Guru Bukan untuk ditinju



Mercusuarumat.com. Siapa kenal Khalifah Harun Ar Rasyid, sosok pemimpin negara yang disebut-sebut negara seribu satu malam. Menandakan gemah ripah negaranya.

Bayangkan bagaimana bermartabatnya beliau!. Negara adidaya yang menguasai lebih dari setengah belahan dunia. Namun, jangan tanyakan soal kerendah hatiannya. Pernah suatu waktu, Beliau meminta putranya untuk mendatangi langsung kediaman Imam Al-Ashma’i guna menimba ilmu. Ar Rasyid dalam suatu kesempatan melihat anaknya sedang menuangkan air wudhu kepada Imam Al-Ashma’i. Selanjutnya Ar Rasyid menanyakan dengan santun pada sang imam, "Mengapa engkau tidak memerintahkannya untuk menuangkan air dengan salah satu tangannya lalu membasuh kakimu dengan tangannya yang lain?” Masya Allah teladan menakjubkan bagimana seorang ayah, sekaligus kepala negara berusaha agar anaknya memuliakan seorang guru.

Islam telah jelas berikan rambu-rambu kepada umat manusia agar senantiasa memuliakan guru. Dalam islam adab kepada guru harus dipelajari lebih awal dibandingkan mempelajari ilmu umum.
Adab kepada guru kunci utama bagi siswa agar mudah menerima ilmu. Tak ada nilainya manakala siswa cerdas secara intelektual namun bobrok secara mental spiritual.

Dalam islam indikator keberhasilan peserta didik bukan dinilai dari materi, bukan seberapa besar mereka mendapatkan nilai matematika, bukan seberapa hebatnya ia menjuarai lomba olah raga, bukan seberapa tingginya ia punya gelar akademik. Namun, dalam islam indikator keberhasilan peserta didik adalah seberapa beriman dan bertaqwanya peserta didik kepada Allah Swt. Seberapa agungnya akhlaknya, seberapa cerdasnya akalnya.

Jika indikator keberhasilan peserta didik tak gunakan indikator islam apa yang terjadi? Sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini, sebuah video viral memperlihatkan sekelompok siswa bertindak tidak sopan pada seorang guru tua renta. Kejadian ini terjadi di salah satu SMK di daerah Kaliwungu.
Ini hanya salah satu fakta yang terjadi di lapangan, mengenai tidak beradabnya siswa terhadap guru. Dipastikan banyak sekali perilaku serupa yang terjadi di Indonesia.

Guru, sosok yang mulia dalam islam. Lewat lisannya umat manusia dapatkan ilmu dan hikmah. Islam, agama yang paripurna sangat tahu bagaimana memuliakan guru. Tidak seperti sistem pendidikan saat ini yang berorientasi pada materi.
Siswa dituntut paham segala bidang ilmu namun lalai terhadap adab dan ilmu agama. Alhasil, kejadian pemukulan terhadap guru, lontaran ucapan keji, pelaporan guru oleh orang tua karena dianggap melanggar HAM, bahkan pembunuhan terhadap guru dapat dipastikan tak akan terhenti.

Akhirnya, guru bukan untuk ditinju!
Islam muliakan Guru karena ilmu. [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget