Mereka Berani Bakar, Ummat Siap Bela Bendera Tauhid



Mercusuarumat.com. Baru baru ini masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia di kejutkan oleh pemberitaan tentang pembakaran bendera hitam yang bertuliskan kalimat Tauhid.

Semua pemberitaan baik yang berasal dari media cetak, Televisi, maupun media sosial sudah menjadi konsumsi publik dari berbagai sudut pandang. Yang menjadi sorotan adalah pelaku pembakaran bendera itu adalah dari salah satu ormas islam.

Ormas tersebut memang selalu mengaku sebagai ormas di garda terdepan yang menjaga keutuhan NKRI, namun yang menjadi ganjil mengapa mereka membakar kalimat tauhid yang menjadi dasar keimanan kepada tuhan mereka sendiri, mereka mengaku pembakaran itu dilakukan karena mereka meyakini bahwa bendera tersebut merupakan bendera dari ormas yang dilarang.

Namun sebagaimana yang sudah diketahui khalayak banyak alasan itu merupakan alasan yang tidak berdasar, karena sudah dipahami jikalau bendera itu adalah bendera ummat islam.

Sebagaimana Imam Sarakhsiy berkata, “Bendera kaum Muslim (Liwaa’) harusnya berwarna putih. Sedangkan panji-panjinya (Raayaat) berwarna hitam”. Dari Ibnu ‘Abbas ra berkata, “Raayah (panji) Rasul saw berwarna hitam, sedangkan Liwa’ (bendera)-nya berwarna putih.” (Syarh as-Sayir al-Kabir: I/72; Jami’ at-Tirmidzi: IV/197, no. 1681; Sunan Ibn Majjah: II/941, no. 2818; Mu’jamul Ausath at-Thabrani: I/77, no. 219; Mu’jam al-Kabir: XII/207, no. 12909;al-Mustadrak al-Hakim: II/115, no.2506/131).

Adapun Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Panji Rasulullah saw (raayat) berwarna hitam, sedangkan liwa’ (bendera)-nya berwarna putih.” Jabir ra menuturkan, “Bendera Nabi saw (liwaa’) pada saat masuk kota Makkah berwarna putih.”Dari ‘Aisyah ra, berkata, “Liwaa’ Nabi saw berwarna putih.” Dari Ibnu ‘Umar ra berkata, “Tatkala Rasulullah saw memasangkan benderanya, beliau memasangkan bendera (liwaa’) yang berwarna putih.” Rasyid bin Sa’ad telah menceritakan sebuah riwayat dari Rasulullah saw, “Panji (raayah) Nabi saw berwarna hitam, sedangkan liwa’nya berwarna putih.”

Imam Manawiy berkata, “Panji beliau saw berbentuk persegi empat, terbuat dari kain wool. Ia berujud bendera besar. Panji itu dinamakan al-‘Uqab.” Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari ‘Aisyah, “Liwaa’ Rasulullah saw pada saat penaklukan warnanya putih. Sedangkan panji beliau saw berwarna hitam. Panji itu terbuat dari secarik kain wool. Panji itu disebut dengan al-‘Uqab”. Panji itu pernah dibawa oleh Khalid bin Walid untuk menaklukkan Damaskus dua kali. Panji itu pun kadang-kadang dinamakan dengan Tsaniyat al-‘Uqab.

Ia juga berkata, “Panji beliau juga diberi nama dengan an-namr. Dinamakan an-namr, sebab warnanya seperti warna an-namr antara hitam dan putih. Beliau saw juga memiliki bendera berwarna kuning. Namun bendera ini tidak memiliki nama. Beliau juga memiliki panji berwarna hitam. Maksudnya, warnanya didominasi warna hitam. Sehingga, bila dilihat dari jauh tampak berwarna hitam. Sebab, warna panji tersebut adalah hitam polos. Di tengah panji tersebut ditulis “La ilaha Illa al- Allah Muhammad Rasul al-Allah”.


Jelaslah sudah tidak ada keraguan bahwa bendera hitam dengan kalimat tauhid ini merupakan panji nya Rosulullah atau bisa dikatakan juga panjinya seluruh ummat Islam.
Yang disayangkan adalah tentang sikap pelaku, tidak ada penyesalan dan permintaan maaf yang tulus baik dari pelaku ataupun dari ormas yang menaunginya. Justru malah melakukan pembelaan dan pembiaran terhadap tindakan tersebut. Juga mereka menganggap pembakaran itu sebagai bentuk penghormatan kepada bendera tauhid.

"Hemat saya, teman-teman ingin memperlakukan sebagaimana jika mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran mereka akan bakar sobekan itu demi menghormati dan menjaga agar tidak terinjak-injak atau terbuang di tempat yang tidak semestinya," Begitu disampaikan oleh Gus Yaqut sebagai Ketua Umum GP Anshor menanggapi pembakaran Bendera Tauhid.

Bagaimana bisa pembakaran tersebut diartikan sebagai penghormatan, pada kenyataan nya pembakaran bendera tersebut telah jelas - jelas melukai perasaan kaum muslimin. Memancing kemarahan dari seluruh Ummat Islam. Juga, pada kenyataan nya bendera tersebut bukan dipungut karena tercecer,melainkan direbut dari seorang jamaah yang mengikuti perayaan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan di kota Garut saat itu.

Menkopulhkam Wiranto juga percaya pembakaran dilakukan karena bendera tersebut dianggap sebagai bendera HTI.
"Sebagai Ormas Islam tidak mungkin dengan sengaja membakar "Kalimat Tauhid" yang sama artinya melakukan penghinaan terhadap diri sendiri. Namun semata-mata ingin membersihkan pemanfaatan Kalimat Tauhid dimanfaatkan oleh organisasi HTI yang telah dilarang keberadaannya," katanya.

Tindakan ini sungguh dengan sangat jelas memperlihatkan keberpihakan pada ormas tersebut dan sekaligus mempertontonkan kedzaliman dan kebodohan yang nyata. Baru-baru ini bahkan yang menjadi sasaran utk dijadikan pelaku adalah orang yang membawa bendera tauhid. Bagaimana bisa pembawa bendera tauhid yang tidak melakukan aksi pembakaran dijadikan tersangka, jelas – jelas yang menjadi perkara hukum adalah tindakan penistaan agama dengan pembakaran bendera tauhid.

Dengan peristiwa ini, menimbulkan berbagai reaksi dari Ummat Islam di seluruh penjuru negeri. Ummat Islam di berbagai daerah melakukan berbagai aksi – aksi bela panji Tauhid di kota- kota besar di Indonesia. Sebagian berhasil diselenggarakan, namun sebagian terganggu karena beberapa oknum – oknum bayaran yang disinyalir memang ditugaskan untuk menyusup dan menggagalkan aksi. Dari pemerintah pun bukan dukungan yang diberikan, namun cekalan dan sabotase yang didapatkan, karena memang rezim enggan melihat kebangkitan ummat Islam dibawah satu panji yaitu panji Tauhid.

Sudah jelas sikap Pemerintah yang resesip terhadap pergerakan dakwah Islam.
Telah jelas di depan mata kita kedzoliman – kedzolimn yang terjadi terhadap agama Islam, sungguh Izzah Agama islam kan Ummat Islam sudah terkoyak-koyak.

Bagaimana sikap kita sebagai seorang Muslim? Jelas kita harus membela panji Tauhid sebagaimana para mujahid yang berperang Bersama Rasulullah yang tak pernah rela Arroyah sampai terjatuh, meski maut menjemput tetap memegang erta Ar-Royah demi kejayaan Islam.
Firman Allah SWT
وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sungguh Allah akan menolong orang yang membela-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. al-Hajj: 40)
Allah juga berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ؛ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kaki kalian.” (QS. Muhammad: 7)
Di ayat lain, Allah berfirman memerintahkan umat islam untuk membela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا . لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ
Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, Supaya kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendukung beliau, memuliakan beliau…. (QS. al-Fath: 8-9)

Sungguh pertolongan Allah itu begitu dekat. Maka tetap berada pada jalur dakwah adalah rute paling tepat untuk menjemput kemenangan. Wahai Ummat Islam kalian telah dijanjikan sebagai Ummat terbaik yg dikirim untuk manusia janganlah kita berdiam diri dan membiarkan ini berlarut- larut. Marilah kita bergerak rapatkan barisan, Jangan pernah mengendurkan semangat dakwah mu. Janji – janji Allah adalah kepastian bagi setiap orang yang dengan penuh keimanan membela Agama serta Panji Tauhid yang suci.

Wallahu ‘alam bishawwab.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget