Aksi Bela Tauhid 211 dan TKI yang Dihukum Mati, Apa Hubungannya?



Mercusuarumat.com. Kemarin (2/11), Aksi Bela Tauhid 211 sukses dihadiri puluhan ribu umat pembela Panji Rasulullah. Tuntutan mereka adalah menuntut pemerintah untuk membenarkan panji berkalimat tauhid adalah bendera Rasulullah, milik umat islam dan menuntut pemerintah untuk tegakkan hukum seadil-adilnya dalan kasus pembakaran bendera tauhid.

Tak sedikit netizen berkomentar negatif terhadap aksi tersebut. Mereka menganggap mubazir pada aksi tersebut. Di saat kondisi Indonesia dirundung derita, mulai dari tragedi bencana alam hingga bencana jatuhnya pesawat komersil Lion-air.

Tak hanya itu, Senin, 29 Oktober 2018 di Kota Thaif, TKI asal Majalengka meninggal dunia. Tuti Tursilawati dieksekusi mati oleh kerajaan saudi arabia. Ia dituduh telah membunuh ayah majikannya, warga negara Saudi atas nama Suud Mulhaq AI-Utaibi.

Spontan, banyak netizen mencibir Aksi Bela Tauhid 211 dengan mengatakan, dimana umat muslim yang demo saat TKI dihukum mati di Arab Saudi.

"Ada TKI dihukum mati di Arab Saudi tak dbela. Bangsa msh brduka pasca jatuhnya pesawat Lion Air, mrka jg cuek aj. Ada ribuan jamaah umroh dtipu biro travel tk mau bela, alasanya, pelakunya sdh dproses hukum". Tp mrk lbh suka demo bela bendera yg pelakunya jg sdh diproses hukum. Tulis akun twitter @yusuf_dumdum.

Jelas, fenomena ini adalah wajar. Sepanjang pergerakan dakwah. Kebenaran dan kesesatan akan selalu berhadangan. Kubu pejuang islam dan kubu penentang islam tak akan pernah rela bersatu.

Di sini, mari seksama mengindera fakta!

Pertama, Aksi Bela Tauhid 211 adalah murni atas dorongan aqidah umat muslim yang tak rela kalimat tauhid dinistakan. Fitnah sangat keji jika Aksi Bela Tauhid 211 diiming-imingi uang. Sebaliknya peserta aksi harus rela berkorban uang untuk membela bendera tauhid.

Kedua, mereka yang mencibir Aksi Bela Tauhid dengan anggapan tidak peduli terhadap penderitaan Indonesia justru gagal faham dalam mengindera fakta. Justru Aksi Bela Tauhid 211 adalah implementasi umat dalam mewujudkan cintanya terhadap Indonesia. Lihat bagaimana, pembakar bendera tauhid membuat gaduh Indonesia! Hingga saat ini tak ada permohonan maaf terucap dari mulut mereka atas pembakaran tersebut.
Mereka gagal faham mengindera fakta. Faktanya, ormas islam banyak yang turun tangan membantu korban gempa di Palu dan Donggala.

Ketiga, pihak yang paling bertanggung jawab dalam melindungi TKI adalah pemerintah. Lalu mengapa justru umat islam yang melakukan Aksi Bela Tauhid 211 dicibir karena tidak melakukan Aksi membela TKI yang dihukum mati? Yang aneh adalah mengapa mereka yang mencibir Aksi Bela Tauhid 211 tidak memprotes pemerintah karena lalai melindungi TKI?

Keempat, mereka yang mencibir Aksi Bela Tauhid 211 sebenernya sedang menampar wajah sendiri. Apa yang mereka bela? Panji Rasulullah tidak, TKI yang dibunuh juga tidak, bencana alam entah juga!

Kelima, mengenai hukuman mati bagi TKI di arab saudi adalah dampak hukum islam tidak diterapkan secara sempurna. Kerajaan arab saudi hingga saat ini menerapkan sistem pemerintah monarki, padahal dengan jelas islam melarang praktik tersebut. Arab saudi pun dinilai tidak menerapkan hukum islam secara sempurna. Arab saudi hanya menerapkan hukum islam dalam perkara peradilan. Sistem pergaulan tidak atur dengan islam, sistem ekonomi juga tidak, hubungan luar negeri pun demikian.

Hukuman mati bagi tersangka pembunuhan di Arab Saudi jelaslah keji jika upaya pencegahan tidak dilaksanakan. Islam sebagai agama yang sempurna mengatur sistem peradilan dengan lengkap dan terperinci. Semisal, sistem islam mewajibkan kepala negara untuk memberikan pelayanan umum gratis dan kebutuhan pokok tercukupi bagi warganya. Islam sangat menjaga nyawa umat manusia juga Islam menjaga hubungan interaksi pria dan wanita. Lagipula berdasarkan keterangan, TKI yang dibunuh oleh kerajaan saudi arabia ternyata sering mendapatkan pelecehan seksual dari majikannya.

Maka, dari kedua fenomena ini. Baik Aksi Bela Tauhid dan hukuman mati bagi TKI punya keterikatan erat.

Pertama, Aksi Bela Tauhid hakikat nya adalah dorongan umat agar syariat islam tegak.
Kedua, hukuman mati dalam islam adalah ada. Namun jika hukuman mati diterapkan namun hukum islam yang lainnya ditinggalkan, yang terjadi adalah monsterisasi hukum islam. Seakan-akan hukum islam menyeramkan.
Ketiga, syariat islam jika ditegakkan secara sempurna maka pembakaran bendera tauhid dan hukuman mati bagi TKI dapat dipastikan tidak akan terjadi. Sebagaimana khalifah menerapkannya dalam naungan khilafah. Wallahu'alam [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget