Pemuda, Kekuatanmu adalah Cinta



Mercusuarumat.com. Bicara cinta memang luar biasa. Karena cinta orang rela korbankan apa saja. Mulai dari harta, tahta hingga nyawa. Qolbulah tempat berpangkal cinta. Sayangnya qolbu tidak bisa menerima dua cinta. Maka jangan salahlah dalam membangun cinta.

Tuhan yang Maha kuasa sudah menganugerahkannya kepada setiap umat manusia. Tidak mengenal agama, pun tak terbatas usia. Siapapun yang berusaha menghilangkannya, maka hasilnya akan sia-sia.

Sekarang mari bahas pemuda. Fase yang paling sulit dilupakan setiap insan manusia. Katanya masa paling indah tiada tara. Pemudalah penerus cita-cita bangsa. Bangkit atau tidaknya ada di tangan mereka.

Cinta dan pemuda bak kedua belah mata uang yang tak terpisah. Banyak pemuda justru hancur hidupnya karena cinta. Sebaliknya, tak sedikit pemuda sukses karenanya.

Tuhan ciptakan manusia plus potensi yang dimilikinya. Yakni potensi kebutuhan jasmani, naluri dan akal yang menakjubkan fungsinya. Setiap manusia butuh makan, minum, tidur juga istirahat. Inilah yang dimaksud kebutuhan jasmani manusia.

Pun manusia diberikan potensi mempertahankan diri, menyembah sesuatu yang maha tinggi juga naluri mencintai. Di sinilah titik point yang harus kita diskusikan bersama.

Lalu apa gunanya akal. Ia adalah penuntut potensi jasmani juga naluri manusia. Misal manusia membutuhkan makan untuk menyambung hidupnya. Ia akan berpikir, makan yang halal atau yang haram jenisnya. Akallah yang memandu itu semua. Tentu akal tak boleh bebas begitu saja. Jika itu yang tercipta, hancur lebur alam semesta beserta isinya.

Lihat saja apa yang dilakukan oleh kedua orang komika. Akun IG tretanmuslim dan cokipardede namanya. Niat ingin bercanda justru malah menista agama. Daging babi yang telah jelas haramnya, lalarangan dari Tuhan yang maha esa. Diolok-olok, menantang azab Tuhan yang maha kuasa. Inilah bukti, jika akal bebas berekpresi. Manusia saling hujat eksistensi Tuhan yang Maha tinggi. Sistem liberal-demokrasi yang fasilitasi semua yang terjadi saat ini.

Akal jika tidak dipandu oleh sesuatu yang maha tinggi dan maha mengetahui. Ia akan tak terkendali. Apa itu yang maha tinggi? jawabannya tentu Tuhan pencipta manusia dan isi bumi. Allah turunkan pedoman hidup berupa quran dan sunnah untuk mendampingi akal manusia. Agar ia menjadi kekuatan bagi manusia, jalankan kehidupan bahagia dunia nan akhirat abadi.

Jika potensi manusia dibiarkan sekehendak akal yang bebas. Pastilah ia akan seperti selama ini yang terjadi. Hukum Allah dihiraukan tak berarti. Agama dijauhkan dari muka bumi. Karena manusia menganggap, akal harus bebas tak terkendali, itulah salah satu asas demokrasi.

Sekarang kita bicara naluri mencintai. Cinta membutuhkan pengorbanan pun butuh deklarasi. Bohong jika cinta tapi sembunyi-sembunyi.

Di sinilah sekali lagi peran akal dalam mendampingi. Naluri mencintai tak boleh dibiarkan begitu saja dalam berekpresi. Tanya kenapa? Karena jika ini terjadi, kami ingatkan kembali, manusia dan bumi akan hancur tak terkendali!

Mencintai sebuah potensi yang harus didampingi, oleh sesuatu yang maha tinggi. Tentu bukan oleh manusia yang serba terbatas ilmunya, ia harus disandarkan pada Tuhan yang maha mengadili.

Seks bebas adalah contoh ekspresi cinta yang tak terkendali. Pacaran hingga LGBT adalah bukti nyata kehancuran pemuda masa kini.

Apa bedanya manusia dengan hewan jika akal manusia tak terkendali? Hewan mencuri fenomena wajar dan bisa dimaklumi. Karena mereka tak punya akal tuk bedakan benar dan salah. Hewan berhubung badan di jalanan adalah hal biasa. Hewan tak pedulikan makanan halal atau haram. Yang penting baginya perut terisi.

Inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Jika manusia mencuri, jika manusia memakan makanan haram. Jika manusia mengekpresikan cinta dengan pacaran dan LGBT. Jika manusia menciptakan hukum yang tak bersumber dari hukum Illahi. Jika manusia bebas berekpresi tanpa batasan norma yang menunjuki. Lalu apa bedanya manusia dengan binatang?

Naluri mencintai harus terikat pada aturan yang maha tinggi. Yakni Allah Rabbul izzati. Mencintai-Nya jadikan kekuatan yang tak tertandingi. Lihat lah masa khilafah berdiri. Para khalifah bertahta dilandasi karena cinta-Nya. Sehingga apa? Ia rela dikritik rakyat jika ia salah dalam mengambil langkah. Ia ikhlas mendengarkan nasihat ulama agar ada perbaikan dalam negeri. Ia berani menentang kezaliman jika hukum Allah dikhianati.

Pun dengan pemuda masa islam mulai berdiri. Sebut saja, Usamah bin Zaid. Usianya masih 18 tahun, namun ia sanggup memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat nabi. Seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di kala itu. Ada juga Al Arqam bin Abil Arqam, 16 tahun usianya. Ia jadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasul Saw beserta sahabat selama 13 tahun lamanya. Banyak sekali contoh nyata para pemuda yang cintanya telah terpaut pada Allah, Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Wahai pemuda penerus perjuangan bangsa! Mari akhiri cinta semu selama ini. Sandarkan cinta hanya pada Allah Swt. Biarkan akal yang memadu cinta. Akal yang jernih, akal yang tertuntun titah Allah dalam al quran dan sunnah.

Intinya potensi manusia yang telah Allah karuniai. Harus disyukuri dan ditafakuri. Jangan biarkan potensi manusia tak terkendali. Akibatnya seperti saat ini. Musibah tak henti-henti menghampiri bumi ibu pertiwi. Mulai dari sosial, hubungan luar negeri, hukum, politik hingga ekonomi.

Akal luar biasa ini, jangan dibiarkan tak terkendali. Faham liberal-demokrasi harus segera diakhiri. Akal-akal manusia harus terinstal kembali dengan Islam yang yang suci.

Wahai pemuda, masihkah cintamu diekpresikan pada kecintaan dunia?
Mari akhiri! [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget