Karena Kita (Belum) Layak Menang



Mercusuarumat.com. Umat muslim adalah umat terbaik, sebagaimana Firman Allah Swt dalam quran surat Ali Imron ayat 110, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
Sebagai umat paling baik yang Allah Swt ciptakan sudah sewajarnya umat ini sejahtera, damai sentosa, bebas dari kemiskinan, terhindar dari kebodohan dan segala jenis kerendahan martabat lainnya.

Namun, faktanya umat ini justru tertinggal. Kemiskinan merajalela di mayoritas negeri islam. Contoh nyata, lihat saja Pakistan, Sudan, Mesir, Bangladesh, Afganistan, Albania, Aljazair, Maroko, Mauritania, Chad, Azerbaijan, Sierra Leone, dlsb. Indonesia, sebagai negeri mayoritas muslim berdasarkan laporan Bank Dunia, terdapat 70-an juta penduduk miskin pada tahun 2017. Dari sisi ilmu pengetahuan, minat baca Indonesia sangat rendah, terbukti dari laporan hasil survei tentang literasi yang dilakukan Central Connecticut State University pada tahun 2016 di New Britain, Conn, Amerika Serikat, menempatkan Indonesia dalam posisi yang memprihatinkan, yaitu urutan ke-60 dari 61 negara. Sementara itu, hasil survei Progamme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang diumumkan pada awal Desember 2016 menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Indonesia berada di urutan ke-64 dari 72 negara. Selama kurun waktu 2012--2015, skor PISA untuk membaca hanya naik 1 poin dari 396 menjadi 397.

Apa yang salah? Ada dua peluang, pertama, Firman Allah Swt quran surat Ali Imron ayat 110 yang keliru, kedua umat Islamnya sendiri yang salah.
Jelas, Firman Allah Swt tak kan pernah keliru. Yang salah adalah umatnya!
Maka, sampai detik ini, kita (umat islam) belum layak menang, belum layak sejahtera, belum layak damai sentosa, karena ada yang salah dalam menjalankan kehidupannya.

Allah Swt, Rabb kita menobatkan kita sebagai umat terbaik karena Islam adalah agama satu-satunya yang diridhoi oleh-Nya dan hanya Islam yang akan menghantarkan pada kebahagian di dunia dan di akhirat, sebagaimana Firman Allah Swt quran surat An-Nuur: 55, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Mari simak potongan ayat "Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku", jelas syarat agar kita sebagai umat terbaik adalah tidak mempersekutukan Allah Swt dengan sesuatu apapun, termasuk dalam mengambil pedoman hukum.

Dalam Islam kedaulatan hanya milik Allah Swt, sebagaimana Firman Allah Swt dalam quran surat al-Mâ`idah ayat 50, “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”

Inilah tugas kita bersama, mengembalikan pengambilan hukum selain Allah kepada Allah semata. Sebagaimana Firman Allah Swt quran surat Ali Imron ayat 110, "menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” tugas kita bersama untuk menyeru umat manusia kembali ke islam dalam segala aspek kehidupan. Berpolitik, bernegara, menjalankan roda perekonomian, pergaulan, pendidikan dlsb. Wallahu'alam [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget