Seruan Aksi Bela Tauhid, Bela Panji Rasulullah, Bela Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin



Oleh: Nasrudin Joha

Mercusuarumat.com. Kalian Anggap urusan ini selesai ? Kalian minta umat segera diam dan menganggap masalah selesai, setelah cecunguk dan begundal pembakar bendera tauhid di bebaskan ? Tidak pernah mengunggah sepatah kata pun permintaan maaf ? Lantas apa kalian masih mengganggap kami waras ?

Kalian meminta persoalan ini diserahkan kepada hukum ? Setelah itu bisa kalian olah bersama para aparat penenggak hukum ? Berapa laporan harus dibuat ? Apakah menunggu semua umat Islam marah, baru proses penegakan hukum berjalan benar ?

Kalian terus berlindung dibalik 'gelar perkara', kalian terus berbusa dengan dalih 'berdasarkan keterangan saksi' dan bahkan kalian melumpuhkan logika kami, menjadi bodoh sebodoh bodohnya dengan ungkapan 'PEMBAKAR BENDERA TAUHID DIBEBASKAN KARENA TIDAK ADA NIAT JAHAT'.

Sejak kapan penyidikan menerawang hati penjahat ? Sejak kapan 'ada atau tidaknya niat jahat' menjadi alasan pembenar dan pemaaf bagi pelaku tindak pidana ? Apakah teori kesengajaan baik dengan sadar maksud, tujuan dan sadar kemungkinan sudah dihapus ? Bukankah yang harus di kejar adalah 'sengaja nya' bukan mengejar 'niat jahatnya'. Sejak kapan penenggak hukum merangkap tugas, dari penyidik sekaligus ahli hukum ? Dari pencari tersangka menjadi pencari alasan melepaskan tersangka ?

Apakah dengan dalih 'tidak ada niat jahat' semua kasus kecelakaan, yang karena kelalaian menyebabkan orang lain luka hingga meninggal dunia tidak perlu diproses ? Bukankah tidak ada seorang pun yang mempunyai niat jahat untuk mencelakakan orang lain dalam berlalu lintas ? Bukankah setiap kecelakaan tetap saja di proses hukumnya ?

Ayolah penenggak hukum, Ayolah negara, Ayolah Banser, kami hanya ingin pembakar kalimat tauhid dihukum. Kenapa kalian begitu gigih membelanya ? Apakah kalian mau bertaruh distabilitas bangsa hanya demi melindungi gerombolan begundal pembakar bendera tauhid ? Apakah kalian mengabaikan seruan umat Islam yang tersakiti dan menjadi korban kebiadaban pembakar bendera tauhid ?

Ingat ! Semakin kalian ngarang, semakin berdusta, semakin terbuka borok kalian. Semakin kalian membela, semakin kuat tuntutan umat Islam. Kami, bukanlah keledai bukan pula bangkai keledai yang dibungkus kain kafan. Kami adalah umat Islam, kami adalah generasi Islam cucu cucu dari Zaid Bin Haritsah, cucu cucu Ja'far bin Abu Thalib, cucu cucu Abdullah Bin Rawahah.

Wahai kaum muslimin, penuhilah seruan aksi bela Tauhid di manapun diadakan. Penuhilah, seruan kalimat tauhid yang meminta pembelaan kalian. Penuhilah, seruan Kemulian Islam dan kaum muslimin yang menanti pertolongan kalian.

Bergeraklah ! Buatlah penguasa melihat, bahwa umat Islam tidak terima dengan kezaliman yang dipertontonkan. Umat Islam menuntut pembakar bendera tauhid dihukum dengan seberat-beratnya. Umat Islam tidak terima selaku dikalahkan dan 'dibodohi' dengan berbagai pernyataan menyesatkan.

Penuhi seruan aksi bela bendera tauhid, dengan mengibarkan Al Liwa dan Ar Roya. Kita tunjukkan, kebesaran dan kemuliaan kalimah tauhid. Kita tunjukkan, umat Islam bersatu. Umat Islam bukan keledai.

Sekali lagi, rezim ini harus dibuat menyesal karena telah meremehkan umat Islam. Rezim represif dan anti Islam dibawah kendali Jokowi ini harus diberi pelajaran. Mereka, tidak boleh tidur dan terbahak melihat penghinaan pada bendera tauhid. Mereka harus selalu terjaga dan dihantui ketakutan.

"Jika Agamamu dihina engkau Tetap diam, maka pakailah kain kafan" (BUYA HAMKA). "Jika dibuat marah tapi engkau tidak marah, maka sama saja dirimu seperti keledai" (IMAM SYAFI'I).

"Jika engkau diam dan tidak marah, padahal bendera tauhid telah dibakar dan dihinakan. Maka sesungguhnya, engkau bukan manusia, engkau hanyalah bangkai seekor keledai yang dibungkus kain kafan" [NASJO].

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget