Resolusi Jihad Masa Kini: Jangan Salah Tentukan Lawan!



Mercusuarumat.com. Masih ingat peristiwa perobekan bendera Belanda di Surabaya? Pahlawan bangsa dengan gagah melangkah tak kenal menyerah. Dimotori dari kalangan ulama, hingga keluar resolusi jihad dikenalnya. Luar biasa, resolusi jihad ini mampu menjadi sumbu perjuangan santri dan kiayi di seluruh penjuru negeri. 10 November akhirnya diperingati Hari Pahlawan penyelamat bangsa. Inilah salah satu latar belakang peristiwa perobekan bendera penjajah!

Penjajah Barat mencengkram Indonesia sekuat tenaga. Namun pribumi tak pernah sudi negeranya diintimidasi. Umat Muslim Indonesia sekali-kali tak ikhlas khatulistiwa dijajah mereka. Umat Muslim tahu, saat negerinya porak poranda, ia tak sedikitpun gentar hadapi imprealisme Belanda. Penjajah Belanda lewat VOC-nya menjarah kekayaan nusantara. sistem tata negara indonesia didikte oleh meraka, kerukunan umat beragama diadu domba olehnya. Kurang lebih inilah potret penjajahan gaya lama oleh penjajah Belanda.

Saat ini, secara fisik Indonesia telah lepas dari jajahan Belanda. Bak keluar dari mulut singan dan masuk ke mulut buaya. Indonesia kembali mengulang salah yang sama. Penjajahan pemikiran telah lama merusak nusantara. Akibatnya, lebih gila dari penjajahan fisik Belanda. Jauh berbahaya dibandingkan romusa atau kerja rodinya Benlanda. Saat ini yang menjarah kekayaan negara tidaklah terlihat secara indera. Tak seperti VOC-nya Belanda bisa diusir kapan saja. Kini kekayaan Indonesia terkuras habis ulah sistem ekonomi yang dijalankannya. Sistem ekonomi kapitalis yang sebabkan swasta asing boleh kuasai sumber daya alam Indonesia. Seperti PT Freeport Amerika, PT Petronas, PT Exxon, PT Chevron dan lain namanya.

Jika dulu Belanda kotak-kotakan penduduk nusantara berdasarkan kepemilikan tanah. Kini penjajah jauh dari itu, ia kotak-kotakkan penduduk Indonesia berdasarkan kekayaan juga berdasarkan agama. Lihat bagaimana Amerika menyusun rencana mengkotak-kotakan umat muslim Indonesia. Penjajah negeri-negeri islam ini adu domba antara islam tradisional dengan islam fundamental sebutannya. Penjajah Barat adu domba umat Islam dengan umat beragama lainnya. Inilah penjajahan jenis baru yang lebih ganas dari penjajahan jaman Belanda.

Resolusi Jihad jilid dua bukan lagi pilihan bagi umat Islam. Harus ada perlawanan umat Islam terhadap penjajahan barat saat ini. Barat dalam hal ini adalah Amerika dan sekutunya tak henti-henti menggempur akal pemikiran tiap umat muslim, terkhusus Indonesia. Seperti faham demokrasi-liberal yang didengungkan barat ke tiap telingan pemimpin negeri-negeri islam. Penjajahan neo-liberalisme dan neo-imprealisme adalah sebutnya.

Jika dulu resolusi jihad adalah melawan penjajahan fisik yang dilakukan oleh Belanda, maka saat ini resolusi jihad yaitu melawan penjajahan pemikiran yang dilakukan oleh Amerika. Penjajahan pemikiran ini tak bisa dibalas dengan melempar granat dan angkat senjata. Perang pemikiran harus dilawan dengan pemikiran lagi. Karena hakikatnya bukan fisik umat muslim yang dijajah, tapi akalnya sudah terkontaminasi oleh mereka. Mereka jajah dengan pemikiran liberal-demokrasi yang hina. lawan dengan pemikiran islam yang mulia! Ingat jangan salah tentukan lawan. Lawan kita bersama bukanlah sesama umat muslim, tugas kita bukan sekedar mengislamisasi demokrasi, tugas kita adalah menginstal kembali pemikiran umat muslim yang telah terkotori pemikiran sesat demokrasi. Dakwahkan islam kaffah seantero negeri. Siap berkontribusi? [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget