Arti "2000 Rupiah"



Oleh : Agung Wisnuwardana

Rp 2000 begitu sangat berharga untuk yang kebelet pipis buat bayar jasa toilet.
Rp 2000 begitu mempesona buat yang kehausan untuk sekedar beli air gelas mineral.
Rp 2000 sangat berharga buat anak kecil yang merengek nangis untuk beli snack serba 2000.
Rp 2000 pun sangat berharga buat perjuangan pemulung miskin membeli tiket KRL untuk menguburkan jenazah putrinya ke Bogor.
Tetapi apakah Rp 2000 dan penjara 10 hari layak untuk hukuman pembakar bendera tauhid ?!?!
Bendera Tauhid Ar Royah telah dipertahankan tegak berdirinya dengan pengorbanan nyawa para syuhada.
Mush'ab bin Umair berlari sendirian menyongsong musuh dengan mengibarkan Bendera Tauhid Ar Royah, dalam kondisi pasukan Islam terjepit. Resiko nyawa tak dipedulikan Mush'ab untuk melindungi Rasulullah SAW yang beliau cintai.
Musuhpun menebas tangan kanannya hingga terputus dan agar Ar Royah tak terjatuh ke tanah maka Mush'ab meraihnya dengan tangan kirinya dan berusaha mengibarkannya kembali.
Tangan kirinya pun kemudian ditebas hingga putus oleh musuh sehingga Ar Royah terjatuh ke tanah.
Mush'ab pun membungkuk berusaha sekuat tenaga untuk mengambil kembali Ar Royah dengan pangkal kedua lengan nya yang masih tersisa. Tetapi musuh kemudian menikamkan tombak ke tubuh Mush'ab hingga syahidnya menjemput.
Penggalan kisah Perang Uhud ini memberikan gambaran begitu berharganya Bendera Tauhid. Nyawa pun siap dikorbankan agar Ar Royah tetap berdiri tegak berkibar dengan gagahnya.
Bayangkan insiden menjijikkan di Garut 22 Oktober 2018 bukan menjatuhkan ke tanah tetapi membakar Bendera Tauhid dengan penuh kebanggaan dan kebencian.
Apakah adil 10 hari penjara plus denda Rp 2000 untuk perilaku yang sangat menistakan tersebut ?
Demo besar di berbagai daerah dengan peserta hingga jutaan massa pun tidak mampu menjadikan aparat kepolisian dan rezim ini berubah pikiran. Mereka tetap bergeming untuk berbuat tidak adil.
Bahkan fitnah terus disebarkan oleh berbagai kalangan yang sepertinya diamini oleh penguasa bahwa bendera tauhid itu adalah bendera HTI.
HTI mengibarkan Bendera Tauhid dengan penuh kebanggaan dalam setiap aktifitas publiknya bukan untuk bendera organisasinya tetapi untuk memberikan energi pada cita-cita besar persatuan umat Islam.
Persatuan umat Islam dalam naungan Laa ilaha illallah Muhammadur rasulullah... Tiada ilah kecuali hanya Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Kalimat agung yang memberikan getaran energi persatuan.
Tetapi doktrin dan fitnah terus disebar agar Bendera Tauhid dikrimininalisasi. Targetnya agar orang takut untuk membawanya, ngeri mengibarkannya.
Ujung targetnya adalah umat Islam biasa saja dengan kalimat tauhid, tak memberikan getaran dan kebanggaan lagi, sehingga energi menuju persatuan umat Islam pun padam.
Rasanya mereka lupa atau terlupakan bahwa setiap makar pada Islam maka sejatinya mereka akan berhadapan langsung dengan Allah SWT. Dan makar Allah jauh lebih dahsyat dari makar mereka.
Kita patut bersyukur, Rp 2000 cukup berharga untuk terus memantik perjuangan melawan kedzaliman menuju kebangkitan Islam.
Wahai jiwa-jiwa yang beriman dan ikhlas, teruslah bergerak untuk melawan kedzaliman ini. Teruslah berdoa kepada Allah dengan cucuran air mata penuh iba agar Allah menolong kita dan memberikan kemenangan pada perjuangan Islam. Aamiin.
Tugas kita hanya bergerak dan terus bergerak, biarkan Allah dengan kuasa-Nya yang akan mengatur kemenangan buat umat Islam.
Yuk bersiap untuk 7 juta bendera tauhid berkibar dalam reuni 212 bulan depan.

ALLAHU AKBAR....

07112018

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget