Suatu Saat Tiap Rumah Rindu Khilafah



Mercusuarumat.com. Siapa saat ini tak kenal Bendera Tauhid? Bendera Rasulullah berwarna hitam dan putih, yang disebut arroya dan alliwa. Bandera milik umat ini banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Mulai dari kalangan usadz, kiayi, komunitas motor, pelajar, guru, dosen, pengusaha, politisi hingga ibu rumah tangga.

Semakin dipersekusi oleh pemerintah, keberadaan Bendera Tauhid malah makin menggurita. Semua adalah buah dari kesabaran dari para pejuang islam dan buah kebodohan dari para penghalang islam.

Betapa tidak, penulis pribadi merasakan langsung perbedaan penerimaan oleh umat, 5 tahun lalu dengan saat ini. Ramadhan 2013 penulis mengikuti agenda sebar buka puasa gratis. Saat itu panitia memasang bendera tauhid di sekitar lokasi acara, pun setiap panitia menggunakan topi tauhid. Di sana penulis merasa kurang percaya diri mengenakan topi berlafadzkan tauhid, karena pada saat itu opini terorisme dan radikalisme menjurus pada mereka yang identik mengenakan simbol tauhid. Namun sekarang, dengan mata telanjang, penulis melihat setiap kegiatan akbar umat islam selalu terpasang bendera tauhid. Jamaah pengajian tak terhitung berapa banyak yang mengenakan simbol-simbol tauhid. Mulai dari syal, topi, baju, jaket hingga tas. Bahkan banyak yang menanyakan kepada penulis dimana bisa membeli topi tauhid, karena sekarang penulis percaya diri seratus persen kenakan topi ini.

Ide khilafah pun demikian, awalnya asing di telinga umat muslim Indonesia namun sekarang idenya mulai dikenal oleh khalayak banyak. Terlepas pro dan kontra. Namun ide khilafah telah jadi buah bibir di masyarakat. Politisi, kiayi, santri, pelajar, guru, dosen, pengusaha, ibu rumah tangga hingga buruh pabrik mendiskusikan hal ini.

Setuju atau tidak dengan ide khilafah adalah pilihan. Namun harus dicatat, janji Allah adalah pasti. Kabar gembira Nabi Muhammad Saw akan terbukti juga syariat islam harus dipenuhi. Buah kesabaran dan keistiqomahan pejuang islam akan segera terrealisasi, sebagaimana islam yang didakwahkan oleh Mush'ab bin 'Umayr, sang duta pertama umat islam.

Bukan mustahil, suatu saat tiap rumah kan rindu khilafah.
Percayalah, percayalah, percayalah. [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget