kebaikan dan seruan terhadap kaum Muslimin." Aku katakan: "ya Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab." Beliau bersabda "hendaklah saudaranya meminjaminya jilbabnya."
Kerudung
Kerudung adalah penutup kepala yang menutupi rambut, leher dan bukaan baju "al-jayb". Allah SWT berfirman:
  وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ
"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya." (TQS. an-Nur [24]: 31)
Yakni hendaklah mereka mengulurkan penutup kepala mereka atas leher dan dada mereka, untuk menyembunyikan bukaan gamis dan bukaan baju berupa leher dan dada.

Tabarruj
Tabarruj secara bahasa adalah menampakkan perhiasan dan kecantikan kepada laki-laki (asing). Di dalam Lisan al-'Arab dikatakan, at-tabarruj berarti menampakkan perhiasan kepada orang asing: Tabarruj itu tercela, sedangkan kepada suami tidak.
Allah SWT berfirman:
 وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ
Janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan (QS an-Nur [24]: 31).
Jadi, janganlah seorang wanita memukulkan kakinya dengan keras ke tanah saat dia berjalan agar gelang kakinya mengeluarkan suara sehingga kaum laki-laki tahu dan melihatnya, bahwa wanita tersebut memakai perhiasan di pergelangan kakinya di bawah pakaiannya. Semua ini menunjukkan bahwa tabarruj itu secara bahasa dan syar'i adalah perhiasan yang menarik perhatian. [tdk]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget