Zootopia Rasa Indonesia



Mercusuarumat.com. Siapa pernah nonton film zootopia. Dari judulnya sudah didiprediksi, pasti bahas binatang penuh aksi. Zootopia diambil dari dua suku kata "zoo" dan "utopia". Dikisahkan bangsa binatang berharap dunia damai santosa. Bukan sebatas utopia semata.

Diceritakan, wali kota dirundung derita, karena ada sebagian binatang hilang tak ada data. Menghilang begitu saja mengundang banyak curiga. Datanglah sang aktor utama, seekor kelinci bertugas sebagai polisi penjaga. Ia mengira bahwa dunia binatang terbagi dua. Binatang pemangsa dan kelompok yang dimangsa. Serigala, singa dan rubah masuk dalam binatang pemangsa. Kelinci, domba dan sejenisnya masuk golongan yang dimangsa.

Ia berfikir, kalau mau damai dunia harus menghapus pemangsa jahat. Karena ia mengira ia adalah pihak yang dimangsa.

Intinya, si kelinci mengira bahwa pemangsa buruk rupa dan yang dimangsa sungguh sengsara. Ditemui ternyata binatang yang hilang disekap oleh wali kota. Selidik punya selidik, wali kota ditangkap polisi penjaga, karena si kelinci mengira wali kota jahat dan penuh rekayasa. Padahal sang wali kota punya niatan baik, ia menyekap binatang pemangsa karena bertindak brutal tiada iba.

Wali kota berupa singa yang gagah harus menerima dirinya dipenjara. Akhirnya sekretaris wali kota yang bertahta, seekor domba yang lucu rupa. Seingkat cerita, kehidupan binatang makin hari makin menderita. Wali kota baru ambil langkah. Ia menangkap para pemangsa, karena dianggap makin merajarela.

Ternyata eh ternyata, binatang pemangsa ganas luar biasa, karena diracun oleh sekretaris wali kota. Ia punya niatan busuk yang nyata. Ia berargumen, dunia akan aman tanpa binatang pemangsa yang akan merebut kuasanya. Sampai-sampai si kelinci, sang polisi diburu habis hingga maut sedikit lagi menemuinya. Si kelinci ditarget mati karena ia mengusik kehidupan sang domba.

Endingnya, niatan licik sang sekretaris wali kota yang kini jadi wali kota sirna. Sang domba sungguh nestapa. Niat ingin menyelamatkan dunia. Malah dibui di dalam penjara. Rencana ingin mempertahankan kuasa malah sang singa lanjut jadi wali kota.

Si kelinci, polisi penjaga kini jadi pahlawan nyata. Niatan ingin membuat dunia damai sentosa, akhirnya tercipta. Kini ia tahu bahwa pemangsa dan yang dimangsa dapat hidup rukun jika memenuhi norma.

Lalu apa hikmah dari cerita zootopia. Bila kita rasakan, pemimpin zalim pasti tak akan lama berkuasa. Akibat ulahnya justru rakyat membencinya. Penjara akhir hidupnya. Hina direndahkan oleh rakyat negara.

Indonesia, jika pemimpinnya zalim dan penuh niatan busuk berkuasa. Tunggu waktunya ia akan tumbang dan turun tahta. Bak sang sekretaris wali kota, merebut kuasa dengan licik nan murka.

Ingatlah wahai pemimpin Indonesia, jabatan adalah amanah yang nanti akan dipertanggung jawabkan di akhirat sana. Berhenti sejenak, berpikir lebih dalam, jika menjalankan negara dengan tidak adil dan bijaksana. Berubahlah untuk Indonesia yang lebih sejahtera. Terapkan islam secara sempurna. [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget