Pertarungan Haq dan Bathil dalam Aksi Bela Tauhid 211



Mercusuarumat.com. Pertarungan antara yang Haq dan Bathil kan selalu ada hingga akhir zaman. Hakikatnya haq dan bathil tak akan pernah bersatu sampai kapanpun. Pun demikian atas kejadian pembakaran bendera bertuliskan tauhid.

Umat terbagi menjadi dua, mereka yang membela pembakaran bendera tauhid dan mereka yang mengutuk pembakaran bendera tauhid. Mereka yang membela pembakaran bendera tauhid berdalih bahwa yang dibakar adalah bendera HTI. Bagi mereka yang mengutuk, beranggapan bahwa bendera yang dibakar adalah bendera rasulullah, bendera milik umat islam.

Perlu diperhatikan dengan seksama. Pertarungan haq dan bathil saat ini tak beda jauh dengan pertarungan haq dan bathil saat Ahok menista al quran. Mereka yang membela pembakaran bendera tauhid adalah mereka juga yang membela Ahok. Mereka pula yang bersikeras menuntut pembubaran ormas islam, HTI. Mereka pula yang sering membubarkan pengajian dan mereka pulalah yang menganggap dirinya paling cinta NKRI.

Sebaliknya, mereka yang mengutuk pembakaran bendera tauhid adalah mereka pula yang mengutuk penista agama, Ahok. Mereka pula yang menolak diterbitkannya Perpu ormas dan mereka pulalah yang getol mesyiarkan Islam.

Lihat bagaimana para pembela pembakaran bendera tauhid berkoar-koar di media sosial. Mereka mengatakan bahwa aksi bela tauhid hanya mubazir. Bahkan mereka melempar fitnah keji dengan mengatakan aksi bela tauhid hanyalah kedok politik kampanye Prabowo-Sandi. Hingga sekarang, mereka enggan meminta maaf kepada umat atas ulah oknum mereka. Na'udzubillah.

Sedangkan mereka yang mengutuk pembakaran bendera tauhid bersatupadu menyuarakan keadilan. Menuntut pemerintah untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa yang dibakar bukan bendera ormas tertentu. Namun jelas itu adalah bendera milik umat islam.


Mereka meyakini bahwa yang dibakar oleh oknum banser adalah ar royah. Panji rasulullah berwarna hitam berlafadzkan laa illaha illallahu berwarna putih bukan seperti klaim mereka yang mengatakan bahwa itu bendera HTI.


Sekarang pemerintah diuji keadilannya dalam menegakkan hukum. Apakah akan menjadi barisan pembela pembakaran bendera tauhid atau menjadi bagian umat yang mengutuk pembakaran bendera tauhid? Jika pemerintah ada di pihak pembela pembakaran bendera tauhid, layakkah pemerintah disebut anti islam? Tentu jawabnnya layak.

Mari kita lihat!

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget