Panji Tauhid Simbol Khilafah



Mercusuarumat.com. Alhamdulillah, atas izin-Nya panji tauhid semakin dikenal oleh umat muslim. Namun, perjuangan tidak boleh berhenti untuk syiarkan panji tauhid. Pemahaman umat muslim harus sampai pada kesadaran bahwa panji tauhid adalah simbol daulah islam, khilafah.

Lantas apa itu khilafah? Secara sederhana Khilafah adalah sistem kepemimpinan islam yang didalamnya hukum islam ditegakkan dengan sempurna yang dipimpin oleh satu orang atas umat muslim seluruh dunia. Dalam khilafah dikenal bendera resmi negara, yaitu bendera berlafadzkan tauhid.

Panji tauhid berlafadzkan “La ilaha Illa al- Allah Muhammad Rasul al-Allah” adalah simbol ketundukan umat muslim terhadap Allah Swt. Ketundukan akan takdir dari-Nya dan ketundukan untuk menjalankan hukum-hukum-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Swt. Tidak ada teladan yang paling mulia selain Nabi Muhammad Saw.

Panji tauhid atau panji Rasulullah dalam khazanah islam dikenal dengan sebutan ar rayah dan al liwaa'. Ar rayah adalah panji tauhiid dengan warna dasar hitam dan bertulisan lafadz “La ilaha Illa al- Allah Muhammad Rasul al-Allah” berwarna putih. Sedangkan al liwaa' adalah panji tauhiid dengan warna dasar putih dan bertulisan lafadz “La ilaha Illa al- Allah Muhammad Rasul al-Allah” berwarna hitam.

Liwaa’ (bendera) adalah bendera resmi Daulah Islam di masa Rasulullah SAW dan para Khalifah setelah beliau SAW. Ini adalah kesimpulan Imam al-Sarakhsiy, dan dikuatkan dalam kitab Syarh As-Sair al-Kabir, karya Imam Muhammad bin al-Hasan as-Syaibaniy, murid Imam Abu Hanifah.

Disimpulkan, Liwaa adalah bendera yang berada di tangan penguasa. Ar-Raayah, adalah panji yang dimiliki oleh setiap pemimpin divisi pasukan, di mana semua pasukan yang ada dalam divisinya disatukan di bawah panji tersebut.

Liwaa hanya berjumlah satu buah untuk keseluruhan pasukan. Liwaa digunakan sebagai patokan pasukan ketika mereka merasa perlu untuk menyampaikan keperluan mereka ke hadapan penguasa (Imam). Liwaa dipilih berwarna putih. Ini ditujukan agar ia bisa dibedakan dengan panji-panji berwarna hitam yang ada di tangan para pemimpin divisi pasukan. (Abdurahman H)

Maka, perjuangan untuk mensyiarkan panji tauhid harus terus digalakan. Umat muslim harus sadar bahwa hakikat kalimat tauhid yang tertera dalam panji Rasulullah Saw, hanya bisa tegak secara sempurna dalam daulah islam, khilafah. Allahu Akbar! [IW]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget